Wednesday, April 4, 2018

SEMACAM RANGKUMAN MATERI UNTUK UNBK GEOGRAFI DISESUAIKAN DENGAN KISI-KISI UNBK TAHUN PELAJARAN 2017-2018


SEMACAM RANGKUMAN MATERI UNTUK UNBK GEOGRAFI
DISESUAIKAN DENGAN KISI-KISI UNBK TAHUN PELAJARAN 2017-2018


1.    Konsep geografi
1)    Lokasi: menunjukkan posisi suatu objek.
-       Lokasi absolut: letak astronomis, contoh Indonesia terletak di anatar 6 LU – 11 LS dan 95 BT – 141 BT
-       Lokasi mutlat: letak geografis, contoh Indonesia terletak di antara dua benua dan dua samudera
2)    Jarak: jeda yang memisahkan antara dua objek
-       Jarak mutlak: satuan ukur, contoh jarak Kecamatan Tambora ke Kota Tangerang adalah 16 km
-       Jarak relative: satuan waktu, contoh jarak Kecamatan Tambora ke Kota Tangerang ditempuh dalam waktu 66 menit
3)    Pola: susunan suatu objek (biasanya pola aliran sungai dan pola permukiman), contoh pola permukiman penduduk di pegunungan cenderung menyebar mencari wilayah yang datar
4)    Morfologi: bentuk-bentuk permukaan bumi, contoh wilayah Wonosari didominasi oleh pegunungan kapur yang tandus
5)    Aglomerasi: pengelompokan atau pemusatan suatu objek, contoh pemusatan wilayah macet terdapat di persimpangan jalan, sekolahan, pabrik, dan pasar
6)    Keterjangkauan: kemudahan atau kesulitan untuk mencapai suatu lokasi, contoh pendistribusian kotak suara di wilayah Papua terhambat karena factor fisik yang sulit dilalui menggunakan kendaraan
7)    Nilai kegunaan: potensi atau manfaat suatu objek yang dapat dikembangkan oleh manusia, contoh daerah pantai yang landau dengan ombak tenang dapat dimanfaatkan untuk dijadikan objek wisata
8)    Interaksi/interpendensi: hubungan antardua wilayah yang saling melengkapi, contoh Jakarta menjual pakaian ke Bogor, Bogor menjual sayuran ke Jakarta
9)    Differensiasi area: membedakan karakteristik antardua lokasi, contoh perkembangan wilayah di sekitar kota akan semakin cepat, dibandingkan dengan perkembangan wilayah yang jauh dari kota
10) Keterkaitan ruang: lingkungan mempengaruhi makhluk hidup, contoh suhu udara di Jakarta yang panas membuat penjualan kipas angin dan pendingin ruangan laris manis

2.    Prinsip geografi
1)    Distribusi/persebaran = persebaran fenomena geosfer yang berbeda di setiap lokasi, contoh tanah andosol banyak ditemukan di pulau  Jawa, sedangkan tanah organosol banyak ditemukan di pulau Sumatera
2)    Interelasi/sebab akibat = hubungan sebab akibat antara dua variabel, contoh banjir di Jakarta karena alih fungsi lahan di hulu sungai Ciliwung
3)    Deskripsi/penjelasan = menjelaskan fenomena geosfer dengan angka, grafik, diagram, atau peta, contoh gempa bumi di Aceh pada tanggal 24 Desember 2004 berkekuaatan 8,9 SR menyebabkan 200.000 korban jiwa dan kerugian miliaran rupiah
4)    Korologi/komprehensif = ciri geografi modern dengan menggabungkan lebih dari 2 prinsip, contoh gempa bumi di Aceh pada tanggal 24 Desember 2004 berkekuaatan 8,9 SR menyebabkan 200.000 korban jiwa dan kerugian miliaran rupiah. Indonesia sering terjadi gempa bumi karena wilayahnya berada di jalur pertempuan lempeng tektonik dunia

3.    Pendekatan geografi
1)    Keruangan/spatial: satu aspek (fisik/nonfisik) di satu wilayah, contoh Indonesia sering terjadi gempa bumi karena wilayahnya berada di jalur pertempuan lempeng tektonik dunia. Indonesia = satu wilayah dan gempa bumi/lempeng tektonik dunia = aspek fisik
2)    Kelingkungan/ecological: dua aspek (fisik dan nonfisik) di satu wilayah, contoh kebakaran hutan yang terjadi di sumatera diakibatkan oleh kegiatan perkebunan dengan cara membuka lahan dan membakar hutan. Sumatra = satu wilayah, kebakaran hutan = aspek fisik, dan perkebunan = aspek nonfisik berupa kegiatan yang dilakukan manusia. Ada peran manusia dalam prinsip ekologi.
3)    Kompleks wilayah/kewilayahan = banyak wilayah, contoh kebakaran hutan di Sumatra menyebabkan kabut asap di negara Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Indonesia, Malaysia, dan Singapura = lebih dari dua wilayah

4.    Aspek geografi
1)    Aspek fisik: fenomena alam atau geosfer yang meliputi atmosfer (gejala cuaca), biosfer (persebaran flora dan fauna), litosfer (tenaga endogen eksogen), dan hidrosfer (perairan laut dan darat)
2)    Aspek nonfisik: aktivitas manusia dalam memanfaatkan atau dampak dari alam, contoh korban bencana, pertanian, perikanan, politik, dsb

5.    Rotasi dan revolusi
1)    Rotasi adalah perputaran bumi pada porosnya selama 24 jam, dampak rotasi bumi:
-       Gerak semu harian benda langit
-       Pembelokan arah angin (coriliolis)
-       Perbedaan waktu di bumi
-       Gaya gravitasi
-       Pemepatan bumi di kedua kutubnya
-       Pergantian siang dan malam
-       Pergerakan arus laut
2)    Revolusi adalah perputaran bumi mengelilingi matahari selama 365 hari, dampak revolusi:
-       Gerak semu tahunan benda langit
-       Gerhana matahari dan bulan
-       Pergantian musim
-       Penanggalan masehi
-       Pengamatan rasi bintang
-       Perbedaan lama siang dan malam
-       Gerak semu matahari

6.    Pergerakan lempeng:
1)    Konvergen/subduksi: dua lempeng yang saling mendekat dan bertabrakan, fenomena yang terjadi:
-       Terbentuknya palung laut/trench
-       Terbentuknya jalur pegunungan api di daratan
-       Terbentuknya barisan pulau/island arc
-       Terjadinya aktivitas vulkanisme dan gempa dahsyat
2)    Divergen: dua lempeng yang saling menjauh dan merenggang, fenomena yang terjadi:
-       Terbentuknya punggung laut
-       Terbentuknya parit dasar samudra/mid ocean ridge
-       Terbentuknya rekahan besar Afrika
-       Terbentuknya lantai dasar samudra/sea floor
3)    Transform: dua lempeng yang saling bergesekan secara horizontal, fenomena yang terjadi:
-       Terbentuknya patahan/fault dapat berupa horst (naik) dan graben/slenk (turun) dalam bentuk air terjun dan jurang
-       Terbentuknya lipatan/fold berupa anticlinal (atas) dan sinklinal (bawah) dalam bentuk perbukitan

7.    Siklus batuan


8.    Jenis batuan sedimen
Batuan sedimen merupakan batuan yang terbentuk dari pengendapan hasil material alam karena proses pelapukan, pengangkutan (klastik), dekomposisi (kimia), dan sisa makhluk hidup (organic)
1)    Sedimen klastik: berada di sekitar sungai, contoh batu breksi, batu konglomerat, batu pasir, batu lempung
2)    Sedimen kimiawi: terjadi karena proses kimiawi (dekomposisis), contoh batu evapor, stalaktit, stalakmit
3)    Sedimen organic: sisa makhluk hidup yang membatu, contoh batu bara, batu kapur, batu gamping

9.    Dampak positif gejala vulkanisme
1)    Abu vulkanik mengandung unsur hara yang menyuburkan tanah
2)    Pasir dan batuan untuk bahan bangunan (barang tambang golongan C)
3)    Muncul air makdani dan geyser untuk kegiatan pariwisata
4)    Gas sulfatara yang menjadi belerang untuk industry kesehatan
5)    Energy panas bumi sebagai pembangkit listrik tenaga geothermal

10.  Gejala pasca vulkanik
1)    Gas mofet (karbondioksida)
2)    Gas fumarole (uap air panas)
3)    Gas solfatara (hydrogen sulfide)
4)    Air makdani (air panas yang mengalir)
5)    Geyser (air panas yang memancar)

11.  Mitigasi bencana
1)    Di dalam ruangan: jauhi kaca dan benda berat, berlindung di bawah meja, keluar ruangan dengan tenang
2)    Di lapangan: tetap tenang, teteap berada di lapangan, jauhi bangunan dan kaca
3)    Di dalam kendaraan: menuju ke daerah yang lapang, jauhi bangunan, kabel dan jembatan
4)    Di tengah laut: menuju ke tengah laut untuk menghindari gelombang tsunami

12.  Jenis-jenis tanah dan persebarannya
1)    Tanah vulkanik: tanah subur dari sisa letusan gunung api terdapat di Sumatra dan Jawa
2)    Tanah andosol: tanah subur dari endapan abu vulkanik terdapat di Sumatra, Jawa, dan Nusa Tenggara
3)    Tanah alluvial: tanah subur dari endapan lumpur sungai terdapat di sekitar daerah aliran sungai
4)    Tanah podzolik: tanah subur yang mengandung kuarsa dan bahan organic pada wilayah dataran tinggi dengan curah hujan yang tingggi seperti Sumatra, Jawa, dan Papua
5)    Tanah organosol: tanah yang kurang subur dari pelapukan bahan organic yang tidak sempurna di daerah rawa seperti di Sumatra bagian barat, Kalimantan, dan Papua
6)    Tanah terrarosa: tanah kurang subur dari pelapukan batuan kapur terdapat di Jawa untuk tanaman jati

13.  Usaha pelestarian tanah dengan metode vegetatif
Menggunakan cara atau teknik menanam dan menggunakan tanaman untuk mengurangi laju erosi
1)    Crop rotation (rotasi tanaman): pergiliran tanaman agar unsur hara tanah tidak cepat habis
2)    Relay cropping (tumpang gilir): satu lahan dengan beragam jenis tanaman untuk mengatur waktu panen
3)    Inter cropping (tumpang sari): satu lahan dengan beragam jenis tanaman secara bersama-sama
4)    Contour strip cropping: menanam searah kemiringan lereng (horizontal)
5)    Contor farming: menanam tanaman searah garis kontur (horizontal)
6)    Windbrake: menanam pepohonan atau semak untuk mengurangi erosi angin
7)    Reforestation (reboisasi): penanaman kembali hutan yang gundul
8)    Mulsa: memberikan sisa-sisa tanaman di atas lahan sebagai pupuk
9)    Tanaman sela: menaman tanaman tahunan di sela-sela tanaman musiman
10) Agro foresty (wanatani): menggabungkan tanaman pohon/tahunan dengan tanaman semusim

14.  Lapisan atmosfer dan fungsinya
1)    Troposfer: terdapat gejala cuaca dan iklim, lintasan pesawat terbang domestic, setiap naik 100 m suhu turun 0.6 C, paling dekat dengan bumi
2)    Stratosfer: terdapat lapisan ozon yang menyaring sinar ultraviolet, lintasan pesawat jet
3)    Mesosfer: mengikis dan membakar benda langit yang jatuh ke bumi
4)    Termosfer: terjadi peristiwa ionisasi sinar UV menjadi aurora, memantulkan gelombang elektromagnetik untuk komunikasi
5)    Eksosfer: berbatasan langsung dengan luar angkasa

15.  Factor yang mempengaruhi curah hujan
Curah hujan yang tinggi saat terjadi La Lina terjadi karena lautan yang luas dan penguapan yang tinggi.
Factor yang mempengaruhi curah hujan:
1)    Garis lintang atau letak astronomis: semakin rendah CH semakin banyak
2)    Ketinggian tempat: semakin tinggi CH semakin banyak
3)    Jarak tempat ke laut: semakin dekat CH semakin banyak
4)    Luas daratan: semakin sempit CH semakin banyak
5)    Arah angin: angin membawa awan hujan
6)    Deretan pegunungan: membatasi awan yang tertiup angin
7)    Perbedaan suhu: suhu tinggi di laut maka hujan turun di laut

16.  Ciri-ciri bioma
1)    Gurun: amplitude harian tinggi, penguapan tinggi, curah hujan kurang dari 250 mm/tahun
2)    Hutan hujan: curah hujan tinggi, kelembapan tinggi, suhu 18 – 32 C
3)    Tundra: suhu kurang dari 10 C, masa hidup tanaman singkat, tanaman rendah (lumut/rumput)
4)    Savana: curah hujan sedang, tanaman akasi, didominasi rumput

17.  Aktivitas perekonomian penduduk berdasarkan ciri-ciri iklim
1)    Peternakan hewan besar: wilayah tropis, curah hujan sepanjang tahun, vegetasi rumput dan belukar
2)    Pertanian sawah: letak lintang 23,5 LU – 23,5 LS (iklim tropis), suhu udara 20 – 30 C, curah hujan tinggi

18.  Siklus hidrologi
1)    Evaporasi: penguapan badan air
2)    Transpirasi: penguapan makhluk hidup
3)    Kondensasi: uap air berubah menjadi awan
4)    Presipitasi: jatuhnya air dari atmosfer
5)    Run off: aliran air di atas permukaan tanah (sungai)
6)    Infiltrasi: air yang meresap ke dalam tanah
7)    Perkolasi: aliran air di bawah tanah (sungai bawah tanah)
8)    Adveksi: awan tertiup angin secara horizontal
9)    Sublimasi: uap air menjadi kristal es atau salju (siklus panjang)

19.  Pola aliran sungai:
1)    Dendritic: bercabang seperti ranting terdapat di dataran rendah yang strukturnya homogen
2)    Trellis: berbentuk sudut siku-siku di wilayah lipatan
3)    Rectangular: berbentuk sudut hampir siku-siku di wilayah patahan
4)    Pinate: berbentuk sudut lancip seperti ruas-ruas daun terdapat di daerah berlereng curam
5)    Annular: melingkar di daerah kubah kapur dan dijumpai sungai bawah tanah
6)    Pararel: anak sungai sejajar dengan induk sungai di daerah perbukitan dengan batuan resisten
7)    Radial sentrifugal: menyebar dari satu titik sumber air di daerah gunung atau mata air
8)    Radial sentripetal: memusat ke satu titik seperti danau, cekungan, atau depresi
20.  Jenis-jenis danau
1)    Danau tektonik: danau yang terbentuk karena aktivitas pergerakan lempeng contoh danau Poso, Tempe, Tuwoti, Singkarak
2)    Danau vulkanik: danau yang terbentuk karena letusan gunung api yang menghasilkan kawah yang luas contoh danau Tiga Warna, Tangkuban Perahu, Batur, Kalimutu, Ranau
3)    Danau tektovulkanik: danau yang terbentuk karena aktivitas pergeseran lempeng yang disertai dengan letusan gunung api yang dahsyat, contoh danau Toba
21.  Zona kedalaman laut dan pemanfaatannya
A.    Zona litoral: pasang surut air laut, hutan mangrove, menangkap kepiting, sawah pasang surut
B.    Zona neritic: kedalaman 0-200 m, banyak ikan, rumput laut, terumbu karang, penelitian, menyelam
C.   Zona batial: kedalaman 200-1800 m, penangkapan ikan besar seperti paus dan hiu
D.   Zona abisal: kedalaman lebih dari 1800 m, sedimentasi, ikan-ikan aneh, pertambangan migas

22.  Factor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna
1)    Abiotic: unsur yang berasal dari alam
-       Klimatik: iklim dan cuaca, seperti curah hujan, sinar matahari, suhu udara, kelembapan udara
-       Edafik: tanah, seperti kesuburan, tekstur, komposisi, struktur pH tanah, porositas tanah
-       Fisiografi: bentuk permukaan bumi, seperti ketinggian, kemiringan, morfologi, kontur, lokasi
2)    Biotik: makhluk hidup, seperti tumbuhan lain, hewan lain, dan aktivitas manusia

23.  Ciri-ciri hutan
1)    Hutan hujan tropis: curah hujan tinggi, kelembapan tinggi, hijau sepajang tahun, pohon tinggi, tanaman heterogen
2)    Hutan musim: curah hujan tinggi, kelembapan sedang, meranggas di musim kemarau, tanaman homogeny
3)    Hutan sabana: curah hujan rendah, kelembapan rendah, didominasi rumput ilalang, semak belukar, dan pohon akasia

24.  Persebaran fauna di Indonesia
1)    Indonesia barat: mamalia besar, seperti orang utan, tapir, gajah, harimau, bekantan, ikan pesut, badak
2)    Indonesia tengah: hewan endemic, seperti anoa, komodo, babirusa, tarsius, burung maleo, kuda liar, kukang
3)    Indonesia timur, burung bewarna indah, seperti cendrawasih, kasuari, nuri, beo, bidadari, kanguru, walabi

25.  Persebaran fauna dunia
1)    Neartik: Amerika Utara dan Tengah, fauna anjing praire, bison, kalkun, tupai, musox, antelop, rusa kutub, srigala
2)    Neotropik: Amerika Latin, fauna kelelawar, anaconda, boa, illama, alpaca, trenggiling, salamander, primata, anaconda
3)    Ethiopian: Afrika dan Asia Barat, fauna gajah, singa, cheetah, kuda nil, hyna, jerapah, zebra, gorilla, jaguar
4)    Paleartik: Eropa, Asia Tengah, dan Asia Timur, fauna grizly, beruang, panda, burung robin, kalkun, burung magpies, harimau siberia
5)    Oriental: Asia Tenggara dan Asia Selatan, fauna gajah, harimau, tapir, beruang madu, oramg utan, burung merak, badak
6)    Australis: Papua, Australia dan Oceania, fauna kanguru, walabi, koala, kiwi, tasman, wombat, platypus, kuskus, cendrawasih, kasuari

26.  Persebaran barang tambang dan pemanfaatannya

1)    Martapura Kalimantan Selatan: intan, untuk perhiasan dan mata bor
2)    Pulau Buton Sulawesi Tenggara: aspal, untuk pengeras jalan raya
3)    Gresik Jawa Timur: semen, untuk bahan bangunan dan kontruksi beton
4)    Bangka Belitung: timah, untuk bahan baku peluru dan campuran besi
5)    Tembaga Pura Papua: emas dan tembaga, untuk perhiasan dan konduktor
6)    Tarakan Kalimantan Timur: minyak bumi, untuk sumber energy kendaraan
7)    Cilacap Jawa Tengah: minyak bumi, untuk sumber energy kendaraan
8)    Sawah Lunto Sumatra Barat: batu bara, untuk sumber energy PLTU
9)    Arun Aceh: gas alam, untuk sumber energy kendaraan BBG
10) Singkep Kep. Riau: bauksit, untuk industry bodi pesawat terbang almunium
27.  Pemanfaatan sumber daya alam untuk bahan baku indutrsi
1)    Pasir kuarsa untuk bahan baku pembuatan kaca
2)    Batu kapur untuk bahan baku pembuatan semen
3)    Kaolin untuk bahan baku pembuatan keramik/porselen
4)    Grafit untuk bahan baku pembuatan pensil
28.  Solusi dari masalah kependudukan
1)    Pendidikan: rendahnya mutu pendidikan, solusinya memberi kesempatan belajar secara merata
2)    Persebaran penduduk yang tidak merata, solusinya merencanakan dan melaksanakan transmigrasi
3)    Kesehatan: angka harapan hidup rendah, solusinya meningkatkan pelayanan, fasilitas, dan SDM kesehatan
4)    Pertumbuhan penduduk yang tinggi, solusinya merencanakan dan melaksanakan program KB
29.  Piramida penduduk
1)    Ekspansif: berbentuk kerucut, penduduk usia muda (0-14 tahun) angka kelahiran dan kematian tinggi, harapan hidup rendah, angka ketergantungan tinggi, terdapat di negara berkembang
2)    Stasioner: berbentuk granat, penduduk usia dewasa produktif (15-64 tahun), angka kelahiran dan kematian stabil, harapan hidup tinggi, angka ketergantungan seimbang, terdapat di negara maju
3)    Konstruktif: berbentuk batu nisan, penduduk usia tua (>65 tahun), angka kaliharan rendah bahkan minus, angka kematian rendah, angka ketergantungan rendah, harapan hidup tinggi, terdapat di negara Eropa Utara dan Barat
30.  Jenis-jenis migrasi penduduk
1)    Urbanisasi: perpindahan dari desa ke kota untuk menetap, biasanya usai produktif untuk mencari kerja/pendidikan
2)    Ruralisasi: perpindahan penduduk dari kota ke desa, biasanya usia tua untuk mengisi masa pension dan mencari ketenangan
3)    Komuter/ulang-ulik/penglaju: pulang pergi pada hari yang sama biasanya untuk bekerja, rumah di pinggiran kota dan tempat kerja di tengah kota. Berangkat pagi pulang sore
4)    Sirkuler: pulang ke rumah yang berada di desa pada akhir pekan atau libur panjang, kerja di kota Jakarta pada hari senin-jumat dan hari sabtu pulang ke Labuan, Banten kemudian minggu balik lagi ke Jakarta
5)    Imigrasi: masuk ke Indonesia, orang asing dari Suriah yang masuk ke Indonesia untuk mencari suaka
6)    Emigrasi: keluar dari Indonesia, orang Indonesia yang menjadi dokter di Jerman atau mendapat beasiswa ke luar negeri
7)    Remigrasi: kembali lagi ke Indonesia, setelah kontrak kerjanya di Arab habis, Udin kembali ke Indonesia
31.  Upaya pelestarian lingkungan hidup dan pembangunan berwawasan lingkungan
1)    Melaksanakan reboisasi pada hutan yang rusak
2)    System tebang pilih dan tebang tanam
3)    Mengolah limbah sebelum dibuang ke alam
4)    Memanfaatkan sumber daya sesuai kebutuhan
5)    Menghemat penggunaan sumber daya alam
32.  Upaya pelestarian lingkungan
1)    Kerusakan tanah akibat pertambangan = menimbun lubang galian dan melakukan reboisasi
2)    Laju kerusakan hutan yang tinggi = menebang dengan system tebang pilih dan tebang tanam
3)    Menipisnya lapisan ozon = menggunaan pendingin ruangan yang tidak mengandung Freon
4)    Pencemaran air sungai = mengolah limbah sesuai baku mutu sebelum dibuang ke sungai
33.  Aktivitas penduduk yang sesuai dengan pembangunan berkelanjutan
1)    Lestari = pembangunan yang tidak mengabaikan kelestarian lingkungan atau ramah lingkungan dengan melestarikan lingkungan hidup
2)    Seimbang = memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan dengan jumlah sumber daya dan keseimbangn antarkomponen lingkungan hidup
3)    Berkelanjutan – pembangunan dapat dimanfaatkan hingga generasi yang akan datang
34.  Menganalisa citra pengindraan jauh
-       Pola teratur, berbentuk tajuk bintang, rona agak gelap, situs daratan = pohon kelapa sawit
-       Pola mengelompok, berbentuk tajuk bintang, rona gelap, situs pantai = pohon nipah
-       Pola memanjang, berbentuk garis lurus, rona cerah, terdapat persimpangan = jalan raya
-       Pola memanjang, bentuk garis lurus ganda, rona cerah, terdapar percabangan dengan sudut lancip = rel kereta
35.  Interpretasi citra pengindraan jauh
Interpretasi adalah menjelaskan objek yang tergambar dalam citra atau peta dengan mengunakan simbol-simbol atau kenampakan tertentu
-       Rona = tingkat kecerahan (gelap, agak gelap, cerah)
-       Bentuk = konfigurasi objek (pesegi, persegi panajang, tajuk bintang)
-       Pola = susunan objek (teratur, mengelompok, memanjang, memusat)
-       Situs = tempat atau lokasi objek (pegunungan, pantai, dataran)
-       Asosiasi = keterkaitan objek dengan objek lain (lapangan sepak bola dengan gawang)
-       Bayangan = bentuk objek yang disembunyikan oleh sudat datang sinar matahari (ada, tidak ada)
-       Ukuran = kuantitas obej (panjang, lebar, tinggi, luas)
36.  Pemanfaatan citra pengindraan jauh
1)    Meteorology : cuaca, iklim, angin, sungu, hujan, kelembapan, tekanan udara, awan, badai
2)    Hidrologi : perairan darat, sungai, danau, waduk, daerah aliran sungai, sedimentasi di sungai
3)    Ocenografi : perairan laut, ombak, arus laut, pergerakan ikan, pencemaran laut, sedimentasi di laut
4)    Perencanaan wilayah : tata ruang, jalur transportasi, permukiman, wilayah padat penduduk
5)    Bencana alam : resiko bencana, wilayah rawan bencana, kerusakan akibat bencana, kerugian
37.  Menentukan skala peta yang belum berskala
Jarak berskala dibagi jarak tidak berskala kali skalanya
d1/d2 x skala
d1 = 4 cm              skala 1 : 50.000
d2 = 20 cm

4/20 x 50.000 = 1/5 x 50.000 = 10.000
Jadi, skala peta I adalah 1 : 10.000

38.  Jenis-jenis peta tematik
Peta tematik adalah peta yang menggambarkan satu tema tertentu
1)    Peta iklim
2)    Peta geologi
3)    Peta jenis tanah
4)    Peta curah hujan
5)    Peta persebaran barang tambang
39.  Menghitung ketinggian pada peta kontur dan jenis tanamannya
Diketahui jarak P ke Q = 2 cm dan jarak P ke O = 6 cm
Berapa ketinggian titikk Q?

Ketinggian awal yang paling rendah + (jarak terpendek dibagi jarak terpanjang) x CI)
900 + (2:6 x 40)
900 + (0,33 x 40)
900 + 13,33
913,33 mdpl dengan iklim sedang jenis tanamannya tembakau, kopi, karet, kina

40.  Peta tata guna lahan untuk lokasi industry
- industry semen berlokasi di perbukitan kapur sebagai bahan baku
- industry garmen berlokasi di permukiman sebagai tenaga kerja
- industry kayu berlokasi di sekitar hutan sebagai bahan baku
- industry pengolahan berlokasi di permukiman sebagai tenaga kerja
- industry perikanan berlokasi di pantai karena dekat dengan bahan baku
41.  Manfaat SIG bagi pembangunan
Untuk perencanaan tata ruang wilayah, perencanaan pembuatan jalur transportasi, dan menentukan lokasi yang tepat untuk mendirikan fasilitas umum
42.  Keunggulan SIG
- lebih murah dibandingkan survey lapangan
- dapat menggabungkan berbagai jenis data
- data dapat dengan mudah untuk diubah dan disimpan
- membutuhkan ruang penyimpanan yang kecil
- dapat memodifikasi dan memperbaharui data dengan mudah
- dapat membuat peta yang lebih rinci dan jelas
43.  Pola persebaran desa
44.  Teori inti berganda
45.  Arah perkembangan pembangunan dan alasannya
Cari wilayah yang paling luas area perkembangannya atau garis perkembangannya dan alasan yang tepat
46.  Menentukan lokasi untuk mendirikan fasilitas (teori titik henti)
47.  Dampak positif interaksi desa kota bagi perkembangan desa
- budaya : perkembangan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan teknologi
- ekonomi : perekonomian meningkat, arus uang barang dan jasa meningkat, kesejahteraan meningkat
- tata ruang : sarana prasarana transportasi meningkat, muncul industry di pedesaan
- social : arus komunikasi dan informasi meningkat
48.  Factor yang menentukan pusat perkembangan
- wilayah yang datar atau topografi datar
- memiliki sumber daya manusia berkualitas
- memiliki potensi sumber daya alam
- akses transportasi mudah dan terintegrasi
49.  Karakteristik negara maju
- pertumbuhan ekonomi tinggi
- kualitas sumber daya manusia tinggi
- angka harapan hidup tinggi
- pendapatan perkapita tinggi
- angka melek huruf tinggi
- pertumbuhan penduduk rendah
- angka kematian rendah
- penduduk bekerja di sector sekunder (industry) dan tersier (jasa)
50.  Negara maju di kawsan Ero[a Barat dan Afrika
- Eropa Barat = Prancis, Belanda, Inggris, Belgian, Luxemburg, Jerman
- Afrika = Afrika Selatan

No comments:

Post a Comment