Sunday, September 21, 2014

SOSIOLOGI 10 SMA: FUNGSI, PERANAN, DAN KONSEP DASAR SOSIOLOGI


BAB I FUNGSI DAN PERANAN SOSIOLOGI

1.       Sosiologi adalah sebuah studi yang sistematis tentang:
-          Perilaku sosial dari individu-individu;
-          Cara kerja kelompok sosial, organisasai, kebudayaan, dan masyarakat; serta
-          Pengaruh dari kelompok, organisasi, oraganisasi, kebudayaan, dan masyarakat terhadap perilaku individu dan kelompok.

2.       Sosiologi berusaha mengkaji kehidupan sosial manusia terutama tidakan manusia baik individu maupun kelompok  yang dapat diterima dan yang tidak dapat diterima yang sering disebut sebagai interaksi.

3.       Menurut Emile Durkheim, sosiaologi adalah imu yang mempelajari fakta-fakta sosial, yaitu fakta-fakta yang berisi cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang ada di luar individu.

4.       Menurut Soerjono Soekamto, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari masyarakat secara keseluruhan dan hubungan antara orang-orang dengan masyarakat.

5.       Sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu Socius (kawan atau masyarakat) dan Logos (ilmu). Berarti sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang masyarakat.

6.       Tokoh pertama yang meletakan sosiologi sebagai ilmu adalah Emile Durkheim.

7.       Pokok bahasan sosiologi menurut Durkheim adalah fakta-fakta sosial.

8.       Fakta-fakta sosial adalah pola-pola atau sistem yang mempengaruhi cara manusia bertindak, berfikir dan merasa.

9.       Aguste Comte disebut sebagai Bapak Sosiologi atas jasanya terhadap lahirnya ilmu sosiologi.

10.   Contoh fakta sosial:
-          Di sekolah: seorang murid diwajibkan untuk datang tepat waktu, menggunakan seragam, dan sikap hormat terhadap guru.
-          Di masyarakat: pembagian kerja dan spesialisasi aspek kehidupan, seperti bidan ekonomi, politik, budaya, hukum, dll.

11.   Ciri-ciri sosiologi sebagai ilmu pengetahuan:
-          Sosiologi bersifat empiris: sosiologi tidak spekulatif dan hanya menggunakan akal sehat. Sosiologi melakukan kajian tentang masyarakat berdasarkan hasil observasi.
-          Sosiologi bersifat teoritis: sosiologi berusaha menyusun abstraksi dari hasil-hasil observasi. Abstraksi adalah kerangka dari unsur-unsur yang didapat dari observasi yang disusun secara logis dengan tujuan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat.
-          Sosiologi bersifat kumulatif: teori-teori sosiologi dibentuk berdasarkan teori-teori yang telah ada sebelumnya dalam arti memperbaiki, memperluas, dan memperhalus teori-teori lama.
-          Sosiologi bersifat nonetis: sosiologi tidak mencari baik buruk suatu fakta, tetapi menjelaskan fakta-fakta tersebut seccara analisis.

12.   Objek kajian sosiologi:
-          Hubungan timbal balik antar manusia
-          Hubungan antara individu dengan kelompk
-          Hubungan antara kelompok dengan kelompok
-          Proses yang timbul dari hubungan-hubungan tersebut dalam masyarakat

13.   Metode ilmiah dalam sosiologi:
-          Metode kualitatif: mengutamakan cara kerja dengan mendeskripsikan hasil penelitian berdasarkan penilaian terhadap data yang diperoleh. Metode ini dipakai apabila subjek penelitian tidak dapat terukur.
-          Metode kuantitatif: mengutamakan keterangan berdasarkan angka-angka atau gejala-gejala yang diukur dengan skala, indeks, tabel, atau uji statistik.

14.   Langkah-langkah dalam penelitian sosiologi:
-          Mengidentifikasikan masalah
-          Mmerumuskan masalah dan menentukan ruang lingkup penelitian
-          Merumuskan hipotesis yang relevan dengan masalah yang diajukan
-          Memilih metode pengumpulan data
-          Mengumpulkan data
-          Menafsirkan data
-          Membuat kesimpulan

15.   Kegunaan sosiologi bagi masyarakat:
-          Untuk pembangunan: sosiologi berfungsi untuk memberikan data sosial yang diperlu-kan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun penilaian pembangunan (evaluasi).
-          Untuk penelitian: dengan penelitian dan penelusuran akan diperoleh suatu rencana penyelesaian masalah sosial yang baik.

16.   Bentuk peranan sosiolog dalam masyarakat:
-          Sosiolog sebagai ahli riset: sosiolog berfokus pada  pengumpulan dan penggunaan data dalam melakukan riset ilmiah dengan tujuan untuk mencari data kehidupan sosial masyarakat.
-          Sosiolog sebagai konsultan kebijakan: prediksi sosiolog dapat membantu memperkirakan pengaruh kebijakan sosial yang dapat terjadi.
-          Sosiolog sebagai praktisi: sosiolog berperan sebagai ilmuan terapan yang harus memper-hatikan nilai-nilai budaya dan karkter bangsa yang dibahasnya karena keduanya merupakan nilai ideal.
-          Sosiolog sebagai guru atau pendidik: sosiolog berperan dalam mengajarkan dan mengembangkan sosiologi sebagai ilmu di berbagai bidang dengan memberikan contoh-contoh yang terdapat di masyarakat.

---

BAB II KONSEP DASAR SOSIOLOGI

1.       Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik berupa aksi saling mempengaruhi antarindividu, antara individu dengan kelompok, dan antarkelompok.

2.       Syarat terjadinya interaksi sosial yaitu adanya kontak sosial dan komunikasi.

3.       Kontak sosial berasal dari bahasa Latin yaitu Cum (bersama) dan Tangare (menyentuh). Kontak sosial berarti bersama-sama menyentuh.

4.       Sifat-sifat kontak sosial:
-          Bersifat postif (kerjasama) dan negatif (pertentangan)
-          Bersifat primer (langsung) dan sekunder (tidak langsung)

5.       Komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami.

6.       Unsur pokok dalam komunikasi:
-          Komunikator adalah orang yang menyampaikan pesan, persaan atau pikiran kepada pihak lain
-          Komunikan adalah orang atau sekelompok orang yang dikirimkan pesan, perasaan atau pikiran
-          Pesan adalah sesuatu yang disampaikan oleh komunikator berupa informasi, instruksi dan perasaan
-          Media adalah alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan berupa lisan, tulisan, gambar, dan film
-          Efek adalah perubahan yang diharapkan terjadi pada komunikan setelah mendapatkan pesan dari komunikator

7.       Faktor pendorong interaksi sosial:
-          Imitasi adalah tindakan meniru seseorang, misalnya gaya bicara, tingkah laku, adat dan kebiasaan.
-          Identifikasi adalah kecenderungan atau keinginan seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain.
-          Sugesti adalah pengaruh yang dapat menggerakan hati orang lain.
-          Motivasi adalah dorongan dari orang lain yang dapat menggerakan hati seseorang.
-          Simpati adalah proses ketika seseorang merasa tertarik pada pihak lain.
-          Empati adalah simpati mendalam yang dapat mempengaruhi fisik dan jiwa seseorang.

8.       Proses asosiatif adalah proses menuju terbentuknya persatuan atau integrasi sosial.

9.       Proses asosiatif meliputi kerjasama, akomodasi, asimilasi, dan akulturasi.

10.   Menurut Soerjono Soekamto, kerjasama adalah suatu usaha bersama anatara individu atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.

11.   Kerjasama berdasarkan pelaksanaannya:
-          Kurukunan adalah kerjasama yang mencakup gotong-royong dan tolong menolong.
-          Bargaining adalah pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang atau jasa antara dua organisasi atau lebih.
-          Kooptasi adalah proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan sebagai cara untuk menghindari konflik.
-          Koalisi adalah kombinasi anatara dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama.
-          Joint-venture adalah kerjasama dalam pengusahaan proyek tertentu.

12.   Akomodasi adalah proses yang mengacu pada usaha-usaha manusia untuk meredakan pertentangan agar tercipta keseimbangan.

13.   Bentuk-bentuk akmodasi:
-          Koersi adalah bentuk akomodasi yang prosesnya melalui paksaan secara fisik maupun psikologis.
-          Kompromi adalah bentuk akomodasi ketika pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai kesepakatan.
-          Arbitrase adalah cara untuk mencapai kompromi apabila pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri. Arbitrase mengunakan pihak ketika yang bersikap sebagai pengambil keputusan.
-          Mediasi adalah hampir sama dengan arbitrasi, tetapi pihak ketiga hanya sebagi penengah atau penasihat.
-          Konsiliasi adalah usha untuk mempertemu-kan keinginan-keinginan pihak yang bertikai untuk mencapai suatu kesepakatan.
-          Ajudikasi adalah cara menyelesaikan masalah melalui jalur pengadilan.
-          Stalemate adalah bentuk akomodasi yang terjadi apabila pihak yang bertikai memiliki kekuatan yang seimbang hingga akhirnya kedua pihak menghentikan perselisihan.
-          Toleransi adalah bentuk akomodasi yang timbul secara tidak sadar dan spontan akibat reaksi ilmiah individu atau kelompok yang ingin menghindari perselisihan.

14.   Asimilasi adalah usaha untuk menghilangkan perbedaan antarindividu atau antarkelompok guna mencapai satu kesepakatan berdasarkan kepentingan dan tujuan bersama.

15.   Asimilasi merupkan pembauran dua unsur sosial yang berbeda akan menghasilkan suatu unsur yang baru, misalnya warga Tionghoa di Surabaya menggunakan bahasa Jawa dengan logat Surabaya yang kental, sehingga bahasa ibu mereka tidak tampak lagi.

16.   Faktor yang mempermudah terjadinya asimilasi:
-          Sikap toleransi
-          Kesempatan yang seimbang dalam ekonomi
-          Menghargai orang lain dan kebudayaannya
-          Sikap terbuka dari golongan penguasa
-          Persamaan unsur kebudayaan
-          Perkawinan campuran (amalgamasi)
-          Adanya musuh bersama dari luar

17.   Faktor yang menghambat terjadinya asimilasi:
-          Terisolasinya kehidupan suatu golongan
-          Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi
-          Adanya perasaan takut terhadap kekuatan budaya yang dihadapi
-          Adanya persaan bahwa kebudayaan lain lebih tinggi dari budaya lain
-          Adanya persaan yang kuat bahwa individu terikat pada kelompk dan kebudayaan
-          Adanya gangguan dari golongan mayoritas
-          Adanya perbedaan kepentingan dan pertentangan abadi

18.   Akulturasi adalah berpadunya dua kebudayaan yang berbeda dan membentuk suatu kebudayaan baru dengan tidak menghilangkan ciri kepribadian masing-masing.

19.   Contoh akulturasi adalah Candi Borobudur yang merupakan perpaduan antara budaya India dengan budaya Indonesia.

20.   Proses akulturasi dapat berjalan cepat atau lambat tergantung dari presepsi masyarakat terhadap budaya asing yang masuk.

21.   Proses disasosiatif (oposisi) aadalah cara melawan seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan tertentu.

22.   Proses disasosiatif:
-          Persaingan adalah perjuangan berbagai pihak untuk mencapai tujuan tertentu.
-          Kontravensi adalah bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan.
-          Pertentangan (konflik) adalah perjuangan individu atau kelompok sosial untuk mencaai tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan berupa ancaman atau kekerasan.

23.   Bentuk-bentuk khusus peretntangan:
-          Petentangan pribadi
-          Pertentangan rasial
-          Pertentangan antarkelas sosial
-          Pertentangan politik
-          Pertentangan internasioanal

24.   Sistem sosial adalah pola yang mengatur hubungan timbal balik antarindividu dalam masyarakat.

25.   Status adalah posisi seseorang secara umum seseorang di masyarakat dalam hubungannya dengan orang lain yang menyangkut lingkungan pergaulan, prestise, hak, dan kewajiban.

26.   Jenis status menurut Raplh Linton:
-          Acribed status adalah status seseorang yang dicapai dengan sendirinya (dipeoleh sejak lahir) tanpa memperhatikan perbedaan rohaniah dan kemampuan. Misalnya gelar kebangsawanan karena keturunan.
-          Achieved status adalah status yang diperoleh seseorang melalui usaha yang disengaja dengan memperhatikan kemampuan individu. Misalnya gelar profesor karena telah menempuh pendidikan yang lama.
-          Assigened status adalah status yang diperoleh dari pemberian pihak lain karena ia telah memperjuangkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat. Misalnya gelar kepahlawanan.

27.   Peran adalah perilaku yang diharapkan oleh pihak lain terhadap seseorang dalam melaksanakan hak dan kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya.

28.   Sumber bacaan: Maryati, Kun; Suryawati, Juju. 2013. Sosiologi dan Antropologi untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Esis.

4 comments: