Tuesday, May 17, 2016

RANGKUMAN GEOGRAFI KELAS 10 SEMESTER 2


1.       Jenis air tanah 4
a.       Air Tanah Freatik : air tanah dangkal, contohnya air sumur warga.
b.       Air Tanah Artesis : air tanah dalam yang terletak di antara lapisan batuan kedap air, contohnya air untuk industri.
c.        Air Tanah Meteorit (Vados) :air tanah yang berasal dari proses presipitasi (hujan) dari awan.
d.       Air Tanah Baru (Juvenil) : air tanah yang terbentuk dari dalam bumi karena intrusi magma dalam bentuk air panas (geyser).
e.        Air Konat : air tanah yang terjebak pada lapisan batuan purba (fosil water).

2.       Pola aliran sungai 4
a.       Dendritik: tidak teratur berbentuk cabang pohon dengan sudut tumpul, terdapat di dataran rendah dan dekat dengan muara sungai dengan lereng landai.
b.       Pinnate: berbentuk lurus sejajar seperti anak panah dengan sudut lancip 60 derajat, terdapat di daerah hulu sungai yang berlereng terjal/curam karena berupa daerah patahan.
c.        Trellis: berbentuk sudut siku-siku 90 derajat dan sejajar mengalir tegak lurus dengan anak sungai yang berbentuk ruas daun, terdapat di daerah pegunungan lipatan (sinklinal).
d.       Rectangular: membentuk pola persegi empat dengan sudut siku-siku 90 derajat yang tegak lurus, terdapat di daerah patahan atau struktur gelogi berupa rekahan.
e.        Anular: melingkar di hilir sungai hasil perkembangan dari pola aliran radial sentrifugal, terdapat di daerah pegunungan kapur/karst dan daerah dome.
f.         Radial Sentri Fugal (F=menyebar): arah aliran airnya menyebar mengaliri lereng-lereng pegunungan ke segala arah, terdapat di daerah perbukitan dan cembungan (kawah gunung berapi).
g.        Radial SentriPetal (P=pusat): arah aliran airnya memusat pada suatu daerah depresi yang lebih rendah, terdapat di daerah cekungan (danau).

3.       Sumber air sungai
a.       Sungai Hujan: sungai yang airnya berasal dari proses prestipasi (hujan) dan keluar melalui mata air di hulu sungai. jenis sungai ini banyak ditemukan di Indonesia. contoh: Sungai Bengawan Solo, Sungai Citararum, Sungai Ciliwung, dsb.
b.       Sungai Gletser: sungai yang airnya berasal dari es yang mencair. contohnya Sungai Lagen di Norwegia.
c.        Sungai Campuran: sungai yang airnya berasal dari campuran air hujan dan gletser. Contohnya Sungai Digul dan Membramo di Papua.

4.       Sungai berdasarkan volume 2
a.       Sungai Perenial (Permanen): sungai dengan debit air yang tetap sepanjang tahun. contohnya sungai-sungai di Pulau Sumatra dan Kalimantan seperti Sungai Mahakam, Sungai Kapuas, dan Sungai Musi.
b.       Sungai Ephimeral (Periodik): sungai yang dipengaruhi oleh musim, sehingga debit airnya akan sedikit pada musim kemarau dan melimpah pada musim penghujan. contohnya sungai-sungai di Pulau Jawa seperti Sungai Brantas dan Sungai Bengawan Solo.
c.        Sungai Intermiten (Episodik): sungai yang hanya ada pada musim penghujan, pada musim kemarau airnya kering. contohnya sungai-sungai di NTT seperti Sungai Melolo dan Sungai Laku Kalada.

5.       Upaya mengatasi kerusakan DAS
a.       Melakukan pengerukan lumpur sungai
b.       Penghijauan dari hulu hingga hilir
c.        Melaksanakan program kali bersih
d.       Memberi sanki pada pihak yang merusak DAS
e.        Melakukan penggusuran bangunan liar

6.       Macam-macam danau dan contoh 4
a.       Danau Tektonik: danau yang terbentuk karena proses patahan/tenaga tektonik, contoh: Danau Singkarak, Danau Poso, Danau Towuti, Danau Atas, Danau Bawah-Danau Bawah, Danau Kakaban, Danau Tempe.
b.       Danau Vulkanik: danau yang terbentuk karena letusan gunung berapi/proses vulkanik, contoh: Danau Kelimuti, Danau Batur, Danau Maninjau,dan danau-danau yang berbentuk kawah sisa letusan gunung berapi.
c.        Danau Tekto-Vulkanik: danau yang terbentuk adanya kegiatan tektonik dan vulkanik yang bersamaan, contoh: Danau Toba yang terbentuk karena letusan Gunung Toba Purba yang membuat patahan-patahan kemudian terisi air.
d.       Danau Karts: danau yang terbentuk karena proses erosi dan pelarutan (solusi) di daerah kapur, contoh: Dolina, Dolin, Loka, Polje yang banyak terdapat di Gunung Kidul, Jogjakarta.
e.        Danau Hempangan Alam: danau yang terbentuk dari sungai yang terbendung karena tebing longsor atau gempa bumi.
f.         Danau Tapal Kuda/Ladam (Oxbow Lake): danau yang terbentuk dari sungai meander yang terpotong, contoh: Danau Tapal Kuda di Hilir Sungai Mahakam.
g.        Danau Lateral: danau yang terbentuk akibat sedimentasi yang besar sehingga menutup muara anak sungai dan terbentuk genangan di muara anak sungai.
h.       Danau Delta: danau yang terbentuk akibat sedimentasi yang besar sehingga menutup muara anak sungai dan terbentuk genangan di daerah delta sungai.
i.         Danau Pantai (Laguna): danau yang terbentuk dari teluk yang terpotong oleh endapan pasir nehrung di mulut pantai.
j.         Danau Glasial: danau yang terbentuk karena erosi dan pengendapan tenaga es (glasial) di lereng bukit/pegunungan, contoh: Danau Michigan, Danau Huron.

7.       Manfaat rawa
a.       Tumbuhan rawa misalnya eceng gondok dapat dijadikan bahan baku untuk biogas dan bahan-bahan kerajinan tangan seperti tas, dompet, hiasan dinding, dan sebagainya.
b.       Dapat dimanfaatkan sebagai daerah pertanian pasang surut.
c.        Dapat diusahakan untuk perikanan darat.
d.       Dapat dikembangkan menjadi daerah wisata.
e.        Melindungi ekosistem di daerah pesisir

8.       Jenis-jenis laut berdasarkan letak 2
a.       Laut tepi: terletak di tepi benua, misalnya Laut Cina Selatan (timur Benua Asia)
b.       Laut tengah: terletak di antara dua benua, misalnya Laut Tengah (Benua Asia dengan Afrika).
c.        Laut pedalaman: terletak di pertengahan benua, misalnya Laut Tengah (di tengah Benua Asia).
d.       Selat: laut sempit yang terletak di antara dua pulau/benua, misalnya Selat Sunda (di antara Pulau Jawa dengan Sumatra).
e.        Teluk: bagian laut yang menjorok ke daratan, misalnya Teluk Siam (Thailand).

9.       Jenis-jenis laut berdasarkan proses terbentunya 2
a.       Laut transgresi: terbentuk akibat daratan yang tenggelam karena naiknya premukaan air laut pada zaman es akhir. Contoh laut ini adalah Paparan Sunda (Laut Jawa) dan Paparan Sahul (Laut Arafuru).
b.       Laut Ingresi: terjadi karena dasar laut mengalami penurunan akibat proses tektonik, sehingga laut tersebut semakin dalam. Contohnya adalah Laut Banda.
c.        Laut Regresi: terjadi karena proses penyempitan akibat proses sedimentasi daratan. Contohnya adalah Laut Jawa, Laut Bering dan Laut Tengah.

10.    Jenis-jenis laut berdasarkan kedalamannya 2
a.       Zona litoral: zona pasang – surut air laut di permukaan laut.
b.       Zona neritik: laut dangkal dengan kedalaman 0-200 meter.
c.        Zona batial: laut dalam dengan kedalaman 200-2000 meter.
d.       Zona abisal: laut sangat dalam hingga dasar laut dengan kedalaman > 2000 meter.

11.    Arus laut 4
a.       Samudera Hindia: Maskarena - Agulhas (panas), angin barat (dingin)
b.        Samudera Atlantik: Gulfstream / arus teluk (panas), Greenland timur (dingin), Lablador (dingin), Canary (dingin), Brazilia (panas), Benguela (dingin)
c.        Samudera Pasifik: Kuroshio (panas), Kalifornia (dingin), Oyashio (dingin), Humbolt/Peru (dingin)

12.    Ambang laut
Ambang laut adalah bagian dasar laut dangkal yang memisahkan dua laut yang lebih dalam. Contoh: ambang Laut Sulu dan ambang Laut Sibolga.

13.    Pasang surut air laut
a.       Pasang Purnama: peristiwa terjadinya pasang naik dan pasang surut tertinggi (besar). Pasang besar terjadi pada tanggal 1 dan pada tanggal 14. Pada kedua tanggal tersebut posisi bumi-bulan-matahari berada pada satu garis (konjungsi) sehingga kekuatan gaya tarik bulan dan matahari berkumpul menjadi satu menarik permukaan bumi.
b.       Pasang Perbani: peristiwa terjadinya pasang naik dan pasang surut terendah (kecil). Pasang kecil ini terjadi pada tanggal 7 dan 21 kalender bulan. Pada kedua tanggal tersebut posisi matahari – bulan – bumi membentuk susut 90 °. Gaya tarik bulan dan matahari terhadap bumi berlawanan arah sehingga kekuatannya menjadi berkurang (saling melemahkan).

14.    Komponen penyusun tanah
a.       Bahan Mineral (45%): berasal dari pelapukan batu-batuan susunan di dalam tanah berbeda-beda sesuai dengan susunan mineral batuan.
b.       Sumber bahan organik tanah (5%): Sumber primer, yaitu jaringan organik tanaman (flora) yang dapat berupa daun, ranting, cabang, batang, buah dan akar. Sumber sekunder, yaitu jaringan organik fauna yang dapat berupa kotorannya dan mikrofauna Sumber lain dari luar, yaitu pemberian pupuk organik berupa pupuk kandang, pupuk hijau, pupuk bokasi (kompos) dan pupuk hayati.
c.        Air (25%): terdapat di dalam tanah karena ditahan/diserap oleh masa tanah, tertahan oleh lapisan kedap air, atau karena keadaan drainase yang kurang baik. Air dapat menyerap atau di tahan oleh tanah karena adanya gaya-gaya adhesi, kohesi dan grafitasi.
d.       Udara (25%): udara dan air mengisi pori-pori tanah, banyaknya pori-pori didalam tanah kurang lebih 50% dari volume tanah, jumlah air dan udara berubah-ubah tergantung kondisi iklim.

15.    Profil tanah
a.       Horison O : humus, paling subur
b.       Horison A : top soil
c.        Horison E : eluvasi (hasil pencucian)
d.       Horison B : sub soil
e.        Horison C : regolith
f.         Horison R : bedrock

16.    Jenis-jenis tanah di Indonesia
a.       Podzolit: pelapukan batuan yang mengandung kuarsa. Tersebar di Sumatra, Kalimantan, dan Papua.
b.       Organosol: bahan induk organik seperti gambut dan rumput rawa. Tersebar di pasang surut timur Sumatra dan pantai Kalimantan bagian barat.
c.        Aluvial: endapan lumpur sungai. Tersebar di Sumatra bagian timur, Jawa bagian utara, dan Kalimantan bagian utara.
d.       Kapur: pelapukan batuan kapur. Tersebar di pegunungan Kendung, Blora, dan pegunungan Sewu.
e.        Vulkanik (andosae): pelapukan batuan-batuan vulkanis. Tersebar di Jawa, Sumatra, Bali, dan wilayah yang memiliki gunung api.
f.         Pasir: batuan pasir yang telah lapuk. Tersebar di pantai barat Sumatra Barat, Jawa Timur, Sulawesi, dan Jogjakarta.
g.        Humus: tumbuh-tumbuhan yg telah membusuk. Tersebar di kawasan hutan Indonesia.
h.       Laterit: mengandung zat besi dan almunium. Tersebar di Jakarta, Banten, Kalimantan Barat, dan Pacitan.

17.    Penyebab kerusakan tanah
a.       Perusakan hutan sehingga dapat mengurangi kemampuan tanah dalam menampung dan menahan air, sehingga tanah mudah tererosi
b.       Proses kimiawi air hujan
c.        Proses mekanis air hujan yang dapat mengikis dan menggores permukaan tanah
d.       Aktivitas manusia

18.    Cara mengatasi kerusakan tanah
a.       Memilah sampah yang mudah terurai dan sulit terurai
b.       Menggunakan sampah organik yang mudah terurai sebagai pupuk kompos
c.        Mengadakan penyuluhan tentang pengelolaan sampah kepada masyarakat
d.       Mengurangi penggunaan pestisida buatan atau mengantinya dengan pestisida alami
e.        Mengolah limbah industri sebelum dibuang ke lingkungan

19.    Lapisan atmosfer
a.       Troposfer: Lapisan udara yang paling dekat dengan bumi; Ketinggian sekitar 9 km di kutuh dan 18 km di khatulistiwa; Terdapat fenomena cuaca seperti awan, hujan, angin, tekanan udara, dan kelembapan.
b.       Stratosfer: Lapisan udara yang tingginya sekitar 18 – 60 km dari permukaan bumi; Terdapat konsentrasi ozon pada ketinggian 22 km yang berfungsi sebagai pelindung bumi dari radiasi sinar ultraviolet; Batas antara lapisan stratosfer dengan  mesosfer yang berhimpit dengan lapisan ozon disebut stratopause.
c.        Mesosfer: Lapisan udara yang tingginya sekitar 60 – 80 km dari permukaan bumi; Berfungsi untuk membakar benda langit seperti meteor yang masuk ke bumi.
d.       Termosfer/Ionosfer: Lapisan udara yang tingginya sekitar 80 – 800 km dari permukaan bumi;Terjadi proses ionisasi atom-atom udara radiasi sinar utraviolet menjadi aurora; Memiliki kemampuan untuk menyerap dan memantulkan gelombang radio.
e.        Eksosfer: Lapisan udara yang tingginya lebih dari 800 km dari permukaan bumi Lapisan hampa udara atau luar angkasa; Molekul-molekul yang ada dapat meninggalkan bumi karena pengaruh massa jenis yang sangat kecil

20.    Faktor yang mempengaruhi suhu udara
a.       Tranparansi Atmosfer (awan)
b.       Sudut Datang Sinar Matahari
c.        Lama Penyinaran Matahari (letak lintang)
d.       Jarak Bumi dan Matahari
e.        Ketinggian Tempat (relief muka bumi)
f.         Jarak dari Laut
g.        Pengaruh Angin
h.       Besar Kecilnya Energi yang Dikeluarkan Matahari

21.    Tekanan udara
a.       Tekanan udara adalah tenaga yang bekerja untuk menggerakkan massa udara dalam setiap satuan luas tertentu. Diukur dengan menggunakan barometer. Satuan tekanan udara adalah milibar (mb). Garis yang menghubungkan tempat-tempat yang sama tekanan udaranya disebut sebagai isobar. Tekanan udara dapat diukur dengan menggunakan barometer.
b.       Setiap kenaikan 100 m, tekanan udara akan berkurang 1 cmHg. Bilangan ini disebut gradien barometrik, yaitu bilangan yang menyatakan penurunan tekanan udara tiap kenaikan 100 m. Dengan gradien barometrik, tinggi suatu tempat terhadap permukaan laut dapat ditentukan.

22.    Kelembapan udara
a.       Kelembaban udara/ legas udara adalah jumlah kandungan uap air yang ada dalam udara. Satuan tekanan udara adalah gram/m³ (%). Garis yang menghubungkan tempat-tempat yang sama kelembapan udaranya disebut sebagai isoneph. Tekanan udara dapat diukur dengan menggunakan higrometer.
b.       Macam-macam kelembaban udara
                                 i.      Kelembaban spesifik, yaitu perbandingan antara masa udara sebenarnya di atmosfer dengan satu masa udara, biasanya dinyatakan dalam sistim matrik, gram/kilogram.
                               ii.      Kelembaban mutlak, yaitu masa uap air yang terdapat dalam satu satuan udara, dinyatakan dalam gram/m3. Contoh : Kelembaban mutlak wilayah tropika umumnya lebih tinggi dari wilayah temperate.
                             iii.      Kelembaban nisbi (relatif humidity), yaitu perbandingan antara masa uap air yang ada di dalam satu satuan volume udara, dengan masa uap air yang maksimum dapat dikandung pada suhu dan tekanan yang sama.

23.    Angin tetap
Angin tetap merupakan angin yang berembus terusmenerus sepanjang tahun dengan arah yang tetap. Angin tetap terdiri dari :
o    Angin pasat, yaitu angin yang bertiup dari daerah maksimum subtropika menuju ke daerah minimum ekuator.
o    Angin barat, yaitu angin yang bertiup di daerah lintang sedang. Angin barat berembus terus menerus sepanjang tahun dari arah barat ke arah timur.
o    Angin timur, yaitu angin yang bertiup di daerah kutub. Angin timur berembus terus-menerus sepanjang tahun dari arah timur.

24.    Angin fohn
a.       Angin Fohn adalah angin terjadi akibat gerakan udara yang menaiki pegunungan. Udara tersebut kemudian mengalami kondensasi dan membentuk awan, lalu terjadi hujan di salah satu sisi lereng gunung. Pada daerah lereng yang lain tidak terjadi hujan karena terhalang oleh tinggi gunung. Daerah yang tidak mengalami hujan disebut daerah bayangan hujan.
b.       Di beberapa daerah di Indonesia angin seperti ini memiliki nama tertentu seperti:
                                 i.       Angin Bahorok (Deli, Sumatera Utara)
                               ii.      Angin Kumbang (Cirebon, Jawa Barat)
                             iii.      Angin Gending (Pasuruan, Jawa Timur)
                              iv.      Angin Brubu (Makassar, Sulawesi Selatan)
                                v.      Angin Wambraw (Biak, Papua)

25.    Angin local
a.       Angin darat adalah angin yang bertiup dari darat ke laut pada malam hari.
b.       Angin laut adalah angin yang bertiup dari laut ke darat pada siang hari.
c.        Angin gunung adalah angin yang bertiup dari gunung ke lembah pada malam hari.
d.       Angin lembah adalah angin yang bertiup dari lembah ke gunung pada siang hari.

26.    Macam-macam hujan 2
a.       Hujan Orogafis: hujan yang terjadi akibat udara naik ke lereng pegunungan dalam bentuk awan jenuh. hujan orografis sering terjadi di daerah pegunungan.
b.       Hujan Frontal: hujan yang terjadi akibat pertemuan massa udara panas dan massa udara dingin. hujan frontal sering terjadi di daerah iklim subtropis.
c.        Hujan Zenital (Equatorik/Konveksi):  hujan yang terjadi karena udara naik ke khatulistiwa secara vertikal (konveksi). hujan zenital sering terjadi di daerah beriklim tropis seperti di Indonesia.
d.       Hujan Musim: hujan yang terjadinya dipengaruhi oleh angin muson barat daya.

27.    Awan tinggi
Pada kawasan tropis, awan ini terletak di ketinggian 6-18 km, pada kawasan iklim sedang awan ini terletak pada ketinggian 5-13 km, sedangkan di kawasan kutub terletak pada 3-8 km. Awan yang tergolong ke dalam awan tinggi adalah :
o    Awan Sirrus (Ci): Awan ini halus, dan berstruktur seperti serat dan bentuknya mirip bulu burung.Awan ini juga sering tersusun seperti pita yang melengkung di langit, sehingga seakan-akan tampak bertemu pada satu atau dua titik horizon. Awan ini tidak menimbulkan hujan.
o    Awan Sirostratus (Ci-St): Bentuknya seperti kelembu putih yang halus dan rata menutup seluruh langit sehingga tampak cerah, bisa juga terlihat seperti anyaman yang bentuknya tidak teratur. Awan ini juga menimbulkan hallo(lingkaran yang bulat) yang mengelilingi matahari dan bulan yang biasanya terjadi di musim kemarau.
o    Awan Sirokumulus(Ci-Cu): Awan ini bentuknya seperti terputus-putus dan penuh dengan kristal-kristal es sehingga bentuknya seperti sekelompok domba dan sering menimbulkan bayangan.

28.    Awan vertical
Awan ini terletak antara 500-1500 m, yang tergolong dalam awan dengan perkembangan vertikal antara lain :
o    Awan Kumulus(Cu): Merupakan awan tebal dengan puncak yang agak tinggi. Terlihat gumpalan putih atau cahaya kelabu yang terlihat seperti bola kapas mengambang, awan ini berbentuk garis besar yang tajam dan dasar yang datar. Dasar ketinggian awan ini umumnya 1000 m dan lebaar 1 km.
o    Awan Kumulonimbus(Cu-Ni): Berwarna putih/gelap. Terletak pada ketinggian kira-kira 1000 kaki dan puncaknya punya ketinggian lebih dari 3500 kaki. Awan ini menimbulkan hujan dengan kilat dan guntur. Awan ini berhubungan erat dengan hujan deras, petir, tornado, dan badai.

29.    Klasifikasi iklim Junghun
a.       zona panas (0-700 mdpl), vegetasi: padi, jagung, tebu, kelapa
b.       zona sedang (700-1500 mdpl), vegetasi: teh, kopi, kina, cokelat
c.        zona sejuk (1500-2500 mdpl), vegetasi: pinus, sayuran, buah
d.       zona dingin (>2500 mdpl), vegetasi: rumput, lumut (tdk ada tanaman budidaya)

30.    Klasifikasi iklim Schidt-Ferguson
Perbandingan antara jumlah rata-rata bulan kering dengan jumlah rata-rata bulan basah x 100 %. Bulan kering dengan curah hujan  < 60mm/tahun dan bulan basah curah hujan > >100 mm/tahun.
Nilai Q:
A = 0 - 0,143 (sangat basah)
B = 0,143 - 0,333 (basah)
C = 0,333 - 0,667 (agak basah)
D = 0,667 - 1,000 (sedang)
E = 1,000 - 1,667 (agak kerig)
F = 1,667 - 3,000 (kering)
G = 3,000 - 7,000 (sangat kering)
H = > 7,000 (luar bisas kering)

31.    Daerah dengan curah hujan tinggi
a.       Daerah yang mendapat curah hujan rata-rata per tahun kurang dari 1000 mm, meliputi 0,6% dari luas wilayah Indonesia, di antaranya Nusa Tenggara, dan 2 daerah di Sulawesi (lembah Palu dan Luwuk).
b.       Daerah yang mendapat curah hujan antara 1000 – 2000 mm per tahun di antaranya sebagian Nusa Tenggara, daerah sempit di Merauke, Kepulauan Aru, dan Tanibar.
c.        Daerah yang mendapat curah hujan antara 2000 – 3000 mm per tahun, meliputi Sumatera Timur, Kalimantan Selatan, dan Timur sebagian besar Jawa Barat dan Jawa Tengah, sebagian Papua, Kepulauan Maluku dan sebagaian besar Sulawesi.
d.       Daerah yang mendapat curah hujan tertinggi lebih dari 3000 mm per tahun meliputi dataran tinggi di Sumatera Barat, Kalimantan Tengah, dataran tinggi Papua bagian tengah, dan beberapa daerah di Jawa, Bali, Lombok, dan Sumba.

32.    Dampak la nina dan el nino
a.       Pengaruh umum El Nino di perairan laut Indonesia adalah mendinginnya suhu permukaan laut di sekitar perairan indonesia akibat dari tertariknya seluruh masa air hangat ke bagian tengah samudra pasifik. akibat buruk dari kondisi ini adalah berkurangnya produksi awan di wilayah indonesia yang sudah pasti efek sampingnya berupa kemarau panjang, tapi segi positifnya adalah meningkatnya kandungan klorofil-a di perairan laut indonesia yang menyebabkan meningkatnya pasokan makanan ikan, jumlah ikan di sekitar perairan lebih banyak.
b.       Pengaruh La Nina menyebabkan curah hujan di indonesia meningkat pada saat musim kemarau serta menyebabkan majunya awal musim hujan. Fenomena La Nina dimulai dari bulan April dan mulai berkurang dampaknya terhadap anomali curah hujan di Indonesia pada bulan November serta puncak kejadian terjadi pada bulan Agustus dan September.  Kondisi wilayah laut indonesia menjadi lebih hangat dari biasanya, pasokan klorofil-a menurun sehingga nelayan pun ikut merasakan dampaknya yaitu berkurangnya hasil tangkapan ikan.

33.    Dampak perubahan iklim terhadap pertanian
Perubahan iklim akan mempengaruhi hasil panen yang kemungkinan besar akan berkurang disebabkan oleh semakin keringnya lahan akibat musim kemarau yang lebih panjang. Pada skala yang ekstrem, berkurangnya hasil panen dapat mengancam ketahanan pangan. Selain itu, kebutuhan irigasi pertanian juga akan semakin meningkat. Hal ini dapat berujung pada kegagalan panen berkepanjangan yang juga menyebabkan pasokan pangan menjadi menurun.

34.    Dampak perubahan iklim terhadap kesehatan
a.       Meningkatnya korban jiwa akibat bencana alam, seperti, badai, banjir, tanah longsor, kekeringan, dan kebakaran hutan.
b.       Kurang tersedianya pasokan air bersih karena mencairnya es di kutub yang menyebabkan berkurangnya cadangan air bersih dunia.
c.        Meningkatnya penyakit pernapasan, jantung, dan alergi akibat buruknya kualitas udara, misalnya, sebagai akibat seringnya terjadi kebakaran hutan.
d.       Meningkatnya penyakit gastrointestinal (pencernaan), karena penyakit yang ditularkan lewat makanan lebih sering terjadi pada iklim yang hangat.
e.        Meningkatnya kejadian penyakit yang berhubungan dengan suhu yang panas, seperti kelelahan, stroke, dan mungkin kematian.

35.    Mitigasi bencana
Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Mitigasi bencana merupakan suatu aktivitas yang berperan sebagai tindakan pengurangan dampak bencana, atau usaha-usaha yang dilakukan untuk megurangi korban ketika bencana terjadi, baik korban jiwa maupun harta. 

36.    Jenis-jenis banjir
a.       Banjir Bandang: banjir besar yang terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung hanya sesaat yang yang umumnya dihasilkan dari curah hujan berintensitas tinggi dengan durasi (jangka waktu) pendek yang menyebabkan debit sungai naik secara cepat. Banjir jenis ini biasa terjadi di daerah dengan sungai yang alirannya terhambat oleh sampah.
b.       Banjir Hujan Ekstrim: terjadi hanya dalam waktu 6 jam sesudah hujan lebat mulai turun. Biasanya banjir ini ditandai dengan banyaknya awan yang menggumpal di angkasa serta kilat atau petir yang keras dan disertai dengan badai tropis atau cuaca dingin. Umumnya banjir ini akibat meluapnya air hujan yang sangat deras, khususnya bila tanah bantaran sungai rapuh dan tak mampu menahan cukup banyak air.
c.        Banjir Luapan Sungai / Banjir Kiriman: biasanya berlangsung dalam waktu lama dan sama sekali tidak ada tanda-tanda gangguan cuaca pada waktu banjir melanda dataran – sebab peristiwa alam yang memicunya telah terjadi berminggu-minggu sebelumnya. Datangnya banjir dapat mendadak. Banjir luapan sungai ini kebanyakan bersifat musiman atau tahunan dan bisa berlangsung selama berhari- hari atau berminggu-minggu tanpa berhenti. Banjir ini biasanya terjadi pada daerah-daerah lembah.
d.       Banjir Pantai (ROB): banjir yang disebabkan gelombang pasang air laut. Banjir ini terjadi karena air dari laut meresap ke daratan di dekat pantai dan mengalir ke daerah pemukiman atau karena pasang surut air laut. Banjir ini biasanya terjadi di daerah pemukiman yang dekat dengan pantai. Contoh daerah yang biasanya terkena ROB adalah Semarang.
e.        Banjir Hulu: terjadi di wilayah sempit, kecepatan air tinggi, dan berlangsung cepat dan jumlah air sedikit. Banjir ini biasanya terjadi di pemukiman dekat hulu sungai. Terjadinya banjir ini biasanya karena tingginya debit air yang mengalir, sehingga alirannya sangat deras dan bisa berdampak destruktif.
f.         Banjir Lahar: banjir yang disebabkan oleh lahar gunung berapi yang masih aktif saat mengalami erupsi atau meletus. Dari proses erupsi inilah nantinya gunung akan mengeluarkan lahar dingin yang akan menyebar ke lingkungan sekitarnya. Air dalam sungai akan mengalami pendangkalan sehingga juga akan ikut meluap merendam daratan.
g.        Banjir Lumpur: banjir yang disebabkan oleh lumpur. Salah satu contoh identic yang masih terjadi sampai saat ini adalah banjir lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur. Banjir lumpur disebabkan karena keluarnya lumpur dari dalam bumi yang kemudian menggenangi daratan. Tentu lumpur yang keluar dari dalam bumi tersebut berbeda dengan lumpur-lumpur yang ada di permukaan. Hal ini bisa dianalisa dari kandungan yang dimilikinya, seperti gas-gas kimia yang berbahaya.

37.    Tanah longsor
Tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak kebawah atau keluar lereng. Proses terjadinya tanah longsor diawali oleh air yang meresap ke dalam tanah akan menambah bobot tanah. Jika air tersebut menembus sampai ke tanah kedap air yang berperan sebagai bidang gelincir, maka tanah menjadi licin dan tanah pelapukan diatasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng.

38.    Penyebab el nino
a.       Anomali suhu yang terjai di perairan samudera pasifik.
b.       Adanya perbedaan arus laut di perairan samudera pasifik.
c.        Melemahnya angin pasat di selatan pasifik yang menyebabkan pergerakan angin yang jauh dari kondisi normal.

39.    Upaya mitigasi bencana
a.       menerbitkan peta wilayah rawan bencana.
b.       memasang rambu-rambu peringatan bahaya dan larangan di wilayah rawan bencana
c.        mengembangkan SDM satuan pelaksana
d.       mengadakan penyuluhan atas upaya peningkatan kewaspadaan masyarakat di wilayah rawan bencana
e.        mengadakan pelatihan penanggulangan bencana kepada warga di wilayah rawan bencana
f.         menyiapkan tempat penampungan sementara di jalur-jalur evakuasi jika terjadi bencana
g.        memindahkan masyarakat yg tinggal di wilayah bencana ke tempat yg aman

40.    Penyebab kebakaran hutan
a.       Faktor alam misalnya karena suhu pada musim kemarau yang sangat panas, sambaran petir, atau karena aktivitas vulkanik dari gunung berapi (aliran lahar ataupun awan panas)
b.       Kecerobohan manusia, contohnya adalah membuang puntung rokok sembarangan atau lupa untuk mematikan api ketika melakukan perkemahan.
c.        Pembukaan lahan baru atau membersihkan lahan pertanian dengan membakarnya, dan tindakan vandalisme.
d.       Ground fire/ kebakaran yang terjadi di dalam tanah, biasanya terhadu di daerah yang memiliki tanah gambut sehingga dapat menyulut terjadinya api terutama di musim kemarau dengan suhu yang panas.

41.    Penyebab gempa bumi
a.       Gempa tektonik = gesekan antar dua lempeng tektonik
b.       Gempa vulkanik = letusan gunung berapi / pergerakan magma
c.        Gempa runtuhan = runtuhan lempeng karena ada rongga
d.       Gempa meteorit = jatuhnya meteor sampai permukaan bumi
e.        Gempa buatan = sengaja dibuat manusia contoh: bom, HAARP

42.    Penyebab tsunami
Tsunami terjadi karena adanya gangguan impulsif terhadap air laut akibat terjadinya perubahan bentuk dasar laut secara tiba-tiba. Ini terjadi karena tiga sebab, yaitu : gempa bumi, letusan gunung api dan longsoran (land slide) yang terjadi di dasar laut. Dari ketiga penyebab tsunami, gempa bumi merupakan penyebab utama. Besar kecilnya gelombang tsunami sangat ditentukan oleh karakteristik gempa bumi yang menyebabkannya.

43.    Penyebab gunung meletus
a.       Peningkatan Kegempaan Vulkanik
b.       Suhu Kawah Meningkat Secara Signifikan
c.        Terjadinya Deformasi Badan Gunung
d.       Lempeng lempeng Bumi Yang Saling Bergesakan
e.        Akibat Tekanan Yang Sangat Tinggi 


44.    Selesai. Good Luck.


No comments:

Post a Comment