Saturday, September 12, 2015

BEBERAPA KOLEKSI MUSEUM NASIONAL (MUSEUM GAJAH)



Arca Harihara
Berasal dari Candi Sumberjati di Simping, Blitar - Jawa Timur yang dibuat pada abad 14 M.
Acra ini adalah persatuan dewa Wisnu (Hari) dan dewa Siwa (Hara). Arca ini diperkirakan perwujudan dari raja Kertarajasa Jayawardhana, pendiri kerajaan Majapahit yang memerintah tahun 1293 - 1309 Masehi.


Peripih
wadah perunggu di dasar candi Hindu yang berasal dari Kediri - Jawa Timur dan dibuat pada abad 13 M.


Prasasti Mulawarman I
Ditemukan di Muara Kaman, Kutai - Kalimantan Timur yang dibuat pada abad 5 M.


Prasasti Mulawarman II
Ditemukan di Muara Kaman, Kutai - Kalimantan Timur yang dibuat pada abad 5 M.


Prasasti Mulawarman III
Ditemukan di Muara Kaman, Kutai - Kalimantan Timur yang dibuat pada abad 5 M.


PENINGGALAN ZAMAN MEGALITHIKUM
(ZAMAN BATU BESAR)


Arca Megalitik
Arca megalitik adalah patung nenek moyang yang melambangkan orang meninggal (nenek moyang) dan biasanya dibuat dalam bentuk tidak proporsional. Arca megalitik dipercaya memiliki kekuatan magis yang mampu menolak bala. Penempatan arca ini bervariasi, ada yang ditempatkan di atas altar, halaman rumah, atau ditempatkan di atas menhir yang sering disebut sebagai arca menhir.


Sarkofagus
Sarkofagus adalah kubur batu berbentuk bathtub yang pada umumnya dari wadah dan tutup dengan bentuk dan ukuran yang sama. Sarkofagus bertutup umumnya diberi hiasan muka manusia (topeng) yang dipercaya mempunyai kekuatan magis sebagai penolak bala. Sarkofagus digunakan untuk wadah atau tempat kuburan bagi orang yang memiliki status tinggi dalam masyarakat.


Batu Dakon
Batu dakon adalah sebuah batu besar berbentuk lonjong dan panjang (oval panjang) yang di tengahnya berlubang kecil-kecil berjumlah lebih dari satu lubang. Batu dakon mirip dengan permainan congklak saat inii. Batu dakon digunakan dalam upacara pemujaan kepada arwah roh nenek moyang.


Lumpang Batu
Lumpang batu adalah sebuah batu yang memiliki lubang berbentuk lingkaran di bagian tengah. Lumpang batu digunakan dalam kegiatan upacara yang berhubungan dengan pemujaan roh nenek moyang.


Batu Bergores
Batu bergores adalah bongkahan batu yang pada permukaannya goresan cakaran tangan sebagai bukti kesaktian manusia karena tangannya dapat menggores batu.


Menhir
Menhir adalah batu panjang yang didirikan tegak yang berfungsi sebagai batu peringatan dalam hubungan dengan pemujaan arwah nenek moyang. Menhir ada yang dibuat polos tanpa hiasan , namun ada pula yang berhiaskan motif-motif geometris, binatang, ataupun manusia yang dianggap sebagai simbol penolak bala, lambang nenek moyang, dan lambang kebesaran.


Arca Menhir
"Mohon maaf, koleksi sedang dikeluarkan untuk keperluan pameran religi dan kesenian."


Prasasti
"tanpa keterangan"


Halaman tengah Museum Nasional


Prasasti Candi Singosari
Berasal dari Singosari, Malang - Jawa Timur dengan aksara Jawa Kuna yang ditulis tahun 1254 M.



Prasasti Prapanca Sarapura
Ditemukan di Surabaya dengan aksara Jawa Kuna yang ditulis pada abad 14 M.


Prasasti
"keterangnnya ketinggalan dipotret"



Prasasti Ratu Baka


Prasasti Huwung


Prasasti
"keterangannya ketinggalan dipotret"


Prasasti
"keterangannya ketinggalan dipotret"


Prasasti
"keterangannya ketinggalan dipotret"


Prasasti Gunung Wule


Prasasti Dieng (lagi)


Prasasti
"tanpa keterangan"


Prasasti Linggasuntan
Ditemukan di Lawajati, Malang - Jawa Timur dengan aksara Jawa Kuna yang ditulis tahun 979 M.


Prasasti Talang Tanjung
Ditemukan di Kali Beber, Wonosobo - Jawa Timur dengan aksara Jawa Kuna yang ditulis tahun 861 M.


Prasasti Kambang Putih
Ditemukan di Tuban - Jawa Timur dengan aksara Jawa Kuna yang ditulis pada abad 11 M.


Prasasti Turu Mangambil
Ditemukan di Purworejo - Jawa Tengah dengan aksara Jawa Kuna yang ditulis tahun 884 M.


Prasasti Manttasih II
Ditemukan di Sragen - Jawa Tengah


Prasasti Candi Tuban
Ditemukan di candi Tuban, Tulungagung - Jawa Timur dengan aksara Jawa Kuna  yang ditulis tahun 1129 M.


Prasasti
"keterangannnya sulit dibaca"


Prasasti
"keterangan ketinggalan dipotret"


Prasasti Kampak
Ditemukan di Surabaya - Jawa Timur dengan aksara Jawa Kuna yang ditulis pada abad 10 M.


Prasasti Anjuk Ladang
Ditemukan di Desa Anjukladang, Kediri - Jawa Timur yang ditulis sekitar abad 12-13 M.
Berisi tentang pembebasan desa Anjukladang sebagai daerah sima (daerah otonom bebas pajak), karena rakyat desa telah berjasa atau setia kepada raja.


Prasasti
"keteranannya lupa dipotret"


Prasasti Tapan
Berasal dari Tapan, Tulungagung - Jawa Timur dengan aksara Jawa Kuna "Kadiri Kuadrat" diperkirakan pada tahun 1139 M.


Prasasti Tulang Air II
Ditemukan di Candi Perot Temanggung - Jawa Tengah dengan aksara Jawa Kuna yang diperkirakan pada tahun 859 M.


Prasasti Sang Hyang Tapak
Berasal dari Cicatih, Banjar Muncang, Cibadak - Sukabumi yang beraksara Jawa Kuna diperkirakan ditulis pada tahun 1030 M.


Prasasti Kandangan
Ditemukan di Gunung Kidul - Jogjakarta yang beraksarakan Jawa Kuna ditulis pada tahun 905 M.


Prasasti Sarangan
Ditemukan di Mojokerto beraksarakan Jawa Kuno yang ditulis pada tahun 929 M


Prasasti Dieng
Dilihat dari fisiknya seperinya ini prasasti sudah lama ditulis yaitu pada abad 8 M dengan menggunakan aksara Jawa Kuna dan ditemukan di Dieng - Jawa Tengah.


Prasasti Jawa Tengah
Ditemukan di Jawa Tengah dengan aksara Jawa Kuna yang ditulis tahun 878 M.



Prasasti Taji Gunung
Ditemukan di Kemungkinan Taji, Prambanan - Jawa Tengah dengan aksara Jawa Kuna yang ditulis pada tahun 910 M.


Prasasti Tru I Tepusan
Ditemukan di Candi Petung, Magelang - Jawa Tengah dengan aksara Jawa Kuna yang ditulis tahun 842 M.


Prasasti Sesamben



Prasari Merjosari (atas)
Ditemukan di Merjosari, Dinoyo, Malang - Jawa Timur dengan aksara Jawa Kuna dan berbahasa Sangsekerta ditulis pada abad 8 M.

Prasasti Taji (bawah)
Ditemukan di Lawu, Taji, Magetan - Jawa Timur dengan bahasa Jawa Kuna yang ditulis tahun 1204 M.


Prasasti Jeru - Jeru
Ditemukan di Singosari, Malang - Jawa Timur dengan aksara Jawa Kuna yang ditulis tahun 930 M.


Prasasti Sang Hyang Tapak (lagi)
Ditulis tahun 1030 M.


Prasasti Palungan
Ditemukan di Blitar - Jawa Timur dengan aksara Jawa Kuna yang ditulis tahun 1330 M.


Prasasti Tulang Air I
Ditemukan di Candi Perot, Temanggung - Jawa Tengah dengan aksara Jawa Kuna yang ditulis tahun 851 M.



Prasasti Tumpang
Ditemukan di Tumpang, Malang - Jawa Timur dengan aksara Tipe Kediri dan bahasa Jawa Kuna yang ditulis tahun 1179 M.


Prasasti Getas
Ditemukan di Getas, Ngawi - Jawa Timur dengan aksara Jawa Kuna yang ditulis tahun 1317 M.


Prasasti Baru
Berasal dari Surabaya - Jawi Timur dengan aksara Jawa Kuna yang ditulis tahun 1030 M.
Berisi tentang penganugrahan desa Bary sebagai daerah otonom (sima) oleh Sri Mahakramattunggadewa.


Prasasti Tuban
Dibuat dari semacam batu karang yang ditemukan di Tuban - Jawa Timur dengan aksara Jawa Kuna dan tidak tahun kapan ditulisnya.



Prasasti Kinawi
Ditemukan di Tanjungkadang, Kediri - Jawa Timur dengan aksara Jawa Kuna yang ditulis tahun 928 M.


Prasasti Biri
Tidak diketahui ditemukan dimana (lah..terus ngambilnya dari mana ya? tau-tau ada di museum gitu?) dengan aksara Jawa Kuna yang ditulis tahun 1202 M.
Berisi tentang peresmian daerah Biri menjadi sima (daerah otonom) oleh Raja Srengga atau Raja Kertajaya pada tahun 1124 Saka.



Prasasti Cane
Ditemukan di Surabaya - Jawa Timur dengan aksara Jawa Kuna yang ditulis tahun 1021 M.
Menyebutkan peresmian daerah Cane menjadi sima (daerah otonom) pada tahun 943 Saka oleh Raja Airlangga dan istananya terletak di Wwatan Mas.


Prasasti Hantang
Ditemukan di Ngantang, Malang - Jawa Timur dengan aksara Jawa Kuna yang ditulis tahun 1135 M.


Prasasti Kawambang Kulwan
Ditemukan di Sendang Kamal, Maospati - Jawa Timur dengan aksara Jawa Kuna yang ditulis tahun 991 M.
Berisi tentang peresmian desa Kawambang Kulwan menjadi daerah otonom (sima) untuk keperluan pembangunan bangunan suci. Terdapat keterangan kitab Siwasasama, yaitu kitab hukum untuk para pendeta Siwa.


Prasasti Tatakan
Ditemukan di Surabaya  Jawa Timur dengan aksara Jawa Kuna yang ditulis pada abad 11 M.
Berisi tentang peresmian daerah Patakan menjadi sima karena memelihara bangunan suci Sang Hyang Patahuaan. Kemungkinan prasasti ini berasal pada masa pemerintahan Raja Airlangga.


Prasasti Sumengka
Ditemukan di Jawa Timur yang ditulis pada abad 11 M.
Berisi tentang peresmian desa Sumangka menjadi sima sebagai anugrah kepada penduduknua oleh Raja samarotaaha pada tahun 991 Saka


(BERSAMBUNG ....)
Ayo ke museum untuk media pembelajaran yang murah meriah, sekaligus rekreasi ke masa lampau, olahraga jalan kaki, dan banyak manfaat lainnya.







No comments:

Post a Comment