Thursday, October 15, 2015

LK 10 SMA IPS - GVEOGRAFI: MENGENAL BUMI


10 SMA IPS-GEOGRAFI BAB 3 MENGENAL BUMI



1.      Tata surya adalah kumpulan benda-benda angkasa yang terdiri atas matahari, planet, satelit, asteroid, komet, dan meteor.

2.      Teori terbentuknya tata surya:
a.      Teori Kant (Immanuel Kant): tata surya berasal dari bola gas yang bersuhu tinggi dan berputar lamban. Karena proses pendinginan, inti yang volumenya kecil menjadi planet, sedangkan inti yang volumenya besar menjadi matahari.
b.      Teori Nebula (Simon Laplace): tata surya berasal dari bola gas nebula yang bersuhu tinggi dan berputar cepat. Karena perputaran yang cepat, maka sebagian dari massa kabut terlepas dan membentuk planet, sedangkan intinya menjadi matahari.
c.       Teori Planetisimal (Moulton – Chamberlain): tata surya berasal dari material kabut padat yang berhamburan  yang disebut planetisimal. Benda padat ini kemudian saling tarik menarik dan lama kelamaan material yang terlepas menjadi planet.
d.      Teori Pasang-Surut (Jeans – Jeffery): tata surya terbentuk dari bintang besar yang lewat dekat matahari. Karena gaya tarik bintang tersebut, massa matahari membentuk tonjolan ke arah bintang besar tersebut. Tonjolan tersebut berbentuk cerutu yang tertarik dan kemudian terlepas membentuk tetesan raksasa yang lama kelamaan membeku membentuk planet.
e.      Teori Proto Planet (Weizsaecker, Kuiper, dan Chandra): tata surya terbentuk dari kabut gas di sekitar matahari membentuk gumpalan-gumpalan dan secara evolusi menjadi gumpalan padat yang disebut proto planet.

3.      Pada proses awal pembentukan bumi, setiap bagian akan terpisah-pisah sesuai dengan beratnya.

4.      Bagian yang berat akan memusat membentuk inti yang dinamakan barisfer (inti bumi), sedangkan bagian-bagian yang ringan akan membentuk kerak bumi atau litosfer.

5.      Lapisan litosfer yang terbentuk berupa satu benua besar yang disebut pangea.

6.      Pangea berasal dari bahasa Yunani, yang artinya keseluruhan bumi.

7.      Teori gerakan benua
a.      Teori Apungan dan Pergeseran Benua (Continental Drift) oleh Alfred Wegener: benua-benua yang ada sekarang ini dahulu merupakan satu benua, kemudian terjadi pergerakan benua besar di selatan ke arah barat dan utara. Bukti pergeseran benua menurut Wegener:
                            i.      Persamaan formasi gelogi antara pantai timur Amerika dengan pantai barat Eropa dan Afrika.
                          ii.      Pulau Greenland menjauhi Eropa dengan kecepatan 36 meter setiap tahun.
                        iii.      Pulau Madagaskar menjauhi Afrika dengan kecepatan 9 meter setiap tahun.
                         iv.      Samudra Atlantik semakin meluas karena benua Amerika bergerak ke arah barat.
                           v.      Adanya akivitas gempa yang besar di sepanjang patahan St. Andreas di sebelah barat benua Amerika.
b.      Teori kontraksi oleh Des Cartes: bumi mengalami penyusutan dan mengkerut karena pendinginan sehingga membentuk lembah-lembah.
c.       Teori kontraksi oleh Ed Suess: persamaan formasi geologi di Amerika Selatan, India, Australia, dan Antartika disebabkan karena daerah tersebut dahulu pernah bersatu menjadi satu benua yang disebut gondwana.
d.      Tim Peneliti Amerika yang ingin membuktikan teori Wegener: berhasil menemukan fosil amfibi Labyrintodont di Kutub Selatan yang seharusnya hidup di daerah Amerika Selatan. Berdasarkan penemuan tersebut mereka menyimpulkan:
                            i.      Kutub Selatan pada 200 juta tahun yang lalu berada di dekat khatulistiwa.
                          ii.      Hanya terdapat dua dartan besar yaitu Laurasia di sebelah utara dan Gondwana di sebelah selatan pada 150 tahun yang lalu.

8.      Gondwana adalah benua raksasa di belahan bumi selatan. Benua ini sekarang terpecah menjadi Antartika, Afrika, Amerika Selatan, Australia, Papua, India, Arab, Selandia Baru, Kaledonia dan Madagaskar.

9.      Tanah yang kita pijak ini tidaklah diam. Litosfer bumi terpecah menjadi beberapa lempeng yang mengapung di atas astenosfer (bagian atas mantel bumi). Misalnya benua Eropa dan Amerika saling menjauh dengan kecepatan 2,5 cm setiap tahun. Sedangkan India dan Asia selalu mendekat 4-6 cm per tahunnya.

10.  Gerakan Permukaan Bumi
a.      Arus konveksi: panas dari internal bumi akan naik ke atas sehingga menimbulkan arus konveksi yang akan menyebabkan bergeraknya lempeng.
b.      Gerakan mendekat dan menjauh lempeng: gerakan tektonik lempeng mampu menghasilkan lautan ketika dua lempeng saling menjauh (divergen). Jika gerakan dua lempeng saling bertumbukan (konvergen) akan membentuk deretan pegunungan. Pegerakan lempeng aka menghasilkan tiga bentuk pertemuan di antara lempeng-lempeng, yaitu:
                            i.      Subduction zones apabila dua lempeng saling mendekat dan bertumbukan.
                          ii.      Divergent junctions apabila dua lempeng saling menjauh.
                        iii.      Transform faulth apabila dua lempeng saling bersinggungan.

11.  Transform faulth adalah pergeseran antara dua lempeng, yang apabila terjadi akan menimbulkan gempa bumi. Contohnya Celah San Andreas di California, tempat bertemunya lempeng Pasifik dan Amerika Utara.

12.  Lempeng samudra yang berbatasan dengan lempeng benua didesak ke bawah . Hal ini akan memunculkan deretan gunung api di tepi benua, contohnya adalah pegunungan Andes Cordillera di Chilie.

13.  Zona divergensi akan terbentuk apabila dua lempeng samudra bergerak saling menjauh. Hal ini akan menimbulkan aktivitas vulkanik di laut dalam. Punggung Tengah Samudra Atlantik merupakan salah satu sabuk pegunungan bawah laut atau sering disebut sebagai punggung samudra.

14.  Lempeng benua dapat terpisah, contohnya adalah terbentuknya lembah celah besar di Afrika Timur. Daerah paling rendah di celah ini lambat laun akan terisi dengan air laut.

15.  Pada saat dua lempeng benua bertemu, kadangkala keduanya akan tetap bersama. Karena pengaruh tekanan, kerak akan menebal dan melipat. Hal ini yang terjadi pada Pegunungan Himalaya dan Dataran Tinggi Tibet.

16.  Pada saat dua lempeng samudra bertemu, maka lempeng yang lebih rapat akan bergeser ke bawah. Magma yang keluar dari proses ini akan membentuk busur pulau-pulau, misalnya kepualauan Filipina.

17.  Pulau Sumatra, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara terbentuk akibat aktivitas vulkanik di bawah permukaan bumi. Aktivitas tersebut akan mengeluarkan lava yang semakin lama akan bertambah banyak dan memadat membentuk gunung, kemudian pegunungan, dan busur pulau yang sering disebut sebagai Island Arc.

18.  Gerakan permukaan bumi
Keterangan
Konvergen
Divergen
Transforn
Gerakan
Mendekat
Menjauh
Melewati
Dampak
Andes Cordillera, Pegunungan Himalaya, Plato Tibet, Kepulauan Filipina
Celah besar di Afrika Timur, Punggung tengah samudra Atlantik
Celah San Andreas
Topografi
Gunung api, palung laut
Punggung samudra, celah besar
Patahan, lipatan
Aktivitas vulkanisme
Gunung api di daratan
Gunung api di dasar laut
Tidak ada

19.   Ciri-ciri planet bumi
a.      Atmosfernya banyak mengandung uap air
b.      Suhu antara siang dan malam seimbang
c.       Luas bumi adalah 510.101.000 km²
d.      Masa rotasinya 23 jam, 44 menit, dan 46 detik; sedangkan masa revolusinya 365 hari
e.      Diameter khatulistiwanya 12.575 km, sedangkan jarak dari kutub utara ke kutub seelatan adalah 12.714 km
f.        Sekitar 71% permukaan bumi ditutupi oleh air dan hanya 29% merupakan daratan sehingga disebut planet biru

20.  Rotasi bumi adalah pergerakan bumi pada porosnya dengan arah negatif (berlawanan dengan jarum jam) yaitu dari barat ke timur.

21.  Peristiwa-peristiwa yang terjadi akibat gerak rotasi bumi:
a.      Peredaran semu harian benda langit: matahari dan benda-benda langit terlihat bergerak dari timur ke barat.
b.      Pergantian siang dan malam: perbedaan sorotan sinar mati dan intensitas penyinaran sinar matahari.
c.       Perbedaan waktu:  perbedaan siang dan malam antarsuatu wilayah menyebabkan perbedaan waktu di dunia.
d.      Perbedaan percepatan gravitasi bumi: di ekuator lebih kecil daripada percepatan gravitasi di kutub.
e.      Pembelokan arah angin: pembelokan arah angin karena gaya coriolis yang dijelaskan dalam hukum Buys Ballot.
f.        Pembelokan arus laut: arus laut berbelok searah jarum jam (ke kanan) di laut belahan bumi utara dan sebaliknya.

22.  Revolusi bumi adalah pergerakan bumi mengelilingi matahari pada bidang ekliptika yang selalu miring 23,5° terhadap garis yang tegak lurus. Hal ini menciptakan sudut antara bidang orbit planet lain dengan ekliptika yang disebut inklinasi.

23.  Peristiwa-peristiwa yang terjadi akibat gerak revolusi bumi:
a.      Terjadinya paralaks bintang: pergeseran kedudukan bintang yang dekat ke bumi.
b.      Terjadinya aberasi cahaya bintang: perpindahan arah cahaya bintang akibat gerak revolusi bumi.
c.       Gerak semu tahunan matahari: seolah-olah matahari selalu bolak-balik antara 23,5° LU dan LS tiap tahunnya.
d.      Perubahan lamanya siang dan malam: setiap 22 Juni matahari berada pada 23,5° LU sehingga di belahan bumi utara mengalami siang yang lebih panjang daripada malam dan sebaliknya.
e.      Pergantian musim: posisi matahari yang condong ke kutub utara dan semakin menjauhi kutub selatan.
f.        Terlihatnya rasi bintang yang bebeda-beda: rasi bintang adalah kumpulan beberapa bintang yang membentuk pola tertentu.

24.  Planet bumi memilki tiga lapisan yaitu minti, mantel, dan kerak. Di antara lapisan mantel dan kerak terdapat zona transisi yang bersifat diskontinu, oleh sebab itu zona tersebut disebut sebagai Mohorovicic Discontinuity.

25.  Karakteristik lapisan bumi dari yang paling atas ke bawah:
1)      Kerak kontinental
2)      Kerak osianik
3)      Mohorovicic Discontinuity
4)      Mantel atas
5)      Mantel bawah
6)      Gutenberg Discontinuity
7)      Inti luar
8)      Lehmann Discontinuity
9)      Inti dalam 

26.  Bersambung ....


Sumber: Hermato, Gatot. 2013. Geografi untuk SMA/MA Kelas X (Peminatan). Bandung: Yrama Widya.



No comments:

Post a Comment