Friday, January 9, 2015

PROSES PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA, PROKLAMASI, DAN PROSES TERBENTUKNYA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA


PROSES PERSIAPAN KEMERDEKAAN INDONESIA

1.       Jepang menyerang Pearl Harbour Hawaii USA pada tanggal 7 Desember 1942 sehingga terjadi Perang Asia Pasifik.

2.       Tanggal 10 Januari 1942 Jepang  pertamakali mendarat di Tarakan Kalimantan Timur dan berhasil menguasai Asia Tenggara.

3.       Akhirnya pada tanggal 8 Maret 1942 di Kalijati Subang, Belanda menyerah kepada Jepang dengan menandatangani Perjanjian Kalijati.

4.       Jepang membagi wilayah Indonesia menjadi tiga bagian, yaitu:
-          Sumatra: Angkatan Darat ke-25
-          Jawa dan Madura: Angkatan Darat ke-16
-          Kalimantan dan Ind. Timur: Angkatan Laut

5.       Masa pendudukan Jepang mencapai 3,5 tahun yaitu sejak Maret 1942 – Agustus 1945.

6.       Jepang mengubah nama Batavia menjadi Jakarta dan melaksanakan propaganda untuk menarik simpati rakyat Indonesia.

7.       Gangguan stabilitas Jepang terganggu karena Kabinet Tojo diganti dengan Kabinet Koiso Kunaiki akibat serangan Sekutu ke Jepang.

8.       Dokuritsu Junbi Cosakai adalah Badan Penyelidik Usaha Prsiapan Kemerdekaan Indonesia/BPUPKI.
-          Dibentuk oleh: Kumakici Harada
-          Tanggal: 1 Maret 1945
-          Ketua: K.R.T. Radjiman Wedioningrat
-          Wakil Indonesia: Supomo
-          Wakil Jepang: Hibangase Yosio
-          Anggota: 67 Indonesia dan 7 Jepang
-          Pelantikan tgl: 28 Mei 1945 oleh Itagaki dan Yaiciro Nagano

9.       Sidang pertama BPUPKI tanggal 29 Mei – 1 Juni 1945 bertujuan untuk merumuskan konsep filsafah atau dasar negara.

10.   Lima asas dan dasar negara yang diusulkan oleh Moh. Yamin tanggal 29 Mei 1945, yaitu:
-          Perikebangsaan
-          Perikemanusiaan
-          Periketuhanan
-          Perikerakyatan
-          kesejahteraan

11.   BPUPKI membentuk panitia sembilan padda tanggal 22 Juni 1945, anggota:
-          Ir. Soekarno                      -    Wachid Hasyim
-          Drs. Moh. Hatta                 -    Abikusno T.
-          Moh. Yamin                      -    Agus Salim
-          Ahmad Subarjo                  -    A.A. Maramis
-          Abdulkahar Muzakir

12.   Panitia sembilan berhasil menghasilkan dokumen Piagam Jakarta atas usulan Moh. Yamin.

13.   Dokuitsu Junbi Inkai adalah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia/PPKI:
-          Dibentuk oleh: Terauchi Hisaichi
-          Tanggal: 7 Agustus 1945
-          Ketua: Ir. Soekarno
-          Wakil: Drs. Moh. Hatta
-          Anggota: 21 orang ditambah 6 tanpa sepengetahuan Jepang

14.   Pada tanggal 6 Agustus 1945 Kota Hirosima dan tanggal 9 Agustus 1945 Kota Nagasaki dibom atom oleh Amerika Serikat.

15.   Terauchi Hisaichi mengundang Ir. Soekarno, Moh. Hatta, dan dr. Radjiman Wedioningrat diundang ke Dallat, Vietnam pada tgl 11 Agustus 1945.

16.   Tujuannya adalah untuk memberikan kemerde-kaan kepada Indonesia pada tgl 7 Septmber 1945

17.   Jepang menyerah pada sekutu tgl 15 Agust 1945.

18.   Terjadi vacuum of power (kekosongan kekuasaan) karena Jepang harus menunggu kedatangan tentara sekutu tgl 8 September 1945.

19.   Pada tanggal 15 Desember 1945, para pemuda mendesakan Ir. Soekarno untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

20.   Usulan pemuda ditolak karena Ir. Soekarno dan golongan tua menginginkan kemerdekaan melalui sidang PPKI yaitu tgl 24 Agustus 1945.

21.   Malam harinya para pemuda melaksankan rapat di gedung Lembaga Bakteriologi di Pedangsaan Timur No. 1 Jakarta.

22.   Rapat dipimpin oleh Chaerul Saleh dengan keputusan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hal dan permasalahan rakyat Indonesia sendiri yang tidak bergantung dengan negara lain sehingga para pemuda diikutsertakan dalam pelaksanaan proklamasi.

23.   Keputusan tersebut disampaikan ke Ir. Soekarno oleh Wikana dan Darwis, namun tetap ditolak.

24.   Peristiwa Rengasdengkok Kerawang terjadi tgl 16 Agustus 1945 terjadi karena perbedaan pendapat antara golongan tua dengan golongan muda mengenai pelaksanaan kemerdekaan.

25.   Golongan muda terdiri dari: Sutan Syahrir, Wikana, Yusuf Kunto, Darwis, Chaerul Saleh, Sukarni, Sayuti Melik, Singgih, dan Subeno.

26.   Golongan tua terdiri dari Ir. Soekarno, Moh. Hatta, Moh. Yamin, Supomo, dan Ahmad Subarjo.

27.   Tujuannya adalah agar Ir. Soekarno dan Moh. Hatta tidak mendapat tekanan dan terpengaruh oleh pihak Jepang.

28.   Kedua tokoh tersebut diamanka oleh Sudanco Singgih, Sukarni, dan Yusuf ke Rengasdengklok.

29.   Alasan diamankan kedua tokoh tsb karena Soekarno-Hatta merupakan tokoh yang sangat berwibawa di mata rakyat Indonesia dan proklamasi harus dilaksanakan dengan kekuatan sendiri tanpa bantuan pihak lain.

30.   Soekarno-Hatta dikembalikan ke jakarta setelah ada kesepakatan antara Ahmad Subarjo dan Sudanco Subeno bahwa proklamasi akan dilaksanakan tgl 17 Agustus 1945.

31.   Soekarno-Hatta menemui Nashimura untuk melaksanakan proklamasi tetapi ditolak sehingga memantapkan Soekarno-Hatta untuk segera melaksanakan proklamasi tanpa bantuan Jepang.

32.   Semula perumusan teks proklamasi akan dilaksanakan di Hotel Des Indes namun dilarang oleh Jepang.

33.   Sehingga perumusan teks proklamasi dilaksana-kan di Rumah Laksamana Maeda yaitu Jalan Imam Bonjol No. 1 Jakarta.

34.   Teks proklamsi tulisan tangan Ir. Sekarno mendapatkan beberapa perubahan sebelum diketik oleh Sayuti Melik.

35.   Perubahan teks proklamasi:
-          Kata “tempoh” menjadi “tempo”
-          Tulisan “wakil rakyat” menjadi “ atas nama bangsa Indonesia
-          Tulisan “Djakarta 17-8-‘05” menjadi “Djakarta, hari 17 boelan 8 tahun 05”.

36.   Sukarni mengusulkan agar teks proklamasi ditandatangani oleh Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia. Copypaste dari Fuat Cepat Selamat.

37.   Naskah otentik (resmi) adalah naskah yang diketik, tertanggal, dan ditandatangani.

38.   Pelaksanaa pembacaan teks proklamasi berlangsung di rumah Ir. Soekarno Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta pukul 10 pagi.

39.   Dr. Moewardi adalah tokoh pemuda yang bertanya kepada Ir. Soekarno tentang waktu pelaksanaan pembacaan teks proklamasi.

40.   Ir. Soekarno hanya akan melaksanakan pembacaan teks proklamasi setelah kedatangan Moh. Hatta.

PROKLAMASI DAN PROSES TERBENTUKNYA NKRI

41.   Rencananya pembacaan teks proklamasi akan dilangsungkan di Lapangan Ikada sebelah tenggara Monas namun dibatakan.

42.   Pembatalan tersebut karena Lapangan Ikada telah diketahui tentara Jepang dan Ir. Soekarno tidak menginginkan terjadinya bentrokan fisik.

43.   Sukarni adalah tokoh pemuda yang memberitahu Ir. Soekarno bahwa lapangan Ikada telah dijaga pasukan Jepang.

44.   Tokoh-tokoh dalam peristiwa proklamasi:
-          Suwirjo: panitia persiapan – walikota Jakarta
-          Latif Hendraningrat dan Arifin Abdurrahman: kordinasi keamanan
-          Latif Hendraningrat: ketua upacara
-          Fatmawati: penjahit bendera
-          WR. Supratman: pncipta lagu Indonesia Raya
-          Latif Hendraningrat (pengerek bendera), Suhut (pengibar bendera), dan Trimurti (pembawa bendera)
-          Syahruddin: menyampaikan salinan teks proklamsi kepada Palenewan
-          F. Wuz: peugas penyiar yang menyampaikan berita kemerdekaan

45.   Makna isi pidato Ir. Soekarno yang mengawali pembacaan teks proklamasi:
-          Perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan tidak pernah berhenti meskipun mengalami pasang surut.
-          Bangsa Indonesia bertekad bulat menentukan nasib bangsa dan tanah airnya dengan tenaga dan kekuatan sendiri.

46.   Makna proklamasi kemerdekaan:
-          Dilihat dari segi hukum: bangsa Indonesia telah menghapus tata kolonial untuk digantikan dengan tata hukum Indonesia.
-          Dilihat dar segi politik-idiologis: bangsa Indonesia telah berhasil melepaskan diri dari penjajahan dan membangun pemerintahan yang baru yaitu Negara Republik Indonesia yang bebas, merdeka, dan berdaulat penuh.

47.   Berita proklamsi kemerdekaan disebarkan secara luas melalui berita dari mulut ke mulut, pamflet, surat kabar, dan berita radio Domei.

48.   Palenewan adalah kepala kantor berita Domei yang menyiarkan penyiar radio untuk menyebar-luaskan berita kemerdekaan setiap 30 menit.

49.   Kantor berita Domei disegel Jepang pada tgl 20 Agustus 1945 dan berpindah di Jalan Menteng No.31 Jakarta. Copypaste dari Fuat Cepat Selamat.

50.   Yusuf Ronodipuro berhasil menyiaka kemerdekaan ke seluruh Indonesia dan dunia.

51.   Surat kabar Soera Asia di Surabaya dan surat kabar Tjahaya di Bandung memberitakan kemerdekaan di halaman depan.

PROSES TERBENTUKNYA NKRI

52.   Sidang pertama PPKI
-          Tanggal: 18 Agustus 1945
-          Lokasi: Gedung Kesenian, Pasar Baru
-          Ketua dan wakil: Soekarno-Hatta
-          Dihadiri oleh: 27 orang
-          Hasil keputusan sidang:
o   Pengesahan UUD 1945
o   Memilih Soekarno-Hatta sebagai presiden dan wakil presiden
o   Membentuk komite nasional untuk membantu presiden

53.   UUD 1945 yang disahkan adalah hasil dari kerja BPUPKI tgl 28 Mei 1945.

54.   Perubahan UUD 1945 terjadi dengan menghilang-kan kalimat “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya”.

55.   Sidang kedua PPKI tgl 19 Agustus 1945 dengan membentuk:
-          Panitia kecil penyusun kementerian yang diketuai oleh Ahmad Subardjo.
-          Panitia kecil pembagian wilayah provinsi diketuai oleh Otto Iskandardinata.

56.   Hasil keputusan sdang PPKI ke-dua:
-          Kabinet terdiri dari 12 kementerian dan 4 menteri negara.
-          Pembagian 8 wilayah provinsi di indonesia.

57.   Pada tgl 2 September 1945 presiden mengumum-kan susunan kabinet presidensil, yaitu kabinet yang ertanggung jawab kepada presiden.

58.   Susunan kabinet presidensil:
-          Menteri dlam negeri: R.A.A. Wiranakusumah
-          Menteri luar negeri: Ahmad Subadjo
-          Menteri keuangan: A.A. Maramis
-          Menteri kehakiman: Prof. Dr. Supomo
-          Menteri kemakmuran: Ir. Surakhman T.
-          Menteri keamanan rakyat: Supriyadi
-          Menteri kesehatan: dr. Buntaran M.
-          Menteri pengajaran: Ki Hajar Dewantara
-          Menteri penerangan: Amir Syarifuddin
-          Menteri sosial: Iwa Koesoema Soemantri
-          Menteri pekerjaan umum: Abikusno T.
-          Menteri perhubungan: Abikusno T.
-          Menteri negara: Wakhid Hasyim, Dr. M. Amir, R.M. Sartono, dan R. Otto Iskandardinata.

59.   Pembagian provinsi di Indonesia:
-          Sumatra: Teunku Muhammad Hasan
-          Jawa Barat: Sutardjo Kartohadikusumo
-          Jawa Tegah: R. Panji Soeroso
-          Jawa Timur: R.A. Suryo
-          Sunda Kecil: I Gusti ketut Pudja
-          Maluku: J. Latuharhary
-          Sulawesi: Dr. G.S.S.S.J. Ratulangi
-          Kalimantan: Ir. Pangeran Muhammad Noor

60.   Pejabat negara:
-          Ketua mahkamah agung: Dr. Kusumah Atmadja
-          Jaksa Agung: Gatot Tarunamihardja
-          Sekertaris negara: A.G. Pringgodigjo
-          Juru bicara negara: Sekardjo Wirjopranoto

61.   Rapat pleno yang dipimpin Moh. Hatta tgl 22 Agustus 1945 berhasil membentuk Komite Nasional Indonesia (KNI).

62.   KNI berfungsi sebagai DPR sebelum pemilu dilaksanakan.

63.   KNI secara resmi diumumkan tgl 25 Agustus 1945 dan pelantikannya sehari kemudian.

64.   KNI terdiri dari:
-          Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang berkedudukan di Jakarta
-          Komite Nasional Indonesia daerah (KNID) yang bekedudukan di setiap wilayah provinsi.

65.   Susunan pimpinan KNIP:
-          Ketua: Kasman Singodimejo
-          Wakil ketua I: Sutardjo Kartohadikusumo
-          Wakil ketua II: Johanes Latuharhari
-          Wakil ketua III: Adam Malik

66.   Rapat pleno KNIP tgl 16 Oktober 1945 mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor X. Copypaste dari Fuat Cepat Selamat.

67.   Kepres No. X  berisi tentang pemberian kekuasaan dan wewenang legislatif kepada KNIP untuk ikut serta dalam menetapkan Garis Besar Haluan Negara (GBHN) sebelum Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) terbentuk.

68.   Tgl 22 Agustus 1945 panitia kecil mengumkan terbentuknya Badan Keamanan Rakyat (BKR).

69.   BKR adalah badan penolong keluarga korban perang dan pemelihara keamanan rakyat yang diperkuat oleh unsur PETA, Heiho, Seinendan, dan Keibondan.

70.   Tgl 23 Agustus 1945 presiden meresmikan BPR:
-          Ketua umum: Kaprawi
-          Ketua I: Sutalaksana
-          Ketua II: Latief Hendraningrat dan Aruji Kartawinata (Jawa Barat), Soedirman (Jawa Tengah), dan drg. Mustopo (Jawa Timur).

71.   Pembentukan BKR menimbulkan kekecawaan sejumlah pejuang dan mantan tentara Belanda di Indonesia (KNIL) sehingga pada September 1945 menghadap Syarifuddin untuk mendesak presiden membentuk tentara kebangsaan.

72.   Desakan tersebut muncul karena tgl 8 September 1945 pasukan sekutu pimpinan Mayor A.G. Greenhalg tiba di lapangan terbang Kemayoran.

73.   Presiden menugaskan Mayor Oerip Soemoharjo (pensiunan KNIL) untuk menyusun tentara kebangsaan.

74.   Presiden meresmikan berdirinya Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dengan Supriyadi sebagai panglima TKR pada tgl 5 Oktober 1945.

75.   Setiap tgl 5 Oktober diperingati sebagai hari kelahiran Tentara Nasional Indonesia.

76.   Proses perkembangan tentara kebangsaan:
-          Mengganti TKR menjadi Tentara Keselamatan Rakyat (TKR) tgl 7 Januari 1946
-          Mengganti TKR menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) tgl 24 Januari 1947
-          Mengganti TRI menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) tgl 3 Juni 1947

DUKUNGAN TERHADAP KEMERDEKAAN

77.   Pada tgl 5 September 1945, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menyatakan bahwa negeri Ngayogyakarto Hadingrat yang bersifat kerajaan tetap diakui sebagai Daerah Istimewa dalam naungan NKRI.

78.   Rakyat memberikan dukungan dengan mengadakan rapat raksasa di lapangan Ikada pada tgl 19 September 1945.

79.   Rapat raksasa di lapangan Ikada dipelopori oleh Komite Van Actie Menteng 31.

80.   Rapat raksasa di Ikada tetap dilaksanakan meskipun mendapat pengawalan ketat oleh tentara Jepang. Copypaste dari Fuat Cepat Selamat.

81.   Pesan yang disampaikan Presiden Soekarno saat rapat raksasa di Ikada:
-          Meminta dukungan dan kepercayaan rakyat terhadap pemerintah Republik Indonesia.
-          Mengajak rakyat Indonesia untuk mematuhi kebijakan-kebijakan pemerintah dgn disiplin.
-          Memerintahkan rakyat untuk mmbubarkan diri menuju rumah masing-masing dgn tnang.

82.   Rapat raksasa di lapangan Ikada hanya berlang-sung singkat karena Presiden Sekarno khawatir akan terjadi bentrokan fisik antara rakyat dengan tentara Jepang dan menimbulkan korban jiwa.

83.   Makna dari pelaksanan rapat raksasa:
-          Mempertemukan pemerintah Republik Indonesia dengn rakyatnya.
-          Perwujudan bentuk kewibawaan pemerintah Republik Indonesia di hadapan rakyatnya.
-          Berhasil menggugah kepercayaan rakyat akan kekuatan bangsa Indonesia sendiri.

84.   Selesai, semoga materinya sama dengan yang di-ajarkan guru di sekolah dan keluar saat ulangan.

85.   Sumber: Tim Abdi Guru. 2008. IPS Terpadu untuk SMP Kelas VIII 2B Semester 2. Jakarta: Erlangga.


TAMBAHAN ...


IPS - SEJARAH : KEMERDEKAAN INDONESIA

1.       Perbedaan prespektif antara kelompok sekitar proklamasi kemerdekaan:
-          Kelompok golongan tua mengambil startegi kooperai terhadap pemerintah Jepang. Tokoh-tokoh yang terkenal antaralain Soekarno, Hatta, Ahmad Subardjo, Moh. Yamin, Ki Hajar Dewantara, dll.
-          Kelompok golongan muda dengan semangatnya memaksa agar proklamasi dilaksanakan secepatnya tanpa bantuan Jepang. Tokoh-tokoh yang terkenal antara laiin Sukarni, Wikana, Darwin, Chaerul Saleh, B.M. Diah, Latief Hendraningrat, dll.

2.       Perumusan teks proklamasi dilakukan di rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol No.1

3.       Kalimat pertama rumusan teks proklamasi merupakan buah pikiran Ir. Soekarno dan Ahmad Soebardjo yang diambil dari teks pembukaan UUD 1945. Sedangkan kalimat terakhir merupakan hasil pikiran dari Moh. Hatta.

4.       Teks proklamasi diketik oleh Sayuti Melik.

5.       Tahun yang tertulis dalam teks proklamasi adalah tahun ’05. Ini menunjukkan singkatan tahun Jepang yaitu tahun 2605 atau sama dengan tahun 1945 Masehi.

6.       Pembacaan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia berlangsung di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 pada hari Jum’at tanggal 17 Agustus 1945.

7.       Pengibar  bendera merah putih  saat upacara proklamasi adalah Suhud dan Syodanco Latief Hendraningrat.

8.       Makna sejarah dari peristia proklamasi kemerdekaan yaitu:
-          Cita-cita bangsa Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan dan membentuk negara telah tercapai.
-          Bangsa Indonesia telah bebas dari penjajahan.
-          Bangsa Indonesia mulai dikenal  dunia internasional dan mulai ikut serta dalam perpolitikan dunia.

9.       Lagu Indonesia raya yang diciptakan W.R.  Soepratman dikumandangkan pertama kali di depan umum saat penutupan Kongres Pemuda II di Jakarta 28 Oktober 1928.

10.   Negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia adalah Mesir.

11.   Rapat raksasa di lapangan IKADA memiliki arti penting yaitu memperlihatkan kepada dunia bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia mendapat dukungan dari seluruh rakyat dan membuktikan tingginya kewibawaan pemerintah RI atas rakyatnya.

12.   Dalam menentukan wilayah negara, BPUPKI memperbincangkan berbagai usulan wilayah kesatuan Indonesia seperti:
-          Seluruh bekas wilayah Hindia Belanda
-          Seluruh bekas wilayah Hindia Belanda ditambah Malaysia
-          Seluruh bekas wilayah Hindia Belanda ditambah dengan Malaysia, Borneo, Timur-timur dan Papua.

13.    Sidang BPUPKI memutuskan bahwa wilayah Indonesia adalah bekas wilayah Hindia Belanda tanpa Malaysia, Kalimantan Utara, dan Timur-timur.

14.   Sidang PPKI pertama tanggal 18 Agustus 1945 menghasilkan tiga keputusan, yaitu:
-          Mengesahkan dan menetapkan UUD Republik Indonesia yang kemudian dikenal dengan nama UUD 1945.
-          Memilih dan menetapkan Ir. Sekarno sebagai presiden dan Moh. Hatta sebagai wakil presiden.
-          Sebelum terbentuknya MPR, pekerjaan presiden untuk sementara waktu dibantu oleh sebuah Komite Nasional.

15.   Sidang PPKI kedua tanggal 19 Agustus 1945 menghasilkan dua keputusan, yaitu:
-          Menetapkan 12 kementerian dalam lingkungan pemerintah
-          Membagi daerah RI menjadi delapan provinsi yakni Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sunda Kecil, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan.

16.   Sidang PPKI ketiga pada tanggal 22 Agustus 1945 berhasil mengambil tiga keputusan yaitu:
-          Membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat dan Daerah.
-          Membentuk Partai Nasional Indonesia.
-          Membentuk Badan Keamanan Rakyat.

17.   Sistematika UUD 1945 yaitu:
-          Pembukaan (Mukadimah) meliputi empat alenia (Paragraf)
-          Batang tubuh (isi) UUD yang terdiri dari 16 Bab, 37 Pasal, 4 pasal Aturan Peralihan, dan 2 ayat Aturan Tambahan.
-           Penjelasan UUD yang terdiri dari penjelasan umum dan penjelasan pasal demi pasal.


18.   Bersambung ....



IPS SEJARAH – KEMERDEKAAN INDONESIA (2)

1.      BPUPKI : Dokuritsu Junbi Cosakai
-          BPUPKI = Badan Penyelidik Usaha Persiapaan Kemerdekaan Indonesia
-          Ketua: Dr. Radjiman Widyodiningrat
-          Dibentuk oleh: Kumikici Harada
-          Tanggal: 1 April 1945
-          Beranggotakan 38 orang
-          Tujuan: merumuskan dasar negara dan mempersiapkan hal-hal politik dan ekonomi bangsa Indonesia
-          Sidang pertama : tanggal 29 Mei – 1 Juni 1945 membahas dasar negara
-          Sidang kedua: tanggal 10 – 16 Juni 1945 membahas Rancangan UUD
-          BPUPKI membentuk panitia kecil yang disebut Panitia Sembilan
-          Panitia Sembilan : tanggal 22 Juni 1945 membuat rancangan dokumen Piagam Jakarta
-          Dibubarkan : tanggal 7 Agustus 1945

2.      PPKI: Dokuritsu Junbi Inkai
-          PPKI = Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia
-          Ketua: Ir. Sekarno
-          Wakil ketua: Moh. Hatta
-          Penasehar: Ahmad Subardjo
-          Dibentuk : Terauchi Hisaichi
-          Tanggal : 7 Agustus 1945
-          Jumlah anggota: 27 orang
-          Tujuan: mempersiapkan kemerdekaan Indonesia

3.      Golongan tua
-          Kelompok nasionalis yang terdiri dari Ir. Sekarno, Moh. Hatta, Ahmad Subardjo, Moh. Yamin, dan Iwa Kusumasumantri.
-          Bersikap sangat berhati-hati dalam mencermati masa kekosongan kekuasaan setelah Jepang menyerah pada sekutu (vacuum of power).
-          Berpendapat  bahwa kemerdekaan harus dilaksanakan sesuai perjanjian dengan Jepang dan melalui pembicaraan melalui sidang PPKI.
-          Menyadari bahwa kekuatan Jepang di Indonesia masih kuat dan utuh. Selain itu, mereka juga mengetahui Jepang diberi tugas oleh sekutu untuk mempertahankan status quo (keadaan tetap)Indonesia.

4.      Golongan muda
-          Terdiri dari Sukarni, Adam Malik, dr. Muwardi, Wikana, Chaerul Saleh, dan B.M. Diah.
-          Bersifat agresif dengan menginginkan kemerdekaan secepatnya dilaksanakan sebelum tentara sekutu mengambil alih kekuasaan dari Jepang.
-          Menginginkan agar pelaksanaan kemerdekaan lepas dari pengaruh Jepang.
-          Menurut golongan muda, kemerdekaan harus diusahakan sendiri bukan menunggu pemberitaan dari Jepang. Sehingga golongan muda tidak menyukai keterlibatan PPKI yang dianggap sebagai badan bentukan Jepang.

5.      Piagam Jakarta "Jakarta Charter" adalah dokumen historis berupa kompromi antara pihak Islam dan pihak kebangsaan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) untuk menjembatani perbedaan dalam agama dan negara. Piagam Jakarta disusun dalam rapat Panitia Sembilan atau 9 tokoh Indonesia pada tanggal 22 Juni 1945 di Jakrta yang diketuai oleh Ir. Soekarno. Yang berisi:
-          Ketoehanan, dengan kewadjiban mendjalankan sjari'at Islam bagi pemeloek2-nja
-          Kemanoesiaan jang adil dan beradab
-          Persatoean Indonesia
-          Kerakjatan jang dipimpin oleh hikmat, kebidjaksanaan dalam permoesjarawaratan/perwakilan
-          Keadilan sosial bagi seloeroeh Rakjat Indonesia.

6.      Perubahan teks proklamasi
-          Kata "Proklamasi" diubah menjadi "P R O K L A M A S I",
-          Kata "Hal2" diubah menjadi "Hal-hal",
-          Kata "tempoh" diubah menjadi "tempo",
-          Kata "Djakarta, 17 - 8 - '05" diubah menjadi "Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05",
-          Kata "Wakil2 bangsa Indonesia" diubah menjadi "Atas nama bangsa Indonesia",
-          Isi naskah Proklamasi Klad adalah asli merupakan tulisan tangan sendiri oleh Ir. Soekarno sebagai pencatat, dan adalah merupakan hasil gubahan (karangan) oleh Drs. Mohammad Hatta dan Mr. Raden Achmad Soebardjo Djojoadisoerjo. Sedangkan isi naskah Proklamasi Otentik adalah merupakan hasil ketikan oleh Mohamad Ibnu Sayuti Melik (seorang tokoh pemuda yang ikut andil dalam persiapan Proklamasi),
-          Pada naskah Proklamasi Klad memang tidak ditandatangani, sedangkan pada naskah Proklamasi Otentik sudah ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta.

7.      Alasan Sekutu mengobom Kota Hiroshima (6/8/45) dan Nagasaki (9/8/45)
Kota Hiroshima sebagai markas militer Jepang dan  dikenal sebagai kota pelabuhan yang besar di Jepang. Sedangkan Nagasaki adalah kota yang industri perkapalannya bisa dikatakan maju.

8.      Proses masuknya Jepang ke Indonesia
-          Tanggal 8 Desember 1941  : secara tiba-tiba Jepang menyerbu ke Asia Tenggara dan membom Pearl Harbor, yaitu pangkalan terbesar Angkatan Laut Amerika di Pasifik.
-          Tanggal 11 Januari 1942     : tentara Jepang mendarat di Tarakan, Kalimantan Timur, dan esok harinya (12 Januari 1942) Komandan Belanda di pulau itu menyerah.
-          Tanggal 1 Maret 1942          : tentara ke-16 Jepang berhasil mendarat di 3 tempat sekaligus yaitu di Teluk Banten, di Eretan Wetan (Jawa Barat), dan di Kragan (Jawa Tengah).
-          Dengan penyerahan tanpa syarat oleh Letnan Jenderal H. Terpoorten, Panglima Angkatan Perang Hindia Belanda atas nama Angkutan Perang Serikat di Indonesia kepada tentara ekspedisi Jepang di bawah Pimpinan Letnan Jenderal Hitoshi Imamura pada tanggal 8 Maret 1942, berakhirlah pemerintahan Hindia Belanda di Indonesia dan dengan resmi mulailah kekuatan pendudukan Jepang di Indonesia.

9.      Perbedaan pendapat antara golongan muda dengan golongan tua mengenai pelaksanaan proklamasi
-          Baik golongan tua maupun golongan muda, sesungguhnya sama-sama menginginkan secepatnya dilakukan Proklamasi Kemerdekaan dalam suasana kekosongan kekuasaan dari tangan pemerintah Jepang. Hanya saja, mengenai cara melaksanakan proklamasi  itu terdapat perbedaan pendapat. Golongan tua, sesuai dengan perhitungan politiknya, berpendapat bahwa Indonesia dapat merdeka tanpa pertumpahan darah, jika tetap bekerjasama dengan Jepang.
-          Karena itu, untuk memproklamasikan kemerdekaan, diperlukan suatu revolusi yang terorganisir. Soekarno dan Hatta, dua tokoh golongan tua, bermaksud membicarakan pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan dalam rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Dengan cara itu, pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan tidak menyimpang dari ketentuan pemerintah Jepang. Sikap inilah yang tidak disetujui oleh golongan pemuda. Mereka menganggap, bahwa PPKI adalah badan buatan Jepang.
-          Sebaliknya, golongan pemuda menghendaki terlaksananya Proklamasi Kemerdekaan itu, dengan kekuatan sendiri. Lepas sama  sekali  dari campur tangan pemerintah Jepang. Perbedaan pendapat ini, mengakibatkan penekanan-penekanan golongan pemuda kepada golongan  tua  yang  mendorong  mereka  melakukan “aksi penculikan” terhadap diri Soekarno-Hatta ( Marwati Djoened Poesponegoro, ed. 1984:77-81)

10. Alasan pemikiran Soekarno-Hatta bahwa kemerdekaan Indonesia harus benar-benar tanpa pemberian negara lain termasuk Jepang
-          Setelah Soekarno-Hatta menemui Nishimura untuk melaksanakan proklamasi tetapi ditolak
-          Didorong oleh golongan pemuda untuk segera melaksanakan kemerdekaan sebelum tentara sekutu datang ke Indonesia

11. Mengapa Ir. Soekarno menunggu Moh. Hatta untuk membacakan Teks Proklamasi?
-          Moh. Hatta merupakan wakil ketua PPKI
-          Moh. Hatta, Ir. Soekarno, dan Ahmad Subadjo adalah tokoh perumus Teks Proklamasi
-          M0h. Hatta dan Sekarno merupakan dwi tunggal sahabar dalam memperjuangka kemerdekaan
 
12. Bersambung ....

2 comments: