Wednesday, August 19, 2015

9 SMP IPS: PERANG DUNIA II DAN PENGARUHNYA TERHADAP INDONESIA


9 SMP IPS: PERANG DUNIA II SERTA  PENGARUHNYA DI INDONESIA


1.       Perang Dunia I (1914-1918) telah mengakibatkan dampak yang besar bagi dunia, yaitu:
1)      Kehancuran dan kerugian yang sangat besar
2)      Krisis perekonomian dunia
3)      Kematian jutaan jiwa

2.       Untuk mengakhiri PD I adalah dengan melakukan copypaste gencatan senjata dan melaksanakan Perjanjian Versailles.

3.       Perjanjian Versailles berisi tentang tuntutan sekutu yaitu Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Jepang kepeda Jerman.

4.       Isi Perjanjian Versailles yaitu:
1)      Jerman menyerahkan daerah kekuasaan kepada Inggris
2)      Jerman menanggung gati rugi perang
3)      Jerman memperkecil angkatan militernya
4)      Jerman menyerahkan kapal-kapal dagang kepada Inggris
5)      Jerman memberikan wilayah bagian barat Sungai Rhein sebagai jaminan (15 tahun)

5.       Perang Dunia II (PD II) berlangsung tahun 1939-1945 yang terjadi karena adanya kecenderungan suatu paham fasisme yang berkembang di Eropa.

6.       Fasisme adalah paham golongan nasionalis yang menganut kekerasan (ekstrim) sehingga menimbulkan ketakutan karena mengadu domba antarkelompok untuk saling menyerang.

7.       Setelah kekalahan dalam PD I, Jerman bangkit kembali di bawah pimpinan Adolf Hitler yang mendirikan partai buruh Deutsche Arbeiter Partij (DAP) di Kota Munich.

8.       Partai tersebut kemudian berkembang menjadi National Sozializtche Deutsche Arbeiter Partij atau yang lebih dikenal sebagai NAZI dengan gerakan cinta negara yang berlebihan (chauvinitis).

9.       Partai NAZI bertujuan untuk memperjuangkan dan menjaga kemurnian ras suku bangsa Nordik (Arya) sebagai ras tertinggi (chauvinisme).

10.   Latar belakang pendorong terbentuknya fasisme di Jerman oleh Adolf Hitler:
1)      Kekecawaan rakyat akibat krisis ekonomi
2)      Keinginan untuk mengembalikan masa kejayaan dan kehormatan
3)      Kelemahan pemerintah dalam memulihkan perekonomian dan wilayah yang dikuasai Prancis
4)      Kemenangan partai NAZI pada pemilu tahun 1930 dan tahun 1933

11.   Setelah presiden Hindenburg meninggal tahun 1933, Adolf Hitler naik sebagai pemimpin negara dengan semboyan satu bangsa, satu pemimpin, dan satu tekat (Ein Volk, Ein Vaterland, Ein Fuhrer).

12.   Adolf Hitler menjadi pemimpin diktator (kejam) dengan sebutan sang pemimpin (der Fuhrer).

13.   Tindakan Hitler untuk membangun dan mengembangkan fasime di Jerman yaitu:
1)      Membentuk pasukan pengaman Strum Abteihing (SA) dan pasukan pengawal Schutz Staffe (SS) dengan salam Heil Hitler (hidup Hitler), pangkat militer, dan lambang swastika
2)      Membentuk polisi rahasia Geheime Staatpolizei (GESTAPO) untuk menindas lawan politik Hitler
3)      Mengobarkan semangat chauvinitis (cinta negara) dan cahuvinisme (cinta ras Nordik), serta mengobarkan anti-Yahudi yang dianggap telah copypaste membelenggu ekonomi Jerman dan mengotori daeah Bangsa Jerman
4)      Keinginan untuk menguasai seluruh Eropa dengan cara menduduki Austria dan Ceko (mengingkari Perjanjian Versailles) dan keluar dari keanggotaan Liga Bangsa Bangsa (LBB)

14.   Latar belakang pendorong terbentuknya fasisme di Italia oleh Benitto Mussolini:
1)      Kekecewaan rakyat atas penyempitan wilayah (hanya dapat wilayah Tirol dan Istria) akibat kekalahan dalam PD I
2)      Keinginan untuk mengulang masa kejayaan Romawi Kuno dengan lambang fascio
3)      Kelemahan atas kebijakan pemerintah saat dipimpin Raja Victor Emmanuel II
4)      Kemenangan partai fasis Combattimento (persatuan perjuangan) pada pemilu 1923

15.   Pada tahun 1924, Benitto Mussolini menjadi perdana menteri yang memerintah secara diktator yaitu berkuasa mutlak untuk memaksa rakyat dengan paham yang mengutamakan kepentingan negara adalah segala-galanya sehigga siapapun tidak boleh menentang kepentingan negara.

16.   Tindakan Benitto Mussolini untuk membangun dan mengembangkan fasime di Italia yaitu:
1)      Menyingkirkan lawan-lawan politiknya
2)      Membentuk Italia Irredenta (Italia Raya) untuk untuk menduduki wilayah di sekitarnya
3)      Membentuk politik poros Roma-Berlin yang berisi Jerman akan membantu Italia untuk melawan Inggris di Laut Tengah dan Italia akan membantu wilayah Jerman yang diambil Inggris saat PD I
4)      Membentuk politik poros Italia-Jerman-Jepang untuk menghadapi Rusia melalui perjanjian anti-komunis internasional

17.   Pada saat menjelang PD II, Jepang sudah menjadi negara industri yang maju sehingga membutuhkan wilayah sumber bahan mentah dan daerah pemasaran hasil industri (merkantilisme).

18.   Modernisasi Jepang dirintis oleh Tenno Meiji yang bertujuan agar Jepang menjadi sebagai negara terkemuka di Asia.

19.   Langkah-langkah modernisasi Jepang:
1)      Wajib belajar
2)      Wajib militer
3)      Menghapus sistem feodalisme (menghilang-kan pembagian golongan kelas sosial)
4)      Perekonomian yang mandiri dan berorientasi pada kekuatan ekonomi sendiri

20.   Latar belakang pendorong terbentuknya fasisme di Jepang dipelopori oleh pedana mentri Tanaka pada masa pemerintahan Kaisar Hirohito:
1)      Keinginan Jepang untuk menduduki daerah di sekitarnya sebagai sumber bahan mentah, daerah pemasaran, dan pengembangan modal
2)      Filsafat Hakko Ichi-u yaitu keinginan Jepang untuk menguasai dan memimpin negara di sekitarnya
3)      Keinginan Jepang untuk melemahkan negara di sekitarnya dengan kekuatan militer
4)      Ketidakmampuan pemerintahan sipil dalam mengatasi krisis ekonomi dunia (malaise) tahun 1929

21.   Tindakan perdana mentri Tanaka untuk membangun dan mengembangkan fasime di Jepang  yaitu:
1)      Membentuk pasukan tentara yang tangguh dengan semangat Bushindo (perilaku kesatria) dan Harakiri (bunuh diri)
2)      Melumpuhkan pangkalan armada laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawaii
3)      Meduduki Vietnam, Singapura, Myanmar, Filipina, dan Indonesia
4)      Membentuk politik poros Italia-Jerman-Jepang untuk menghadapi Rusia melalui perjanjian anti-komunis internasional

22.   Penyebab umum terjadinya Perang Dunia II
1)      Adanya politik balas dendam (revanche idea) yang dilakukan oleh Jerman
2)      Adanya politik mencari sekutu dengan munculnya blok sekutu dan blok fasis
3)      Gagalnya Liga Bangsa Bangsa (LBB) dalam upaya menciptakan perdamaian
4)      Adanya politik ekspansi negara fasisi untuk menduduki wilayah negara di sekitarnya dengan semboyan Lebensraum (Jerman), Italia Iredenta, dan Hakko Ichi-u
5)      Adanya unjuk kekuatan senjata dan perlombaan senjata antarnegara Eropa seperti Royal Air Force (armada udara Inggris) dan kapal tempur Bismarck milik Jerman dengan peluru kendali vergeltung (pembalasan)

23.   Penyebab khusus terjadinya Perang Dunia II
1)      Eropa: serangan kilat (blitzkrieg) Jerman ke Danzig, Polandia tanggal 1 September 1939
2)      Asia Pasifik: serangan Jepang ke pangkalan armada laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawaii tanggal 7 Desember 1941

24.   Medan pertempuran (front) PD II:
1)      Medan pertempuran Eropa Timur
2)      Medan pertempuran Eropa Barat
3)      Medan pertempuran Semenanjung Balkan
4)      Medan pertempuran Afrika Utara
5)      Medan pertempuran Asia Pasifik

25.   Medan pertempuran Eropa Timur
1)      Diawali dengan serangan Jerman ke Polandia
2)      Rusia merasa terancam dan akhirnya menduduki Polandia timur
3)      Jerman terhalang dan melakukan perdamaian dengan Rusia yang merupakan siasat untuk menguasai Rusia

26.   Medan pertempuran di Eropa Barat
1)      Pernyataan perang dari Inggris dan Prancis karena Jerman menyerang Polandia
2)      Jerman melakukan serangan kilat (blitzkrieg) ke Norwegia, Belanda, Belgia, Luxemburg, dan Prancis bagian utara
3)      Kemenangan Jerman membuat Italia dan Jepang memihak pada Jerman sehingga terbentuklah poros Berlin-Roma-Tokyo

27.   Medan pertempuran Eropa Tenggara (Balkan)
1)      Kebanyakan negara di Eropa Tenggara memihak kepada Jerman kecuali Yugoslavia
2)      Joseph Broz-Tito pemimpin Yugoslavia berupa mempertahankan wilayahnya dari serangan Jerman dan Italia yang akhirnya dapat dikuasai oleh Jerman
3)      Pasukan Jerman pimpinan Erwin Rommel memulai serangan dari Rumania menuju Semenanjung Balkan hingga berupaya menguasai Terusan Suez

28.   Medan pertempuran Afrika Utara
1)      Setelah menguasai Eropa Tenggara, Jerman memerintahkan Italia untuk menyerbu Mesir dan Afrika Utara
2)      Pasukan Italia dapat dipukul mundur hingga Abessinia (Etiopia) oleh pasukan Inggris
3)      Jerman memberikan bantuan militer tetapi ditahan pasukan Inggris pimpinan Montgomery dan pasukan Amerika Serikat pimpinan Eisenhower

29.   Medan pertempuran Asia Pasifik
1)      Diawali dengan serbuan Jepang ke Pearl Harbour, Hawaii
2)      Jepang menguasai Filipina dan Malaka sehingga mendorong Amerika Serikat membentuk persekutuan pertahanan ABDACOM (America, British, Dutch, Australian Command)
3)      ABDACOM dapat mengalahkan pasukan Jepang di Asia Tenggara

30.   Tindakan Amerika Serikat yang mendukung blok sekutu demokrasi dalam PD II:
1)      Menerima lend lease act yang memberikan kekuasaan Presiden untuk menjual, meminjamkan, menyewakan, dan menukar peralatan perang dan amunisinya
2)      Mengawal kapal-kapal yang mengangkut perlengkapan perang ke negara sekutu
3)      Melemahkan angkatan laut Jerman dengan menyita kapal-kapal Jerman yang ada di Pelabuhan Amerika Serikat
4)      Membantuk rakyat menciptakan demokrasi dengan melawan pemimpin yang diktator

31.   Kelompok negara yang terlibat dalam PD II
1)      Blok sentral (fasis) : Jerman, Italia, dan Jerman
2)      Blok sekutu (demokrasi): Inggris, Prancis, Amerika Serikat, Belanda, Belgia, dan Australia
3)      Blok sekutu (komunis): Rusia, China, Latvia, Estonia, Polandia, dan Lithuania

32.   Kronologis/jalannya Perang Dunia II di Eropa
1)      1/9/1939: Jerman menyerang Danzig, Polandia
2)      3/9/1939: Inggris dan Prancis menyatakan perang terhadap Jerman
3)      10/6/1940: Italia menyatakan perang terhadap Inggris dan Prancis
4)      22/6/1940: Jerman dan Italia bergabung mampu menaklukkan Prancis
5)      6/4/1941: Jerman berhasil menduduki Yunani, Yugoslavia, dan Mesir
6)      23/10/1942: Amerika Serikat dan Inggris berhasil mengalangkan pasukan Jerman-Italia
7)      1/5/1944: Italia menyerah pada sekutu-Amerika Serikat
8)      6/6/1944: pasukan sekutu-Amerika Serikat menyerang Jerman
9)      30/4/1945: Hitler dikabarkan bunuh diri
10)   7/5/1945: Jerman menyerah kepada sekutu-Rusia dan PD II di Eropa berakhir

33.   Kronologis/jalannya Perang Dunia II di Asia Pasifik
1)      7/12/1941: Jepang menyerang Pearl Harbour
2)      Tahun 1941-1944: Jepang berhasil menguasai Asia Tenggara dan China Timur, sedangkan Amerika Serikat dan bangsa Eropa meembangun pertahanan di Australia
3)      Juli 1944: pasukan Amerika Serikat pimpinan Jend. Mac Arthur dengan siasat ‘lompat katak’ menyerah Pulau Saipan dan bertempur di Laut Karang sehingga Jepang mengalami kekalahan dan Pulau Saipan berhasil dikuasai Amerika Serikat
4)      6/8/1945: Kota Hiroshima dibom atom
5)      9/8/1945: Kota Nagasaki dibom atom sehingga kedua kota tersebut hancur dan instalasi militer lumpuh
6)      14/8/1945: Jepang mneyerah kepada sekutu
7)      2/9/1945: Jepang menandatangani perjanjian perdamaian di atas kapal Missouri milik Amerika Serikat dan PD II berakhir

34.   Akibat PD II di bidang politik
1)      Munculnya negara adi kuasa (negara terkuat) yaitu Amerika Serikat (blok barat) dan Uni Soviet (blok timur)
2)      Terjadinya perang dingin karena timbul rasa curiga antara blok barat dengan blok timur
3)      Terjadinya persaingan mencari sekutu (kawan) antara paham demokrasi dengan paham komunis
4)      Beberapa negara mengalami perpecahan seperti Jerman, Korea, Vietnam, India, dan China karena pengaruh perang dingin
5)      Beberapa negara jajahan mengalami kemerde-kaan seperti Indonesia, India, dan Mesir

35.   Akibat PD II di bidang ekonomi
1)      Sistem perekonomian memburuk
2)      Negara yang kalah perang (Jerman, Italia, dan Jepang) bangkt menjadi negara indistri maju
3)      Amerika Serikat dan Uni Soviet menjadi negara kreditor bagi negara lain

36.   Akibat PD II di bidang sosial
1)      Kerusakan dan penderitaan rakyat yang membutuhkan bantuan material dan moral
2)      Menyadarkan manusia akan pentingnya perikemanusiaan
3)      Melahirkan lembaga sosial untuk meringankan penderitaan korban perang

37.   Akibat PD II di bidang pertahanan dan keamanan adalah pembentukan pakta pertahanan militer melalui kepemilikan senjata dan kerjasama antarnegara, seperti:
1)      NATO (North Atlantic Treaty Organization): pakta pertahanan Atlantik Utara yang dibentuk tahun 1949 dan berpusat di Brussel, Belgia. Terdiri atas Inggris, Prancis, Belanda, Belgia, Luxemburg, Norwegia, dan Kanada
2)      CENTO (Central Treaty Organization) / METO (Middle East Treaty Organization): pakta pertahanan negara Timur Tengah / Asia Barat yang dibentuk tahun 1955 dan berpusat di Istambul, Turki. Terdiri dari Turki, Irak, Pakistan, Amerika Serikat, dan Inggris
3)      SEATO (South East Asia Treaty Organization): organisasi pertahanan di Asia Tenggar yang dibentuk tahun 1954 dan berpusat di Bangkok. Terdiri dari Thailand, Filipina, Selandia Baru, Belanda, Korea Selatan, Polandia, Amerika Serikat, Inggris, dan Australia
4)      ANZUS (Australia, New Zealand, United States): pakta pertahanan yang terdiri dari negara Australia, Selandia Baru dan Amerika Serikat.
5)      Pakta warsawa: pakta pertahanan komunis di Eropa Timur yang dibentuk tahun 1955 dan berpusat di Warsawa, Polandia. Terdiri dari negara Rusia, Rumania, Ceko, dan Polandia

38.   Akibat PD II di bidang organisasi internasional
1)      Terbentuknya Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada tanggal 24 Oktober 1945
2)      Lahirnya gerakan non-blok untuk menredakan ketegangan dan menghindari pengaruh perang dingin

39.   Piagam Atlantik adalah dasar pertama  dalam usaha pembentukan PBB yang diprakarsai oleh PM Inggris Winston Churchill dan presiden Amerika Serikat F.D. Roosevelt di atas kapal Agusta.

40.   Pokok-pokok Piagam Atlantik:
1)      Melarang perluasan wilayah (politik ekspansi)
2)      Tiap negara berhak untuk menentukan bentuk pemerintahannya
3)      Semua negara turut serta dalam menjaga perdamaian dunia
4)      Mengusahakan tiap bangsa dapat hidup bebas dari kemiskinan dan ketakutan

41.   Deklarasi Moskow tahun 1943 menyatakan bahwa Amerika Serikat, Inggris, Uni Soviyet, China, dan Prancis (nantinya akan menjadi dewan keamanan PBB) perlu untuk membentuk organisasi internasional untuk memelihara perdamaian dunia.

42.   Tanggal 25-26 Juni 1945 dihasilkan Piagam Perdamaian San Fransisco (Charter of Peace) yang ditetapkan sebagai Piagam PBB dan ke-50 negara yang menghadirinya ditetapkan sbg anggota asli.

43.   Piagam Perdamain masih perlu diratifikasi parlemen negara masing-masing. Ratifikasi adalah pengesahan suatu perjanjian internasional oleh parlemen untuk kemudian ditandatangani oleh kepala negara.

44.   Gerakan non-blok (non-alignment) adalah gerakan suatu negara yang tidak memihak pada blok barat atau blok timur (netral).

45.   Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Non-blok yang pertama dilaksanakan di Kota Beograd tahun 1961.

46.   Tujuan pementukan gerakan non-blok adalah untuk mengusahakan adanya pendekatan antara blok barat dengan blok timur dan berusaha untuk mencegah timbulnya peperangan.

47.   Perjanjian untuk mengakhiri PD II
1)      Perjanjian Postdam (Jerman dengan sekutu)
a.       Pengurangan angkatan perang Jerman (demiliterisasi)
b.      Mengadili dan menghukum tokoh NAZI
c.       Pemberiaan daerah Danzig dan Niese kepada Polandia
d.      Pembagian wilayah Jerman Barat (sekutu) dan Jerman Timur (Rusia)
e.      Pembagian Kota Berlin Barat (sekutu) dan Berlin Timur (Rusia)
2)      Perjanjian San Fransisco (Jepang dgn sekutu)
a.       Jepang harus mengembalikan daerah yang dikuasainya saat Perang Asia Pasifik
b.      Mengadili dan menghukum tokoh fasis
c.       Jepang harus membayar kerugian perang
d.      Kepulauan Jepang diawasi pasukan Amerika Serikat
e.      Meyerahkan Pulau Kuriel dan Sakhalin kepada Rusia

48.   Pendudukan Jepang di Indonesa diawali dengan copypaste menyerahnya Belanda kepada Jepang melalui perndingan Kalijati, Subang tanggal 8 Maret 1942.

49.   Pihak Belanda diwakili panglima tentara Belanda Letjend. Ter Poorten dan Gubernur Jendral Hindia Belanda Tjarda van Starkenborgh Stachouwer, sedangkan pihak Jepang diwakili oleh Jendral Hitoshi Immamura.

50.   Jepang membagi wilayah Indonesia menjadi 3 wilayah dengan sistem militer:
1)      Wilayah I, berpusat di Batavia meliputi Pulau Jawa dan Madura yang diperintah oleh angkatan darat (rikugun)
2)      Wilayah II, berpusat di Bukit Tinggi meliputi Pulau Sumatra dan sekitarnya yang diperintah oleh angkatan darat (rikugun)
3)      Wilayah III, berpusat di Makassar meliputi Pulau Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku yang diperintah oleh angkatan laut (kaigun)

51.   Pada saat kedatangannya, Jepang melakukan propaganda sebagai berikut:
1)      Jepang merupakan saudara tua Indonesia
2)      Indonesia-Jepang memiliki kedudukan yang sama atau sederajat
3)      Jepang akan memimpin Asia untuk membangun Asia Timur Raya
4)      Rakyat harus menggunakan Bahasa Indonesia dan melarang menggunakan Bahasa Belanda
5)      Dapat mengibarkan bendaera Meah Putih di samping bendera Jepang Hinomaru dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya  beriringan dengan lagu kebangsaan Jepang Kimigayo

52.   Propaganda adalah upaya penyebarluasan mengenai suatu hal, dengan tujuan menarik simpati atau dukungan.

53.   Untuk mengamankan wilayah Indonesia dari ancaman sekutu, Jepang membentuk organisasi:
1)      Gerakan Tiga A: dibentuk tanggal 29 April 1942  diketuai oleh Mr. Syamsudin (partai Parindra); bertujuan untuk membantu Jepang dalam menghadapi sekutu; memiliki semboyan 3A (Jepang Cahaya Asia, Jepang Pelindung Asia, Jepang Pemimpin Asia); dan tidak mendapatkan hasil yang diharapkan sehingga dibubarkan karena tidak dipimpin oleh pemipin Indonesia yang terkemuka.
2)      Pusat tenaga rakyat (Putera): diresmikan tanggal 1 Maret 1943 yang beranggotakan Ir. Soekarnoo, Drs. Moh. Hatta, Ki. Hajar Dewantoro, dan K.H. Mas Mansyur (empat serangkai); bertujuan untuk memusatkan seluruh kekuatan rakyat dalam rangka membantu usaha Jepang dan menghapuskan pengaruh Barat; dan berhasil mendekati rakyat dan pemimpun untuk mempersiapkjan kemerdekaan sehingga dibubarkan oleh Jepang karena dianggap tidak mendukungnya.
3)      Jawa Hokokai (Himpunan Kebaktian Jawa): beranggotakan pemuda-pemudi Jawa yang bertujuan untuk mengerahkan rakyat agar mengumpulkan padi, permata, besi tua, pajak, dan menanam jarak untuk minyak pelumas dalam rangka Perang Asia Pasifik.
4)      Chuo Sangi In (Badan Pertimbangan Pusat): dibentuk tanggal 5 September 1943 atas anjuran PM Hideki Tojo; diketuai oleh ir. Soekarno dan wakilnya R.M.A.A. Koesoemo Oetojo dan dr. Boentaran Martoatmojo; bertujuan untuk memberi masukan dan pertimbangan pada pemerintah Jepang dalam mengambil keputusan; dan menyadarkan bahwa propaganda Jepang untuk mengelabui bangsa Indonesia sebagai negara jajahan.

54.   Organisasi semi militer bentukan Jepang:
1)      Seinendan (barisan pemuda): dibentuk tanggal 9 Maret 1943 yang bertujuan untuk mendidik dan melatih para pemuda untuk dapat mempertahankan tanah airnya dengan kekuatan sendiri.
2)      Keibondan (barisan pembantu polisi): dibentuk tanggal 29 April 1943 yang bertujuan untuk mengisi jiwa pemuda dengan semangat nasionalisme.
3)      Fujinkai (barisan wanita): dibentuk bulan Agustus 1943 yang bertujuan untuk memberikan pelatihan militer pada wanita Indonesia.
4)      Gakutotai (barisan pelajar): dibentuk tahun 1943 yang beranggotakanpelajar sekolah lanjutan.
5)      Suishintai (barisab pelopor): dibentuk tanggal 25 September 1944 yang bertujuan untuk meningkatkan kesigapan rakyat.

55.   Organisasi militer bentukan Jepang:
1)      Heiho (pembantu prajurit Jepang): dibentuk bulan April 1943 yang bertujuan untuk membantu langsung tentara Jepang yang bertempur di Kepulauan Solomon dan Myanmar.
2)      PETA/Pembela Tanah Air (tentara sukarela): dibentuk tanggal 3 Oktober 1943 yang bertujuan untuk mempertahankan Indonesia dari serangan bangsa Barat. Anggota PETA yang berprestasi mendapat pangkat daidanco (komandan batalyon), cudanco (komandan kompi), shodanco (komandan peleton), dan budanco (komandan regu).

56.   Perlawanan rakyat Indonesia terhadap Jepang:
1)      Perlawanan rakyat Cot Plieng – Aceh: terjadi tanggal 10 November 1942 dipimpin oleh Tengku Abdul Jalil akibat penindasan sewenang-wenang penjajah Jepang terhadap rakyat Cot Plieng.
2)      Perlawanan rakyat Sukamamah, Singaparna: terjadi tanggal 25 Februari 1944 akibat penolakan K.H. Zaenal Mustafa terhadap penghormatan dengan cara membungkukkan badan (seikerei) kepada Kaisar Jepang yang dianggap sebagai dewa.
3)      Perlawanan rakyat Lohbener dan Sindang, Indramayu: terjadi tanggal 30 Juli 1944 dipimpin oleh H. Mardiyas, H. Kartiwea, dan Kyai Srengseng akibat penyiksaan rakyat di desa Cidempet, Lohbener.
4)      Perlawanan rakyat Pontianak: terjadi tanggal 16 Oktober 1944 dipimpin oleh pemuda yang bermarkas di Gedung Medan Sepakat akibat pembunuhan rakyat yang dilakukan oleh Jepang.

57.   Perlawanan pasukan Pembela Tanah Air (PETA)
1)      Perlawanan PETA di Blitar: merupakan pemberontakan terbesar yang terjadi tanggal 14 Februari 1945 pimpinan Cudanco Supriyadi dibantu Cudanco Muradi. Berhasil dipadamkan tentara Jepang dan tokohnya dihukum mati, tetapi Cundanco Supriyadi berhasil melarikan diri dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.
2)      Perlawanan PETA di Aceh: terjadi bulan November 1944 dipimpin oleh Teunku Hamid (anggota Giyugun berusia 20 tahun) akibat kekejaman Jepang terhadap rakyat Aceh.
3)      Perlawanan PETA di Gumilir, Cilacap: terjadi bulan Juli 1944 dipimpin oleh Budanco Khusaeri yang akhirnya tertangkap Jepang. Atas usaha Daidanco Sudirman, Khusaeri dkk tidak dijatuhi hukuman oleh Jepang.

58.   Pada bulan Juli 1944, kedudukan Jepang dalam Perang Asia Pasifik mulai terdesak sekutu, sehingga memberikan kemerdekaan kepada copypaste negara Myanmar dan Filipina. Jendral Koiso juga memberikan janji kemerdekaan Indonesia pada tanggal 7 September 1945.

59.   Tanggal 15 Agustus 1945, Sultan Syahrir menerima berita kekalahan Jepang kepada sekutu.

60.   Akibat pendudukan Jepang di bidang sosial:
1)      Kesengsaraan rakyat akibat kerja paksa (romusha) dan pemenuhan tagihan lainnya.
2)      Kehidupan sosial rakyat yang semakin mundur dengan kondisi kesehatan, kelaparan, gizi buruk, dan kematian.

61.   Akibat pendudukan Jepang di bidang ekonomi:
1)      Perampasan kekayaan rakyat berupa hasil bumi dan perhiasan
2)      Kondisi perekonomian yang semakin merosot
3)      Eksploitasi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang sangat besar

62.   Akibat pendudukan Jepang di bidang politik:
1)      Pelaksanaan politik penjajahan Jepang yang keras dan kejam
2)      Penindasan Jepang terhadap tokoh-tokoh pergerakan nasional anti-Jepang

63.   Selesai, 62 nomor dalam 7 halam untuk menggambarkan kondisi PD II dan pendudukan Jepang di Indonesia.


64.   Sumber: Tim Abdi Guru. 2007. IPS Terpadu untuk Kelas IX Jilid 3A. Jakarta: Erlangga. Halaman 71-92.


No comments:

Post a Comment