Tuesday, April 17, 2018

JJM (JALAN-JALAN MEN) : GEREJA AYAM - RUMAH DOA BUKIT RHEMA MAGELANG



Yang harus kamu ketahui tentang Bukit Rhema

Bukit Rhema merupakan tempat wisata religi di Magelang yang pembangunannya baru mencapai 75%. Walupun belum rampung pembangunannya, Bukit Rhema sudah ramai dikunjungi traveler dari dalam negeri maupun mancanegara. Sebagai tempat wisata yang baru, masarakat lebih mengenal Bukit Rhema sebagai Gereja Ayam. Berikut ini fakta mengenai Bukit Rhema:

  1. Pendiri: Daniel Alamsjah yang mendapatkan visi untuk membangun Bukit Rhema pada tahun 1988 dan mulai dibangun pada tahun 1992
  2. Bukan Ayam: Bukit rhema sebenarnya berbentuk merpati, namun banyak yang mengiranya sebagai ayam duduk yang sedang bertelur
  3. Tujuh Lantai: Di Bukit Rhema terdapat 7 tingkat lantai dan nantinya akan ada story telling perjalanan arti doa, mukjizat, dan kearifan lokal serta multikultural Indonesia dalam rangkaian cerita yang menarik
  4. Sebentar lagi Bukit Rhema akan selesai dibangun. Follow IG @BukitRhema




jalan dari jalan raya menuju ke bukit rhema maksimal dapat dilalui oleh mobil minibus atau bis seperempat dan hanya satu arah


naik white horse isuzu bodi jetbus2+ md

Riwayat Bukit Rhema
Awal mulanya, tahun 1988 Daniel Alamsjah terpanggil berdoa semalaman di bukit ini. Ia mendapatkan perintah firman Tuhan yang membesar: "Camkanlah sekarang, sebab Tuhan telah memilih engkau untuk mendirikan sebuah rumah menjadi tempat kudus, kuatkanlah hatimu dan lakukanlah itu." (1 Tawarikh 28:10)


bangunan gereja ayam yang dilihat dari depan


sebenarnya bangunannya berbentuk burung merpati yang melambangkan perdamaian


display foto-foto sejarah pembangunan gereja ayam di tahun 1992

Di awal masa pembangunan, bahan bahan material dibawa secara manual tidak menggunakan kendaraan menuju ke atas bukit, dan perjuangan mereka akhirnya tidak sia sia karena Gedung Doa Bukit Rhema berdiri kokoh hingga saat ini.

Akhirnya setelah beberapa tahun, bangunan sudah berbentuk namun belum seperti saat ini. Di foto nampak Daniel dan para pekerja yang berjuang di awal pembangunan. Tidak hanya perubahan bangunan, ada perubahan mencolok yang dialim Daniel, coba lihat foto peletakan batu pertama dan bandingkan dengan foto saat ini.



bagian belakang dijadikan tempat yang luas untuk cafe



tangga menuju ruang bawah tanah untuk berdoa

Daniel (berdiri menggunakan baju biru) sedang berdoa untuk peletakan batu pertama. Butuh perjuangan untuk menuju lokasi ini di masa masa awal karena akses menuju sana belum ada.

Para peserta peletakan batu pertama sedang menapaki jalan dimana Bukit Doa Rhema di bangun pertama kali tahun 1992.

Setelah dasar bangunan yang saat ini menjadi basement kokoh terbangun. Rangka kepala dan badan merpati dibentuk dan kemudian mulai diselesaikan.

Kepala rumah doa Bukit Rhema selesai lebih awal, namun saat itu belum ada tangga seperti saat ini. Dahulu para pekerja menggunakan tangga vertikal untuk naik menuju mahkota.



ruang doa sendiri


di ruang bawah tanah seperti goa dengan tembok seolah-olah batu sehingga udaranya sejuk


ruang doa lagi


bisa menulis doa dan harapan


ruang basement bukit rhema



ada musholla nya juga karena ini untuk semua agama


pemandangan dari jendela lantai dasar


tangga menuju lantai atas


pemandangan dari lantai satu


tangga menuju lebih tinggi lagi yang terbuat dari kayu


pemandangan dari kepala burung merpati sebelum naik ke mahkota


tangga menuju mahkota, hati hati kepala terbentur alias kejedok


nongol


pemandangan dari mahkota lantai tertinggi ke arah belakang alias ekor burung merpati


pemandangan ke arah candi borobudur


lukisan-lukisan di setiap lantai


hati-hati jalan menurun terjal bisa 50 derajat


bisa naik jip kapasitas 6 orang dengan waktu tempuh hanya 5 menit atau berjalan kaki hanya 10 menit


loket penjualan tiket masuk Rp. 15.000,- untuk turis lokal dan Rp. 30.000,- untuk turis asing





No comments:

Post a Comment