Sunday, July 3, 2016

8 SMP SOSIOLOGI : KELOMPOK SOSIAL DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT


8 SMP: SOSIOLOGI
Kelompok sosial dan kehidupan masyarakat

1.       Dua hasrat atau keinginan pokok manusia yaitu:
a.       Keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain di sekelilingnya (masyarakat)
b.      Keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam di sekelilingnya

2.       Manusia menggunakan pikiran, perasaan, dan kehendaknya dalam bersosialisasi sehingga menimbulkan kelompok-kelompok sosial di dalam kehidupan manusia.

3.       Persyaratan untuk setiap himpunan atau kumpulan manusia disebut sebagai kelompok sosial yaitu:
a.       Sadar bahwa dirinya adalah bagian kelompok
b.      Hubungan timbal balik antaranggota kelompok
c.       Adanya faktor yang dimiliki bersama (nasib, kepentingan, tujuan, ideologi)
d.      Berstruktur dan berperilaku
e.      Tersistem dan berproses

4.       Pendekatan sosiologis terhadap kelompok-kelompok sosial yaitu:
a.       Unit terkecil dari masyarakat adalah individu dan kelompok (grup)
b.      Kelompok terkecil selalu mengalami perubahan
c.       Kelompok adalah bermacam-macam orang yang berbagi (mempercayai) norma, nilai, dan ekspetasi (pandangan) yang sama

5.       Kelompok formal dan nonformal dibedakan dari adanya peraturan dan prosedur yang terdefinisi secara forml maupun nonformal.

6.       Social experiences adalah pertukaran pengalaman dalam kehidupan berkelompok yang mempunyai pengaruh besar dalam pembentukan kepribadian orang-orang yang bersangkutan.

7.       Cara-cara kelompok sosial dalam mengatur tindakan-tindakan anggotanya bertujuan agar terciptanya tata tertib di dalam kelompok.

8.       Kelompok merupakan tempat kekuatan-kekuatan sosial yang saling berhubungan, berkembang, mengalami disorganisasi, memegang peranan, dsb.

9.       Tahapan proses pembentukan kelompok sosial:
Individu > memiliki naluri untuk hidup bersama > membentuk pola interaksi > menghasilkan cara, pola pikir dan sikap > memunculkan perilaku > menciptakan norma.

10.   Setiap individu memiliki banyak identitas yang berbeda yang dapat dilihat dari jenis kelamin, usia, ras, etnis, kelas sosial, warna rambut, dsb.

11.   Identitas yang paling mudah terlihat adalah dimana individu tidak cocok atau berbeda dengan orang lain, misalnya seorang ulama dengan pemabuk.

12.   Empat tahap perkembangan kelompok menurut Bruce Tuckman (1965):
Individu-kelompok (orientasi) > membentuk > menyerang > menentukan aturan > melakukan > menangguhkan.

13.   Ada beberapa tipe atau jenis kelompok tergantung pada : komposisi, permanen, batas kemampuan, dan kriteria keanggotaan.

14.   Tipe-tipe kelompok sosial:
a.       Primary group dan secondary group
b.      In-group dan out-group
c.       Paguyuban (gemeinschaft) dan patembayan (gesellshaft)
d.      Grup formla dan nonformal
e.      Membership geroup dan refence group
f.        Kelompok okupasi dan volunter

15.   Ciri primary group atau kelompok primer
·         Permanen dan saling mengenal antaranggota
·         Melekat di kepribadian dan takkan tergantikan
·         Peleburan individu ke dalam kelompok
·         Tujuan individu adalah tujuan kelompok
·         Contoh: keluarga

16.   Ciri seconary group atau kelompok sekunder
·         Kelompok besar yang terdiri dari banyak orang
·         Hubungan tidak perlu saling mengenal
·         Sifatnya tidak begitu langgeng
·         Contoh: kontrak jual beli

17.   Ciri in-group
·         Setiap individu merasa positif dan merasa memiliki
·         Tempat dimana individu mengidentifikasikan dirinya sebagai in-group
·         Ada sisi superioritas
·         Contoh: teman sekelas

18.   Ciri out-group
·         Kelompok yang menjadi lawan in-group
·         Memiliki istilah kami atau kita dan mereka
·         Mengidentifikasi kelompok lain sebagai kelompok yang buruk, inferior, aneh, salah, dan hal-hal negatif lainnya
·         Contoh: persaingan antarkelas

19.   Ciri paguyuban
·         Kehidupan bersama yang diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta kekal
·         Hubungan bersifat intim, privat, dan ekslusif
·         Berdasarkan ikatan daerah, tempat, jiwa/pikiran
·         Contoh: keluarga kekerabatan, rukun tetangga

20.   Ciri petembayan
·         Ikatan batin yang bersifat pokok untuk jangka waktu yang pendek
·         Bersifat sebagai suatu bentuk dalam pikiran belaka dan strukturnya bersifat mekanis
·         Hubungan perjanjian yang berdasarkan ikatan timbal balik
·         Contoh: ikatan pedagang, organisasi industri

21.   Ciri grup formal
·         Mempunyai peraturan yang tegas dan sengaja diciptakan untuk mengatur anggota-anggotanya
·         Contoh: sekolah

22.   Ciri grup nonformal
·         Tidak mempunyai struktur dan organisasi tertentu yang pasti
·         Terbentuk karena pertemuan yang berulangkali dan didasari oleh kepentingan dan pengalaman yang sama
·         Contoh: kelompok ojek online

23.   Ciri membership group
·         Kelompok dimana setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tertentu
·         Batas-batas untuk menentukan keanggotaan seseorang pada suatu kelompok secara fisik tidak dapat dilakukan secara mutlak karena perbedaan keadaan
·         Situasi yang tidak akan mempengaruhi derajat interaksi di dalam kelompok sehingga ada kalanya seorang anggota tidak sering berkumpul dengan kelompok tersebut meskipun secara resmi dia belum keluar dari kelompok
·         Contoh: kelompok marga situmorang (Batak)

24.   Ciri reference group
·         Kelompok sosial yang menjadi acuan bagi seseorang (bukan anggota kelompok tersebut) untuk membentuk pribadi dan perilakunya
·         Seorang yang bukan anggota kelompok sosial bersangkutan mengidentifikasi dengan kelompok
·         Contoh: OSIS, karang taruna, pramuka

25.   Ciri kelompok okupasi
·         Timbul karena anggotanya memiliki pekerjaan yang sejenis
·         Contoh: kelompok profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

26.   Ciri kelompok volunter
·         Kelompok yang memiliki kepentingan yanh sama namun tidak mendapatkan perhatian masyarakat
·         Tujuannya dapat memenuhi kepentingan anggotanya secara individual tanpa mengganggu kepentingan masyarakat secara umum
·         Contoh: kelompok buruh pabrik

27.   Kelompok sosial yang tidak teratur terdiri dari kerumunan dan publik.

28.   Ciri kerumunan
·         Merupakan suatu kelompok sosial yang sifatnya sementara, tidak terorganisasi, interaksi bersifat spontan, dan tidak terduga, serta orang yang hadir dan berkumpul mempunyai kedudukan sosial yang sama
·         Kehadiran secara fisik dan tertuju pada pusat perhatian
·         Batas kerumunan adalah melihat dan selama telinga dapat mendengarnya
·         Contoh: kerumunan suporter sepakbola

29.   Ciri publik
·         Kelompok yang bukan merupakan kesatuan
·         Setiap anggota tidak hadir secara fisik
·         Interaksi terjadi secara tidak langsung melalui alat-alat komunikasi
·         Pengumpulan publik dengan  menggandeng nilai sosial atau tradisi masyarakat yang bersangkutan
·         Contoh: grup di sosial media


30.   Sumber: Handout Mutia Rahmi Pratiwi. Pengantar Sosiologi. UDINUS Semarang.



No comments:

Post a Comment