Friday, August 22, 2014

Perdesaan dan Perkotaan sebagai Ruang dalam Lingkup Regional


1.       Region/regional adalah suatu wilayah di muka bumi yang memiliki kekhususan sehingga dengan jelas dapat dibedakan dari wilayah-wilayah lain di sekitaranya.

2.       Desa berasal dari bahasa Sangsekerta, yaitu deshi yang berarti tanah kelahiran/tanah tumpah darah.

3.       Pengertian desa secara umum:
1)      Desa merupakan wilayah pemerintahan terkecil yang merupakan bagia dari kecamatan.
2)      Desa sebagai wilayah permukiman yang terletak di luar kota yang memiliki batas-batas tertentu.

4.       Pengertian desa menurut UU No. 32 Tahun 2004 adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurusi kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

5.       Desa dengan kelurahan memiliki perbedaan dalam hal pemimpinya.

6.       Desa dipimpi oleh kepala desa yang dipilih oleh warga desa.

7.       Kelurahan dipimpin oleh lurah yang ditunjuk dan diangkat oleh pemerintah.

8.       Ciri-ciri desa:
1)      Terletak dekat dengan wilayah usaha tani
2)      Masyarakat desa hidup pada sektor pertanian
3)      Cara bertani masyarakat masih tradisional
4)      Memiliki hubungan kekerabatan yang kuat
5)      Sifat gotong royong dan musyawarah masih tertanam kuat
6)      Norma agama dan hukum masih kuat

9.       Unsur pokok berdirinya suatu desa:
1)      Daerah: lokasi, luas, bentuk lahan, keadaan tanah, dan keadaan tata air.
2)      Penduduk: meliputi jumlah, pertambahan, persebaran, pertumbuhan, kepadatan, jenis kelamin, dan mata pencaharian.
3)      Tata kehidupan: meliputi adat istiadat, norma-norma yang berlaku, sistem pergaulan masyarakat, dan pola budaya daerah.

10.   Fungsi desa:
1)      Sumber tenaga kerja bagi masyarakat kota.
2)      Hinterland yaitu sebagai pemasok dan penyokong kebutuhan masyarakat kota.
3)      Mitra bagi pembangunan wilayah kota.
4)      Bentuk pemerintahan terkecil di wilayah NKRI.

11.   Potensi desa adalah segenap sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki desa.

12.   Potensi desa:
1)      Potensi fisik desa yang meliputi tanah, air, cuaca, flora, dan fauna.
2)      Potensi nonfisik yang meliputi sikap gotong royong masyarakat desa, lembaga dan organisasi sosial desa, serta aparatur desa.

13.   Penggolongan desa berdasarkan aktivitas kehidupan masyarakatnya:
1)      Desa agraris, yaitu desa yang mata pencaharian utama penduduknya adalah di bidang pertanian dan perkebunan.
2)      Desa industri, yaitu desa yang mata pencaharian utama penduduknya adalah industri kecil rumah tangga.
3)      Desa nelayan, yaitu desa yang mata pencaharian utama penduduknya adalah di bidang perikanan dan pertambakan.

14.   Tingkat perkembangan desa dinilai berdasarkan faktor ekonomi, sosial-budaya, dan kondisi prasarana desa.

15.   Tahap-tahap perkembangan desa yaitu :
1)      Desa swadaya
2)      Desa swakarya
3)      Desa swasembada

16.   Desa swadaya adalah desa yang memiliki potensi tertentu namun belum dapat mengelola dengan sebaik-baiknya.
17.   Ciri-ciri desa swadaya:
1)      Daerah terisolasi dengan daerah lain
2)      Penduduknya masih sedikit
3)      Mata pencaharian umumnya bersifat agraris
4)      Masyarakat bersifat tertutup
5)      Norma agama dan adat istiadat sangat kuat
6)      Hubungan antarmanusia sangat erat
7)      Sarana dan prasana sangat kurang
8)      Pengawasan sosial dilakukan oleh keluarga
9)      Penguasaan teknologi masih sangat kurang

18.    Desa swakarya adalah desa peralihan/transisi dari desa swadaya ke desa swasembada.

19.   Ciri-ciri desa swakarya:
1)      Kebiasaan dan adat istiadak mulai luntur
2)      Penduduk sudah mulai bertambah banyak
3)      Mata penaharian penduduk mulai beragam
4)      Mulai menggunakan alat-alat dan teknologi
5)      Sarana dan prasarana mulai meningkat
6)      Jalur lalu lintas antardesa mulai lancar
7)      Sudah mulai tidak terisolasi meskipun jarak dari pusat ekonomi jauh

20.   Desa swasembada adalah desa yang masyarakat-nya telah mampu memanfaatkan dan mengem-bangkan sumber daya alam dan potensinya sesuai dengan kegiatan pembangunan regional.

21.   Ciri-ciri desa swasembada:
1)      Berlokasi di ibukota kecamatan
2)      Penduduknya padat
3)      Tidak terikat dengan adat istiadat
4)      Hubungan antarmanusia bersifat rasional
5)      Teknologi baru sangat dimanfaatkan
6)      Produktivitas masyarakat tinggi
7)      Sarana dan prasarana sudah memadai

22.   Pola permukiman penduduk desa:
1)      Pola permukiman memanjang (linear):
-          Mengikuti alur jalan raya di dataran rendah
-          Mengikuti jalur rel kereta api untuk mendekati fasilitas transportasi
-          Mengikuti sungai di daerah pedalaman
-          Mengikuti alur pantai di kawasan pantai yang landai
2)      Pola permukiman terpusat: biasanya terdapat di daerah pegunungan atau dataran tinggi yang berelief kasar dan terpusat di daerah pertanian yang subur.
3)      Pola permukiman mengelilingi fasilitas: biasanya terdapat di dataran rendah karena adanya fasilitas kehidupan yang banyak dimanfaatkan oleh penduduk setempat.
4)      Pola permukiman tersebar: biasanya terdapat di daerah gunung berapi dan di daerah kapur (karst) untuk mencari daerah yang aman, landai, dan berstruktur tanah rata.

23.   Pemerintahan desa terdiri dari:
1)      Pemerintah desa (kepala dan aparatur desa)
2)      Badan Permusyawaratan Desa (BPD)

24.   Kepala desa adalah pimpinan penyelenggaraan pemerintahan desa.

25.   Kepala desa terpilih dilantik bupati/walikota dengan masa jabatan selama 6 tahun dan dapat diperpanjang satu kali masa jabatan.

26.   Wewenang kepala desa dalam urusan pemerintahan meliputi:
1)      Menyelenggarakan urusan pemerintahan desa
2)      Meningkatkan pelayanan masyarakat desa
3)      Tugas pembantuan dari pemerintah, provinsi, dan kabupaten/kota.
4)      Urusan pemerintahan lainnya yang diserahkan pada kepala desa.

27.   Perangkat desa bertugas membantu kepala desa dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya.

28.   Perangkat desa terdiri atas:

1)      Sekretaris desa (sekdes) yang merupakan PNS dan diangkat sekretaris daerah kabupaten/kota atas nama bupati/walikota.
2)      Perangkat desa lainnya yang diangkat kepala desa dari penduduk desa dan ditetapkan dengan keputusan kepala desa.

29.   Badan Permusyawaratan Desa (BPD) adalah lembaga perwujudan demokrasi penyelenggara pemerintahan desa.

30.   Anggota BPD adalah wakil dari penduduk desa yang terdiri dari ketua RW, pemangku adat, golongan profesi, pemuka agama, dan tokoh masyarakat lainnya.

31.   Masa jabatan anggota BPD adalah selama 6 tahun dan dapat dipilih kembali selama satu kali jabatan.

32.   Anggota BPD tidak boleh merangkap jabatan sebagai kepala desa atau perangkat desa.

33.   Fungsi BPD adalah menetapkan peraturan desa bersama  kepala desa, serta menampung dan meyalurkan aspirasi masyarakat desa.

34.   Kota adalah kawasan permukiman yang secara fisik ditunjukkan oleh kumpulan rumah-rumah yang mendominasi tata ruangnya dan memiliki berbagai fasilitas untuk mendukung kehidupan masyarakat.

35.   Ciri-ciri kota:
1)      Terdapat pelapisan sosial ekonomi melalui perbedaan tingkat penghasilan, tingkat pendidikan, dan jenis pekerjaan.
2)      Adanya jarak sosial dan kurang memiliki toleransi sosial di antara warganya.
3)      Adanya penilaian yang berbeda mengenai suatu masalah karena perbedaan kepentingan, situasi, dan kondisi kehidupan.
4)      Warga kota umunya sangat mengahargai waktu.
5)      Cara berfikir dan bertindak warga kota berprinsip ekonomi dan lebih rasional.
6)      Mudah menyesuaikan diri dengan perubahan sosial karena adanya keterbukaan tergahap pengaruh dari luar.
7)      Lebih bersifat individu, sehingga gotong royong dan solidaritas sudah menghilang.

36.   Klasifikasi kota berdasarkan fungsinya:
1)      Kota sebagai pusat produksi: Surabaya, Gresik, Bontang.
2)      Kota sebagai pusat perdagangan: Jakarta, Bandung, Semarang.
3)      Kota sebagai pusat pemerintahan: Jakarta.
4)      Kota sebagai pusat kebudayaan: Jogjakarta dan Surakarta.

37.   Klasifikasi kota berdasarkan jumlah penduduknya:
1)      Kota kecamatan: 3.000 – 20.000 jiwa
2)      Kota kecil: 20.001 – 200.000 jiwa
3)      Kota sedang: 200.001 – 500.000 jiwa
4)      Kota besar: 500.001 – 1.000.000 jiwa
5)      Kota metropolitan: lebih dari 1.000.000 jiwa

38.   Pemekaran kota adalah hal-hal yang menyangkut perubahan-perubahan yang dikehendaki dan yang dialami oleh warga kota.

39.   Bentuk pemekaran kota dapat berbentuk bebas, dan biasanya mengikuti perkembangan industri dan teknologi modern.

40.   Perkembangan kota disebabkan oleh kebutuhan dan keinginan masyarakat kota yang senantiasa berkembang.

41.   Teori perencanaan kota menurut Burgess:
1)      Pusat kegiatan (CBD)
2)      Zona industri
3)      Zona transisi dan permukiman kelas rendah
4)      Permukiman kelas menengah
5)      Permukiman kelas atas
6)      Wilayah pinggiran kota dan penglaju

42.   Perbedaan desa dengan kota menutut pendapatmu sendiri:
1)      Desa:
-          Masih banyak pepohonan
-          Lebih sopan santun
-          Adat istiadat masih kental
-          Pekerjaan kebanyakan bertani
-          Udaranya sejuk
-          Masyarakatnya sederhana
2)      Kota
-          Banyak gedung-gedung
-          Pekerjaan kantoran/pabrik
-          Fasilitas sekolah bagus
-          Masyarakatnya modern
-          Adat istiadat mulai ditinggalkan
-          individualistis

43.   Sisi negatif dan postif wilayah desa
1)      Negatif
-          Fasilitas sekolah kurang
-          Teknologi kurang berkembang
-          Listriknya kurang terjamin
-          Kondisi jalanan sederhana
2)      Positif
-          Masyarakat lebih toleransi
-          Uadaranya masih bagus
-          Hidup sederhana
-          Masyarakat sopan dan ramah

44.   Sisi negatif dan positif kota
1)      Negatif
-          Banyak pencemaran
-          Toleransinya kurang
-          Masyarakat kurang sopan dan tidak ramah
-          Mengutamakan kekayaan
2)      Postif
-          Banyak lapangan pekerjaan
-          Teknologi sudah maju
-          Fasilitas lebih lengkap
-          Banyak pusat kegiatan

45.   Mengapa norma agama dan norma hukum masyarakat desa masih kuat/mengikat?
1)      Adat istiadat dan tradisi masih berjalan baik
2)      Merasa satu keturunan atau kekerabatan
3)      Pekerjaan belum menyita banyak waktu
4)      Menghormati orang tua dan leluhur desa

46.   Selesai, selamat menikmati.

Sumber bacaan:

Kurnia, Anwar. 2014. IPS Terpadu 1 Kelas VII SMP. Jakarta: Yudistira. Halaman 17 – 25 

No comments:

Post a Comment