Friday, November 6, 2015

X IPS GEOGRAFI: MINERAL DAN BATUAN (LITOSFER)


X IPS  GEOGRAFI: MINERAL DAN BATUAN

1.       Kata litosfer berasal dari bahasa Yunani yaitu lithos = batuan, dan sphera = lapisan.

2.       Litosfer adalah lapisan kulit bumi yang terletak paling luar yang dapat dilihat dan diinjak dengan ketebalan 1.200 km dan berat jenis rata—rata 2,8 gram/cm³.

3.       Unsur-unsur utama penyusun litosfer adalah oksigen (46,6%), silikon (27,7%), almunium (8,1%), besi (5%), kalsium (3,6%), natrium (2,8%), dan magnesium (2,1%).

4.       Litosfer terdiri dari dua lapisan, yaitu:
a.       Lapisan SiAl: lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan almunium. Lapisan ini juga disebut lapisan kerak bumi yang bersifat padat dan kaku dengan ketebalan rata-ratga 35 km. Dalam lapisan ini terdapat batuan sedimen, granit, andesit, dan jenis batuan metamorf. Lapisan kerak dibedakan menjadi:
                             i.      Kerak benua: benda padatg yang tersusun atas batuan beku granit pada bagian atasnya dan batuan beku basalt pada bagian bawahnya.
                           ii.      Kerak samudra: benda padat yang terdiri atas endapan di laut pada bagian atas, kemudian batuan-batuan vulkanik, dan bagian paling bawahnya tersusun atas batuan beku gabro dan peridotit.
b.      Lapisan SiMa: lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan magnesium.lapisan ini memiliki berat jenis lebih besar dari pada lapisan SiAl karena kandungan besi dan magnesium dari mineral ferromagnesium dan batuan basalt. Lapisan ini bersifat elastis dan bertebalan rata-rata 65 km.

5.       Kerak bumi tersusun atas berbagai macam batuan dan mineral yang jumlahnya sekitar 3.500 mineral.

6.       Mineral dapat dibedakan berdasarkan warna, goresan, transparansi, kekerasan, struktur kristal, dan penampilannya.

7.       Apa perbedaan batu dengan mineral?
Jika dilihat dari komposisinya, batu merupakan kumpulan dari beberapa mineral. Sedangkan mineral adalah benda padat anorganik yang dihasilkan secara alami dan mempunyai struktur atom atau komposisi kimia tertentu.

8.       Bagaimana proses terbentuknya mineral?
Mineral terbentuk dari kombinasi berbagai unsur kimia yang akan membentuk struktur molekular dasar atau sel unit. Unit ini akan berikatan dengan sel-sel lain untuk membentuk padatan dengan struktur yang khas atau kristal. Pengaruh tekanan di dalam bumi membuat beberapa kristal tergabung membentuk batuan. Jenis batuan ini dapat ditemukan pada lapisan subsoil.

9.       Mineral jika dikomposisikan berdasarkan komposisi kimiawinya terbagi menjadi 9 kelompok, yaitu mineral karbonat, mineral silikat, mineral unsur, mineral sulfida, mineral halida, mineral fosfat, minerl oksida, mineral sulfat, dan mineral organogen.
No.
Kelompok Mineral
Penjelasan
Contoh
1.
Silikat
Terbentuhk dari persenyawaan antara silikon dan oksigen dengan beberapa unsur metal. Hampir 90% dari berat kerak  bumi dan 100% dari mantel bumi terdiri dari silikat. Silikat merupakan unsur utama pembentuk batuan.
Kuarsa, feldsfar alkali, feldsfar plagioklas, olivine, quartz, olivin, mika muscovit, mika biotit
2.
Sulfida
Terbentuk dari kombinasi antara unsur tertentu dengan sulfur yang umumnya terbentuk di sekitar gunung api
Pirit, calcocite, galena, sphalerite, kalkopirit,
3.
Oksida
Terbentuk dari kombinasi unsur tertentu dengan gugus anion oksida sebagai akibat persenyawaan langsung antara oksigen dan unsur tertentu
Oksida besi, krom, mangan, timah, almunium. Contoh mineralnya: korondum, hematite, kassiterite
4.
Karbonat
Mineral ini merupakan susunan utama yang membentuk batuan sedimen. Karbonat terbentuk di lingkungan lauht oleh endapan bangkai plankton, daerah evaporitic, dan daerah karst.
Kalsit, magnecite, dolomit, niter, borak, nitrat, borat
5.
Fosfat
Terbentuk dari persenyawaan logam fosfat yang radikal. Golongan ini dicirikan oleh adanya gugus anion PO43-, umumnya berkilap kaca atau lemak serta cenderung lunak, rapuh dan juga memiliki struktur kristal yang bagus dan berwarna
Apatite, flouroapatite, vanadine, turquoise, vivianit
6.
Sulfat
Terbentuk dari kombinasi logam dengan anion sulfat yang terjadi pada daerah dengan penguapan yang tinggi (evaporitik)
Zirkon, barite, celestite, anhydrite, gipsum, sulfite, selenate
7.
Unsur
Kelas mineral yang dicirikan dengan hanya memiliki satu unsur atau komposisi kimia saja
Emas, intan, perak, platina, tembaga, bismuth, arsenik
8.
Halida
Kelompok ini dicirikan dengan adanya dominasi dari ion halogenelektron negatif dan pada umumnya memiliki berat jenis yang rendah
Flourite, halite, silvit, kr]]iolit
9.
Organogen
Mjineral yang terbetuk dari sedimen yang dibentuk atau diendakan oleh organisme
Antrasit (batu bara tua)

10.   Perbedaan warna mineral disebkan oleh pengotoran ketika pembentukan berlangsung.

11.   Beberapa mineral memilki warna yang sama seperti malasit yang berwarna perunggu.

12.   Mineral yang memiliki banyak warna dinamakan alokromatik, contohnya flourit dan kuarsa.

13.   Mineral yang sama akan meninggalkan goresan dengan yang sama. Kesamaan tersebut disebabkan oleh persamaan fuat cepat struktur kristalnya. Contohnya crocoite akan meninggalkan goresan berwarna kuning.

14.   Transparansi adalah jumlah cahaya yang dapat menembus mineral. Klasifikasi transparansi mineral, yaitu:
a.       Transparan: kemampuan kita melihat benda lain melalui mineral tersebut, contohnya kuarsa.
b.      Semitransparan: hanya sebagian cahaya yang menembus mineral tersebut, contohnya akik.
c.       Kedap: mineral yang tidak tembus oleh cahaya, misalnya perunggu.

15.   Untuk membandingkan kekerasan mineral dapat menggunakan skala mohs.

16.   Tingkat kekerasan mineral dimulai dari yang paling lunak (1) sampai yang paling keras (10). Semakin tinggi skalanya, maka mineral tersebut dapat menggores mineral yang skalanya lebih rendah.

17.   Skala kekerasan mohs
Skala
Mineral
Keterangan
1
Talk
Sangat lunak, disebut sebagai batu sabun
2
Gipsum
Mudah tergores oleh kuku jari
3
Kalsit
Hanya tergoros oleh kuku jari jika searah bidang belahnya
4
Fluorit
Tidak tergores oleh kuku jmmari
5
Apatit
Sama keras dengan gigi
6
Feldspar
Sama keras dengan baja, cocok untuk batu mulia
7
Kuarsa
Dapat menggores kaca dan baja
8
Topas
Dapat menggores kuarsa dan memotong kaca
9
Korundum
Dapat menggores topas, tetapi mudah digores intan
10
Intan
Benda terkeras yang diketahui

18.   Struktur atom mineral akan mempengaruhi karakteristik dasar mineral sesuai dengan kedalaman bumi. Hasilnya adalah kristal-kristal yang membentuk wajah fuat cepat dan suduht yang spesifik.

19.   Bentuk mineral dibedakan menjadi dua yaitu sistem kristal dan penampilan.

20.   Sistem kristal dilihat berdasarkan atom-atom yang menyusuhn kristalnya. Leh sebab itu, sistem ini hanya menunjukkan struktur bagian dalam dan bukan penampilan luarnya.
No.
Sistem kristal
Keterangan
Contoh
1.
Isometrik (kubik)
Jumlah sumbu kristalnya ada 3 dan saling tegak lurus satu dengan yang lainnya. Dengan perbandingan panjang yang sama untuk masing-masing sumbunya.
Pirit
2.
Tetragonal
Sistem kristal ini mempunyai 3 sumbu kristal yang masing-masing saling tegak lurus. Sumbu a dan b mempunyai satuan panjang sama. Sedangkan sumbu c berlainan, dapat lebih panjang atau lebih pendek. Tapi pada umumnya lebih panjang.
Zirkon
3.
Hexagonal
Sistem ini mempunyai 4 sumbu kristal, dimana sumbu c tegak lurus terhadap ketiga sumbu lainnya. Sumbu a, b, dan d masing-masing membentuk sudut 120˚ terhadap satu sama lain. Sambu a, b, dan d memiliki panjang sama. Sedangkan panjang c berbeda, dapat lebih panjang atau lebih pendek (umumnya lebih panjang).
Zamrud
4.
Rhombohedral (Trigonal)
Hampir sama dengan sistem kristal hexagonal. Perbedaannya, bila pada sistem Trigonal setelah terbentuk bidang dasar, yang terbentuk segienam, kemudian dibentuk segitiga dengan menghubungkan dua titik sudut yang melewati satu titik sudutnya.
Hematit
5.
Orthorhombik
Sistem ini disebut juga sistem Rhombis dan mempunyai 3 sumbu simetri kristal yang saling tegak lurus satu dengan yang lainnya. Ketiga sumbu tersebut mempunyai panjang yang berbeda.
Topas
6.
Monoklin
Monoklin artinya hanya mempunyai satu sumbu yang miring dari tiga sumbu yang dimilikinya. Sumbu a tegak lurus terhadap sumbu n; n tegak lurus terhadap sumbu c, tetapi sumbu c tidak tegak lurus terhadap sumbu a. Ketiga sumbu tersebut mempunyai panjang yang tidak sama, umumnya sumbu c yang paling panjang dan sumbu b paling pendek.
Titanit
7.
Triklin
Sistem ini mempunyai 3 sumbu simetri yang satu dengan yang lainnya tidak saling tegak lurus. Demikian juga panjang masing-masing sumbu tidak sama.
Pirus
  
21.   Penampilan mineral adalah keseluruhan bentuk lunak suatu mineral yang terbentuk karena ketidakkeseimbangan pembentukan kristal akibat tekanan di lapisan subsoil.
No.
Penampilan
Keterangan
Contoh
1.
Masif
Mineral yang termasuk dalam kategori ini terlihat padat dan membulat
Emas
2.
Reniform
Mineral jenis ini kristal-kristalnya berbentuhk seperti ginjal
Hematit
3.
Lamellar
Mineral jenis ini memiliki kristal-kristal yang ditandai dengan garis-garis sejajar yang dalam
Grafit
4.
Asikuler
Mineral ini memiliki jarum-jarum yang tajam
Skolesit
5.
Prismatik
Mineral jenis ini memiliki sejumlah bidang pararel sejenis
Beril
6.
Dendrit
Mineral ini memiliki bentuk kristal yang menyerupai rimbunan pepohonan
Perak

22.   Batuan terus mengalami evolusi melalui proses siklus batuan. Batuan baru akan terus terbentuk, selanjutnya mengalami kehancuran, perubahan, fuat cepat terpendam lagi di dalam bumi, membentuk batuan yang baru lagi, dan begitu seterusnya.

23.   Berdasarkan pembentukannya batuan dibedakan menjadi tiga, yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf.

24.   Batuan beku (igneus rocks) terbentuk dari proses pembekuan atau pengkristalan magma dalam perjalanannya menuju permukaan bumi. Batuan beku terdiri atas:
a.       Batuan beku dalam: batuan plutonik yang membeku lambat di bawah permukaan bumi, misalnya granit, grabo.
b.      Batuan beku korok/gang: batuan intrusi atau hipabisal yang membeku sebelum sampai ke permukaan bumi, misalnya granodiorit
c.       Batuan beku luar/leleran: batuan ekstrusif atau efusif yang membeku di permukaan bumi, misalnya obsidian, batu apung

25.   Batuan endapan (sedimentary rocks) terbentuk dari proses pengendapan bahan lepas (fragmen) hasil perombakan atau pelapukan batuan lain yang kemudian mengalami proses pembatuan, pemadatan, dan perekatan. Batuan endapan terdiri dari:
a.       Batuan sedimen klastis/mekanis: batuan yang terendapkan dari hasil rombakan batuan asal, misalnya konglomeratg, breksi, batgu pasir, batu lempung, serpih, dan napal.
b.      Batuan sedimen organik: batuan yang berasal dari endapan bahan organis, misalnya batu gamping, batu gambut, batu  bara, dan diatomit.
c.       Batuan sedimen kimiawi: batuan endapan akibat proses kimiawi, misalnya evaporit, travertin, anhidrit, halit, dan batu gips.
d.      Batuan sedimen piroklastik: batuan endapan hasil fuat cepat erupsi gunung api berupa abu atau debu, misalnya tufa.

26.   Berdasarkan tenaga yang mengangkutnya (media), batuan sedimen dibagi menjadi:
a.       Sedimen akuatis: oleh media air, misalnya batu pasir dan batu lempung
b.      Sedimen aeolis/aeris: oleh media angin, misalnya tanah loss dan tanah pasir
c.       Sedimen glasial: oleh media es yang mencair, misalnya batu morena.

27.   Berdasarkan tempat diendapkannya, batuan sedimen dibedakan menjadi:
a.       Sedimen teristis: diendapkan di daratan, misalnya batu tuf, batu pasir, tanah loss
b.      Sedimen marine: diendapkan di lautan, misalnya batu karang, batu garamj
c.       Sedimen fluvial: diendapkan di sungai, misalnya batu breksi, konglomerat
d.      Sedimen limnis: diendapkan di danau, misalnya batu gambut, tanah rawa
e.      Sedimen glasial: diendapkan di daerah es, misalnya batu morena

28.   Batuan malihan/metamorf terbentuk dari proses perubahan batuan asal, akibat pengaruh tekanan dan atau temperatur fuat cepat yang sangat tinggi sehingga menjadi batuan yang baru. Jenis batuan metamorf yaitu:
a.       Batuan metamorf kontak/sentuh/termal: batuan malihan akibat bersinggungan dengan magma, misalnya marmer, kuarsit, batu tanduk.
b.      Batuan metamorf tekan/dinamo/kataklastik: batuan malihan akibat tekanan yang sangat tinggi yang tinggi, misalnya sabak, sekis, filit.
c.       Batuan metamorf regional/dinamo-termal: batuan malihan akibat pengaruh tekanan dan temperatur yang sangat tinggi, misalnya genes, amfibolit, dan grafir.

29.   Pemanfaatan mineral dalam kehidupan sehari-hari:
No.
Mineral
Pemanfaatan
1.
Intan
Batu mulia, perhiasan, mata bor
2.
Akik
Batu mulia, perhiasan
3.
Lazuli
Bahan pembuatan perhiasan
4.
Barit
Analisis dalam radiografi, agregat semen
5.
Azurit
Pigmen warna biru dalam cat
6.
Hematit
Pigmen warna merah dalam kosmetik
7.
Asbes
Kampas rem, kampas kopling, atap rumah, alat pemadam api
8.
Bauksit
Bahan baku almunium
9.
Belerang
Industri pupuk, kosmetik, bahan peledak
10.
Dolomit
Bahan pembuatan semen
11.
Emas
Bahan pembuatan perhiasan
12.
Felspar
Bahan gerinda, campuran keramik dan kaca
13.
Fosfat
Bahan pupuk kimia, cat glow in the dark
14.
Magnesit
Bahan refraktori, industri semen sorel, isolator
15.
Magan
Proses produksi besi baja, batrai kering, keramik, gelas

30.   Pemanfaatan batuan dalam kehidupan sehari-hari
No.
Batuan
Pemanfaat
1.
Granit
Keramik bernilai ekonomis tinggi
2.
Apung
Pembersih lantai dari kerak
3.
Gamping
Pondasi bangunan, bahan baku semen
4.
Konglomerat
Pondasi bangunan
5.
Pasir
Bahan bangunan untuk tembok
6.
Breksi
Pondasi bangunan
7.
Kuarsa
Bahan pembuatan kaca, gelas, botol
8.
Sabak
Papan tulis sebelum ada buku
9.
Batu bara
Bahan bakar PLTU, mesin uap
10.
Marmer
Keramik dan alas meja bernilai ekonomis tinggi


31.   Sumber: Hermanto, Gatot. 2013. Geografi untuk SMA/MA Kelas X (Peminatan). Bandung: Yrama Widya. Hlm: 107 – 117. 


fuat cepat 

No comments:

Post a Comment