Wednesday, April 6, 2016

PEMBAHASAN UN SOSIOLOGI 2016 2018



Fungsi sosiologi 

1.       Perencanaan sosial: mempersiapkan masa depan individu di masyarakat
2.       Tujuan: mengatasi kemungkinan munculnya masalah-masalah saat terjadinya perubahan
3.       Penelitian sosial: memberikan gambaran mengenai kehidupan masyarakat
4.       Pembangunan: memberikan data sosial yang diperlukan pada tahap  perencanaan, pelaksanaan, maupun penilaian pembangunan
5.       Pemecahan masalah sosial : menyelezsaikan masalah sosial agar tercipta kestabilan dan keharmonisan di masyarakat

Nilai dan contohnya

1.       Nilai material : nilai yang berguna bagi jasmani manusia.
Contoh: makanan, minuman, pakaian
2.       Nilai kerohanian : nilai yang berguna bagi rohani manusia.
Contoh: Nilai kebenaran, Nilai religius, Nilai keindahan (estetika), Nilai kebaikan (moral)
3.       Nilai vital : nilai yang berguna bagi manusia dalam melaksanakan aktivitas.
Contoh: sepeda motor bagi tukang ojek
4.       Nilai dominan : nilai yang dianggap lebih penting dibandingkan nilai lainnya.
Contoh: Udin lebih memilih belajar daripada bermain
5.       Nilai yang mendarah daging: nilai yang telah menjadi kepribadian karena tertanam sejak seorang masih kecil dan apabila ia tidak melakukannya ia akan merasa bersalah.
Contoh: berpamitan kepada orang tua bila bepergian

Fungsi norma dan contohnya

1.       Mengatur tingkah laku masyarakat agar sesuai dengan nilai yang berlaku 
2.       Membantu mencapai tujuan bersama masyarakat
3.       Menjadi dasar untuk memberikan sanksi kepada warga masyarakat yang melanggar norma 
4.       Manciptakan kenyamanan, kemakmuran serta kebahagiaan bagi anggotanya 
5.       Menciptakan keselarasan hubungan setiap anggotanya
6.       Menjadi petunjuk bagaimana menjalin suatu hubungan antar anggota
7.       Menciptakan suasana yang tertib dan adil bagi anggotanya

Faktor pendorong eksternal interaksi sosial dan contohnya

1.       Imitasi: tindakan sosial meniru sikap, tindakan, tingkah laku, atau penampilan fisik seseorang secara berlebihan.
Contoh : seorang siswa meniru penampilan artis terkenal, seperti rambut gondrong, memakai anting, dan kalung secara berlebihan.
2.       Sugesti: pemberian pengaruh atau pandangan dari satu pihak kepada pihak lain sehingga pihak yang dipengaruhi akan tergerak mengikuti pengaruh atau pandangan itu dan akan menerimanya secara sadar atau tidak sadar tanpa berpikir panjang.
Contoh : Pimpinan partai politik melakukan kampanye di hadapan pendukungnya agar memilih partai politiknya.
3.       Identifikasi: kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain dan merupakan bentuk lebih lanjut dari proses imitasi dan proses sugesti yang pengaruhnya amat kuat.
Contoh : seorang remaja berusaha mengubah penampilan dirinya agar sama dengan penyanyi idolanya, mulai dari model rambut, pakaian, gaya bicara, bahkan sampai makanan kesukaan.
4.       Simpati: suatu proses dimana seseorang merasa tertarik dengan orang lain yang didasari atau didorong oleh keinginan-keinginan untuk memahami pihak lain.  Contoh : Ani ikut merasa senang karena sahabatnya diterima di perguruan tinggi negeri favorit.
5.       Motivasi: dorongan, rangsangan, pengaruh, atau stimulasi yang diberikan seorang individu kepada individu lain sehingga orang yang diberi motivasi menuruti atau melaksanakan apa yang dimotivasikan itu secara kritis, rasional, dan penuh rasa tanggung jawab. Contoh : seorang kepala daerah yang berwibawa penuh kharisma menjalankan pemerintahan di daerahnya melalui serangkaian proses sosial untuk mengajak warga agar berperan aktif dalam membangun daerah yang lebih sejahtera.
6.       Empati: proses kejiwaan seorang individu untuk larut dalam perasaan orang lain, baik suka maupun duka dan melakukan aksi nyata untuk membantu orang lain.
Contoh : apabila teman mendapat musibah sampai dirawat di rumah sakit, kita tidak hanya merasa kasihan terhadap orang yang terkena musibah itu tetapi juga ikut  membantu memberikan sumbangan untuk biaya rumah sakit.

Bentuk-bentuk akomodasi dan contohnya

1.       Coercion (koersi): dilaksanakan dengan adanya paksaan karena salah satu pihak berada dalam keadaan yang lemah.
Contoh: kebijakan dalam masa kolonial Belanda di Indonesia.
2.       Compromise (kompromi): pihak-pihak yang terlibat masing-masing mengurangi tuntutannya agar dicapai suatu penyelesaian  masalah.
Contoh: perjanjian antar negara tentang batas wilayah perairan yang berdekatan. 
3.       Arbitration (arbitrasi): meminta bantuan pihak ketiga sebagai pengambil keputusan yang berkedudukannya lebih tinggi dari pihak-pihak yang bertikai.
Contoh: konflik antara buruh dan pengusaha mengenai PHK diselesaikan dengan bantuan Depnaker sebagai pengambil keputusan.
4.       Mediation (mediasi): meminta bantuan pihak ketiga yang netral dan hanya mengusahakan suatu penyelesaian secara damai yang sifatnya hanya sebagai penasihat.
Contoh: perkelahian antarsiswa diselesaikan secara damai oleh guru.
5.       Conciliation (konsiliasi): mempertemukan keinginan-keinginan pihak-pihak yang bertikai untuk mencapai persetujuan bersama melalui lembaga tertentu.
Contoh: pertemuan beberapa partai politik di dalam lembaga legislatif (DPR) untuk duduk bersama menyetujui peraturan pemerintah pengganti UU.
6.       Toleration (toleransi): suatu sikap saling menghargai perbedaan-perbedaan yang terdapat dalam masyarakat dimana masyarakat harus saling menghargai satu sama lainnya tanpa adanya persetujuan formal.
Contoh: pada hari raya Nyepi, umat Islam di Bali tidak melakukan kegiatan dan ikut menjaga keamanan di lingkungannya.
7.       Statlemate (seimbang): pihak-pihak yang bertikai atau berkonflik  memiliki kekuatan seimbang kemudian berhenti pada suatu titik tertentu untuk tidak melakukan pertentangan.
Contoh: perang Korea antara Korea Utara dengan Korea Selatan yanvg berakhir dengan sendirinya.
8.       Adjudication (ajudikasi): proses penyelesaian konflik melalui pengadilan.
Contoh: menyelesaikan perkara sengketa lahan hingga ke tingkat Mahkamah Agung.
9.       Segregation (Segregasi): upaya penyelesaian sengketa dengan cara masing-masing pihak saling menghindari konflik agar tidak berkelanjutan.
Contoh: pemisahan antara suporter kesebelasan Arema dengan suporter kesebelasan Persib agar tidak terjadi bentrokan antarsuporter.
10.   Elimination (eliminasi): upaya penyelesaian sengketa karena salah satu pihak bersedia mengalah,meminta maaf atau mengundurkan diri dari persaingan.
Contoh: Pak Budi tidak melanjutkan perseteruannya dengan keluarga Pak Asep karena ia menyadari konflik ini dimulai akibat dari kecerobobannya sendiri.

Cara memperoleh status dan contohnya

1.       Ascribed Status (dari asal) : tipe status yang didapat sejak lahir dan tidak dipengaruhi dengan kegiatan yang dilakukan selama hidup.
Contoh: jenis kelamin, golongan, keturunan,usia,ras, kasta, suku, dll.
2.       Achieved Status (diupayakan) : status sosial yang didapatkan sesorang melalui usaha dan kerja keras yang dilakukan.
Contoh : pangkat, jabatan, harta kekayaan, tingkat pendidikan, pekerjaan, dll.
3.       Assigned Status (diberikan) : status sosial yang diperoleh seseorang di dalam lingkungan masyarakat yang bukan didapat sejak lahir tetapi diberikan karena usaha dan kepercayaan masyarakat.
Contoh : pahlawan, kepala adat, ustad, sesepuh, tokoh masyarakat, dll.

Unsur pembentuk keteraturan sosial dan contohnya

1.       Order : sistem norma dan nilai-nilai sosial yang berkembang, diakui, dan dipatuhi oleh seluruh anggota masyarakat.
Contoh : peraturan tentang disiplin berlalu-lintas untuk semua pengguna jalan raya, perintah untuk melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan setiap bulan, dan sebagainya.
2.       Keajegan : suatu keadaan yang memperlihatkan kondisi keteraturan sosial yang tetap dan berlangsung secara terus-menerus.
Contoh : setiap pagi siswa berdoa sebelum memulai pelajaran, pengendara sepeda motor memakai helm saat berkendara, dan sebagainya.
3.       Pola : bentuk umum dari suatu interaksi yang berlangsung dalam masyarakat yang dijadikan panutan oleh anggota masyarakat melalui proses cukup lama dan berulang-ulang.
Contoh : anggota TNI/POLRI sudah terbangun budaya untuk hormat kepada senior tanpa rasa terpkasa.
4.       Tertib sosial : keselarasan antara tindakan anggota masyarakat dengan nilai dan norma yang berlaku di dalam masyarakat tersebut.
Contoh: tertib di jalan raya terjadi karena setiap pengendara memahami dan menyesuaikan tindakannya dengan norma dan nilai yang berlaku di jalan raya.




No comments:

Post a Comment