Monday, September 7, 2015

RANGKUMAN 9 SMP IPS SEJARAH: MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA


BAB 3 MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA

1.       Setelah Jepang kalah pada PD II, wilayah Indonesia diberikan kepada sekutu.

2.       Sekutu membentuk divisi AFNEI = komando khusus sekutu untuk mengambil alih Indonesia.

3.       Pemimpin AFNEI adalah Sir Philip Christison yang mendarat di Jakarta tanggal 29 September 1945.

4.       AFNEI terdiri dari tiga yaitu:
1)      Div-23 di Jawa Barat pimpinan D.C. Hawtron.
2)      Div-5 di Jawa Timur pimpinan E.C. Mansergh.
3)      Div-26 di Sumatra pimpinan H.M. Chambers.

5.       Tugas AFNEI:
1)      Menerima penyerahan kekuasaan dari Jepang
2)      Melucuti dan memulangkan serdadu Jepang
3)      Menciptakan keamanan dan perdamaian
4)      Membebaskan tawanan dan interniran sekutu
5)      Menghimpun dan menyelidiki pihak-pihak yang dianggap sebagai penjahat perang

6.       Kedatangan sekutu diikuti dengan kedatangan NICA = pegawai-pegawai sipil Belanda.

7.       NICA dipimpin oleh Van Der Plass dan Van Mook.

8.       Keadaan semakin memburuk setelah KNIL = tentara kerajaan Belanda yang dibebaskan sekutu dipersenjatai oleh NICA.

9.       Pada tanggal 30 Desember 1945, pasukan marinir Belanda mendarat di Tj. Priok untuk kembali menjajah Indonesia.

10.   Perjuangan fisik adalah perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan dengan cara perjuangan senjata/perang.

11.   Perjuangan diplomasi adalah perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan dengan cara berunding dengan lawan/cara damai.

Perjuangan fisik

12.   Peristiwa bendera di Surabaya, 19 Septmber 1945
1)      Dilatarbelakangi oleh pengibaran bendera Belanda di Hotel Yamato
2)      Rakyat menyobek kain berwarna biru sehingga menjadi bendera Merah Putih.

13.   Peristiwa merah putih di Minahasa, Manado, dan Biak, September 1945
1)      Dipicu karena larangan mengibarkan bendera Merah Putih
2)      Di bawah pimpinan Ch. Taulu dkk, bersama rakyat mempertahankan berkibarnya Sang Merah Putih

14.   Pertempuran Lima Hari di Semarang, 15-20 Oktober 1945
1)      Dipicu karena oleh:
-          sikap membangkangnya tawanan bekas tentara Jepang untuk bekerja di pabrik Gula Cepiring dan menolak untuk dipindahkan ke Semarang.
-          Isu bahwa pihak Jepang telah meracuni sumber air minum di Candi.
-          Tewasnya dr. Karyadi (Kepala Lab. Pusat Rumah Sakit Rakyat/Purusara)
2)      Pertempuran  berakhir setelah sekutu meluciti senjata tentara Jepang.
3)      Untuk mengabadikan semangat juang para pahlwan pemerintah memngabadikan nama dr. Karyadi sebagai nama rumah sakit dr. Karyadi dan mendirikan Tugu Muda di Simpang Lima.

15.   Pertempuran Medan Area, 10 Desember 1945
1)      Dipicu karena kedatangan tentara sekutu yang mengeluarkan ultimatum dengan melarang rakyat membawa dan memiliki senjata.
2)      Perlawanan dipimpin Teunku Muhammad Hasan (Gubernur) dan Ahmad Taher (TKR).

16.   Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya
1)      Dipicu karena tewasnya A.W.S. Mallaby yang diikuti dengan ultimatum sekutu.
2)      Isi ultimatum R.C. Mansergh:
-          AFNEI menuntut balas atas kematian A.W.S. Mallaby.
-          Mewajibkan rakyat untuk menyerahkan senjata paling lambat 10 November 1945.
3)      Gubernur Suryo dan Bung Tomo mengobarkan semangat juang pada rakyat yang disiarkan oleh Ktut Tantry ke seluruh dunia.
4)      Pengorbanan rakyat pada tanggal 10 November diabadikan sbg Hari Pahlawan.

17.   Palagan Ambarawa, 19 Desember 1945
1)      Dipicu karena sekutu melanggar hasil perundingan dengan Presiden Soekarno dan menyerbu Ambarawa.
2)      Gabungan Resimen kedu Tengah (Kol. Sarbini), Pasukan Angkatan Muda (Sastrodiharjo), dan Resimen Banyumas (Letkol. Isdiman) dikerahkan untuk menahan gempuran pasukan sekutu.
3)      Letkol. Isdiman gugur dalam pertempuran dan digantikan Panglima Div. Banyumas, Kol. Sudirman hingga sekutu berhasil dipukul mundur ke Semarang tgl. 15 Desember 1945.
4)      Tanggal 15 Desember diperingati sebagai Hari Infanteri dan diabadikan dalam Tugu Palagan Ambarawa.

18.   Pertempuran Bandung Lautan Api, 23 Maret 1946
1)      Dipicu karena ultimatum sekutu pertama tanggal 21 November 1945 agar Bandung Utara dan seluruh senjata rakyat diserahkan pada sekutu.
2)      Isi perundingan antara sekutu dengan RI pada  tanggal 27 November 1945:
-          Menghentikan pertikaian dan tembak menembak
-          Sekutu menduduki Bandung Utara, sedangkan RI menduduki Bandung Selatan
3)      Sekutu mengingkari perjanjian dan mengeluarkan ultimatum kedua tanggal 22 Maret 1946 yang memerintahkan agar seluruh Kota Bandung dikosongkan.
4)      Intruksi pemerintah RI dari Jakarta memerin-tahkan TRI untuk mengosongkan kota, sedangkan perintah dari markas TRI Jogjakarta memerintahkan untuk bertahan.
5)      Rakyat Bandung mengkuti perintah dari Jakarta pada tanggal 23 Maret 1946 untuk mengosongkan Kota Bandung yang sebelumnya dibumi hanguskan supaya tidak dapat dimanfaatkan sekutu.

19.   Pertempuran Puputan Margarana di Bali, 29 November 1946
1)         Dipicu karena berdasarkan hasil Perundingan Linggarjati (10/11), Belanda hanya mengakui wilayah de facto RI adalah Sumatra, Jawa dan Madura.
2)         Pada tanggal 29 November 1946 terjati pertempuran hebat antarapasukan pimpinan I Gusti Ngurah Rai melawan pasukan sekutu di Margarana, Bali.
3)         I Gusti Ngurah rai dan banyak pasukannya yang gugur sebagai kusuma bangsa.

20.   Pertempuran di Palembang, 1 Januari 1947
1)      Dipicu karena pasukan sekutu pimpinan Carmichael hanya diizinkan untuk mendiami daerah Talang Semut membantu NICA untuk menguasai Indonesia kembali.
2)      Pola yang dikembangkan sekutu terhadap rakyat Palembang:
-          Melakukan politik adu domba
-          Melakukan pengosongan terhadap rumah penduduk dengan dalih untuk mencari dan melucuti bekas tentara Jepang
-          Memperbanyak pasukan Belanda
-          Menduduki daerah di luar Talang Semut
3)      Pada tanggal 1 Januari 1947, Belanda mengajak berunding TRI dan rakyat, namun kenyataannya justru melaksanakan serangan.

21.   Serangan Umum 1 Maret 1949
1)      Pasukan Belanda berhasil menguasi Kota Jogjakarta pada tanggal 19 Desember 1948.
2)      Presiden Soekarno, Moh. Hatta, dan Syahrir ditangkap Belanda,  sedangkan Jendral Soedirman mundur ke luar dari Jogjakarta dan memimpin perang grilya.
3)      Sri Sultan HB IX dibujuk Belanda menjadi pemimpin negara Jawa Baru, tetapi ia tolak.
4)      Letkol. Soeharto melakukan serangan umum pada tanggal 1 Maret 1949 dan berhasil menduduki kota Jogjakarta.
5)      Keuntungan strategi perang grilya:
-          TNI lebih menguasai semua wilayah
-          Gerakan yang dilakukan Belanda dapat dengan mudah diketahui
-          TNI dapat melakukan serangan mendadak dan kemudian cepat bersembunyi atau menyamar sebagai rakyat
6)      Pengaruh Serangan Umum 1 Maret adalah dapat memberi pengertian dalam kancah politik dunia.

22.   Ceritakanlah dengan jelas pertempuran 10 November 1945 di Surabaya!
-          Penolakan atas kedatangan tentara sekutu pimpinan A.W.S. Mallaby.
-          Sekutu mengingkari perjanjiannya dengan Gubernur Surabaya R.M.T.A. Suryo.
-          Dilakukan perundingan antara sekutu dengan Ir. Soekarno dan Moh. Hatta.
-          Brigjen A.W.S. Mallaby tewas terbunuh dalam suatu insiden dengan pemuda Surabaya.
-          Sekutu mengeluarkan ultimatum dan ditolak rakyat hingga terjadi pertempuran.
-          Tokoh pejuang: Bung Tomo, R.M.T.A. Suryo, dan Ketut Tantry.

23.   Jelaskan 3 hasil perundingan Linggarjati dan sebutkan 3 alasan mengapa bangsa Indonesia menerima keputusan tersebut!
Hasil perundingan:
1)      Kekuasaan de facto Indonesia terdiri dari Jawa, Sumatera, dan Madura.
2)      Berdirinya Negara Indonesia Serikat
3)      Membentuk Uni Indonesia-Belanda
Alasan penerimaan keputusan:
1)      Perdamaian dapat mengundang simpati dunia internasional
2)      Perdamaian merupakan jalan terbaik, karena kekuatan militer Indonesia masih di bawah Belanda
3)      Perdamaian dan genjatan senjata dapat memberi peluang kepada militer Indonesia untuk berkonsolidasi

24.   Jelaskan sebab, dampak, dan akhir dari Agresi militer Belanda ke-II di Jogjakarta!
-          Sebab: Belanda meningkari perjanjian Renville dan bertujuan untuk menghancurkan RI yang kemudian akan membentuk negara federal tanpa mengikutsertakan RI.
-          Akibat: Ibukota Jogjakarta jatuh ke tangan Belanda, ditangkapnya tokoh-tokoh pemerintah yang diasingkan ke Bangka, dan dibentuknya PDRI di Bukit Tinggi.
-          Akhir: Belanda dan sekutu dapat diusir dari Jogjakarta berkat serangan umum 1 Maret 1949 yang dipimpin Jendral Soedirman dengan taktik perang griliya.

25.   Mengapa strategi perang griliya dianggap lebih menguntungkan bagi bangsa Indonesia!
1)      TNI lebih menguasai wilayah termasuk wilayah di luar kota.
2)      Gerakan pasukan Belanda dapat diketahui dengan mudah.
3)      TNI dapat melakukanserangan mendadak dan kemudian cepat bersembunyi atau menyamar sebagai rakyat biasa.
4)      Konsolidasi pasukan dapat dilakukan dengan cepat karena bersifat dinamis dan mudah berpindah tempat.

26.   Sebutkan hasil perundingan renville dan perundingan Roem-Royen!
Hasil perundingan Renville
1)    Penghentian tembak menembak
2)    Mengosongkan wilayah di belakang garis Van Mook (Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Pasundan dan Jawa Timur)
3)    Membentuk Uni Indonesia-Belanda
Hasil perundingan Roem-Royen
1)    Presiden Soekarno dan Moh. Hatta dikembalikan ke Jogjakarta.
2)    Mr. Syarifuddin Prawiranegara mengembalikan mandat pemerintahan kembali kepada wakil presiden RI.
3)    Jend. Soedirman dan pasukan perang griliya masuk kembali ke Jogjakarta.

27.   Sebutkan 4 butir hasil kesepakatan konfrensi Inter-Indonesia!
1)      Negara bentukan Belanda (BFO) mendukung tuntutan Indonesia.
2)      Indonesia dan BFO bersama-sama mempersiapkan KMB.
3)      NIS diubah menjadi RIS dengan bendera kebangsaan merah putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, bahasa nasional Bahasa Indonesia, dan tanggal 17 Agustus 1945 sebagai hari nasional.
4)      Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) adalah angkatan perang nasional yang berintikan TNI.

28.   Sebutkan 6 hasil dari perundingan KMB yang ditandatangani tanggal 27 Desember 1949!
1)      Penyerahan kedaulatan penuh atas Republik Indonesia Serikat (RIS)
2)      RIS terdiri dari Republik Indonesia dan 15 negara bagian
3)      RIS dan Belanda membentuk Uni Indonesia-Belanda yang dietuai Ratu Belanda.
4)      Menarik mundur pasukan Belanda dan membubarkan KNIL
5)      Menyelesaikan masalah Irian Barat satu tahun kemudian.
6)      Menarik kembali kapal-kapal Belanda dan penyerahan beberapa kapal korvet untuk pihak RIS.

29.   Jelaskan keuntungan dan kerugian dari hasil perundingan KMB!
a.       Keuntungan: pengakuan kedaulatan Indonesia, penyelesaian persilihan dengan Belanda, dan dapat memulai pembangunan nasional.
b.      Kerugian: Irian Barat belum diserahkan kepada RIS dan diubahnya bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi negara serikat (RIS)

30.   “Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah asing. Kelak perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri” – Soekarno




No comments:

Post a Comment