Monday, April 10, 2017

RINGKASAN USBN GEOGRAFI 1

BAB I

PENGERTIAN GEOGRAFI

Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan. (Semlog IGI)

PAHAM-PAHAM DALAM GEOGRAFI

1.       Determinisme: manusia dipengaruhi oleh alam. Dikemukakan oleh tokoh-tokoh Yunani Kuno yang berpaham geosentris seperti Aristoteles, Ptolemeus, Erasthotenes, Plato, dsb.
2.       Positibilisme: manusia mempengaruhi alam. Dikemukakan oleh tokoh-tokoh modern yang berpaham heliosentris seperti Galileo Galilei, Isac Newton, Copernicus, dsb.

ASPEK GEOGRAFI

1.       Aspek fisik: berupa kondisi alam di permukaan, atas, dan bawah bumi yang dapat dilihat, diraba, dan dirasakan oleh manusia. Aspek fisik geografi biasa disebut dengan geosfer, yait
  1. Atmosfer: lapisan udara, meliputi iklim, cuaca, suhu, kelembapan, tekanan udara, angin, awan, dan curah hujan
  2. Biosfer: lapisan makhluk hidup, meliputi persebaran flora dan fauna di bumi
  3. Litosfer: lapisan bumi, meliputi struktur bumi, barang tambang, bencana alam, tektonisme, vulkanisme, seisme, patahan, lipatan, dsb
  4. Hidrosfer: lapisan perairan, meliputi hidrologi (air tawar atau air daratan seperti sungai, danau, rawa, waduk) dan ocenografi (air asin atau air laut seperti arus laut, slinitas, ombak, organisme laut, morfologi laut)
  5. Antroposfer: lapisan manusia, merupakan aspek non-fisik atau aspek social dalam geografi


2.       Aspek non-fisik atau aspek social: berupa interaksi antara manusia dengan manusia. Aspek nonfisik dapat juga termasuk dalam geosfer yaitu antroposfer. Antroposfer meliputi kegiatan pertanian, perkebunan, perikanan, pertambangan, permukiman, pariwisata, ekonomi, social, budaya, politik, dsb.

KONSEP GEOGRAFI

1.       Konsep lokasi: satu titik atau ruang di bumi, dibedakan menjadi dua:  Lokasi absolut: berdasarkan garis astronomis, contoh:   Indonesia terletak di antara 6 LU – 11 LS dan 95 BT – 141 BT. Lokasi mutlak: berdasarkan kondisi geografis, contoh: Indonesia terletak dipertemua tiga lempek tektonik dunia

2.       Konsep jarak: jeda antara dua titik atau ruang, dibedakan menjadi dua:  Jarak mutlak: berdasarkan satuan ukur, contoh:  jarak Bogor ke Depok adalah 15 km. Jarak relative: berdasarkan satuan waktu, contoh: jarak Bogor ke Depok dapat ditempuh dalam waktu 1 jam jika kondisi jalan lancar

3.       Morfologi: bentuk-bentuk permukaan bumi. Contoh:  perjalanan melalui lintas barat Sumatra berliku-liku dengan beragam tanjakan dan turunan yang curam karena berada di kawasan Bukit Barisan

4.       Pola: struktur bentukan dari fenomena geosfer untuk pola permukiman dan pola aliran sungai. Contoh: pola permukiman penduduk di daerah yang subur dan sumber air dangkal berbentuk menyebar sesuai dengan tingkat kesuburan tanah

5.       Keterjangkauan: kemudahan atau kesulitan untuk mencapai suatu lokasi. Contoh: untuk mengirim logistic pemilu di Papua sangatlah sulit dan memakan waktu yang sangat lama

6.       Aglomerasi: pengelompokan atau pemusatan fenomena geosfer. Contoh:  wilayah rawan macet saat puncak arus mudik terpusat di sekitar rest area, persimpangan, pasar, SPBU, dan gerbang tol

7.       Nilai kegunaan: potensi atau manfaat suatu fenomena geosfer. Contoh: wilayah Kabupaten Gunung Kidul Jogjakarta memiliki keindahan alam karst yang menawan sehingga dimanfaatkan sebagai obejk wisata alam alternative yang menarik banyak wisatawan

8.       Interpendensi/interaksi: hubungan sebab akibat antar fenomena geosfer. Contoh:  lapangan pekerjaan di desa yang minim membuat banyak penduduk desa yang berusia produktif pergi ke kota untuk mencari pekerjaan dan penduduk kota yang sudah jenuh dengan kondisi kota akan pindah ke desa untuk mencari ketenangan

9.       Diferensiasi area: membedakan karakteristik antar dua wilayah. Contoh: wilayah pantai utara jawa memiliki jenis tanah alluvial, sedangkan bagian tengah pulau jawa memiliki jenis tanah andosol

10.   Keterkaitan ruang: ruang atau lingkungan mempengaruhi makhluk hidup. Contoh: untuk dapar bertahan hidup di daerah gurun, tumbuhan kaktus memiliki daun berbentuk jarum untuk mengurangi penguapan.

PENDEKATAN GEOGRAFI

1.       Pendekatan keruangan atau spasial: mengkaji fenomena geosfer di satu ruang atau lokasi dengan satu aspek (fisik atau non fisik). Contoh: banjir di Jakarta terjadi karena curah hujan yang tinggi selama empat hari berturut-turut. Banjir merupakan aspek fisik dan curah hujan yang tinggi merupakan aspek fisik atmosfer. 1 lokasi + 1 aspek = pendekatan keruangan

2.       Pendekatan kelingkungan atau ecological: mengkaji fenomena geosfer di satu ruang melalui sebab-akibat atau hubungan timbal balik antara aspek fisik (alam) dengan aspek non fisik (manusia). Contoh: banjir di Jakarta terjadi karena alih fungsi lahan di sepanjang aliran sungai yang dijadikan sebagai tempat tinggal warga kelas bawah. Banjir merupakan aspek fisik dan alih fungsi lahan serta tempat tinggal warga merupakan aspek nonfisik. 1 lokasi + aspek fisik + aspek nonfisik = pendekatan kelingkungan

3.       Pendekatan kewilayahan atau kompleks wilayah: mengkaji fenomena di satu ruang dengan memperhatikan wilayah lainnya. Contoh: untuk mengatasi banjir di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Barat dan Gubernur Banten yang wilayahnya merupakan hulu dari berbagai sungai yang bermuara ke Jakarta. Terdapat lebih dari 1 wilayah = pendekatan kewilayahan

PRINSIP GEOGRAFI

1.       Prinsip distribusi atau persebaran: mengkaji persebaran fenomena geosfer yang tidak merata di banyak lokasi. Contoh : barang tambang minyak bumi terdapat di Plajur, Cilacap, Cepu, Tarakan, dan Sorong. Disebutkan banyak lokasi = prinsip persebaran

2.       Prinsip interelasi: mengkaji sebab akibat antara fenomena geosfer yang terjadi. Contoh: Indonesia rawan terjadi bencana alam karena berada di pertemuan lempeng dunia dan berada di jalur pegunungan api dunia  rawan bencana (akibat) dan pertemuan lempeng (sebab) = sebab akibat

3.       Prinsip deskripsi: menjelaskan fenomena geosfer dalam bentuk peta, table, grafik, dan diagram yang memuat data kuantitatif dan waktu secara detail. Contoh: gempa bumi berkekuatan 8,9 SR di selatan Provinsi Aceh pada tanggal 24 Desember 2004 memicu terjadinya tsunami yang menyebabkan lebih dari 200.000 jiwa meninggal dunia. Disebutkan data berupa waktu dan data kuantitatif kekuatan gempa serta jumlah korban jiwa

4.       Prinsip korologi: gabungan dari lebih dari dua prinsip geografi yang merupakan ciri dari geografi modern. Contoh gempa bumi berkekuatan 8,9 SR di selatan Provinsi Aceh pada tanggal 24 Desember 2004 memicu terjadinya tsunami yang menyebabkan lebih dari 200.000 jiwa meninggal dunia. Selain di Indonesia, tsunami juga memakan korban jiwa di berbagai negara seperti Thailand, Sri Langka, Bangladesh, India, dan negara-negara di pantai timur Afrika. Gabungan antara prinsip deskripsi dengan prinsip persebaran



No comments:

Post a Comment