Tuesday, February 2, 2016

8 SMP SEJARAH : PENDUDUKAN JEPANG DAN PERSIAPAN KEMERDEKAAN


8 SEJARAH P UH.1 SEMESTER II

PENDUDUKAN JEPANG DAN PERSIAPAN KEMERDEKAAN

1.       Kedatangan Jepang ke Indonesia dilatarbelakangi oleh keinginan Jepang untuk menyatukan kawasan Asia Pasifik dalam kekuasaan Jepang.

2.       Jepang mampu menjajah kawasan Asia Pasifik karena sebelumnya berhasil menggempur markas tentara sekutu (Amerika Serikat) di Pearl Harbour pada 7 Desember 1941.

3.       Perang antara sekutu dengan Jepang pada tahun 1941-1944 disebut Perang Asia Timur Raya

4.       Indonesia berhasil diduduki Jepang pada tanggal 8 Maret 1942 melalui Perjanjian Kalijati di Subang.

5.       Perjanjian Kalijati adalah perjanjian penyerahan kekuasaan dari pemerintah Hindia Belanda yang diwakili Ter Porten kepada pemerintah pendudukan Jepang yang diwakili Jend. Immamura.

6.       Penyebab kegagalan Hindia Belanda mempertahankan wilayahnya:
1.       Pasukan Hindia Belanda tidak mempersiapkan pertahanan yang baik
2.       Tentara Belanda di Indonesia banyak yang dikirim ke Belanda untuk menghadapi Jerman

7.       Jepang membagi wilayah Indonesia menjadi tiga wilayah militer, yaitu:
1.       Wilayah I: Jawa dan Madura dipimpin tentara AD ke-16 berpusat di Jakarta
2.       Wilayah II: Sumatra dipimpin tentara AD ke-23 berpusat di Bukit Tinggi
3.       Wilayah III: Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku dipimpin tentara AL berpusat di Makassar

8.       Pusat seluruh kekuasaan Jepang di Indonesia berada di Jakarta.

9.       Jepang merekrut rakyat Indonesia menjadi pasukan untuk membantu pasukan Jepang melawan tentara sekutu, yaitu :
1.       PETA: mempertahankan tanah air dari sekutu
2.       Heiho: membantu tentara Jepang di Asia Pasifik
3.       Seinendan: barisan pemuda
4.       Keibondan: pembantu polisi
5.       Fujinkai: barisan perempuan

10.   Jepang mengeksploitasi tenaga kerja Indonesia untuk membangun fasilitas Jepang dengan kerja paksa yang disebut romusha.

11.   Merampas sumber daya alam yang dimiliki Indonesia dalam memenuhi kebutuhan perang.

12.   Rakyat dikerahkan untuk menanam tanaman pangan untuk kebutuhan perang dan tanaman jarak yang digunakan sebagai pelumas pesawat terbang dan pelicin senjata.

13.   Latar belakang mempersiapkan negara merdeka:
1.       Sejak tahun 1944 posisi Jepang dalam Perang Asia Timur Raya mulai terdesak sehingga banyak wilayah yang jatuh ke tangan sekutu.
2.       Jepang masih tetap berusaha menarik simpati bangsa Indonesia dengan menjanjikan kemerdekaan di kemudian hari.

14.   Pada tanggal 17 September 1944 dalam sidang istimewa Parlemen Jepang di Tokyo, Perdana Menteri Koiso mengumumkan janji  bahwa daerah Indonesia diperkenankan merdeka di kemudian hari.

15.   Menghadapi situasi yang gawat, Jend. Kumikici Harada berusaha menyakinkan bangsa Indonesia tentang janji kemerdekaan itu dengan membentuk BPUPKI.

16.   BPUPKI = badan penyelidik usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia, atau dalam bahasa Jepang dokuritsu junbi cosakai dibentuk tanggal 1 Maret 1945.

17.   Tujuan dibentuknya BPUPKI adalah mempelajari dan menyelidiki hal-hal penting yang berkaitan dengan pembentukan negara Indonesia merdeka.

18.   Pelantikan anggota BPUPKI dilakukan pada tanggal 28 Mei 1945 yang bertepatan dengan hari ulang tahun raja Jepang Teno Heika.

19.   Pelantikan anggota BPUPKI dihadiri dua orang pembesar militer Jepang, yaitu Jenderal Izagaki dan  Jenderal Yuichiro Nagano dan pengibaran bendera merah putih di samping bendera Jepang Hinomaru.

20.   Ketua BPUPKI adalah dr.K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat dan  dibantu oleh dua orang ketua muda, yaitu seorang wakil Jepang bernama Icibangase dan R.P Suroso sebagai kepala sekretariat dengan dibantu oleh Toyohito Masuda dan Mr. A.G.Pringgodigdo.

21.   Anggota BPUPKI berjumlah 60 orang ditambah 7 orang Jepang tanpa hak suara.

22.   Tugas utama BPUPKI adalah merumuskan dasar negara dan rancangan UUD.

23.   Pada sidang hari pertama, yaitu tanggal 29 Mei 1945, Mr.Moh. Yamin dalam pidatonya mengemukakan lima asas sebagai dasar Negara Indonesia, yaitu :
http://pahlawancenter.com/wp-content/uploads/2013/09/Moh-Yamin-bw-253x300.jpg
1.       Perikebangsaan
2.       Perikemanusiaan
3.       Periketuhanan
4.       Perikerakyatan
5.       Kesejahteraan Rakyat

24.   Pada tanggal 31 Mei 1945 pada sidang berikutnya Prof. Supomo dalam pidatonya mengemukakan dasar Negara sebagai berikut :
http://pahlawancenter.com/wp-content/uploads/2013/09/DR-Soepomo-bw-253x300.jpg
1.       Paham Negara kesatuan
2.       Warga Negara hendaknya tunduk pada Tuhan dan supaya setiap saat ingat kepada Tuhan
3.       Sistem badan musyawarah
4.       Ekonomi Negara bersifat kekeluargaan
5.       Hubungan antar bangsa bersifat Asia Timur Raya

25.   Pada persidangan terakhir, yaitu pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Sukarno mengusulkan dasar falsafah Negara Indonesia merdeka terdiri dari lima asas dan diberi nama Pancasila yang bunyinya :
1.       Kebangsaan Indonesia
2.       Internasionalisme atau Perikemanusiaan
3.       Mufakat atau Demokrasi
4.       Kesejahteraan Sosial
5.       Ketuhanan Yang Maha Esa

26.   Menunggu masa sidang berikutnya, maka 9 anggota BPUPKI membentuk panitia kecil, kesembilan orang tersebut adalah Ir. Sukarno. Drs. Moh. Hatta, Mr. AA Maramis, Abikusno Tjokrosujoso, Abdulkahar Muzakir, Haji Agus Salim. Mr. Ahmad Subarjo. KH A. Wachid Hasyim dan Mr. Moh. Yamin, dengan diketuai oleh Ir. Sukarno.

27.   Panitia kecil atau yang juga disebut dengan panitia sembilan tersebut terus bekerja keras merumuskan rancangan Pembukaan Undang Undang Dasar, yang didalamnya nanti harus mengandung Asas dan Tujuan Negara Indonesia merdeka.

28.   Akhirnya tugas Panitia Sembilan terselesaikan pada tanggal 22 Juni 1945 dan hasil rumusannya disebut dengan “Piagam Jakarta” atau “Jakarta Charter” sesuai dengan nama yang diberikan oleh Moh. Yamin.

29.   Di dalam Piagam Jakarta dirumuskan lima asas yang akan diusulkan menjadi dasar falsafah Negara Indonesia Merdeka, yaitu :
1.       Ketuhanan dengan menjalankan syariat Islam bagi pemeluk pemeluknya
2.       Kemanusiaan yang adil dan beradab
3.       Persatuan Indonesia
4.       Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5.       Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

30.   Piagam Jakarta dengan beberapa perubahan terutama mengenai rumusan Pancasila itu kemudian menjadi Pembukaan UUD 1945.

31.   Pada sidang ke-dua BPUPKI tanggal 10-16 Juli 1945 dilakukan perumusan terakhir draft dasar negara, pembahasan rancangan UUD 1945 termasuk juga pembukaannya.

32.   Untuk tugas ini dibentuk panitia perancang UUD yang diketuai oleh Ir. Soekarno dengan anggota 18 orang.

33.   Pada tanggal 11 Juli 1945 panitia perancang UUD menyetujui isi pembukaan UUD diambil dari hasil Piagam Jakarta.

34.   Panitia ini kemudian membentuk panitia kecil perancang UUD yang diketuai Mr. Soepomo.

35.   Pada tanggal 13 Juli 1945 dibentuk panitia penghalus bahasa yang diketuai oleh Prof. Husein Djayaningrat.

36.   Dalam sidang tanggal 14 Juli 1945, Ir. Soekarno melaporkan hasil kerja panitia yang diketuainya.

37.   Hasil kerja tersebut terdiri dari tiga hal, yaitu:
a.       Pernyataan Indonesia Merdeka
b.      Pembukaan UUD 1945
c.       Batang tubuh UUD 1945

38.   Konsep pernytaan Indonesia merdeka disusun dengan mengambil alinea ke-1, 2, dan 3 Piagam Jakarta

39.   Pembukaan UUD 1945 terdiri dari empat alinea.

40.   Perbedaan dan kesepakatan dalam sidang BPUPKI:
a.       Sila pertama dalam Piagam Jakarta menurut golongan agama harus sesuai dengan syariat Islam, namun golongan nasionalis berpendapat harus mewakili semua agama. Akhirnya menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa saja.
b.      Bentuk negara Indonesia ada yang menginginkan republik, monarki, serikat, atau negara Islam. Namun disepakati bentuk negara republik.
c.       Wilayah Indonesia ada yang menginginkan bekas koloni Hindia Belanda selain Papua, bekas koloni Hindia Belanda ditambah Malaya, Borneo Utara, PapuaTimur, dan Timor Portugis, namun disepakati hanya bekas koloni Hindia Belanda saja.

41.   Setelah rancangan Undang Undang Dasar berhasil disusun, maka selesailah tugas BPUPKI dan pada tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan.



No comments:

Post a Comment