Monday, August 10, 2015

10 SMA GEOGRAFI: PENGETAHUAN DASAR GEOGRAFI


PENGETAHUAN DASAR GEOGRAFI

1.       Erastothenes adalah orang yang berperan memperkenalkan nama geografi dan dianggap sebagai peletak dasar pengetahuan geografi.

2.       Geografi berasal dari kata geographica ( geo = bumi dan graphica = penulisan) yang berarti penulisan/penggambaran tentang bumi.

3.       Claudius Ptolemeus adalah seorang geograf fuatcepat yang menyajikan peta dari sebagian dan seluruh permukaan bumi yang karyanya berupa kumpulan peta yang diberi nama Atlas Ptolemeus.

4.       Ellsworth Hunthington adalah salah satu tokoh determinis yang menyatakan bahwa manusia dikuasai alam.

5.       Paul Vidal adalh salah satu tokoh posibilis yang menyatakan bahwa manusia menguasai alam.

6.       Seorang ahli geografi harus mengetahui objek dan kenampakan apa saja yang dipelajari dalam geografi melalui 6 pernyataan pokok, yaitu:
1)      Fenomena apa yang terjadi? (what)
2)      Dimana fenomena itu terjadi? (where)
3)      Kapan fenomena tersebut terjadi? (when)
4)      Mengapa fenomena tersebut terjadi? (why)
5)      Siapa saja yang mengalami fenomena tersebut? (who)
6)      Bagaimana usaha-usaha menangani fenomena tersebut? Whow)

7.       Objek geografi menurut kesepakatan Ikatan Geograf Indonesia (IGI) adalah objek material geografi dan objek formal geografi.

8.       Objek material adalah sasaran kajian dalam studi gegrafi yaitu fenomena geosfer yang meliputi:
1)      Atmosefer: lapisan udara (gas) yang menyelimuti permukaan bumi. Ilmu yang mengkajinya adalah Meteorologi dan Klimatologi.
2)      Litosfer adalah lapisan batu-batuan. Ilmu yang mengkajinya adalah Geologi, Geomorfologi, dan Petrologi.
3)      Hidrosfer adalah lapisan air yang meliputi perairan di darat dan dilaut. Ilmu yang mengkajinya adalah Hidrologi dan Oceanografi.
4)      Biosfer adalah lapisan kehidupan tumbuhan dan heawan (flora dan fauana). Ilmu yang mengkajinya adalah Biogeografi dan Biologi.
5)      Atroposfer adalah lapisan kehidupan manusia. Ilmu yang mengkajinya adalah Geografi Penduduk, Ekonomi, dan Politik.

9.       Objek formal geografi adalah metode atau pendekatan yang digunakan untuk mengkaji suatu masalah dalam geografi.

10.   Pendekatan geografi adalah suatu cara atau metode untuk mempelajari peristiwa atau suatu objek kajian geografi.

11.   Pendekatan keruangan adalah suatu metode analisis untuk mempelajari eksistensi ruang (space) sebagai wadah mengakomodasi kegiatan manusia dalam menjelaskan fenomena geosfer.
1)      Analisis pola keruangan (spatial pattern analysis) menekankan pada sebaran-sebaran elemn pembentuk ruang  dengan mengidentifikasi aglomerasi dan menggunakan geografi question (what, where, when, why, who, dan how).
2)      Analisis struktur keruangan (spatial structure analysis) menekankan pada susunan elemen-elemen pembentuk ruang fuatcepat yang dibentuk oleh dua fenomena (fisik dan nonfisik). Contohnya komposisi bentuk pemanfaatan lahan.
3)      Analisis proses keruangan (spatial process analysis) menekankan pada proses keruangan yang biasanya divisualisasikan pada perubahan ruang. Contohnya mengamati perkembangan wilayah dari tahun 2000 sampai tahun 2010.
4)      Analisis interaksi keruangan (spatial interaction analysis) menekankan pada interaksi antarruang yang menimbulkan hubungan timbal balik antarruang.
5)      Analisis oragnisasi keruangan (spatial organization analysis) menekankan pada elemen-elemen lingkungan yang mempengaruhi tatanan spesifik dari elemen-elemen pembentuk ruang.
6)      Analisis asosiasi keruangan (spatial association analysis) menekankan pada asosiaisi keruangan antara berbagai kenampakan pada satu ruang. Contohnya meneliti hubungan antara hilangannya lahan pertanian dengan makin banyaknya pendatang di suatu wilayah.
7)      Analisis kecenderungan keruangan (spatial tendency analysis) menekankan pada  upaya mengetahui kecenderungan perubahan suatu gejala berdasarkan analisis keruangan, waktu, ataupun gabungan keduanya. Contohnya menganalisis perkembangan kota.
8)      Analisis komparasi keruangan (spatial comparsion analysis) bertujuan untuk mengetahui kelemahan atau keunggulan suatu ruang dibandingkan dengan ruang lainnya. Komparasi ini sangat dibutuhkan untuk penentuan kebijakan pengembangan wilayah.
9)      Analisis sinergis keruangan (spaatial synergist analysis) menekankan pada hubungan antarkeruangan yang menghasilkan nilai tambah. Contohnya kemajuan transportasi dan komunikasi menyebabkan mobilitas barang, jasa, dan informasi tinggi.

12.   Pendekatan ekologis sangat berkaitan dengan kajian ekologi yaitu ilmu tentang keterkaitan antara organisme dengan lingkungannya.

13.   Peran geografi dalam kajian ekologis lebih bersifat human oriented, artinya geografi lebih fokus pada manusia dan kegiatan manusia dalam keterkaitannya dengan lingkungan biotik, abiotik, sosial, ekonomi, dan kuturalnya.
1)      Analisis perilaku manusia terhadap lingkungan (human behavior environment analysis) menekankan pada perilaku sosial, ekonomi, dan kutural, dan politik manusia atau komunitasnya. Contohnya fuatcepat menganalisis perladangan liar yang  dilakukan sekelompok penduduk.
2)      Analisis aktivitas manusia terhadap lingkungan (human activity environment analysis) menekankan pada bentuk-bentuk kegiatan manusia. Contohnya budidaya ikan lele di suatu tempat dengan tempat lainnya akan berbeda perkembangannya dengan mengungkapkan penyebab terjadinya dari faktor internal (budidaya) dan faktor eksternal (lingkungan).
3)      Analisis kenampakan fisik alami terhadap lingkungan (physico natural featurs environment analysis)menekankan pada keterkaitan antara kenampakan fisikal alami dengan elemen-elemen lingkungannya. Contohnya meneliti gejala peningkatan kematian ikan di sbuag danau dengan melihat faktor internal (danau) dan faktor eksternal (lingkungan).
4)      Analisis kenampakan fisik buatan terhadap lingkungan (physico artificial features environment analysis) menekankan kajiannya pada keterkaitan antara kenampakan fisikal budayawi dengan elemen lingkungan tempat objek kajian berada. Contohnya menganalisis sebuah permukiman di suatu kota yang dikenal tidak pernah kebanjiran. Namun, suatu saat daerah tersebut mengalami kebanjiran.

14.   Pendekatan kompleks wilayah (region complex appoach) adalah integrasi pendekatan keruangan dengan pendekatan ekologis sehingga memberikan pemahman mendalam tentang wilayah yang dipelajari serta hubungannya dengan wilayah lainnya.

15.   Pendekatan ini diharapkan mampu mencari akar permasalahan, mengidentifikasi prses terjadinya, mengidentifikasi dampaknya, dan merumuskan pemecahannya.

16.   Contohnya akibat tingginya ersi di suatu kawasan, maka bisa terjadi pendangkalan terhadap waduk di kawasan lain yang mengganggu aktivitas pertanian di wilayah tersebut.

17.   Pendekatan kompleks wilayah merupakan integrasi analisis sistem wilayah (regional system) dan wilayah sistem (systemic region).
1)      Sistem wilayah adalah sistem yang terbentuk dari berbagai keterkaiatan anatarberbagai subwialayah.
2)      Wilayah sistema adalah wilayah yang mencermintak kesatuan  sistem dan keterkaitan  antarkomponen wilayah.

18.   Melalui pendekatan ini, kita dapat membuat ramalan wilayah (regional forecasting), perencanaan wilayah (regional planing), dan dapat melihat ruang sebagai wadah yang memiliki keunikan dibandingkan wilayah lainnya sebagai hasil dari interrelasi dan integrasi antara aspke fisik dan manusia yang berada di dalamnya.


19.   Bersambung ....




No comments:

Post a Comment