Tuesday, May 3, 2016

RANGKUMAN IPS SEJARAH 7 SMP: PERKEMBANGAN MASYARAKAT INDONESIA PADA MASA KOLOIAL BANGSA EROPA



7 SMP: BAB 12 MASA KOLONIAL EROPA

1.       Bentuk perkembangan pada masa colonial Eropa dapat diperhatikan dari perkembangan masyarakat, kebudayaan, dan pemerintahan.

2.       Terdapat beberapa pemerintahan pada masa colonial Eropa, yaitu colonial Portugis, Spanyol, Belanda, Prancis, dan Inggris.

3.       Kedatangan bangsa Portugis pada awalnya ingin berdagang rempah-rempah di Malaka dan Indonesia.

4.       Untuk memperoleh keuntungan yang besar, colonial Portugis melakukan monopoli perdagangan.

5.       Wilayah perdagangan utama Portugis yaitu di Malaka sebagai pelabuhan strategis dan Kepulauan Maluku sebagai penghasil rempah-rempah.

6.       Sebelum Portugis datang ke Malaka, di daerah tersebut terdapat Kesultanan Malaka yang dipimpin oleh Sultan Mahmud Syah.
7.       Pada tahun 1511, armada Portugis dipimpin oleh Alfonso d’Albuquerque memaksa Sultan Mahmud Syah menyerah dan mengungsi ke Pulau Bintan.

8.       Perilaku colonial Portugis yang keras dilawan gerilyawan setempat yang dipimpin oleh Katir dari Kesultanan Demak.
9.       Kesultanan Demak berusaha menyerang Portugis di Malaka yang dipimpin Dipati Unus yang mendapat julukan Pangeran Sebrang Lor pada tahun 1513.

10.   Setelah menguasai Malaka, Portugis juga ingin menguasai Aceh namun mendapat perlawanan dari masyarakat Aceh yang dibantu Kesultanan Turki.

11.   Kesultanan Aceh mencapai puncak kejayaan pada masa Sultan Iskandar Muda.

12.   Kedatangan Portugis ke Kepulauan Maluku pertama kali pada tahun 1512 untuk melakukan kerjasama perdangan rempah-rempah dengan kerjaan setempat.

13.   Pada tahun 1521, bangsa Spanyol datang ke Maluku dan bersekutu dengan Kesultanan Tidore, sedangkan Portugis bersekutu dengan Kesultanan Ternate.

14.   Pertikaian antara Ternate-Portugis dan Tidore-Spanyol diakhiri dengan kemenangan Portugis, namun merugikan Ternate karena Portugis melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah dengan Perjanjian Saragosa.
15.   Pada tahun 1533, kesultanan Tidore melakukan perlawanan pada bangsa Portugis yang dipimpin oleh Sultan Khairun.

16.   Pada tahun 1570, Sultan Khairun ditipu oleh Portugis untuk berunding namun akhirnya ia dibunuh.

17.   Pada tahun 1574, Sultan Baabullah berhasil mengusir Potugis dari Maluku dan pergi ke Timor-Timor.

18.   Beberapa peninggalan bangsa Portugis di Indonesia yaitu alat music keroncong (biola, ukulele/kentrung, dan cello), bangunan gedung, benteng pertahanan, agama katolik, dan bahasa Portugis.

19.   Dalam pemerintahan colonial Belanda di Indonesia tidak dilaksanakan secara langsung, namun melalui para pejabat seperti karisedenan (prefektur), bupati, wadana, lurah, dan pejabat birokrasi.

20.   Pejabat birokrasi bertugas sebagai perantara yang mengatur sistem organisasi pemerintahan.

21.   Pemerintah colonial Belanda menggunakan pejabat birokrasi untuk korupsi pada saat memungut pajak dari petani yg disertai dengan paksaan dan kekerasan.

22.   VOC (Vereneenigde Oost Indische Compagnie) adalah persekutuan dagang Belanda di Indonesiapada masa colonial yang didirikan tahun 1602 (zmn kompeni).

23.   Gubernur Jendral VOC pertama adalah Pieter Both yang diangkat tahun 1609 dengan fuatcepat pangkalan utamanya di Ambon dan Banten.

24.   Tujuan pendirian VOC:
a.        Menguasai pelabuhan-pelabuhan penting
b.       Menguasai kerajaan-kerajaan di Indonesia
c.        Melaksanakan monopoli perdagangan rempah-rempah

25.   VOC sebagai sekutu Belanda memiliki hak untuk:
a.        Hak Octroi : memiliki tentara sbg sekutu Belanda
b.       Hak mengadakan perjanjian dngan raja setempat
c.        Hak mengangkat pegawai
d.       Hak menduduki daerah asing
e.       Hak membentuk pengadilan
f.         Hak mencetak uang

26.   Dalam perkembangannya, VOC tidak hanya berda-gang tetapi juga mengendalikan pemerintahan yaitu:
a.        Monopoli perdagangan rempah-rempah
b.       Melaksanakan kerja paksa rodi
c.        Pelayaran hongi: patroli laut dengan kapal kora
d.       Hak ekstripasi: menebang tanaman cengkeh
e.       Pungutan pajak dan Tanam paksa

27.   Kekejaman VOC sangat menyengsarakan rakyat sehingga menimbulkan perlawanan seperti:
a.       Perlawanan rakyat Mataram: Sultan Agung
Gagal karena kekurangan bahan makanan, senjata, terserang wabah penyakit, dn kelelahan.
b.       Perlawanan Banten: Sultan Ageng Tirtayasa
Gagal karena politik adu domba (devide et impera) antara Sultan Ageng dengan Sultan Haji.
c.        Perlawanan Makassar: Sultan Hasanuddin
Gagal karena politik adu domba dengan Aru Palaka (Raja Bone) dengan Perjanjian Bongaya.
d.       Perlawanan Maluku
                             i.      Ternate: dipimpin oleh Kakiali, Telukabesi, dan Saidi namun gagal
                            ii.      Tidore: dipimpin Sultan Nuku dengan cara mempengaruhi orang Inggris dan berhasil

28.   Pemerintahan colonial yang dipimpin Herman Willem Deandles sejatinya adalah colonial Prancis di Indonesia karena pada saat itu, Belanda sedang dijajah oleh Prancis dengan tujuan mempertahankan Pulau Jawa dari ancaman Inggris.

29.   Kebijakan Deandles untuk menahan serangan Inggris:
a.        Membangun pabrik senjata
b.       Membangun benteng pertahanan
c.        Menarik rakyat pribumi untu menjadi tentara
d.       Membangun pangkalan armada laut di Anyer
e.       Membangun jalan pos dari Anyer ke Panarukan

30.   Cultuurstelsel (tanam paksa) adalah kebijakan yang dicetuskan Van den Bosch bagi rakyat untuk menyerahkan seperlima bagian tanahnya untuk ditanami tanaman ekspor dan memaksa wajib kerja rodi selama 66 hari bagi yang tidak memiliki tanah.

31.   Pemerintah colonial Belanda menerapkan politik pintu terbuka yaitu membuka kesempatan bagi pihak swasta untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

32.   Pada awal abad ke-20, masyarakat Indonesia terutama kaum terpelajar mulai mengubah pola perjuangan dengan menggunakan cara organisasi.

33.   Perkembangan organisasi pada masa pergerakan nasional Indonesia dapat dibedakan menjadi :
a.        Masa kebangkitan nasional
                             i.      Budi Utomo, berdiri tanggal 20 Mei 1908 di Jakarta, ketuanya dr. Sutomo.
                            ii.      Sarekat Dagang Islam, berdiri tahun 1911 di Solo, ketuanya H. Samanhudi.
                          iii.      Indische Partij, berdiri tangal 25 Desember 1912 di Bandung, ketuanya Douwes Dekker.
                          iv.      Indische Democratische Vereeniging (ISDV), berdiri tahun 1914 di Semarang.
b.       Masa radikal
                             i.      Indische Vereeniging, berdiri tahun 1908 di Bandung, berganti nama menjadi Indonesische Vereeniging tahun 1922 dan berganti nama menjadi Perhimpunan Indonesia pada tahun 1925.
                            ii.      Partai Komunis Indonesia, didirikan tanggal 23 Mei 1920 di Semarang oleh Semaun.
                          iii.      Partai Nasional Indonesia, didirikan tahun 1927 di Bandung oleh Ir. Soekarno.
c.        Masa moderat
                             i.      Persatuan Bangsa Indonesia menjadi Partai Indonesia Raya (Parindra) didirikan tahun 1931 di Surabaya oleh dr. Sutomo.
                            ii.      Gabungan Partai Polittik (GAPI) didirikan tanggal 21 Mei 1939 atas prakarsa Parindra.

34.   Politik etis muncul karena dipengaruhi oleh buku berjudul Max Havelar yang ditulis oleh Multatuli (Douwes Dekker) dan buku Suiker Contracten atau kontrak gula yang ditulis oleh Frans van de Putte.

35.   Politik etis (balas budi) berisi pendidikan, irigasi, dan transmigrasi dapat mempengaruhi bentuk perkembangan budaya fuatcepat penduduk Indonesia.

36.   Perkembangan dari hasil politik etis di bidang pendidikan telah mengenalkan bangsa Indonesia terhadap sistem pendidikan yang menumbuhkan golongan terpelajar dan lembaga pendidikan.

37.   Sekolah swasta pribumi yang didirikan organisasi pergerakan nasional yaitu Taman Siswa, Muhammadiah, Sarekat Islam, Ksatria Institut, Perguruan Rakyat, dan Perguruan Kayu Tanam di Sumatra Barat.

38.   Lembaga pendidikan pemerintah colonial Belanda:
a.       Pendidikan tingkat rendah
                             i.      Berbahasa Belanda: ELS, EKS, HCS, HIS
                            ii.      Berbahasa daerah: Twede Klasse, Volkschool,Vervolgschool, Schakelschool
b.       Pendidikan menengah setingkat SMP
                             i.      MULO: berbahasa Belanda
                            ii.      AMS: kelanjutan dari MULO
                          iii.      HBS: untuk keturunan Eropa dan bangsawan
                          iv.      OSVIA: sekolah pegawai pribumi
                            v.      STOVIA: sekolah kedokteran pribumi
c.        Pendidikan menengah atas setingkat SMA
                             i.      Technische Onderwijs: pendidikan teknik
                            ii.      Handels Onderwijs: pendidikan perdagangan
                          iii.      Landbouw Onderwijs: pendidikan pertanian
                          iv.      Meisjes Vakonderwijs: kejuruan wanita
                            v.      Kweeksschool: sekolah keguruan
d.       Perguruan tinggi
                             i.      GHS: sekolah tinggi kedokteran
                            ii.      RHS: sekolah tinggi hukum
                          iii.      THS: sekolah tinggi teknik, sekarang ITB

39.   Peninggalan colonial Belanda dalam bentuk seni bangunan bercorak Eropa seperti benteng, stasiun kereta api, perkantoran, jembatan, bendungan, dll.

40.   Benteng pertahanan peninggalan colonial Belanda:
a.        Benteng Pendem di Cilacap
b.       Benteng Fort de Kock di Bukit Tinggi
c.        Benteng Fort Van Capellen di Batusangkar
d.       Benteng Duurstede di Maluku

41.   Peninggalan colonial Belanda dalam bentuk seni musik dan seni tari antara lain alat music tanjidor (terompet, saksofon, dan tuba) dan seni tari dansa.

42.   Pengaruh colonial Belanda dlm bentuk pakaian dan peralatan makan antara lain mengenakan pakaian jas, dasi, dan bersepatu di acara resmi. Menggunakan peralatan makan seperti sendok dan garpu.

43.   Peninggalan colonial Belanda dalam bentuk teknologi alat transportasi antara lain jalan pos dari Anyer sampai Panarukan sepanjang 1.000 km yang dibuat Deandles (1809-1811) melalui kerja paksa rodi dan jalur kereta api di Jawa dan Sumatra.

44.   Peninggalan colonial Belanda dalam bentuk teknologi irigasi dari politik etis dalam bentuk bendungan, dam saluran air, dan pintu air.

45.   Peninggalan colonial Belanda dalam bentuk teknologi pembangkit listrik yang memanfaatkan tenaga air dari bendungan dan danau.

46.   Peninggalan colonial Belanda dalam bentuk ekonomi antara lain sistem pengolahan tanah dalam bentuk sawah, ladang, tegalan, dan perkebunan.

47.   Peninggalan colonial Belanda dalam bentuk bahasa Belanda yaitu komunikasi lisan dan tulisan.

48.   Pemerintahan colonial Inggris dipimpin oleh Raffles dengan membagi Pulau Jawa menjadi 16 karisedenan dan menjalankan sistem pemerintahan liberalism.

49.   Rencana perubahan yang dilakukan Raffles:
a.        Sistem perbudakan akan dihapus
b.       Sistem kerja paksa akan dihapus, kecuali di Priangan dan hutan jati di Jawa Tengah
c.        Penyerahan hasil panen (contingenten) akan dihapuskan
d.       Monopoli perdagangan dan pelayaran hongi di Maluku akan dihapuskan

50.   Program pemerintah Raffles ternyata dilanggar sendiri, seperti pengiriman pekerja dari Jawa ke Kalimantan (Banjarmasin Enormity), melaksanakan sistem sewa tanah (land rent system) dan melakukan penjualan tanah kepada pihak fuatcepat swasta.

51.   Peninggalan Raffles dalam bidang kebudayaan:
a.        Menulis buku History of Java
b.       Membuat Kebun Raya Bogor
c.        Menemukan bunga Rafflesia arnoldi
d.       Mendirikan museum ethografi (Gedong Gajah)

52.   Raffles sependapat dengan Dirk van Hogendorp bahwa para petani hendaknya diberi kebebasan untuk menanami tanahnya dengan tanaman yang dapat ia jual sendiri kepada siapapun.

53.   Raflles beranggapan bahwa semua tanah adalah milik negara, sehingga petani hanya penyewa tanah yang harus membayar sewa atau pajak atas penggunaan tanah tersebut.

54.   Upaya penerapan sewa tanah gagal karena:
a.        Masyarakat belum mengenal sistem uang
b.       Tingkat kesuburan tanah berbeda-beda
c.        Masyarakat pedesaan yang bersifat tertutup
d.       Kekurangan tenaga pengukur luas tanah
e.       Tidak didukung oleh bupati di daerah-daerah


55.   Selesai, semoga mendapatkan nilai maksimal.


Sumber: Tim Abdi Guru. 2007. IPS Terpadu untuk SMP Kelas 7. Jakarta: Penerbit Erlangga.

No comments:

Post a Comment