Tuesday, September 6, 2016

RINGKASAN EKONOMI 9 SMP : UANG

9 P UH 1 EKONOMI : UANG

1.       Uang adalah benda yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran atau alat tukar yang sah dan memiliki satuan hitung.

2.       Sejarah perkembangan uang:
1] pra-barter: manusia nomaden
2] barter: tukar menukar barang
3] tahap uang barang: teh, emas, intan
4] tahap uang logam: abad ke-7 SM
5] tahap uang tanda: di Inggris tahun 1816
6] tahap uang kertas: abad ke-16 di Inggris
7] tahap uang giral: alat tukar mudah dan aman
8] tahap uang elektronik: e-money dan flash

3.       Syarat-syarat uang
a.        syarat psikologis: memberi kepuasan bagi pemegang uang
b.       syarat teknis:
                             i.      digemari dan diterima secara umum
                            ii.      jumlahnya mencukupi kebutuhan
                          iii.      tahan lama dan tidak mudah rusak
                          iv.      nilainya stabil
                            v.      mudah dibagi, disimpan, dan dibawa

4.       Sejarah perkembangan uang di Indonesia:
a.        1942: Jepang menguasai Indonesia dan mencetak RNI [Rupiah Nedherland Indische]
b.       1943: Belanda mencetak NIG [Netherland Indisceh Goverment]
c.        1945: Indonesia merdeka dan menetapakan rupiah sebagai mata uang resmi negara
d.       29 Oktober 1946: pemerintah mencetak dan meresmikan rupiah dengan regulasi yang diatur Bank Indonesia
e.       1947: terjadi agresi militer Belanda sehingga berdampak pada:
                             i.      Soekarno-Hatta diasingkan ke Bangka
                            ii.      PDRI dipimpin Syafruddin Prawiranegara di Bukit Tinggi, Sumatra Barat
                          iii.      Mencetak OERIDA dalam bentuk kupon dengan batas waktu penukaran
                          iv.      OERIDA berlaku di masing-masing daerah
f.         1949: hasil perundingan menyatakan bahwa RI menjadi RIS sehingga OERI dan OERIDA diubah menjadi ung RIS
g.        1 Januari 1950: uang RISresmi dicetak dengan nominal 5 dan 10 RIS
h.       September 1950: RIS kembali ke bentuk NKRI sehingga uang RIS menjadi ORI [Oeang Republik Indonesia] dengan nilai terendah Rp. 100,- dan tertinggi Rp. 100.000,-

5.       Jenis uang
a.        Kartal: uang yang digunakan sehari-hari dan diatur peredarannya oleh BI dan dicetak oleh Perum Peruri, e.g uang kertas dan logam
b.       Giral: uang yang berupa saldo simpanan di bank umum atau surat berharga, e.g. cek, giro, telegrafis transfer, credits cards

6.       Fungsi uang
a.       Fungsi primer [fungsi asli]
                             i.      Alat tukar
                            ii.      Satuan hitung
b.       Fungsi sekunder [fungsi turunan]
                             i.      Alat pembayaran
                            ii.      Alat pembentuk modal
                          iii.      Alat pemindah kekayaan

7.       Nilai uang
a.        Intrinsik: bahan pembuatan uang,  Nilai intrinsik uang logam lebih mahal daripada uang kertas
b.       Nominal: nilai yang tercantum
c.        Rill: kemampuan untuk ditukarkan dengan barang atau jasa

8.       Motif menyimpan uang
a.        Motif transaksi: uang digunakan untuk melakukan transaksi jual-beli dalam memenuhi kebutuhan
b.       Motif berjaga-jaga: uang digunakan untuk keperluan yang tidak terduga atau untuk persiapan hal-hal yang belum diprediksi, e.g. asuransi dan tabungan
c.        Motif spekulasi: uang digunakan untuk transaksi yang bersifat coba-coba dan biasanya dilakukan oleh pengusaha, e.g. investasi

9.       Faktor yang menentukan jumlah uang yang beredar:
a.        Tingkat suku bunga simpanan: suku bunga simpanan yang tinggi maka masyarakat akan menabung sehingga uang yang beredar sedikit
b.       Tingkat inflasi: tingkat inflasi yang tinggi membuat perekonomian lesu sehingga uang yang beredar banyak
c.        Pendapatan masyarakat: pndapatan masyarakat yang tinggi membuat uang yang beredar banyak sehingga daya beli masyarakat naik
d.       Jumlah penduduk: semakin banyak jumlah penduduk maka uang yang beredar akan semakin banyak
e.       Harga barang kebutuhan pokok: semakin tinggi harga barang kebutuhan pokok maka uang yang beredar akan semakin banyak
f.         Selera masyarakat: apabila selera masyarakat tinggi pada suatu produk, maka uang yang beredar akan semakin banyak

10.    Kebijakan moneter adalah pemerintah dalam mengendalikan uang yang beredar di masyarakat

11.   Kebijakan moneter:
a.        Penetapan cadangan kas: standar rasio kas diturunkan agar uang yang beredar banyak
b.       Diskonto: menaikkan suku bunga bank agar uang yang beredar sedikit
c.        Pasar terbuka: menjual SBI [Sertifikat Bank Indonesia] supaya uang yang beredar berkurang

12.    Faktor mengapa Dollar AS begitu perkasa daripada rupiah Indonesia:
a.        Cadangan devisa 70% negara di dunia menggunakan mata uang Dollar AS
b.       Dollar AS digunakan dalam perdagangan internasional
c.        Dollar AS menjadi favorit dalam perdagangan valuta asing

13.    Money Laundering (pencucian uang) adalah suatu upaya perbuatan untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal usul uang/dana atau Harta Kekayaan hasil tindak pidana melalui berbagai transaksi keuangan agar uang atau Harta Kekayaan tersebut tampak seolah-olah berasal dari kegiatan yang sah/legal.

14.   Jenis-jenis modus money laundering
a.        Loan Back : meminjam uang dari perusahaan luar negeri yang direksinya dan pemegang sahamnya adalah dia sendiri, pinjaman itu kemudian tidak dikembalikan sehingga jaminan bank dicairkan.
b.       Smurfing : menghindari pelaporan dengan memecah-mecah transaksi yang dilakukan oleh banyak pelaku.
c.        Structuring: menghindari pelaporan dengan memecah-mecah transaksi sehingga jumlah transaksi menjadi lebih kecil.
d.       U Turn: mengaburkan asal usul hasil kejahatan dengan memutar-balikkan transaksi untuk kemudian dikembalikan ke rekening asalnya.
e.       Cuckoo Smurfing : mengaburkan asal usul sumber dana dengan mengirimkan dana-dana dari hasil kejahatannya melalui rekening pihak ketiga yang menunggu kiriman dana dari luar negeri dan tidak menyadari bahwa dana yang diterimanya tersebut merupakan “proceed of crime”.
f.         Pembelian aset/barang-barang mewah: menyembunyikan status kepemilikan dari aset/ barang mewah termasuk pengalihan aset tanpa terdeteksi oleh sistem keuangan.
g.        Barter: menghindari penggunaan dana tunai atau instrumen keuangan sehingga tidak dapat terdeteksi oleh system keuangan.
h.       Modus over invoices atau double invoice : mendirikan perusahaan ekspor-impor negara sendiri, lalu di luar negeri (yang bersistem tax haven) mendirikan pula perusahaan bayangan (shell company).
i.         Underground Banking/Alternative Remittance Services : pengiriman uang melalui mekanisme jalur informal yang dilakukan atas dasar kepercayaan.
j.         Penggunaan pihak ketiga : menggunakan identitas pihak ketiga dengan tujuan menghindari terdeteksinya identitas dari pihak yang sebenarnya merupakan pemilik dana hasil tindak pidana.
k.        Mingling : mencampurkan dana hasil tindak pidana dengan dana dari hasil kegiatan usaha yang legal dengan tujuan untuk mengaburkan sumber asal dananya.
l.         Penggunaan identitas palsu : menggunakan identitas palsu sebagai upaya untuk mempersulit terlacaknya identitas dan pendeteksian keberadaan pelaku pencucian uang.



No comments:

Post a Comment