Friday, October 9, 2015

RUANG LINGKUP ILMU GEOGRAFI

Ruang Lingkup Geografi


Ruang lingkup geografi sangat luas, meliputi kehidupan di muka bumi, di ruang angkasa, berbagai gejala alam, serta interaksi antara manusia dan lingkungannya dalam konteks keruangan dan kewilayahan. Pengetahuan mengenai gejala alam dan kehidupan di fuatcepat muka bumi disebut dengan gejala geosfer, dalam hal ini geografi akan mempelajari penyebab terjadinya dan menjelaskan mengapa dan bagaimana terjadinya gejala geosfer. Menurut Rhoads Murphy dalam buku yang berjudul ”The Scope of Geography”, ia menyatakan bahwa ruang lingkup kajian geografi terdiri atas tiga hal, yaitu:
1.       Analisis keruangan berupa persebaran dan keterkaitan (relasi) manusia di Bumi serta aspek keruangan dan pemanfaatannya bagi tempat hidup manusia.
2.       Analisis ekologi berupa hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungan fisik alam yang merupakan bagian dari kajian keanekaragaman wilayah.
3.       Analisis kewilayahan berupa kerangka regional dan analisis wilayah yang berciri fuatcepat khusus.

Geografi terpadu menggabungkan analisis keruangan, analisis ekologi, dan analisis kewilayahan. Hakikat geografi terpadu adalah mengintegrasikan elemen-elemen dari geografi sistematik. Setiap analisis dalam geografi terpadu dibedakan atas dua macam, yaitu teori dan penerapan. Kajian ilmu geografi terdiri atas geografi fisik, geografi sosial, geografi fisik, dan geografi regional.

1. Geografi fisik
Geografi fisik mempelajari lanskap atau bentang alam fisik Bumi tempat tinggal makhluk hidup, misalnya gunung, dataran rendah, sungai, dan pesisir. Geografi fisik menjelaskan penyebaran kenampakan alam yang bervariasi serta mencari fuatcepat jawaban tentang pembentukan dan perubahannya dari kenampakan masa lalu. Ilmu-ilmu pendukung geografi fisik yaitu:
1)      Geologi : mempelajari  proses terbentuknya bumi, sifat-sifat fisik, kompoisi, struktur, dan bagaimana bumi berubah dari waktu ke waktu.
2)      Geomorfologi: mempelajari proses terbentuknya permukaan bumi, dinamika bentang alam, dan memprediksikan perubahan pada masa depan dengan menggunakan kombinasi pengamatan lapangan, percobaan dan modeling.
3)      Pedologi: mempelajari berbagai aspek geologi tanah seperti pembentukan tanah (pedogenesis), morfologi tanah (sifat dan ciri fisika dan kimia), dan klasifikasi tanah.
4)      Paleogeografi: mempelajari dan menganalisis bentuk permukaan Bumi di masa lalu dengan bukti fisik dari lapisan Bumi.
5)      Glasiologi: mempelajari tentang sifat-sifat fisika dan kimia dari es dan salju (gletser), pembentukan formasi, pergerakan dan juga evolusinya.
6)      Biogeografi: mempelajari tentang keanekaragaman hayati berdasarkan penyebarannya dalam ruang dan waktu.
7)      Meteorologi: mempelajari atmosfer bumi khususnya untuk keperluan prakiraan cuaca dan fenomena atmosfer secara tepat (misalnya pembentukan awan, curah hujan, dan petir).
8)      Klimatologi: mempelajari iklim, kejadian rata-rata selama beberapa tahun sampai millenia, dan juga perubahan dalam pola cuaca jangka panjang, dalam hubungannya dengan kondisi atmosfer.
9)      Hidrologi: mempelajari pergerakan, distribusi, dan kualitas air tawar di seluruh bumi, termasuk siklus air dan sumber daya air.
10)   Oseanografi: mempelajari samudra atau lautan yang menyangkut dinamika ekosistem; arus samudra, gelombang, dan dinamika cairan geofisika; tektonik lempeng dan geologi dasar laut, dan arus berbagai zat kimia dan fisika di dalam lautan dan perbatasannya.

2. Geografi sosial
Geografi sosial mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan alam dan antara manusia dengan manusia lainnya. Geografi manusia mencoba mendeskripsikan dan menjelaskan pola-pola kenampakan manusia dan kegiatannya serta meneliti hubungan antara manusia dan lingkungannya. Ilmu-ilmu pendukung fuatcepat geografi sosial yaitu:
1)      Geografi ekonomi: mempelajari bagaimana cara manusia mengeksploitasi sumber daya alam, menghasilkan barang dagangan, pola lokasi, dan persebaran kegiatan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan manusia.
2)      Geografi politik: mempelajari unit-unit politik, wilayahnya, perbatasan, unsur-unsur kekuatan nasional, dan politik internasional  yang dilihat secara geografis.
3)      Geografi penduduk: mempelajari tentang kependudukan berdasarkan variasi ruang dari distribusi, komposisi, perpindahan, pertumbuhan dan permasalahannya yang dikaitkan dengan variasi ruang di berbagai tempat di permukaan bumi.
4)      Geografi pariwisata: mempelajari berbagai hal yang terkait dengan aktivitas perjalanan wisata, meliputi karakteristik destinasi (objek) wisata, aktivitas, berbagai fasilitas wisata, dan unsur-unsur geografis yang mendukung kegiatan pariwisata di suatu wilayah.
5)      Geografi desa dan kota: mempelajari ciri, pola, struktur, lingkungan, dan interaksi keruangan antara pendudu desa dan kota.
6)      Geografi pertanian: mempelajari aktivitas pertanian di berbagai wilayah sebagai hasil interaksi manusia dengan alam dan juga mengkaji pola-pola dari kegiatan pertanian yang bervariasi dari tempat-tempat, meliputi segala kegiatan pertanian pada ruang dan waktu pertanian.
7)      Geografi transportasi: mempelajari tentang pergerakan-pergerakan atau mobilitas baik itu manusia/barang/jasa yang terjadi dalam suatu ruang permukaan bumi.

3. Geografi teknik
Geografi teknik membahas fuatcepat cara memvisualisasikan dan informasi geografis  dalam bentuk peta, foto, dan citra satelit. Gambaran informasi geografis akan mempermudah dalam mempelajari fenomena geosfer dan persebarannya. Ilmu-ilmu pendukung geografi teknik yaitu:
1)      Kartografi:  ilmu dan seni yang mempelajari segala sesuatu tentang peta, mulai dari sejarah, perkembangan, pembuatan, pengetahuan, penyimpanan, hingga pengawetan serta cara-cara penggunaan peta.
2)      Penginderaan jauh: suatu ilmu, seni, dan teknik dalam usaha mengetahui benda, dan gejala dengan cara menganalisis objek dan arah tanpa adanya kontak langsung dengan benda, gejala, dan objek yang dikaji. 
3)      Fotogrametri: suatu pengetahuan, seni dan teknologi untuk memperoleh data dan informasi tentang suatu obyek serta keadaan di sekitarnya melalui suatu proses pencatatan, pengukuran dan interpretasi bayangan fotografis (hasil pemotretan).
4)      Sistem Informasi Geografis: sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan, memanipulasi, dan menganalisis informasi geografi.

4. Geografi regional
Geografi regional membahas variasi penyebaran gejala fisik dan sosial secara terintegrasi dalam ruang tertentu, baik secara lokal, negara, maupun benua. Geografi regional menegaskan kembali topik bahasan geografi pada ruang dan tempat. Ahli geografi regional memfokuskan pada pengumpulan informasi deskriptif tentang fuatcepat suatu tempat, juga metode yang sesuai untuk membagi bumi menjadi beberapa wilayah atau region. Ilmu-ilmu pendukung geografi regional yaitu:
1)      Geografi Regional Indonesia: mempelajari karakteristis negara Indonesia dari gejala fisik, gejala sosial, dan interelasinya  secara terintegrasi dalam ruang tertentu.
2)      Geografi Regional Asia Tenggara: mempelajari karakteristis kawasan Asia Tenggra dari gejala fisik, gejala sosial, dan interelasinya  secara terintegrasi dalam ruang tertentu.
3)      Geografi Regional Negara Maju: mempelajari karakteristis negara-negara maju di dunia dari persebaran, gejala fisik, gejala sosial, dan interelasinya  secara terintegrasi dalam ruang tertentu.

4)      Geografi Regional Negara Berkembang: mempelajari karakteristis negara-negara berkembang di dunia dari persebaran, gejala fisik, gejala sosial, dan interelasinya  secara terintegrasi dalam ruang tertentu.



No comments:

Post a Comment