Sunday, September 21, 2014

SEJARAH INDONESIA 10 SMA: BERFIKIR KRONOLOGIS DAN SINKRONIS DALAM SEJARAH


BAB I BERFIKIR KRONOLOGIS DAN SINKRONIS DALAM SEJARAH


1.       Sejarah adalah kisah atau cerita yang mengupas peristiwa kehidupan manusia pada masa lampau karena adanya bukti-bukti tertulis.

2.       Kegunaan mempelajari sejarah:
-          Bijaksana dan arif dalam menentukan langkah-langkah hidup pada masa kini dan mendatang.
-          Sejarah memberikan sejumlah pengetahuan mengenai beberapa kisah yang terjadi pada masa lalu.
-          Memberikan ilham untuk mencetuskan ide, perilaku, dan karya yang lebih baik dari masa sebelumnya.
-          Memberi kesenangan untuk melawat dan berwisata ke masa lalu.

3.       Sejarah tidak hanya melihat dari sisi rangkaian peristiwa yang terjadi, tetapi juga dilihat dari hubungan kausalitas dari peristiwa-peristiwa tersebut untuk menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana peristiwa itu terjadi.

4.       Menurut Kuntowijoyo, terdapat dua kerangka berfikir yang dipergunakan dalam melakukan penelitian dan penulisan ilmu-ilmu sosial yakni cari berfikir sinkronis dan cara berfikir diakronis atau kronologis.

5.       Cara berfikir sinkronis:
-          Mengamati kehidupan sosial secara meluas berdimensi ruang
-          Memandang kehidupan masyarakat sebagai sebuah sistem yang terstruktur dan saling berkaitan anatar satu unit dengan unit lainnya
-          Menguraikan kehidupan masyarakat secara deskriptif dengan menjelaskan bagian demi bagian
-          Menjelaskan struktur dan fungsi dari masing-masing unit dalam kondisi statis
-          Digunakan oleh ilmu-ilmu sosial seperti geografi, sosiologi, politik, ekonomi, antropologi, dan arkeologi.

6.       Cara berfikir diakronis atau kronologis:
-          Mempelajari kehidupan secara memanjang berdimensi waktu
-          Memandang masyarakat sebagai sesuatu yang terus bergerak dan memiliki hubungan kausalitas (sebab-akibat)
-          Mengurai proses transformasi yang terus berlangsung dari waktu kehidupan masyarakat yang berkesinambungan
-          Menguraikan kehidupan masyarakat secara dinamis
-          Digunakan dalam ilmu sejarah

7.       Perbedaan konsep sinkronis dan diakronis
Sinkronis:
-          Meluas, dimensi ruang
-          Sistem terstruktur
-          Deskripsi integratif
-          Statis
-          Menekankan pada struktur dan fungsi
-          Digunakan dalam ilmu geografi, sosiologi, politik, ekonomi, antropologi, dan arkeologi
Diakronis
-          Memanjang, dimensi waktu
-          Terus bergerak, hubungan kausalitas
-          Naratif, berproses, dan bertransformasi
-          Dinamis
-          Menekankan pada proses dan durasi
-          Digunakan dalam ilmu sejarah

8.       Pendekatan multidimensional diperkenalkan oleh Sartono Kartodirdjo.

9.       Dalam pendekatan multidimensional, sejarah selain dipandang sebagai proses yang dinamis, juga memperhatikan berbagai aspek kehidupan sosial yang turut mempengaruhi gerak pertumbuhan dan pergerakan sejarah.

10.   Dengan mempelajari sejarah secara multidimensional, maka akan tampak rangkaian peristiwa yang saling terkait antara satu aspek dengan aspek lainnya sehingga semakin memper-jelas keunikan dari setiap peristiwa sejarah.

11.   Pendekatan dalam ilmu sejarah:
-          Sejarah naratif adalah sejarah yang hanya mengungkapkan sesuatu yang terjadi di masa lampau dalam waktu tertentu sebagai sebuah cerita atau kissah sejarah.
-          Sejarah non-naratif adalah sejarah yang menggambarkan peristiwa masa lampau dengan meminjam konsep-konsep ilmu sosial lannya dengan mengungkapka berbagai aspek dan dimensi kehidupan di masa lampau.


12.   Sumber bacaan: Mustopo, Habib; dkk. 2013. Sejarah Indonesia Program Wajib. Jakarta: Yudishtira.

4 comments:

  1. Maaf yang perbedaan antara diakronis dan sinkronis apa gak salah ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
  2. sepertinya kebalik antara diakronis dengan sinkronis di point 7. Pak

    ReplyDelete
  3. wah.. iya, ternyata terbalik. setelah mlihat di berbagai refenesi lain.. terimakasih atas koreksinya..

    ReplyDelete