Wednesday, October 28, 2015

7 SMP IPS SOSIOLOGI : BAB 2 KEHIDUPAN SOSIAL


7 SMP  2015 – 2016

IPS SOSIOLOGI BAB 2 KEHIDUPAN SOSIAL

1.      Manusia sbagai makhluk sosial diciptakan untuk berhubungan dan bergaul dengan sesamanya sehingga manusia tidak dapat hidup sendirian dan melakukan interaksi sosial.

2.      Interaksi berasal dari bahasa Inggris = interaction yang berarti saling mempengaruhi atau segala sesuatu hal pengaruh dan mempengaruhi.

3.      Interaksi sosial adalah hubungan antara manusia satu dengan manusia lain yang saling mempengaruhi.

4.      Hubungan interaksi sosial dengan proses sosial yaitu interaksi sosial merupakan dasar dari terjadinya proses sosial.

5.      Dengan adanya proses sosial, masyarakat menjadi dinamis karena warga yang satu dengan warga lainnya saling berinteraksi secara individu maupun kelompok.

6.      Gregoriusness adalah naluri manusia untuk hidup bergaul dengan sesamanya sejak dilahirkan.

7.      Kebutuhan manusia yang paling mendasar:
a.      Afeksi: kebutuhan berupa rasa kasih sayang, persahabatan, dan percintaan.
b.      Interaksi: kebutuhan untuk  bergabung dengan sesamanya menjadi bagian dari kelompok.
c.       Kontrol: kebutuhan untuk mengambil keputusan, memimpin, mempengaruhi, dan mengatur.

8.      Macam-macam interaksi sosial:
a.      Interaksi antarindividu
b.      Interaksi individu dengan kelompok
c.       Interaksi antarkelompok

9.      Sosialisasi adalah suatu proses di mana seorang individu mempelajari cara hidup masyarakat untuk mengembangkan potensinya sesuai dengan nilai, norma, dan kebiasaan masyarakat.

10.  Pengertian proses sosialisasi:
a.      Secara umum: proses pembelajaran masyarakat untuk mengajarkan warganya untuk masuk ke dalam kebudayaan.
b.      Secara khusus: seperangkat kegiatan masyarakat dimana individu dalam masyarakat belajar dan mengajar untuk memahirkan diri dalam peranan sosial sesuai dengan potensinya.

11.  Proses sosialisasi:
a.      Sosialisasi primer: awal penanaman sosialisasi bagi seorang individu yang berlangsung di lingkungan keluarga.
b.      Sosialisasi sekunder: berlangsung di luar lingkungan keluarga melalui pendidikan formal dan nonformal dalam masyarakat.

12.  Faktor pmbentuk kepribadian sesorang dipengaruhi:
a.      Sosialisasi dalam keluarga
b.      Sosialisasi dengan teman sepermainan
c.       Sosialisasi pada lingkungan sekolah
d.      Sosialisasi pada lingkungan kerja
e.      Sosialisasi dengan media massa

13.  Bentuk interaksi sosial dalam masyarakat:
a.      Asosiatif: interaksi sosial yang mengarah pada bentukbentuk kerjasama, persatuan, dan persekutuan yang saling mengikat.
b.      Disasosiatif: interaksi sosial yang cenderung membawa individu/kelompok menuju perpecahan dan memudarnya solidaritas anggota kelompok.

14.  Bentuk-bentuk interaksi sosial asosiatif:
a.      Kerjasama (cooperation): usaha bersama antarindividu atau kelompok dlm menyelasaikan kegiatan untuk mencapai tujuan bersama.
b.      Akomodasi: upaya yang dilakukan manusia untuk meredakan suatu pertentangan untuk mencapai kestabilan.
c.       Asimilasi: usaha-usaha untuk mengurangi perbedaan dalam beberapa individu atau kelompok yantg meliputi usaha mempertinggi kesatuan tindakan, sikap, dan proses mental dengan memperhatikan kepentingan dan tujuan bersama.

15.  Bentuk kerjasama menurut Soerjono Soekanto:
a.      Bargaining: tukar menukar jasa dan barang dengan cara tawar-menawar dan pemberian pendapat untuk mencapai tujuan
b.      Kooperasi: penerimaan unsur-unsur baru oleh seorang pemimpin utk mncegah kegoncangan dlm organisasi.
c.       Kombinasi: gabungan antara dua atau lebih organisasi untuk tujuan yang sama.
d.      Joint venture: kerjasama antar individu atau individu dgn kelompok dlm mngusahakan proyek tertentu.

16.  Bentuk akomodasi dalam masyarakat:
a.      Koersi: proses akomodasi yang dilakukan dengan cara pakasaan terhadap pihuak yang lemah
b.      Kompromi: pihak-pihak yang bersengketa saling mengurangi tuntutan untuk pnyelesaian masalah
c.       Arbitrasi: proses akomodasi melalui pihak ketiga yang dipilih kedua pihak sbg pengambil kputusan
d.      Mediasi: proses akomodasi melalui pihak ketiga yang netral sebagai penasehat kedua pihak
e.      Konsiliasi: usaha mmpertemukan keinginan pihak yg bersengketa untuk mncapai tujuan bersama
f.        Toleransi: proses akomodasi tanpa persetujuan formal yg timbul secara tidak disengaja
g.      Stelamate: pihak-piuhak yang bersengketa mempunyai kekuatan yang seimbang
h.      Adjusdikasi: proses akomodasi melalui peradilan hukum yang brlaku dalam sistem pradilan negara

17.  Tujuan akomodasi:
a.      Mengurangi pertentangan dalam masyarakat
b.      Mencegah meledaknya suatu pertentangan
c.       Memungkinkan timbulnya kerjasama
d.      Mengusahakan penyatuan antarkelompok

18.  Bentuk-bentuk interaksi sosial disasosiatif:
a.      Persaingan (kompetisi): proses sosial diman individu atau kelompok yantg terlibat dalam bidang-bidang kehidupan masing-masing berusaha untuk memperebutkan sesuatgu dari sejumlah tujuan yang mereka harapkan.
b.      Kontravensi: proses sosial yang berada di antara persaingan dengan pertentangan yang didasari oleh sikap keragu-raguan.
c.       Pertentangan (konflik): proses sosial dimana individu atau kelompok berusaha memenuhi tujuannya dengan cara menentang pihak lawan dengan ancaman atau kekerasan.

19.  Fungsi persaingan dalam batas-batas tertentu:
a.      Sarana untuk menyalurkan keinginan untuk mencapai prestasi
b.      Sarana untuk melahirkan penemuan-penemuan baru untuk memenuhi keinginan
c.       Alat untuk mengadakan seleksi agar mnghasilkan orang yang tepat sesuai status dan perannya
d.      Alat untuk mengadakan pembagian kerja yang efektif sesuai minat, bakat, dan kemampuan.

20.  Bentuk-bentuk kontravensi:
a.      Kontravensi umum: penolakan, perlawanan, menghalangi, menganggu, pengacauan, dll.
b.      Kontarvensi sederhana: memaki, memfitnah, menyangkal, cercaan, kampanye hitam, dll.
c.       Kontravensi insentif: penghasutan
d.      Kontravensi rahasia: pengkhianatan
e.      Kontravensi taktis: mengejutkan lawan
f.        Kontravensi parlementer: kelopok masyarakat yang saling bersaing untuk mendapat pengaruh

21.  Sebab-sebab terjadinya pertentangan:
a.      Perbedaan antarindividu: misalnya perbedaan pendirian dan perasaan antarindividu
b.      Perbedaan kepribadian: misalnya perbedaan pola-pola kebudayaan
c.       Bentrokan antarkepentingan: misnyalnya perbedaan kepentingan dalam bidang politik, sosial, agama, hukum, ekonomi, dll
d.      Perubahan sosial yang terlalu cepat yang menyebabkan disorganisasi sosial.

22.  Bentuk-bentuk pertentangan:
a.      Pertentangan pribadi: pertentangan antarindividu dalam masyarakat
b.      Pertentangan rasial: pertentangan antarras (warna kulit) yang berbeda
c.       Pertentangan antarkelas sosial: pertentangan karena perbedaan kepentingan masyarakat
d.      Pertentangan politik: pertentangan yang menyangkut masalah politik
e.      Pertentangan yang bersifat internasional: pertentangan yang menyangkut kedaulatan negara-negara yang saling betentangan.

23.  Proses interaksi sosial memiliki dua syarat yaitu kontak sosial dan komunikasi.

24.  Istilah kontak berasal dari bahasa latin, yaitu cum atau con yang berarti bersama-sama dan tangere yang berarti membentuk.

25.  Secara harfiah, kontak sosial berarti bersama-sama membentuk.

26.  Pengertiaan kontak sosial:
a.      Secara fisik: kontak terjadi jika terjadi sentuhan anggota tubuh.
b.      Secara sosiologi: kontak tidak harus selalu melalui sentuhan fisik.

27.  Jenis cara-cara kontak sosial:
a.      Kontak langsung/primer: hubungan langsung bertemu dan betatap muka secara langsung, misalnya berjabat tangan
b.      Kontak tidak langsung/sekunder: hubungan melalui perantara media, baik orang maupun alat, misalnya menelpon, menitip salam, dsb

28.  Istilah komunikasi berasal dari bahasa latin, yaitu communicase yang artinya berhubungan.

29.  Secara harfiah, komunikasi berarti hubungan sesama manusia.

30.  Komunikasi adalah proses penyampaian informasi dari sesorang atau kelompok kepada orang atau kelompok lain dengan menggunakan simbol-simbol.

31.  Simbol-simbol komunikasi dapat berupa kata-kata, gerak, suara, isyarat, atau benda yang memiliki arti dan makna tertentu

32.  Istilah dalam proses komunikasi:
a.      Komunikator: orang yang menyampaikan pesan
b.      Komunikan: orang yang menerima pesan

33.  Proses interaksi sosial baru akan berlaku apabila menghasilkan reaksi yang berbentuk:
a.      Imitasi: mencontoh orang lain secara wajar, misalanya Ibnu mengikuti gaya berjalan kakaknya
b.      Sugesti: suatu ajmaran tertentu yang irasional dan menimbulkan reaksi langsung, misalnya membeli barang setelah melihat iklan
c.       Simpati: ikut merasakan perasaan orang lain, misalnya ikut merasa sedih ketika teman mendpat musibah
d.      Identifikasi: seseorang yang mengidentifikasi dirinya terhadap orang lain secara mirip, misalnya Minul meniru semua gaya berpakaian, berjalan, make up, dan gaya bicara Inul Daratista.

34.  Keselarasan sosial adalah suatu keadaan dimana hubungan-hubungan sosial yang berlangsung di antara anggota masyarakat berjalan seraras, serasi, dan harmonis sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku.

35.  Lingkungan kehidupan sosial masyarakat dipengaruhi oleh:
a.      Interaksi sosial yang merupakan inti dari kehidupan sosial yang saling berhubungan dan timbal-balik
b.      Struktur sosial yang meliputi kelompok sosial, lembaga sosial, pelapisan sosial, kekuasaan, dan wewenang.
c.       Perubahan sosial merupakan perubahan yang terjadi dalam struktur sosil karena adanya perkembangan kebutuhan hidup

36.  Tingkatan kebutuhan manusia dari yang terendah:
a.      Kebutuhan pokok: sandang, pangan, papan
b.      Kebutuhan keselamatan jiwa dan harta: ketertiban dan keamanan
c.       Kebutuhan akan pengembangan potensi diri: pendidikan dan kesehatan
d.      Kebutuhan akan kasih sayang: persahabatan, pernikahan

37.  Proses terbentuknya keselarasan sosial:
a.      Tahap I (ordinasi): ketentuan-ketentuan dalam masyarakat berupa nilai dan norma
b.      Tahap II (keajegan): nilai dan norma yang sudah dijadikan standar dalam tingkah laku, sehingga akan menentuka pola perilaku
c.       Tahap III (tertib sosial): semua pihak telah melaksanakan tugas dan kewajibannya seseuai dengan status dan peranannya, sehingga akan tercipta keselarasan sosial

38.  Sumber: Sugiharyanto. 2011. Seri IPS: Geografi dan Sosiologi 1 untuk SMP Kelas VII. Jakarta: Quadra. Hlm. 36 – 59


39.  Selesai. Semoga dapat dimengerti.



No comments:

Post a Comment