Wednesday, August 5, 2015

LK 7 SMP BENTUK-BENTUK PERMUKAAN BUMI


7 IPS 2015-2016 (1)
TENAGA PEMBENTUK PERMUKAAN BUMI

1.       Apakah penyebab bentuk permukaan bumi yang beragam?
-          Penyebab bentuk permukaan bumi yang beragam adalah karena adanya tenaga endogen (dari dalam), eksogen (dari luar), dan aktivitas manusia.

2.       Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi seperti tektonisme, vulkanisme, dan runtuhan.

3.       Tenaga endogen cenderung bersifat membangun (konstruktif) artinya mampu membangun atau membentuk relief permukaan bumi.

4.       Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi seperti pelapukan, erosi, dan pengendapan.

5.       Tenaga eksogen terdiri dari angin (pengikisan), air (erosi/abrasi), dan gletser (pengangkutan material oleh es yang mencair).

6.       Sebutkan dan jelaskan dua bentuk patahan!
-          Horst: bentuk patahan di antara bagian yang rendah dan bagian yang tinggi atau puncak patahan.
-          Graben: bentuk patahan yang mengalami penurunan ke bawah.

7.       Sebutkan 6 jenis lipatan!
Bentuk-bentuk lipatan

8.       Vulkanisme adalah aktivitas magma di dalam perut bumi melalui proses:
-          Intrusi adalah aktivitas magma yang tidak sampai ke permukaan bumi.
-          Ekstrusi adalah aktivitas magma yang sampai ke permukaan bumi.
-          Erupsi adalah hasil dari ekstrusi magma yang mengalir ke permukaan bumi dan tercampur dengan material lainnya.

9.       Dampak dari aktivitas vulkanisne:
-          Semburan awan panas dan lava pijar
-          Gas beracun saat erupsi
-          Hujan abu, pasir, dan kerikil
-          Bencana alam yang membuat rasa trauma

10.   Manfaat dari aktivitas vulkanisme:
-          Abu vulkanik menyuburkan tanah
-          Meninggalkan bahan galian berupa pasir
-          Dijadikan objek wisata alam

11.   Sebut dan jelaskan 3 bentuk gunung berapi!
Skema bentuk gunung berapi

-          Tipe perisai: berbentuk seperti prima, letusan efusif (leleran), magma sangat cair, contohnya Gunung Mauna Loa di Hawaii.
-          Tipe maar: berbentuk seperti corong, letusan eksplosif (ledakan), memiliki kawah yang luas, contohnya Gunung Bromo di Jawa Timur.
-          Tipe strato: berbentuk seperti kerucut, letusan campuran, dan banyak terdapat di Indonesia misalnya Gunung Merapi di Jawa Tengah.

12.   Sebut dan jelaskan 3 jenis batuan!
-          Batuan beku: terbentuk dari magma yang membeku, misalnya batu andesit.
-          Batuan sedimen: terbentuk dari hasil pelapukan dan pengendapan material alam, misalnya batu bara.
-          Batuan metamorf: terbentuk karena suhu dan tekanan yang tinggi dalam waktu yang lama, misalnya batu intan.

13.   Relief daratan adalah tinggi rendahnya bentuk permukaan bumi di daratan.

14.   Relief daratan terdiri dari :
Penampang melintang relief daratan

a)      Pantai: bagian dari daratan yang berbatasan dengan laut.
b)      Dataran rendah: tanah datar yang luas dan ketinggiannya antara 0 – 200 mdpl.
c)       Dataran tinggi (plato): bagian permukaan bumi yang mendatar dan terletak pada ketinggian lebih dai 600 mdpl.
d)      Bukit : tumpukan tanah yang lebih tinggi daripada tempat di sekelilingnya dan lebih rendah daripada gunung yang ketinggiannya tidak lebih dari 600 mdpl.
e)      Perbukitan : kumpulan dari sejumlah bukit pada suatu wilayah tertentu, misalnya Bukit Sabak di Sukabumi – Jawa Barat.
f)       Gunung : permukaan bumi yang menjulang ke atas, lebih tinggi daripada daerah sekitarnya, dan dibatasi oleh lereng di sekitarnya.
g)      Pegunungan : permukaan bumi yang berupa rangkaian atau kumpulan gunung-gunung besar dan kecil, misalnya Pegunungan Bukit Barisan di Pulau Sumatra dan Pegunungan Himalaya di India.

15.   Relief dasar laut adalah tinggi rendahnya bentuk permukaan bumi di dasar laut.

16.  Relief dasar laut terdiri dari:
Penampang melintang relief dasar laut

a)      Gunung laut: gunung yang kakinya terletak di dasar laut dan puncaknya menjulang di atas permukaan laut, misalnya Gunung Krakatau.
b)      Dangkalan/Paparan (Shelf): dasar laut yang memiliki kedalaman kurang dari 200 meter yang dianggap sebagai bagian daratan yang masuk ke dalam laut, misalnya Dangkalan Sunda di sekitar Selat Sunda.
c)       Lereng benua (Continental Slope): dasar laut yang merupakan kelanjutan dari dangkalan dengan kedalaman kurang dari 1.500 m.
d)      Punggung laut: pegunungan atau rangkaian bukit-bukit di dalam laut, misalnya punggung Laut Sibolga.
e)      Ambang laut (Drempel): pegunungan atau bukit-bukit di dasar laut yang memisahkan dua buah laut, misalnya ambang Laut Sulu.
f)       Lubuk laut (Basin): dasar laut yang dalam dan berbentuk bulat cekung yang terjadi akibat merosotnya bagian dasar laut, misalnya lubuk Laut Banda.
g)      Palung laut (Trog/trench): dasar laut yang dalam, sempit, curam, dan memanjang yang terjadi akibat penenggelaman terus-menerus, misalnya Palung Mindanau di Filipina.
h)      Laut dangkal (shelf) : laut yang kedalamanya kurang dari 200 meter, misalnya Laut Jawa.
i)        Laut dalam : laut yang kedalamannya lebih dari 200 meter, misalnya Laut Banda.

16.   Laut menurut proses terjadinya:
-          Paparan Sunda (trangresi): wilayah laut dangkal bagian barat yang meliputi Selat Malaka, Laut Cina Selatan, Selat Karimata, Selat Sunda, dan Laut Jawa.
-          Wilayah laut Indonesia tengah (ingresi): laut dalam yang meliputi Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Banda, dan Laut Seram.
-          Paparan Sahul (ingresi): wilayah laut dangkal di bagian timur yang meliputi Laut Aru dan Laut Arafuru.


17.   Bersambung ....

No comments:

Post a Comment