Friday, August 28, 2015

TAMAN WISATA RATU BOKO



taman wisata ratu boko

Ratu Boko adalah situs purbakala yang merupakan kompleks sejumlah sisa bangunan yang berada kira-kira 3 km di sebelah selatan kompleks candi prambanan, 18 km sebelah timur kota jogjakarta atau 50 km barat daya kota surakarta. luas keseluruhunan kompleks ratu boko adalah seluas 25 ha.

situs ratu boko pertama kali dilaporkan oleh van boeckhoizt pada tahun 1790, yang menyatakan terdapat reruntuhan kepurbakalaan di atas bukit ratu boko. bukit itu sendiri merupakan cabang dari sistem pegunungan sewu yang membentang dari selatan jogakarta hingga daerah tulungagung. seratus tahun kemudian, baru dilakukan penelitian oleh FDK Bosch yang dilaporkan dalam Keraton van Ratoe Boko. Dari sinilah disimpulkan bahwa reruntuhan itu merupakan sisi-sisa keraton.

Situs ini diperkirakan sudah dipergunakan orang pada abd ke-8 pada masa Wangsa Sailendra (Rakai Panangkaran) dari Kerajaan Medang (Mataram Hindu). Dilihat dari pola peletakan sisa-sisa bangunan, diduga kuat situs ini merupakan bekas keraton (istana raja).

Nama "RAtu Boko" sendiri didasarkan dari legenda masyarakat setempat. Ratu Boko (harafiah berarti "raja bangau') adalah ayah dari Loro Jonggrang (yang diberikan menjadi nam candi utama dalam kompleks Candi Prambanan).

Prasasti yang dikeluarkan oleh Rakai Pangkaran (746-784M) menyebut suatu kawasan wihara di atas bukit yang dinamakan Abhyagiri Wihara (wihara di bukit yang damai). Tampaknya, kompleks itu kemudian diubah menjadi keraton bagi raja bawahan (vazal) yang bernama Rakai Walaing Pu Kumbayoni.

Di dalam kompleks ini terdapat bekas gapura, ruang paseban, kolam, pendopo, pringgitan, keputren, dan dua ceruk gua untuk bermeditasi.

sumber: poster di taman wisata candi prambanan



No comments:

Post a Comment