Monday, June 13, 2016

RANGKUMAN: 8 IPS SEJARAH PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI


8 IPS SEJARAH: PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI


1.       Latar belakang peristiwa regasdengklok karena adanya kebuntuan rapat pemuda dengan anggota PPKI pada tanggal 15 agustus 1945 yang tidak mencapai kata sepakat mengenai kondisi kekosongan kekuasaan untuk kemerdekaan atau tidak.

2.       Alasan golongan muda memutuskan untuk mengamankan Soekarno dan Hatta karena ketika Soekarno ditemui golongan muda ia berkata bahwa Jepang masih berkuasa penuh secara de facto, Soekarno bahkan mengingatkan bahwa musuh kita bukan lagi Jepang, tetapi Belanda yang pasti datang setelah Jepang menyerah.

3.       Pertemuan di Lembaga Bakteriologi yang dipimpin Chaerul Saleh memutuskan bahwa kemerdekaan adalah hak dan soal rakyat sendiri, tak dapat digantung-gantungkan pada orang atau kerajaan lain. Untuk itu, jalannya hanya satu yaitu 
 dengan proklamasi kemerdekaan oleh bangsa Indonesia sendiri, lepas dari bangsa asing, dan bangsa apapun juga.

4.       Djohar Nur sebagai anggota rapat pemuda tanggal 15 Agustus 1945 berkata: “segera bertindak, Bung Karno dan Bung Hatta harus kita angkat dari rumah masing-masing.”

5.       Rapat memutuskan supaya Soekarno-Hatta dibawa ke luar kota. Tokoh pelaksana yang ditugaska membawa Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok adalah Chaerul Shaleh, Singgih, Yusuf Kunto, dan Dr. Muwardi.

6.       Jam 4 pagi Sukarni dan Kunto pergi ke rumah Bung Hatta dan membawanya ke rumah Bung Karno dimana sudah berkumpul Chaerul Saleh, Asmoro, dan Dr. Muwardi. Dengan alasan bahwa semangat rakyat dan pemuda demikian meluapnya sehingga keamanan Bung Karno dan Bung Hatta terancam apabila masih tinggal di Jakarta. Pada pukul 4.30 pag dengan dikawal sebuah mobil escorte dari PETA, berangkatlah Soekarno beserta istri dan Guntur dan Bung Hatta  dalam mobil pertama. Sukarni dan Kunto dalam mobil kedua menuju Rengasdengklok.

7.       Mengapa para pemuda memilih Rengasdengklok?
a.       Letaknya jauh dari Jakarta
b.      Terdapat markas PETA
c.       Mudah mengetahui pergerakan mencurigakan
d.      Koordinasi tentara PETA Rengasdengklok dengan PETA Jakarta telah terjalin erat

8.       Agar tidak dicurigai Jepang, Soekarno dan Hatta menggunakan seragam PETA.

9.       Rumah yang menjadi tempat pengamanan Soekarno dan Hatta adalah rumah pedagang keturuan Tionghoa bernama Djiaw Kie Song.

10.   Di Rengasdengklok, Soekarno dan Hatta ditekan oleh pemuda untuk melaksanakan kemerdekaan tanpa pengaruh Jepang.

11.   Soekarno dan Hatta melalui negosiasi dari Sudanco Singgih akhirnya mau menyatakan kemerdekaan tanpa pengaruh Jepang.

12.   Sementara itu di Jakarta pada tanggal 16 Agustus 1945, seharusnya diadakan rapat PPKI, namun Soekarno dan Hatta tidak hadir.

13.   Ahmad Subarjo didatangi Wikana memberitahukan bahwa Soekarno-Hatta diamankan di Rengasdengklok.

14.   Kemudian Ahmad Subarjo berbicara kepada pemuda dan memberikan jaminan bahwa proklamasi akan dilaksankan pada tanggal 17 Agustus 1945 sebelum pukul 12.00 WIB.

15.   Setelah terjadi kesepakatan, Ahmad Subarjo diantar ke Rengasdengklok oleh Yusuf Kunto dan mereka tiba di Rengasdengklok pukul 17.30 WIB.

16.   Akhirnya Sudanco Subeno mewakili para pemuda melepas Soekarno, Hatta, dan rombongan kembali ke Jakarta sehingga berakhirlah peristiwa Rengasdengklok.

17.   Makna dari Peristiwa Rengadengklok:
-          Dilihat dari peristiwa rengasdengklok, terdapat perbedaan karakter antara golongan tua dengan golongan muda.
-          Golongan tua (anggota PPKI) lebih bersikap hati-hati dalam menyikapi kekosongan kekuasaan, karena mereka menyadari Jepang ditugaskan sekutu untuk menjaga status quo. Status quo adalah mempertahankan keadaan kekosongan kekuasaan).
-          Golongan muda menyikapi kekosongan kekuasaan dengan keberanian, mereka menganggap kemerdekaan adalah hak bangsa Indonesia yang harus dilaksanakan.

18.   Kronologi penyusunan teks proklamasi:
n  Sepulangnya Soekarno, Hatta, dan Ahmad Subarjo dari Rengasdengklok, mereka segera menyusun rumusan teks proklamasi.
n  Pada mulanya penyusunan teks proklamasi akan dilakukan di Hotel Des Indes oleh PPKI namun pihak Jepang melarangnya.
n  Soekarno sempat menemui Nishimura untuk merundingka naskah proklamasi dengan anggota PPKI namun dilarang Jepang dengan alasan memelihara status quo.

19.   Perumusan teks proklamasi di rumah Maeda:
-          Ahmad Subarjo meminjam kediaman petinggi Jepang yang bernama Tadashi Maeda.
-          Tadashi Maeda memperbolehkan karena ia sudah merasa tak ada gunanya mempertahankan kekuasaan Jepang yang sudah menyerah.
-          Pada saat perumusan, Maeda tidak ikut campur, namun ia pergi ke kamar tidurnya di lantai dua.
-          Pemuda telah mengusulkan teks proklamasi namun isinya dianggap dapat memancing amarah Jepang.

20.   Dalam diri Maeda muncul simpati terhadap fuatcepat gerakan kemerdekaan Indonesia sejak ia bertugas di Belanda. Saat itu, Maeda sering berhubungan dengan sejumlah tokoh pelajar dan mahasiswa Indonesia seperti Nazir Pamuntjak, Ahmad Subarjo, Moh. Hatta, dan AA Maramis.

21.   Usulan teks proklamasi pemuda berisi: “Dengan ini rakyat Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Segala badan pemerintahan yang ada harus direbut oleh rakyat dari orang-orang asing yang masih mempertahankannya.”

22.   Golongan tua menolak naskah tersebut karena dengan kalimat itu Jepang pasti menghantam rakyat habis-habisan.

23.   Proses perumusan teks proklamasi:
-          Teks proklamsi disusun oleh Soekarno, Hatta, dan Ahmad Subarjo.
-          Kalimat pertama rumusan proklamasi berasal dari pikiran Ahmad Subarjo dan Soekarno. Kalimat tersebut bersumber dari rumusan pembukaan UUD 1945.
-          Kalimat kedua berasal dari pikiran Moh. Hatta.
-          Naskah ditulis tangan oleh Soekarno disebut naskah otentik
-          Naskah diketik oleh Sayuti Melik disebut naskah klaad.
-          Ada beberapa perubahan antara naskah yang ditulis tangan dengan yang diketik.

24.   Perubahan-perubahan tersebut antara lain:
-          Judul Proklamasi menjadi PROKLAMASI
-          Kata hal² menjadi hal-hal
-          Kata tempoh menjadi tempo
-          Kalimat wakil-wakil bangsa Indonesia menjadi atas nama bangsa Indonesia
-          Tulisan Djakarta, 17-8-’05 menjadi Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen ’05. Angka tahun ’05 nerupakan singkatan angka tahun 2605 menurut kalender Jepang

25.   Perbedaan pendapat dalam perumusan teks proklamasi:
-          Penandatanganan teks mulanya diusulkan oleh pemuda agar semua yang hadir yang menandatangani. Akhirnya atas usulan Sukarno diputuskan yang menandatangani adalah Soekarno dan Hatta.
-          Isi teks proklamasi pemuda dianggap profokatif.
-          Tempat penyelenggaraan proklamasi awalnya akan dilaksanakan di lapangan Ikada, namun dikhawatirkan akan menimbulkan kontak senjata dengan Jepang. Sehingga dirubah ke kediaman Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No, 56.

26.   Teks proklamasi berhasil diselesaikan pada pukul 04.30 WIB.

27.   Berita akan dibacakannya proklamasi di rumah Bung Karno disampaikan melalui berita lisan dn tulisan.

28.   Pemuda di Jalan Bogor Lama menyebarkan berita melalui pamflet yang dibuat secara cepat ke beberapa wilayah di Jakarta dan sekitarnya.

29.   Mobil dengan pengeras suara dikerahkan ke segala penjuru kota, meminta masyarakat menyaksikan upacara proklamasi di rumah Soekarnno.

30.   Namun rakyat yang tidak tau bahwa Proklamasi dibacakan di rumah Soekarno sudah berkumpul di lapangan Ikada. Jepang yang mengetahui rencana tersebut telah menjaga lapangan Ikada dengan senjata lengkap.

31.   Sudiro yang mengetahui keadaan di lapangan Ikada memberitahukan kepada pengawal keamanan Soekarno yaitu Dr. Muwardi.

32.   Kemudian Sudiro mendapat konfirmasi bahwa proklamasi memang tidak dilaksanakan di lapangan Ikada melainkan di rumah Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta dan memberitahukan ke pemuda.

33.   Persiapan pelaksanaan pembacaan proklamasi:
-          Rumah Soekarno dicat kembali
-          Pemuda di sekitar jakarta berjaga dengan senjata sederhana seperti kelewang (golok).
-          Dr. Muwardi meminta Syudanco Latief Hendraningrat untuk berjaga dan beberpa prajurit PETA berjaga di sekitar rel dan belakang rumah Soekarno (sekarang stasiun Cikini).
-          Persiapan peralatan dilakukan oleh Mr. Wilopo yang mendapat perintah untuk meminjam pengeras  suara kepada Gunawan pemiliki toko Radio Satria.
-          Suhud menyiapkan tiang bendera dari sebatang bambu untuk mengibarkan bendera merah putih.
-          Menjelang pukul 10.00 WIB pemuda dan beberapa anggota PPKI sudah hadir.
-          Seokarno yang ada di kamar karena sedang sakit demam diminta untuk segara membacakan proklamasi, namun Soekarno menolak jika Hatta belum hadir.
-          Tak lama kemudian, Moh Hatta datang dan mereka berdua menuju halaman rumah Soekarno untuk membacakan teks proklamasi.
-          Soekarno berpidato lalu membacakan teks proklamasi dan membacakan kata penutup.
-          Acara dilanjutkan dengan upacara pengibaran bendera yang dilakukan oleh Latif, Suhud, dan SK. Trimurti yang membawa bendera.
-          Hadirin secara sepontan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
-          Setelah bendera sampai ke puncak tiang, walikota Jakarta dan Muwardi memberikan sambutan.

34.   Makna proklamasi:
-          Cita-cita banga Indonesia memperoleh kemerdekaan dan membentuk negara telah tercapai.
-          Bangsa Indonesia memulai kehidupan baru sebagai negara yang merdeka.
-          Bangsa Indonesia memiliki hukum yang legal untuk tetap mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatannya.

35.   Penyebaran berita kemerdekaan Indonesia dilakukan dengan cara:
-          Melalui radio
-          Melalui media cetak
-          Melalui selebaran, poster, pamflet, coretan
-          Melalui utusan ke seluruh wilayah Indonesia

36.   Kendala penyebaran berita proklamasi:
-          Wilayah Indonesia yang sangat luas
-          Komunikasi dan transportasi masih sederhana
-          Adanya larangan untuk menyebarkan berita proklamasi oleh pasukan Jepang

37.   Kepala bagian radio Domei Waidan B. Palenewan menerima teks proklamasi dari seorang wartawan Domei bernama Syahruddin. Kemudian ia memerintahkan F. Wuz (seorang markonis) untuk membacakan berita proklamasi disiarkan tiga kali berturut-turut.

38.   Baru dua kali F. Wuz melaksanakan tugasnya, masuklah orang Jepang ke ruangan radio sambil marah-marah, sebab mengetahio berita proklamasi telah tersiar ke luar melalui siaran udara.

39.   Hampir seluruh harian di Jawa dalam penerbitannya tanggal 20 Agustus 1945 memuat berita proklamasi kemerdekaan dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

40.   Harian Suara Asia di Surabaya dan Tjahaya di Bandung merupakan koran pertama yang memuat berita proklamasi.

41.   Beberapa tokoh pemuda yang berjuang melalui media pers adalah B.M. Diah, Sayuti Melik, dan Sumanang.

42.   Pengiriman tenaga sukarela utusan ke berbagai daerah ke Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan beberapa pulau dilakukan oleh M. Zaelani, Uteh Riza Yahya, Sulistin, Ahmad Tahir, Mari, Munir, dan Moh. Noor.

43.   Usaha penyebaran berita kemerdkaan dihalangi Jepang, namun rakyat Indonesia tidak menyerah dan melakukan berbagai cara, diantaranya:
-          Sukarman, Sutamto, Susilahardja, dan Suhandar mendirikan pemancar baru di Menteng 31 dengan kode siaran DJK 1 sehingga berita proklamasi kemerdekaan dapat disiarkan ke seluruh dunia.

44.   Pada tahun 1946, pasangan Indonesia-Australia yaitu Molly Marner dan Moh. Bondan menyebarkan berita kemerdekaan Indonesia alam siaran radio RRI Jogja berbahasa Inggris (The Voice of Free Indonesia).

45.   Rapat raksasa di lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta) tanggal 19 September 1945 dihadiri sekitar 200.000 orang. Pada peristiwa itu, kekuatan Jepang termasuk tank-tank berjaga-jaga dengan mengelilingi rapat umum tersebut.

46.   Rapat Ikada dihadiri oleh Presiden Soekarno, wakil Presiden Moh. Hatta dan sejumlah mentri.

47.   Pada mulanya, rapat yang dibuat oleh Komiten Van Actie tersebut dimaksudkan untuk memperingati satu bulan proklamasi 17 Agustus 1945 sehingga rencannya dilaksanakan tanggal 17 September 1945.

48.   Rencana ini ditanggapi pemerintah Republik Indonesia secara ragu, ada kesan pemerintah sangat berhati-hati kepada kekuasaan militer Jepang yang baru saja kalah perang.

49.   Karena tidak kunjung ada jawaban dari pemerintah republik Indonesia, akhirnya penyelenggara memutuskan untuk mengundurkan rencana acara tanggal 17 menjadi tanggal 19 Sepetember 1945, sedangkan tempat masih direncanakan di lapangan Ikada.

50.   Pada tanggal 18 September 1945 jam 11 pagi, tiba-tiba Mr. Ahmad Subarjo selaku mentri luar negeri RI mengadakan konfrensi pers untuk menyampaikan keputusan pemerintah yang isinya seperti menghilangkan harapan rakyat yaitu menolak rencana rapat raksasa Ikada.

51.   Namun pemuda tetap pada pendiriannya untuk tetap menyelenggarakan rapat raksasa di lapangan Ikada pada tanggal 19 September 1945.

52.   Pidato Presiden Soekarno di lapangan Ikada: “Percayalah rakyat kepada pemerintah Republik Indonesia. Kalau memang saudara-saudara percaya kepada pemerintah Republik yang akan mempertahankan proklamasi kemerdekaan itu, walaupun  dada kami akan dirobek-robek, kami akan tetap mempertahankan. Maka berilah kami kepercayaan itu kepada kami dengan cara tunduk kepada perintah-perintah dan tunduk kepada disiplin.”

53.   Soekarno hanya memberikan pidato singkat selama lima menit dan setelah itu meminta rakyat untuk percaya pada usaha pemerintah  yang membuat program negara dan meminta rakyat untuk bubar dengan damai.

54.   Sikap Sultan Hamengkubuwono IX pada tanggal 5 September 1945 menyatakan bahwa Negeri Ngajogjakarto Hadiningrat yang bersifat kerajaan sebagai Daerah Istimewa dalam Negara Republik Indonesia.

55.   Sikap-sikap rakyat di beberapa daerah terhadap proklamasi kemerdekaan:
-          Jakarta: para pemuda mengambil alih kekuasaan atas gedung-gedung dan sarana vital yang sebelumnya dikuasai tentara Jepang.
-          Surabaya: terjadi perebutan senjata di gudang mesiu Don Bosco. Selain itu terjadi pula perebutan markas-markas tentara Jepang dan pabrik-pabrik di seluruh kota.
-          Jogjakarta: para pegawai instansi pemerintah dan perusahaan-perusahaan yang dikuasai Jepang melakukan aksi mogok. Tanggal 27 September 1945, Komite Nasional Indonesia Daerah Jogjakarta mengumumkan berdirinya Republik Indonesia di Jogjakarta. Beberapa hari kemudian para pemuda dan BKR bergabung menyerbu tangsi Jepang dan melucuti senjatanya.
-          Bandung: terjadi perebutan Lapangan Udara Andir (sekarang Lanud Husein Sastranegara) dan pabrik senjata.

56.   Indonesia setelah merdeka perlu membuat alat-alat kelengkapan negara sesuai dengan syarat pembentukan negara, yaitu:
-          Wilayah
-          Rakyat
-          Pemerintahan

57.   Wilayah sudah terbentuk pada sidang BPUPKI yaitu bekas wilayah jajahan Hindia Belanda. Sedangkan rakyat sudah jelas adalah orang-orang yang benaung di wilayah Republik Indonesia.

58.   Yang belum terbentuk adalah pemerintahan. Pemerintahan adalah gabungan dari kepala negara dan pemerintahan serta lembaga negara (legeslatif, eksekutif, dan yudikatif).

59.   Istilah sederhana dari pemerintah adalah presiden, wakil presiden, mentri-mentri, parlemen (DPR dan MPR), dan lembaga peradilan.

60.   Proses pembentukan fuatcepat kelengkapan negara dilaksanakan dalam sidang PPKI. Sidang PPKI berlangsung tiga kali yaitu tanggal 18 Agustus 1945, 19 Agustus 1945, dn 22 Agustus 1945.

61.   Hasil sidang pertama PPKI tanggal 18 Agustus 1945:
-          Mengesahkan dan menetapkan dasar negara Pancasila dn UUD RI yang dikenal dengan nama UUD 1945.
-          Memilih dan menetapkan Soekarno sebagai presiden dan Moh. Hatta sebagai wakil presiden (secara aklamasi ditunjuk Otto Iskandardinata).
-          Pembentukan Komite Nasional untuk membantu pekerjaan presiden sebelum terbentuknya DPR dan MPR

62.   Hasil sidang kedua PPKI tanggal 19 Agustus 1945
-          Menetapkan wilayah Indonesia menjadi 8 provinsi dengan 2 daerah istimewa beserta gubernurnya
-          Pembentukan 12 departemen dan 4 kementerian negara untuk membantu presiden

63.   Pembagian wilayah Indonesia berserta gubenurnya:
-          Jawa Barat         : Sutardjo Katrohadikusumo
-          Jawa Tengah     : R. Panji Soeroso
-          Jawa Timur        : R.A. Soerjo
-          Kalimantan        : Ir. Mohammad Noor
-          Sulawesi             : Dr. Sam Ratulangi
-          Maluku               : J. Latuharhary
-          Sunda Kecil        : I Gusti Ketut Pudja
-          Sumatera           : Teunku Moh. Hasan
-          Daerah Istimewa Jogjakarta
-          Daerah Istimewa Surakarta

64.   Departemen dan kementrian yang menjadi kabinet pertama periode Agustus 1945 – Novemver 1946:
-          Departemen dalam negeri         : Wiranata Kusumah
-          Departemen luar negeri   : Ahmad Subarjo
-          Departemen kehakiman   : Dr. Soepomo
-          Departemen keuangan     : AA. Maramis
-          Departemen kemakmuran         : Ir. Suracham T.
-          Departemen pengajaran  : Ki Hajar Dewantara
-          Depertemen penerangan           : Amir Syarifudin
-          Departemen sosial                : Iwa Kusumasumantri
-          Departeme pertahanan          : Supriyadi
-          Depertemen kesehatan          : Boentaran M.
-          Depertemen perhubungan        : Abikusno T.
-          Departemen pekerjaan umum   : Abikusno T.
-          Menteri negara                    : Wachid Hasyim
-          Menteri negara                    : R.M. Sartono
-          Menteri negara                    : M. Amir
-          Menteri negara                    : Otto Iskandardinata

65.   Hasil sidang PPKI ketiga tanggal 22 April 1945:
-          Membentuk komite nasional sebagai penjelmaan tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia untuk menyelenggarakan kemerdekaan yang disasarkan kedaulatan rakyat. Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) berkedudukan di Jakarta. Sedangkan Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID) berkedudukan di ibukota provinsi. Pada tanggal 29 Agustus 1945, Presiden Soekarno melantik 135 anggota KNIP di Gedung Kesenian Jakarta dengan ketua Kasman Singodimejo.
-          Pembentukan Partai Nasional Indonesia. Awalnya PNI dibentuk sebagai partai tunggal, tetapi keputusan tersebut ditunda hingga tanggal 31 Agustus 1945. Tujuan PNI adalah mewujudkan Negara Republik Indonesia yang fuatcepat berdaulat, adil, dan makmur berdasarkan kedaulatan rakyat.
-          Pembentukan tentara kebangsaan. Sehubungan dngan pembentukan tentara kebangsaan maka dibentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) tanggal 29 Agustus 1945 yang kemudian ditetapkan sebagai bagian dari badan penolong keluarga korban perang. Badan ini ditujukan untuk memelihara keselamatan rakyat. BKR dibentuk sebagai pengganti Badan Penolong Korban Perang (BPKP). BKR terdiri dari BKR pusat dan BKR daerah. Akhirnya karena desakan para pemuda dan anggota BKR maka dibentuk tentara kebangsaan yang diresmikan pada tanggal 5 Oktober 1945 dengan nama Tentara Kemamanan Rakyat (TKR). Pada tanggal 25 Januari 1946, TKR berganti nama menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) dalam upaya untuk mendirikan tentara yang percaya pada kekuatan sendiri. Pada tanggal 3 Juni 1947, TRI berganti nama menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan tujuan untuk membentuk tentara kebangsaan yang  benar-benar profesional siap untuk mengamankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


66.    Selesai. Sumber: Handout dari gurunya.


No comments:

Post a Comment