Wednesday, February 18, 2015

CARA MENGHITUNG PAJAK (PPh, PBB, DAN PPN)


MENGHITUNG PAJAK PENGHASILAN

Soal:
Pak Thamrin adalah pegawai swasta dengan penghasilan Rp. 6.000.000,- per bulan. Setiap bulan ia mendapatkan tunjangan jabatan Rp. 3.000.000,- dan premi asuransi Rp. 1.000.000,-. Setiap bulan ia harus membayar biaya jabatan 5% dari pendapatan brutonya dan biaya pensiun Rp. 1.000.000,-. Pak Thamrin sudah menkah 2 tahun yang lalu dan memiliki 2 orang anak. Berapa PPh yang harus dibayarkan Pak Thamrin setiap bulannya?

Diketahui:
Penghasilan Rp. 6.000.000,-
Tunjangan Jabatan Rp. 3.000.000,-
Premi asuransi Rp. 1.000.000,-
Biaya jabatan 5 % dari pendapatan bruto
Biaya pensiun Rp. 1.000.000,-

Jawab:
1) Mencari penghasilan bruto

Penghasilan Rp. 6.000.0000,-
Tunjangan   Rp. 3.000.000,-
Premi          Rp. 1.000.000,- (+) ditambah
                  Rp.10.000.000,-

Penghasilan bruto Rp. 10.000.000,- perbulan

2) Pengeluaran dari penghasilan

Biaya jabatan (5% dari bruto) = 5% x Rp. 10.000.000,- = Rp.  500.000,-
Biaya pensiun                                                              Rp. 1.000.000,- (+) ditambah
Pengeluaran                                                                 Rp. 1.500.000,-

3) Mencari penghasilan bersih

Penghasilan bruto Rp.10.000.000,-
Pengeluaran         Rp.  1.500.000,- (-) dikurangi
Nett                     Rp. 8.500.000,- per bulan

Penghasilan per tahun = 12 x Rp. 8.500.000,- = Rp. 102.000.000,-

4) Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

Ketentuan PTKP Mulai 1 Januari 2014
PTKP Pribadi        Rp. 24.300.000,-
PTKP Menikah      Rp.  2.025.000,-
PTKP Anak           Rp.  2.025.000,- (maksimal yang dihitung sampai anak ke-3)
PTKP Istri bekerja Rp. 24.300.000,- (apabila istri bekerja)

PTKP Pak Thamrin yang sudah menikah, memiliki 2 anak, dan istri tidak bekerja.

PTKP pribadi   Rp. 24.300.000,-
PTKP menikah Rp.   2.025.000,-
PTKP anak (2) Rp.   4.050.000,-
PTKP istri       Rp.               0,- (+) ditambah
Total               Rp. 30.375.000,-

5) Penghasilan Kena Pajak

PKP = Pendapatan pertahun - Total PTKP
PKP = Rp. 102.000.000 - Rp. 30.375.000
        = Rp. 71.625.000,-

6) Pajak Penghasilan yang Harus Dibayarkan

Ketentuan PKP mulai 1 Januari 2014
Penghasilan < Rp. 50.000.000,-          = 5%   = Rp.   50.000.000,-
Rp. 50.000.000 - Rp. 250.000.000,-    = 15% = Rp. 200.000.000,-
Rp. 250.000.000 - Rp. 500.000.000,-  = 25% = Rp. 250.000.000,-
Penghasilan > Rp. 500.000.000,-        = 35% = Rp. 500.000.000,-

PKP Pak Thamrin adalah Rp. 71.625.000,- berarti berada di antara Rp. 50.000.000 - Rp. 250.000.000,- yaitu sebesar 15%.

Penghasilan < Rp. 50.000.000,-          = 5%   = Rp.   50.000.000,-
Rp. 50.000.000 - Rp. 250.000.000,-    = 15% = Rp. 200.000.000,-
Rp. 250.000.000 - Rp. 500.000.000,-  = 25% = Rp. 250.000.000,-
Penghasilan > Rp. 500.000.000,-        = 35% = Rp. 500.000.000,-

5% x Rp. 50.000.000,-                             = Rp. 2.500.000,-
15% x (Rp. 71.625.000 - Rp. 50.000.000)  = Rp. 3.243.750,- (+) ditambah
PPh pertahun                                           = Rp. 5.743.750,-
PPh perbulan                                           = Rp 5.743.750 : 12 = Rp. 478.645,833


MENGHITUNG PAJAK BUMI DAN BANGUNAN


Soal:
Otong memiliki tanah seluas 72 meter persegi @ Rp. 2.000.000,-; bangunan seluas 36 meter persegi @ Rp. 1.000.000,-; dan taman seluas 36 meter persegi @ Rp. 500.000,-. Apabila NJOPTKP yang ditetapkan adalah Rp. 10.000.000,- berapa PBB yang harus dibayar Otong?

Diketahui
niali tanah 72 x  Rp. 2.000.000 = Rp. 144.000.000,-
bangunan 36 x Rp. 1.000.000   = Rp.   36.000.000,-
taman 36 x Rp. 500.000           = Rp.   18.000.000,-

1) Menghitung Nilai Bangunan

nilai bangunan = bangunan + taman - NJOPTKP
bangunan    Rp. 36.000.000,-
taman         Rp. 18.000.000,- (+) ditambah
                  Rp. 54.000.000,-
NJOPTKP  Rp. 10.000.000,- (-) dikurangi
nilai bangunan   44.000.000,-

Nilai bangunan Rp. 44.000.000,-

2) Menghitung Nilai  Jual Objek Pajak (NJOP)

NJOP = Nilai bangunan + taman
nilai bangunan Rp.  44.000.000,-
niali tanah       Rp.144.000.000,- (+) ditambah
NJOP             Rp.188.000.000,-

3) Menghitung PBB yang Harus Dibayarkan

Nilai tanah 0,5% x 20% x Rp.144.000.000,-       = Rp. 144.000,- (coret 0-nya tiga)
Nilai bangunan 0,5% x 20% x Rp.  44.000.000,- = Rp.   44.000,- (coret 0-nya tiga) (+)
PBB yang harus dibayarkan                              = Rp. 188.000,- (harus sama dengan NJOP)

MENGHITUNG PAJAK PERTAMBAHAN NILAI

Soal
Jojon membeli barang di Karepour dengan rincian:
2 dus Endomi @ Rp. 55.000,-/dus
4 kg telur ayam @ Rp. 20.000,-/kg
1 sak beras @ Rp. 200.000,-/sak
2 lt minyak @ Rp 10.000,-/liter
Berapa PPN yang harus dibayar Jojon?

Diketahui:
2 x Rp. 55.000,-/dus  = Rp.  110.000,-
4 x Rp. 20.000,-/kg    = Rp.   80.000,-
1 x Rp. 200.000,-/sak = Rp. 200.000,-
2 x Rp 10.000,-/liter   = Rp.   20.000,- (+)
Total                         = Rp. 410.000,-

PPN yang berlaku di Indonesia adalah 10%
Jadi, Rp. 410.000,- x 10% = Rp. 41.000,-


KOREKSILAH JIKA SALAH


9 comments:

  1. ijin share... perhitungan pajak penghasilan perorangan, mulai berlaku 1 Juli 2015
    http://www.perjuanganserikatburuh.cf/2015/06/apakah-potongan-pajak-anda-sudah-benar.html

    ReplyDelete
  2. Untuk poin 3 yang menghitung pbb 05% x 20% itu dari mana? Kenapa harus di kali segitu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu dari ketentuan pemerintah.. jadi harus seperti itu..
      NJOP < Rp. 1.000.000.000 x 0,5% x 20%
      NJOP > Rp. 1.000.000.000 x 0,5% x 40%

      Delete
  3. bagaimana jika memiliki anak lebih dari 3 orang anak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. dsisni udah ditentuin maksimal 3 orang anak. jika dia punya 5 anak berarti yang hanya dihitung cuma 3 anak aja. jadi 3 X Besarnya PTKP (berdasarkan uu)

      Delete
  4. bagaimana jika memiliki anak lebih dari 3 orang anak ?

    ReplyDelete
  5. Itu soal menghitung pph, orangnya sudah pensiun apa belum sih?

    ReplyDelete