Saturday, September 6, 2014

KURIKULUM 2013 8SMP SEJARAH: TERBENTUKNYA KESADARAN NASIONAL

8SMP/SEJ/TERBENTUKNYA-KESADARAN-NASIONAL

A. Masa Penjelajahan Samudra

1.       Penjelajahan samudra oleh bangsa eropa dilatar belakangi oleh dikuasainya Kota Konstantinopel oleh Kekaisaran Turki Usmani pada tahun 1453.

2.       Keadaan tersebut membuat bangsa Eropa harus mencari barang-barang kebutuhannya yang berasal dari Asia dipasok melalui Konstantinopel sebelum dikuasi Turki Usmani.

3.       Faktor yang mendorong pejelajahan samudra:
-        Ajaran Copernicus yang menyatakan bahwa bumi bulat (teori heliosentris).
-        Kisah perjalanan Marcopolo ke dunia timur dalam bukunya Imago Mundi (Anggapan tentang Dunia).
-        Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti penemuan kompas, mesin uap, mesiu, dan peralatan perlayaran.
-        Semangat 3G yakni Gold (Kekayaan), Glory (Kejayaan), dan Gosphel (Menyebarkan agama Kristen).

4.       Tokoh penjelajah samudra dari Portugis:
-        Bartholomeus Diaz, mencapai Tanjung Topan (Tj. Harapan) di Afrika Selatan tahun 1486.
-        Vasco de Gamma, mecapai Calicut (India) tahun 1498.
-        Alfonso d’Albuquerque, berhasil merebut Kota Malaka (Malaysia) tahun 1511.

5.       Tokoh penjelajah samudra dari Spanyol:
-        Cristophorus Colombus, mencapai San Salvador, Kepulauan Bahama – Karibia tahun 1492 dan dianggap sebagai penemu Benua Amerika.
-        Ferdinand Magelhaens feat Yuan Sebastian del Cano, berhasil mengelilingi dunia pertama kali dan diberi hadiah sebuah bola dunia bertulis-kan “engkaulah yang pertama mengitariku” oleh Raja Spanyol.

B. Munculnya Kolonialisme dan Imperialisme

6.       Pada awalnya Portugis dan Spanyol didasari oleh keinginan mencari rempah-rempah, namun akhirnya mereka berupaya menguasai wilayah pemilik rempah-rempah tersebut.

7.       Kolonialisme adalah paham tentang penguasaan suatu daerah dengan paksa oleh suatu negara dengan maksud untuk memperluas wilayah.

8.       Imperialisme adalah paham tentang penguasaan suatu bangsa untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan yang lebih besar.

9.       Untuk mengakhiri sengketa antara Portugis dengan Spanyol, maka diadakan Perjanjian Tordesilas pada tanggal 7 Juni 1949.

10.   Hasil perjanjian adalah mereka menyepakati pembagian dunia ke dalam dua wilayah kekuasaan, yakni Spanyol berhak menguasai negeri-negeri di sebelah barat, sedangkan Portugis di sebelah timur.

11.   Setelah dari Kota Malaka, Portigis melanjutkan ekspansinya ke Maluku yang dipimpin oleh Antonio d’Abreau dan tiba di Banda, Hitu, dan Ternate pada tahun 1512.

12.   Portugis diterima baik oleh rakyat Ternate dan diberi kesempatan untuk mendirikan Benteng Saint John pada tahun 1522.

13.   Penjelajahan samudra juga dilakukan oleh bangsa Belanda yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman yang tiba di Banten tahun 1596.

14.   Mereka diusir rakyat Banten karena bersikap kasar dan sombong, namun pada ekspedisi kedua yang dipimpin oleh Jacob van Neck mendarat di Banten tahun 1598 dan diterima rakyat Banten.

15.   Pada tanggal 20 Maret 1602, bangsa Belanda mendirikan Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) atau Persekutuan Perusahaan Hindia Timur.

16.   VOC berhasil melaksanakan monopoli perdagangan rempah-rempah bahkan berhasil mengokohkan kolonialisme-imperialisme di Nusantara.

17.   VOC akhirnya dibubarkan pada 31 Desember 1799 karena mengalami masalah keuangan saat berlangsung Perang Sekutu (1792-1797) dan diperparah oleh masalah korupsi pegawainya.

18.   Belanda dikalahkan Prancis dalam Perang Sekutu, sehingga pemerintahan Belanda diambil alih oleh Prancir dan diganti menjadi Republik Bataaf.

19.   Pada tahun 1806, Republik Bataaf (Bataafsche Republiek) dihapus dan diganti lagi menjadi Kerajaan Belanda (Koninkrijk Holland).

20.   Prancis secara tidak langusung pernah menjajah Indonesia saat Louis Napoleon mengangkat Herman Daendels sebagai Gubernur Hindia Belanda tahun 1808.

21.   Penjelajahan Inggris ke Nusantara tertinggal karena Inggris lebih memusatkan penjelajahannya ke Benua Amerika.

22.   Sebenarnya Inggris pernah singgah di Ternate tahun 1580 yang dipimpin F. Drake dan di Maluku tahun 1586 pimpinan Thomas Cavendish.

23.   Pada saat itu Inggris belum tertarik untuk mengambil keuntungan dari Nusantara, namun mereka mulai tertarik setelah mengetahui keuntungan Belanda di Nusantara.

24.   Inggris tiba di Aceh dan Banten tahun 1602 yang dipimpin oleh James Lancaster dan John Davis.

25.   Ekspedisi berikutnya tahun 1684 tiba di Banten dan Ambon yang dipimpin Henry Middleton.

26.   Inggris mendirikan kantor dagang EIC dan benteng Marlborough di Bengkulu tahun 1684.

27.   Tanggal 17 September 1811, Jendral Janssens (pengganti Daendels) menyerah pada Inggris dengan menandatangani Perjanjian Tuntang.

C. Kebijakan Pemerintah Kolonial

28.   Pemerintah kolonial melakukan dominasi politik, eksploitasi ekonomi, dan penetrasi budaya demi memperkaya negara asal dan melanggengkan penjajahan.

29.   Kebijakan pemerintah kolonial di bidang politik:
-        Kekuasaan tradisional kerajaan-kerajaan diperlemah dengan adanya intervensi pemerintah kolonial terhadap persoalan intern kerajaan, misalnya pengangkatan pejabat kerajaan, penentuan kebijakan politik, dan acara pergantian tahta kerajaan.
-        Menerapkan devide et impera (pecah belah dan kuasai) terhadap raja-raja dan tokoh masyarakat, misalnya antara Sultan Hassan-udin dengan Arung Palaka, Kaum Adat dengan Kaum Paderi dalam Perang Diponegoro.
-        Melaksanakan penandatangan Korte Verklaring (Plaket Pendek) kepada setiap penguasa di daerah tertentu yang berhasil ditundukkan untuk memperkuat keabsahan (legalitas) akan kepemilikan dan kekuasaan terhadap wilayah Nusantara.
-        Memberlakukan sistem pemerintahan model indirect rule (pemerintahan tidak langsung) yang memanfaatkan penguasa pribumi (bupati) untuk mengeksploitasi rakyat dan sumber kekayaan alam.

30.   Pengaruh kebijakan politik pemerintah kolonial terhadap rakyat:
-        Kekuasaan pemerintahan kerajaan dan kekuasaan masyarakat tradisional diperlemah.
-        Pemerintah kolonial berusaha mempertahan-kan perpecahan dan pertentangan di antara kalangan kerajaan, antarmasyarakat, dan antarindividu.
-        Tejadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) seperti penangkapan dan penahanan rakyat semena-mena,penyiksaan, pembunuhan, dan  membungkam hak suara.

31.   Kebijakan pemerintah kolonial di bidang ekonomi:
-        Monopoli perdagangan, yaitu hak tunggal untuk mengusahakan hal-hal perdagangan dengan menentukan harga dan berperan sebagai pemasok.

-        Penyerahan hasil bumi (verplichte leveranties), yaitu program Daendels yang memaksa rakyat untuk menyerahkan hasil bumi terutama kopi kepada pemerintah kolonial.

-        Sistem pajak tanah (landrent system), yaitu program Raffles berupa pungutan wajib berupa uang yang harus dibayar penduduk kepada pemerintah kolonial karena telah memanfaatkan tanah yang ditempatinya.
Pokok-pokok sistem sewa tanah:
-          Penyerahan wajib dan kerja paksa dihapuskan, rakyat bebas menentukan jenis tanaman yang akan ditanam.
-          Peran bupati sebagai pemungut pajak dihapuskan dan dijadikan sebagai aparat negara yang bertanggung jawab pada pemerintah.
-          Pemerintah Inggris adalah pemilik tanah, sehingga petani yang menggarap tanah harus membayar pajak sebagai uang sewa.
Penyebab kegagalan sistem sewa tanah:
-          Tidak ada dukungan dari bupati yang telah dihapus haknya untuk memungut pajak.
-          Banyak masyarakat pedesaan yang belum mengenal sistem uang.
-          Kesulitan dalam menentukan luas kepemilikan tanah dan besarnya pajak.

-        Sistem Partikelir (particulier landerijen), yaitu tanah milik kaum swasta yang dibeli dari pemerintah kolonial. Pemilik tanah partikelir disebut sebagai tuan tanah nonpribumi yang memiliki kekuasaan dan kedudukan seperti kepala desa. Penduduk di tanah partikelir harus tunduk dan patuh terhadap aturan-aturan yang diberikan para tuan tanah.
Aturan-atura tuan tanah:
-          Menarik 10% hasil panen secara langsung
-          Menarik uang sewa bengkel, rumah, atau warung
-          Mengerahkan penduduk untuk kerja paksa (rodi)
-          Tuan tanah mengangkat pegawai adimin-istrasi, pengawas, dan pemungut pajak dengan tujuan untuk mengekspliotasi rakyat dan kekayaan sumber daya alam
-          Mengusahakan tanaman yang berkualitas seperti kopi, teh, cokelat, tebu, dan lada
Sistem partikelir lama kelamaan membuat pemerintah kolonial merugi karena kepemi-likan tanah semakin meluas, hasil produksi dan tenaga kerja banyak yang jatuh ke tangan tuan tanah sehingga pemasukan pemerintah kolonial berkurang.
Pada tahun 1817 sistem partikelir dilarang oleh Gubernur van der Capellin.

-        Sistem tanam paksa (cultuur stelsel), yaitu aturan yang mengharuskan/memaksa penduduk membayar pajak kepada pemerintah kolonial dalam bentuk barang berupa hasil-hasil tanaman yang dapat di jual di pasar internasional.
Sistem tanam pakasa dibentuk oleh Van den Bosh tahun 1830 dengan tujuan untuk menutupi masalah keuangan akibat biaya Perang Diponegoro dan Perang Kemerdekaan Belgia yang akan melepaskan diri dari Belanda.
Aturan sistem tanam paksa menurut Lembar-an Negara (staat blad) nomor 22 tahun 1834:
-          Penduduk menyediakan tanahnya untuk ditanami tanaman yang laku di Eropa.
-          Tanah yang ditanami tidak lebih dari 1/5 tanah penduduk.
-          Pekerjaan yang dilakukan tidak boleh melebihi pekerjaan menanam padi.
-          Tanah yang disediakan untuk tanam paksa dibebaskan dari pajak.
-          Kegagalan panen menjadi tanggung jawab pemerintah kolonial.
-          Hasil tanaman diserahkan kepada pemerintah kolonial dan sisanya diberikan untuk rakyat.
-          Rakyat yang tidak memiliki tanah harus bekerja 66 hari di perkebunan pemerintah
-          Penggarapan tanah dibawah pengawasan langsung kepala-kepala pribumi.
-          Pegawai Eropa mengawasi secara umum jalannya penggarapan hingga pengangkutan.
Penyimpangan terhadap peraturan yang telah ditetapkan:
-          Banyak penduduk yang menanam lebih dari 1/5 tanahnya untuk stanam paksa.
-          Kegagalan panen tidak ditanggung pemerintah kolonial.
-          Banyak tenaga kerja yang tidak dibayar.
-          Parabupati mengejar Cultuur procenten, yaitu hadiah yang diberikan kepada petugas yang berhasil menyerahkan hasil panen melebihi target yang ditentukan.
-          Bupati dan kepala desa memaksa rakyat untuk bekerja lebih lama dari waktu yang telah ditentukan.
-          Rakyat yang idak patuh akan dihukum atau dilaporkan ke pemerintah kolonial sebagai pembangkang/pemberontak.
Dampak tanam paksa bagi rakyat Indonesia:
-          Banyak rakyat meninggal, menderita, dan kelaparan  terutama di Cirebon, Demak, dan Grobogan.
-          Penduduk mengenal jenis tanaman ekspor seperti teh, kina, tembakau, dan nila.
Dampak tanam paksa bagi pemerintah:
-          Pemerintah mendapatkan surplus untuk kelangsungan penjajahan dan pembangunan Belanda.
-          Badan Usaha dagang Belanda (Nederland-sche Handels Maatschappij) memperoleh keuntungan yang besar setelah mendapat hak monopoli hasil tanam paksa.
Banyaknya penyimpangan dan penderitan rakya membuat Douwes Dekker (Multatuli) mementang sistem tanam paksa melalui bukunya yang berjudul Max Havelaar yang menceritakan penderitaan rakyat di Lebak, Banten akibat penindasan petugas tanam paksa.
Akhirnya, kaum liberal dan humanis di Parlemen Belanda menyampaikan kecaman dan menghentikan sistem tanam paksa pada tahun 1870 setelah 40 tahun lamanya.

-        Sistem pengaturan tanah (UU Agraria), yaitu peraturan yang membebaskan para pengusa-ha asing untuk berinvestasi di hindia Belanda.
Pokok UU Agraria 1870 (agrarische Wet):
-          Gubernur jendral dilarang menjual tanah
-          Gubernur jendral hanya boleh menyewa-kan tanah sesuai UU yang berlaku
-          Tanah yang disewa dengan hak penguasaan tidak lebih dari 75 tahun.
Setelah dikeluarkan UU Agraria, banyak investor asing dari Belanda, Inggris, Prancis, Jerman, dan Denmark yang masuk ke Hindia Belanda untuk melakukan kegiatan:
-          Perkebunan karet dan tembakau di Sumatra Timur
-          Perkebunan tebu di Jawa Tengah dan Jawa Timur
-          Perkebunan kina dan teh di Jawa Barat,
-          Pertambangan batubara di Ombilin
-          Pertambangan timah di Bangka, Belitung, dan Singkep
-          Pemasangan rel kereta api oleh NISM (Nederlands Indische Stoomtram Maatschappij)
-          Pelayaran ke Eropa oleh Nederlands Llyod dan Roterdams Llyod
-          Pelayaran interinsuler oleh KPM (Koniklijk Pakkettvaart Maatschappij)
Dampak UU Agraria terhadap rakyat:
-          Mengenal sistem ekonomi uang dan buruh
-          Terdesak oleh masuknya barang-barang impor
-          Penderitaan akibat rodi, pemungutan pajak, krisis perkebunan, dan peningkatan jumlah penduduk
-          Diberlakukannya kooeli ordonantie, yaitu undang-undang yang mengatur hubungan kerja antara buruh dengan pengusaha
-          Kooeli ordonantie sangat menguntungkan pengusaha dimana terdapat perauran poenale sancite, yaitu ancaman hukuman bagi pekerja yang melarikan diri dengan cara mengembalikannya ke tempat kerja
Dampak UU Agraria terhadap pemerintah
-          Berpengaruh besar pada perekonomian pemerintah kolonial
-          Perkebunan besar, pertambangan, pelayaran, dan perindustrian berkembang dengan cepat
-          Hasil barang-barang komoditi mengalami peningkatan
UU Agraria yang merupakan kebijakan ekonomi liberal  mendapat sorotan tajam entah dari siapa, sehingga pada tahun 1900 dihapuskan oleh pemerintah Belanda.

32.   Kebijakan pemerintah kolonial di bidang budaya bertujuan untuk menggeser pola budaya pribumi dengan pola budaya barat agar bangsa terjajah meniru berbagai pola tingkah laku bangsa penjajah dan menjauhkan dengan budaya bangsanya sendiri.
Di bidang agama:
Mengenalkan agama kristen katolik yang dibawa oleh kaum misionaris dari Portugal dan agama kristen protestan oleh kaum Zending dari Belanda.
Di bidang adat istiadat:
Perubahan adat istiadat dapat diketahui dari tata cara bergaul, model pakaian, gaya perkawinan, pemberian gelar kebangsawanan, berpikir rasional, disiplin, menghargai waktu, semangat kerja tinggi, individualistis, dan lebih mementingkan kebendaan (materialistis).
Di bidang pendidikan:
Mengenalkan sistem pendidikan barat dengan sis-tem klasikal, berjenis-jenis (umum dan kejuruan), dan berjenjang (dasar, menengah, dan tinggi). Demi kepentingan ppenjajahan, pemerintah kolonial sengaja menerapkan prinsip dualisme dalam pendidikan, yakni membedakan pendidikan antara bangsa asing, bangsawan, dan pribumi.
Di bidang kesenian dan arsitektur:
Berkembangnya seni bangunan, musik, sastra, tari, rupa, dan film. Banyak bangunan (arsitektur) kolonial yang sampai saat ini masih bisa dimanfaatkan nilai guna dan nilai seninya.

D. Reaksi rakyat terhadap pemerintahan kolonial

33.   Perlawanan rakyat Ternate terhadap Portugis
-          Penyebab: rakyat Ternate dirugikan karena monopoli perdagangan rempat-rempah dengan harga yang sangat rendah.
-          Rakyat Ternate membakar benteng Portugis pada tahun 1533 yang dipimpin oleh Dajalo sehingga Portudis menambah pasukan dari Malaka piminan Antonio Galvano.
-          Tahun 1570 Sultan Hairun dan Gubernur Lopez de Mesquita membuat perjanjian baru.
-          Sultan Hairun dibunuh orang suruhan Lopez yang membuat Sultan Baabullah dan rakyat marah hingga akhirnya dapat mengusir Portugis dari Ternate tahun 1577.

34.   Perlawanan rakyat Mataram terhadap VOC
-          Penyebab: Keinginan Sultan Agung untuk mempersatukan wilayah Jawa terganjal dengan kehadiran VOC di Batavia.
-          Serangan pertama tahun 1628 dengan 50 armada laut pimpinan Tumenggung Bahu-rekso mendarat di Marunda. Kedatangannya diketahui VOC yang segera membakar perkampungan di sekitarnya agar prajurit Mataram tidak menyamar. Pasukan Mataram menyerang Benteng Holandia dan mendapat serangan dari VOC hingga banyak jatuh korban termasuk Bahurekso dan putranya.
-          Serangan kedua dipimpin oleh Suro Agul Agul, Mandurorojo, dan Uposonto dengan cara mengalirkan bangkai-bangkai di Sungai Ciliwung agar Batavia terkena wabah penyakit. Pada tahun 1629 sasaran serangan adalah Benteng Hollandia dan benteng Bommel. Benteng Hollandia berhasil dihancurkan tetapi benteng Bommel berhasil dipertahankan VOC.
-          Mataram mulai mengalami kekalahan saat gudang perbekalan Mataram di Cirebon dan Tegal dibakar Belanda yang menyebabkan pasukan Mataram kekurangan bahan makanan dan diperparah dengan habisnya persediaan peluru.
-          Belajar dari pengalaman, maka Sultan Agung memindahkan sebagaian warganya ke Sumedang dan Karawang untuk membuka persawahan sebagai persediaan perbekalan pasukan Mataram.
-          Hingga Sultan Agung wafat tahun 1645, cita-cita mempersatukan Pulau Jawa belum tercapai.

35.   Perlawanan rakyat Makasar terhadap VOC
-          Raja-raja Makasar (Sultan Alauddin, Sultan Muhammad Said, hingga Sultan Hasanuddin) tidak mau bekerjasam dengan VOC dan selalu melindungi pedagang Maluku.
-          Penyebab: VOC melakukan blokade laut yang dipimpin oleh de Vlamingh van Outshoorn.
-          VOC menyerang Makasar saat dipimpin Gubernur Maetsuijker dengan mengirim armada militer pimpinan Johan van Dam.
-          Kegigihan dan keberanian rakyat Makasar ditambah persenjataan yang dibeli dari Inggris, Denmark, dan Portugis membuat Kesultanan Makasar sulit dikuasi VOC.
-          Akhirnya VOC mengadakan strategi devide et impera antara Sultan Hasanuden dengan Arung Palaka (Raja Bone) yang pernah dikalahkannya.
-          Pertempuaran hebat terjadi dari tahun 1666 – 1667 antara Sultan Hasanudin melawan Voc feat Arung Palaka. VOC mengirim 21 bantuan kapal perang pimpinan Cornelis Speelman dan memborbardier benteng-benteng Makasar.
-          Akhirnya tanggal 18 November 1667, Sultan Hasanudin menandatangani Perjanjian Bungaya dengan 30 pasal dan keputusan yang terpenting adalah:
1) Makasar mengakui monopoli VOC
2) Benteng-bentang Makasar dihancurkan
3) Mengakui Arung Palaka sebagai Raja Bone
4) Makasar membayar seluruh biaya perang
5) Wilayah Makasar hingga tinggal Gowa

36.   Perlawanan rakyat Banten terhadap VOC
-          Kesultanan Banten mencapai puncak kejayaan pada masa Sultan Ageng Tirtayasa (Sultan Abdul Fatah) dan cenderung anti-VOC karena dianggap menghalangi cita-citanya untuk mempersatukan Pulau Jawa.
-          Kesultanan banten bekerjasama dengan bangsa asing (Inggris, Prancis, dan Denmark) dan dengan kerajaan-kerajaan nusantara (Bengkulu, Cirebon, dan Mataram) dengan pusat kekuatan di Angke dan Karawang.
-          Tahun 1671 mendarat di Banten 800 pasukan laskar Makasar pimpinan Monte Maramo yang semakin memperkuat Kesultanan Banten.
-          VOC menggunakan taktik adu domba antara Sultan Angeng Tirtayasa dengan Sultan Haji (Pangeran Abdul Kahar – anak Sultan Adeng Tirtayasa) dengan isu yang akan naik tahta berikutnya adalah Pangeran Purbaya (adik Sultan Haji).
-          VOC feat Sultan haji tetap tidak bisa melawan Sultan Ageng Tirtayasasehingga menjalankan siasat tipu muslihat untuk berunding tetapi justru menangkap Sultan Ageng Tirtayasa dan memenjarakannya di Batavia tahun 1692.

37.   Perjuangan Patimura
-          Penyebab: Berdasarkan Konvensi London 1814, Kepulauan Maluku harus diserahkan kepada Inggris namun Belanda menunjuk van Middelkoop sebagai Gubernur Kep. Maluku.
-          Tanggal 9 Mei 1817, rakyat Maluku mengang-kat Thomas Matulessy dengan gelar Pattimura sebagai pemimpin gerakan perlawanan karena dinilai memiliki kepandaian di bidang kepimimpinan dan militer.
-          Perlawanan rakyat dimulai dengan merampah perahu-perahu VOC di Pelabuhan Porto, merebut Benteng Duurstede, dan membunuh Mayor Beetjes saat akan mendaratkan pasukannya di Saparua tanggal 20 Mei 1817.
-          Belanda terus memborbardier Benteng Duurstede dan berhasil menguasinya kembali namun gagal menangkap Pattimura.
-          Belanda melakuka adu domba dengan tawaran siapa saja yang dapat memberitahu keberadaan Pattimura akan diberikan hadiah 1.000 golden.
-          Raja Boi memberitahu keberadaan Pattimura di Bukit Boi sehingga Belanda berhasil menangkap Pattimura dan pada tanggal 16 Desember 1817 Pattimura dihukum gantung di Benteng Niuw Victoria, Kota Ambon.

38.   Perjuangan dalam Perang Paderi 1821 – 1837
-          Penyebab: usaha pembaruan dalam agama Islam yang berusaha membasmi perbuatan maksiat ditentang oleh kaum adat yang bekerasama dengan Belanda.
-          Kaum paderi adalah para ulama yang berusaha menghilangkan kemaksiatan yang dilakukan masyarakat Minangkabau.
-          Kaum adat adalah kelompok masyarakat yang berusaha mempertahankan kebiasaan masyarakat setempat.
-          Tanggal 10 Febuari 1821 residen Belanda, Du Pung mengadakan perjanjian dengan kaum adat untuk bersekutuu mengalahkan kaum paderi serta mendirikan Benteng van der Capleen dan Benteng de Cock di Bukit Tinggi.
-          Belanda tidak bisa mengalahkan kaum paderi karena sedang sibuk menangani Perang Diponegoro dan memutuskan untuk berdamai tahun 1825.
-          Belanda mulai menyerang kaum paderi dipimpin Kol. Elout dan mengerahkan pasukan Sentot Alibansyah Prawirodirojo.
-          Kaum adat dan Sentot Alibansyah akhirnya bergabung dengan kaum paderi melawan Belanda karena menyadari bahwa kaum paderi adalah warga pribumi sama seperti mereka yang ingin membebaskan diri dari penjajahan.
-          Belanda berhasil menangkap Sentot Alibansyah dan akhirnya berhasil menangkap Tuanku Imam Bonjol tanggal 25 Oktober 1837 lalu mengasingkan mereka ke Cianjur.

39.   Perjuangan dalam Perang Diponegoro 1825 – 1830
-          Perang Diponegoro merupakan perang terbesar dari rakyat Pulau Jawa terhadap pemerintah Kolonial Hindia Belanda.
-          Pengeran Diponegoro bernama asli Raden Mas Ontowiro yang merupakan putra pertama dari selir Sultan Hamengkubuwono III. Sejak kecil ia diasuh neneknya, Kanjeng Ratu Ageng yang tinggal di Desa Tegalrejo.
-          Penyebab perjuangan Perang Diponegoro:
1) Belanda ikut campur dalam urusan pemerintahan kesultanan
2) Belanda membebani berbagai macam pajak
3) Belanda meluaskan peredaran miras
-          Puncak kemarahan Pangeran Diponegoro terjadi saat Belanda mematok makam leluhur Pangeran Diponegoro yang akan dijadikan jalan raya.
-          Tanggal 20 Juli 1825, Belanda memulai penyerangan dengan menembakkan meriam ke Tegalrejo dan atas usulan Pangeran Mangkubumi, Kiai Mojo, dan Sentot Alibansyah, pusat petahanan dipindahkan ke Selarong.
-          Dengan strategi perang yang begerak cepat dan  berpindah-pindah, Pangeran Diponegoro berhasil menguasi berbagai daerah dan mengalahkan pasukan Belanda.
-          Akhirnya tahun 1827, Belanda dipimpin Gubernur de Cock menerapkan siasat benteng stelsel dengan tujuan mempersempit ruang gerak dan menekan Pangeran Diponegoro untuk menghentikan perlawanan.
-          Strategi benteng steslel berhasil mendesak pasukan Pangeran Diponegoro sehingga Belanda melancarkan taktik tipu muslihat melalui perundingan-perundingan:
1) Kiai Sentot diajak berunding tetapi ia ditangkap dan diasingkan ke Minahasa.
2) Pangerang Mangkubumi tidak bisa menerukan perjuangan karena faktor usia.
3) Sentot Alibasyah Prawirodirjo tebujuk dan akhirnya menghentikan perlawannya.
-          De Cock mengeluarkan pengumuman akan memberi hadiah 20.000 ringgit kepada siapa saja yang dapat menangkap Pangeran Diponegoro.
-          Akhirnya Pangeran Diponegoro bersedia untuk berunding pada tanggal 28 Maret 1830 di rumah Residen Kedu, tetapi ia ditangkap dan diasingkan ke Manado kemudian ke Makasar hingga wafat tahun 1855.

40.   Perjuangan dalam Perang Aceh 1873 – 1904
-          Pada tahun 1871, Belanda dan Inggris membuat persetujuan traktat Sumatra yang berisi Belanda diberi kebebasan untuk mengadakan perluasan ke seluruh Sumatra.
-          Tanggal 22 Maret 1871, Belanda mengutus F.N. Nieuwenhuyen untuk bertemu Sultan Muhammad Daud Syah supaya Aceh mengakui kedaulatan Hindia Belnda di Aceh.
-          Sultan daud Syah menolak karena mengakui kedaulatan Belanda berarti memberikan tanah air kepada penajajah.
-          Belanda mulai menyerang Aceh tahun 1873 dengan sasaran utama Masjid Raya Baitur-rahman tetapi gagal bahkan pimpinannya Mayjen. Kohler tewas.
-          Belanda berhasil menguasai Istana Aceh saat dipimpin Jend. Van Swieten. Sultan dan keluarganya berhasil menyelamatkan diri ke Leungbata.
-          Para teunku (bangsawan) dan tengku (ulama) terus menggembleng dengan semangat jihat kepada rakyat untuk menyerang Belanda.
-          Jend. Pel berusaha memperkuat pertahanan dengan membangun sejumlah pos di Kutaraja, Krueng Aceh, dan Meurika.
-          Laskar Aceh menerobos blokade Blanda dan melancarkan serangan hebat pada tanggal 24 Febuari 1876 dan berhasil membunuh Jed. Pel di daerah Tonga.
-          Perjuangan rakyat Aceh semakin kuat setelah datangnya utusan Aceh dari Turki yaitu Habib Abdurachman, tokoh-tokoh pejuang dari Aceh seperti Teunku Cik Ditiro, Panglima Polim, Teunku Cik Peusangan, Cut Mutia, Teunku Umar, dan Cik Nyak Dhien (Istri Teunku Umar).
-          Belanda menjalankan siasat pemusatan (konsentrasi stelsel) yang menitikberatkan kekuatan pada daerah-daerah yang dikuasai Belndan dan siasat adu domba yang disulkan oleh Jend. Deykerhoff.
-          Sejak Agustus 1893, Teunku Umar menyatakan diri bergabung dengan Belanda dan dipecayai memimpin 250 prajurit.
-          Bergabungnya Teunku Umar hanya sebuah taktik agar mendapatkan persenjataan dari belanda dan menyatakan keluar dinas militer tanggal 30 Maret 1896 untuk bergabung pada rakyat Aceh dan kembali mengadakan perlawan.
-          Akhirnya Belanda menggunakan siasat sangat licik dengan mengirimkan Dr. Snouck Hurgronje yang menyamar sebagai seorang ulama bernama Abdul gafar.
-          Ia melakukan penyelidikan dan berhasil menulis buku berjudul de Atjhers yang menyarankan siasat untuk mengalahkan rakyat Aceh yaitu:
1) Menggunakan siasat kekerasan dalam menghadapi perlawanan rakyat Aceh.
2) Melakukan pengelompokkan dalam masyarakat sehingga kekuatan yang ada dapat dipecah belah karena kekuatan rakyat Aceh terletak pada kepemimpinan ulama dan kaum bangsawan.

41.   Faktor yang menyebabkan perjuangan bangsa Indonesia sebelum 1908 mengalami kegagalan
-          Kurang persatuan karena bersifat kedaerahan
-          Faktor persenjataan masih tradisional
-          Politik devide et impera (politik adu domba)
-          Tidak terorganisir, lemah kerjasama dan koordinasi (tidak kompak, inginnya masing-masing  menjadi paling menonjol)
-          Bergantung pada satu pemimpin
-          Pendidikan rakyat masih rendah

E. Organisasi Pergerakan Nasional

     1.       Golongan elit terpelajar Indonesia muncul setelah adanya politik etis yang dicanangkan pemerintah kolinial di awal abad ke-20.

2.       Kesadaran nasional muncul disebabkan oleh perlakuan dan sikap pemerintah kolonial Belanda yang mengabaikan harkat martabat bangsa Indonesia seperti penindasan dan penghinaan.

3.       Buku Een Eereschuld (Hutang Kehormatan) yang ditulis Van Deventer  berisi tentang kecaman terhadap pemerintah kolonial yang tidak memperhatikan nasib penduduk di negara jajahan dan menyataka bahawa Belanda telah berhutang budi kepada rakyat Indonesia sehingga harus memberinya kesejahteraan.

4.       Usulan van Deventer didukung oleh kaum liberal seperti van Kol, van Dedem, dan Brooschooft.

5.       Politik etis disahkan oleh Ratu Wilhelmina dala pidato tahun 1901.

6.       Politik etis bertujuan untuk memajukan kesejahteraan rakyat Indonesia dengan cara:
-          Irigasi (pengairan)
-          Edukasi (pendidikan)
-          Transmigrasi (memindahkan penduduk)

7.       Pemerintah Belanda semula berharap dari penye-lenggaraan edukasi dapat menyediakan tenaga kerja terdidik yang terampil dan murah, tetapi justru kalangan terpelajar dari STOVIA me-ngobarkan semangat kebangsaan (nasionalisme).

8.       Politik etis juga berdampak pada munculnya kalangan profesional, yaitu kelompok pekerja yang membidangi pekerjaan berdasarkan keahlian dan keterampilan tertentu, seperti:
-          Perkumpulan pekerja PN Kereta Api (Staats Spoorwegen)
-          Pegawai jasa angkutan darat, kereta api, dan trem (Vereniging van Spoor en Tramweg Persneel/VSTP)
-          Perserikatan pegawai Pegadaian Bumiputera

9.       Pers adalah orang yang mengumpulkan dan menyiarkan berita melalui surat kabar, majalah, dan radio.

10.   Media massa yang pertama muncul mengguna-kan bahasa melayu dan diterbitkan oleh pengusaha Tiongkok dan pribumi, seperti:
-          Sumatra: Sinar Soematra, Tjahaja Soematra, Pemberita Ajteh, dan Pertja Barat.
-          Jawa: Bromantani, Pewarta Soerabaja, Kabar Perniagaan, Pemberitaan Betawi, Pewarta Hindia, Bintang Pagi, Sinar Djawa, dan Poetra Hindia.
-          Kalimantan: Pewarta Borneo.
-          Sulawesi: Pewarta Manado.

11.   Pers yang dikelola oleh organisasi pergerakan sebagai alat untuk memperkuat cita-cita kesatuan dan persatuan  bangsa Indonesia, yaitu:
-          Darmo Kondo oleh Budi Utomo
-          Oetoesan Hindia oleh Sarikat Islam
-          De Express dan Het Tijdschrift oleh Indische Partij

12.   Belanda menghambat perkembangan pers dengan mengeluarkan Lembaran Negara (Staat Blad) Nomor 74 Tahun 1856 yang disebutkan bahwa bagi penerbit yang dianggap menganggu ketertiban umum dikenakan pidana penjara selama tiga tahun dua belas bulan.

13.   Organisasi pemuda Indische Vereeniging (Perhimpunan Indonesia) pada tahun 1916 menerbitkan majalah Hindia Poetra (Indonesia Merdeka).

14.   Faktor penyebab tmbulnya pergerakan nasional
-          Dari dalam negeri:
1) penderitaan rakyat akibat penjajahan
2) lahirnya kaum terpelajar (intelektual)
-          Dari luar negeri:
1) kemenangan Jepang atas Rusia (1905)
2) munculnya gerakan nasional di berbagai negara, seperti India, Filipina, Turki, Mesir.

15.   Budi utomo
-          Pelopor organisasi pergerakan nasional dan hari brdirinya diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
-          Berdiri di Jakarta, 20 Mei 1908
-          Pendiri dan ketua dr. Sutomo (pelajar STOVIA/sekolah kedokteran Belanda).
-          Diilhami oleh dr. Wahidin Sudirohusodo yang meningkatkan derajat bangsa melalui pendidikan.
-          Bergerak di bidang sosial dan budaya.
-          Bertujuan untuk mencapai kemajuan dan meningkatkan derajat bangsa.
-          Perjuangannya masih bersifat kedaerahan sehingga mudah dipecah belah Belanda.

16.   Sarekat Islam
-          Penyempurnaan dari Sarekat Dakang Islam.
-          Berdiri di Solo, 10 September 1911.
-          Pendiri: Haji Samanhudi (pengusaha batik).
-          Disempurnakan oleh HOS. Cokroaminoto.
-          Penyempurnaan bertujuan untuk mengubah pandangan bahwa keanggotaan organisasi bagi kaum pedagang saja dan diharapkan mampu menarik minat kalangan Islam.
-          Pada kongres ke-3 di Bandung, Juni 1916 diketahui bahwa anggota SI mencapai 800.000 anggota dalam 80 SI lokal di seluruh Indonesia sehingga dinyatakan sebagai organisasi massa terbesar pertama.
-          Tujuan organisasi:
1) mengembangkan jiwa dagang
2) hidup menurut perintah agama
3) memajukan pengajaran bagi Indonesia
4) membantu anggota yang mengalami kesulitan dalam bidang usaha
5) memperbaiki pendapat-pendapat yang keliru mengenai Agama Islam.

17.   Indische Partij
-          Didirikan di Bandung, 25 Desember 1912
-          Pendiri: tiga serangkai, yaitu dr. Tjpto Mangoenkoesoemo, Soewardi Soerjaningrat (Ki Hajar Dewantara), dan Douwes Dekker (Danudirja Setiabudi).
-          Beranggotakan masyarakat pribumi dan penduduk keturunan asing.
-          IP dengan tegas menyatakan sebagai organisasi politik yang bercita-cita mencapai Indonesia merdeka yang disebarluaskan melalui majalah de Express.
-          Tujuan Indische Partij:
1) mempersiapkan kehidupan rakyat yang merdeka
2) memajukan tanah air dengan dilandasi jiwa nasionalisme
3) menumbuhkan dan meningkatkan jiwa persatuan semua golongan.
-          Tahun 1913, ketiga tokoh IP diasingkan dengan alasan:
1) membahayakan kelangsungan penjajahan Belanda di indonesia
2) sindiran Soewardi Soerjaningrat dala tulisan “Als ik eens Nederlander was” (Andaikata aku seorang Belanda)
-          Van derventer mengibarkan IP bagaikan bayi yang gugur sebelum lahir, artinya IP belum dapat membuktikan diri sebagai organisasi pergerakan yang terkemuka karena keburu dibubarkan Belanda.

18.   Organisasi kedaerahan Tri Koro Dharmo
-          Muncul karena kekecewaan dalam Kongres I Budi Utomo di Jogjakarta, 5 Oktober 1908 yang membuat peranan pemuda semakin melemah.
-          Tri Koro Dharmo yang berarti tiga tujuan mulia (sakti, budi, dan bakti)  berdiri tahun 1915 didirikan oleh Sunardi, Kadarman, dan R. Satiman Wiryosanjoyo.
-          Tujuan:
1) menjalin persatuan antara para pelajar
2) memperluas pengetahuan umum
3) membangkitkan rasa cinta terhadap bahasa dan budaya sendiri.
-          Tri Koro Dharmo berubah menjadi Jong Java.

19.   Organisasi keagamaan Muhammadiah
-          Berdiri di Jogjakarta, 18 November 1912
-          Pendiri: K.H. Ahmad Dahlan
-          Di Jakarta berdiri organisasi Al Irsyad
-          Pendiri: Syekh Ahmad Surkati

20.   Pergerakan bersifat radikal adalah perjuangan yang amat keras menuntun perubahan dengan cara melakukan nonkooperasi (tidak bekerja sama) terhadap pemerintah kolonial.

21.   Perhimpunan Indonesia
-          Semula bernama Indische Vereniging yang didirikan tahun 1908 kemudian berubah menjadi PI pada tahun 1924.
-          Pendiri: Sutan Kasayangan dan R.M. Noto Suroto.
-          Manifesto Politik IP usulan Iwa Koesoema Soemantri:
1) Indonesia ingin menentukan nasibnya sendiri
2) Indonesia harus bersatu untuk melawan Belanda
3) Indonesia harus menggunakan kekuatan dan kemampuannya sendiri
-          Kegiatan politik IP adalah menyebarluaskan semangat persatuan nasional untuk menentang penajajah Belanda melalui majalah Indonesia Merdeka.
-          Di forum internasional Agustus 1926, tokoh-tokoh PI mengikuti kongres Liga Penentang Imperialisme dan Penindasan Kolonial di Paris.

22.   Partai Nasional Indonesia (PNI)
-          Didirikan di Bandung, 4 Juli 1927
-          Pendiri: Ir. Soekarno
-          Tujuan: mencapai Indonesia merdeka yang dilakukan atas usaha sendiri.
-          Tiga pokok asas perjuangan PNI:
1) Self-help: memperbaiki keadaan dengan kekuatan sendiri
2) Marhaenisme: ajaran yang berkeinginan mengangkat rakyat yang melarat
3) Nonkooperasi: tidak bersedia bekerja sama dengan Belanda dan hanya mengakui pemerintahan yang lahir dari rakyat sendiri
-          PNI berhasil menggabungkan berbagai partai dalam Permufakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) pada tanggal 18 Desember 1927.
-          PPPKI berhasil membantu pemuda Indoensia untuk mengikrarkan Sumpah pemuda.
-          Pada tanggal 29 Desember 1929, Belanda menangkap Ir. Soekarno, R. Gatot Mangkupraja, Maskum Sumadireja, dan Supriadinata atas tuduhan ingin mengadakan pemberontakan.
-          Di pengadilan Bandung, Ir. Soekarno menyampaikan pembelaan melalui tulisan yang berjudul “Indonesia Menggugat”.

23.   Partai Komunis Indonesia
-          Pertama kali didirikan oleh Sneevliet dengan nama Indische Sociaal Democratische Vereniging (ISDV) pada bulan Mei 1914.
-          Anggota berasal dari orang-orang Belanda dan pribumi seperti Semaoen, Alimin, dan Darsono.
-          ISDV tidak mendapat sambutan rakyat, sehingga kaum komunis Indonesia memisah-kan diri dan membentuk Partai Komunis Indonesia di Semarang, 23 Mei 1920.
-          Tujuan PKI adalah melaksanakan garis politik yang ditetapkan komunisme internasional (komintern) dengan cara mengusir penjajah Belanda dan mendirikan negara komunis Indonesia.
-          PKI menyusup ke dalam Sarekat Islam sehingga SI mengalami perpecahan ke dalam SI-Putih (nasionalis) dan SI-Merah (komunis).
-          Pada tahun 1924, SI-Merah merubah namanya menjadi Sarikat Rakyat.
-          Karena telah merasa kuat, pada tanggal 13 November 1926 PKI melakukan pemberon-takan si Pulau Jawa dan tanggal 1 Januari 1927 di Sumatra Barat.

24.   Strategi perjuangan moderat mulai dilaksanakan sejak tahun 1930 dan berupaya menjalain hubungan yang baik dengan pemeritah Belanda.

25.   Partai Indonesia Raya
-          Merupakan gabungan dari organisasi Budi Utomo dengan Partai Bangsa Indonesia (PBI)
-          Didirikan di Solo, 26 Desember 1935
-          Pendiri: dr. Soetomo
-          Tujuannya untuk mencapai Indonesia Raya (persatuan dan kesatuan) dengan cara:
1) memperkokoh persatuan dan kesatuan
2) menjalankan aksi politik untuk mencapai pemerintahan yang demokratis
3) memajukan ekonomi dan sosial masyarakat
-          Tokoh Parindra yang terkenal dalam membela kepentingan rakyat melalui parlemen Belanda (Volksraad) antara lain Moh. Husni Thamrin, R. Sukarjo Wiryopranoto, R. Panji Suroso, Wuryaningrat, dan Mr. Susanto Tirtoprojo.
-          Kongres I Parindra di Jakarta, 15-18 Mei 1937 mengeluarkan keputusan:
1) mendesak pemerintah Belanda untuk lebih memperhatikan pendidikan dengan cara mendirikan sekolah-sekolah baru.
2) mendesak pemerintah untuk meninjau kembali badan-badan hukum anak negeri yang selama ini selalu diawasi dan ditekan.

26.   Gerakan Rakyat Indonesia
-          Didirikan di Jakarta, 24 Mei 1937
-          Tujuan Gerindo:
1) mencapai Indonesia merdeka
2) memperkokoh ekonomi Indonesia
3) mengangkat kesejahteraan kaum buruh
4) memberi bantuan bagi pengangguran
-          Pada 1 Oktober 1940 diangkat ketua Gerindo yaitu Drs. A.K. Gani, ketua muda Mr. Sartono, dan sekretaris R. Wilopo.
-          Salah satu upaya Gerindo adalah menuntut tokoh-tokoh yang diasingkan Belanda ke Tanah Merah, Digul Atas (Papua) untuk dibebaskan seperti Moh. Hatta dan Sutan Syahrir.

27.   Gabungan Politik Indonesia
-          Dilatarbelakangi oleh Petisi Sutarjo pada tanggal 15 Juli 1936 yang ditandatangani oleh Sutarjo, Sam Ratungalie, I.J.Kasimo, Datuk Tumenggung, dan Kwo Kwat Tiong.
-          Petisi Sutarjo berisi tuntutan agar Indonesia diberikan pemerintahan sendiri.
-          GAPI terbentuk tanggal 21 Mei 1939 atas prakarsa Moh. Husni Thamrin yang merupakan gabungan dari Parindra, Gerindo, Pasundan, Partai Sarikat Islam Indonesia, Persatuan Minahasa, Persatuan Partai Katolik Indonesia, dan Permufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia.
-          Tujuan GAPI adalah menuntuk kepada pemerintah Belanda agar Indonesia mempunyai parlemen sendiri.
-          Dasar perjuangan GAPI:
1) hak untuk menentukan diri sendiri
2) persatuan aksi seluruh pergerakan Indonesia
3) persatuan nasional dari seluruh bangsa Indonesia
-          Atas desakan GAPI, pemerintah Belanda pada bulan Maret 1941 membentuk Komisi Visman yang bertujuan untuk menyelidiki kehendak rakyat.
-          Menurut Komisi Visman, rakyat Indonesia menginginkan untuk hidup di bawah Kerajaan Belanda.

28.   Manifesto politik adalah suatu pernyataan terbuka tentang tujuan dan pandangan seseorang atau sekolompok orang terhadap masalah negara.

29.   Pokok pikiran dalam Manifesto Politik 1925:
-          Kesatuan nasional: usaha untuk mengesampingkan perbedaan berdasarkan daerah dan membentuk kesatuan aksi melawan Belanda serta menciptakan negara kebangsaan Indonesia yang merdeka dan bersatu.
-          Solidaritas: perasaan senasib yang disebabkan adanya pertentangan kepentingan di antara penjajah dan terjajah.
-          Nonkooperasi: keyakinan bahwa kemerdekaan bukan hadiah dari Belanda, tetapi harus direbut dengan menggunakan kekuatan sendiri dan menolak bekerjasama.
-          Swadaya: mengandalkan kekuatan sendiri dengan mengembangkan kehidupan politik, sosial, ekonomi, dan hukum yang sejajar dengan administrasi kolonial.

30.   Dalam manifesto politik 1925 ditekankan pula ide-ide seperti unity (kesatuan), equality (kesetaraan), dan liberty (kemerdekaan).

31.   Kongres pemuda 1928
-          Kongres pemuda I dilaksanakan di jakarta 30 April – 2 Mei 1926  yang diprakarsai oleh Perhimpunan Pemuda Pelajar Indonesia.
-          Kongres pemuda I diketuai oleh Muhamad Tabrani dan beranggotakan Bahder Johan, Sumarto, Jan Toule, Soulehuwij, dan paul Pinontuan.
-          Keputusan dalam kongres pemuda I:
1) semua perkumpulan pemuda bersatu kedalam organisasi pemuda Indonesia
2) kongres pemuda II perlu segera dilaksanakan
-          Kongres pemuda II dilaksnakan di gedung Indonesische Clubgebouw (IC) di Jalan Kramat Raya Nomor 106 Jakarta Pusat yang diketuai oleh Sugondo Joyopuspito.
-          Keputusan yang dihasilkan:
1) Ikrar sumpah pemuda yang berisi satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia
2) Lagu Indonesia Raya ditetapkan sebagai lagu kebangsaan Indonesia
3) Bendera Merah Putih ditetapkan sebagai bendera pusaka bangsa Indonesia
4) semua organisasi pemuda dilebur menjadi satu dengan nama Indonesia Muda
-          Peristiwa sumpah pemuda merupakan momentum yang melahirkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

32.   Kongres permpuan
-          Tokoh-tokoh perempuan yang berusaha untuk memperjuangkan derajat dan emanspasi wanita antara lain Raden Ajeng Kartini (1879-1904), Raden dewi Sartika (1884-1947) dan Maria Walanda Maramis (1872-1924).
-          Pada tanggal 22 Desember 1928 di Jogjakarta dilaksanakan Kongres Perempuan Indonesia yang dihadiri Ny. Sukamto, Ny. Ki Hadjar Dewantara, dan Ny. Suyatin.
-          Tujuan perempuan adalah mempersatukan cita-cita dan usaha untuk memajukan wanita Indonesia, serta mengadakan gabungan atau perserikatan diantara perkumpulan wanita.
-          Kongres tersebut berhasil membentuk Perserikatan Perempuan Indonesia (PPI).

33.   Sumber bacaan: Kurnia, Anwar. 2014. IPS Terpadu 2 Kelas VIII SMP. Jakarta: Yudistira. Hlm 76-114.

No comments:

Post a Comment