Tuesday, August 19, 2014

DINAMIKA KEPENDUDUKAN DAN PERMASALAH KEPENDUDUKAN DI INDONESIA


1.       Penduduk adalah semua orang yang pada waktu sensus dilaksanakan telah enam bulan lamanya tinggal di suatu negara.

2.       penduduk Indonesia adalah semua orang yang pada waktu sensus penduduk dilaksanakan, telah enam bulan lamanya bertempat tinggal di Indonesia.

3.       Gerak perubahan penduduk dipengaruhi oleh kelahiran, kematian, dan migrasi (perpindahan).

4.       Dinamika kependudukan adalah perubahan penduduk dari waktu ke waktu yang disebabkan oleh kelahiran, kematian, migrasi, dan faktor lain seperti bencana/peperangan.

5.       Dinamika kependudukan terdiri atas dinamika yang bersifat demografi dan nondemografi.

6.       Dinamika kependudukan yang bersifat demografi berkenaan dengan jumlah, susunan, dan perkembangan penduduk (kuantitas penduduk).

7.       Dinamika kependudukan yang bersifat nondemografis dapat dilihat dari tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, dan tingkat kesehatan (kualitas penduduk).

8.       Kualitas penduduk Indonesia adalah keadaan penduduk yang menempati seluruh wilayah Indonesia yang meliputi jumlah, pertumbuhan, kepadatan, dan komposisinya.

9.       Sumber informasi kependudukan dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu registrasi penduduk, sensus penduduk, dan survei penduduk.

10.   Registrasi penduduk adalah kumpulan keterangan yang mencatat terjadinya peristiwa-peristiwa kelahiran, kematian, dan segala kejadian penting yang mengubah status sipil seseorang dari lahir hingga mati.

11.   Kejadian penting tersebut antaralain perkawinan, perceraian, dan perpindahan.

12.   Registrasi penduduk seperi kelahiran, kematian, dan migrasi dicatat pada Kantor Catatan Sipil dan Kantor Kelurahan. Sedangkan perkawinan dicacat oleh Kantor Urusan Agama (KUA).

13.   Sensus penduduk (cacah jiwa) adalah keseluruhan proses mengumpulkan, menghimpun, menyusun, serta menerbitkan data demografi, ekonomi, dan sosial yang menyangkut semua orang pada waktu tertentu di suatu negara tertentu.

14.   Sensus penduduk dilaksanakan setiap 10 tahun sekali.

15.   Sampai saat ini, Indoensia telah melaksanakan tujuh kali sensus yaitu tahun 1930, 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, dan terakhir tahun 2010.

16.   Sensus penduduk dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

17.   Hal yang membedakan antara sensus penduduk dengan survei penduduk adalah cakupan penduduk yang didata dimana sensus penduduk mendata seluruh penduduk sedangkan survei hanya sebagian penduduk.

18.   Survei penduduk dapat dilaksanakan kapan saja dan dapat berganti-ganti topik sesuai dengan kebutuhan.

19.   Jumlah penduduk adalah banyaknya penduduk yang menempati suatu wilayah dalam waktu tertentu.

20.   Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk di suatu wilayah per satuan luas dalam waktu tertentu.

21.   Jenis kepadatan penduduk :
1)      Kepadatan penduduk kasar, yaitu menunjukkan banyaknya jumlah penduduk untuk setiap kilometer persegi luas wilayah.
2)      Kepadatan penduduk fisiologis, yaitu menunjukkan banyaknya penduduk untuk setiap kilometer persegi wilayah lahan yang ditanami.
3)      Kepadatan agraris, yaitu menunjukkan banyaknya penduduk petani untuk setiap kilometer persegi wilayah yang ditanami.

22.   Komposisi penduduk adalah pegelompokan penduduk berdasarkan kriteria tertentu, misalnya jenis kelamin, usia, pendidikan, pendapatan, dsb.

23.   Tujuan dibuatnya komposisi penduduk adalah sebagai acuan untuk merancang kegiatan atau perencanaan yang sesuai dengan kemampuan penduduk.

24.   Pertumbuhan penduduk adalah pertambahan penduduk pada waktu tertentu di suatu wilayah tertentu yang disebabkan oleh kelahiran, kematian dan migrasi (perpindahan).

25.   Pertumbuhan penduduk rata-rata per tahun dinyatakan dalam persen (%).

26.   Penggolongan pertumbuhan penduduk:
1)      Rendah apabila kurang dari 1 %
2)      Sedang apabila 1 % - 2 %
3)      Tinggi apabila lebih dari 2 %

27.   Pertumbuhan penduduk total adalah pertumbuhan penduduk yang memperhatikan faktor kelahiran, kematian, dan perpindahan.

28.   Rumus pertubuhan penduduk total:

Tt = ( L – M ) + ( I – E )
Tt   = jumlah pertumbuhan penduduk per tahun
L     = jumlah kelahiran per tahun
M   = jumlah kematian per tahun
I     = jumlah migrasi yang masuk (Imigrasi)
E    = jumlah migrasi yang keluar (Emigrasi)

29.   Pertumbuhan penduduk alami adalah pertumbuhan penduduk yang hanya memperhatikan kelahiran dan kematian..
30.   Rumus pertumbuhan penduduk alami:

Ta = L – M

Ta  = pertumbuhan penduduk alami
L     = jumlah kelahiran per tahun
M   = jumlah kematian per tahun

31.   Faktor demografi adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk.

32.   Kelahiran (fertilitas/natalitas) adalah kelahiran bayi hidup yang yang terjadi pada suatu wilayah tertentu dalam jangka waktu tertentu.

33.   Angka kelahiran adalah jumlah kelahiran selama setahun untuk tiap 1.000 penduduk.

34.   Rumus angka kelahiran kasar/CBR:

CBR = B / P x 1.000

CBR = Crude Brith Rate
B      = jumlah kelahiran
P      = jumlah penduduk

35.   Penggolongan angka kelahiran:
1)      Rendah = CBR kurang dari 30
2)      Sedang = CBR antara 30 – 40
3)      Tinggi = CBR lebih dari 40

36.   Faktor yang menunjang kelahiran (pronatalitas):
1)      Banyak kawin usia muda
2)      Anggapan bahwa banyak anak banyak rezeki
3)      Perasaan tersiksa jika tidak punya anak
4)      Anggapan anak dapat dapat membantu ortu
5)      Anak merupakan penerus keturunan

37.   Faktor yang menghambat kelahiran (antinatalitas):
1)      Adanya pelaksanaan KB secara luas
2)      UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974 yang menetapkan usia kawin pria minimal 19 tahun dan perempuan 16 tahun.
3)      Semakin bertambahnya wanita karier/pekerja
4)      Aturan pemerintah mengenai pembatasan tunjangan anak bagi PNS

38.   Kematian (mortalitas) adalah keadaan menghi-langnya semua tanda-tanda kehidupan secara permanen  yang terjadi setelah kelahiran hidup.

39.   Angka kematian adalah jumlah kematian selama satu tahun tiap 1.000 penduduk.

40.   Rumus angka kelahiran kasar/CDR:\

CDR = D / P x 1.000

CDR= Angka kematian kasar
D      = jumlah kematian
P      = jumlah penduduk

41.   Penggolongan angka kelahiran:
1)      Rendah = kurang dari 10
2)      Sedang = antara 10 – 20
3)      Tinggi = lebih dari 20
42.   Angka kematian bayi adalah angka yang menunjukkan kematian bayi di bawah umur 1 tahun dari 1.000 bayi yang lahir hidup setiap tahunnya.

43.   Angka kematian bayi merupakan indikator penting dalam menentukan tingkat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

44.   Semakin tinggi angka kematian bayi,maka tingkat kesejahteraan dan kesehatan masyarakat semakin rendah dan demikian sebaliknya.

45.   Rumus angka kematian bayi/ IMR:

IMR = Do / B x 1.000

IMR = Infant Mortality Rate
Do   = jumlah kematian umur 0 (nol) tahun
B      = jumlah kelahiran bayi hidup

46.   Penggolongan angka kematian bayi:
1)      Rendah = IMR kurang dari 35
2)      Sedang = IMR antara 35 – 75
3)      Tinggi = IMR lebih darui 75

47.   Faktor penunjang kematian (promortalitas):
1)      Masyarakat tidak memperhatikan masalah kesehatan
2)      Lingkungan yang tidak sehat akibat dari polusi
3)      Kecelakaan, bunuh diri, pembunuhan, wabah penyakit, bencana alam, dan peperangan

48.   Faktor penghambat kematian (antimortalitas):
1)      Adanya ke majuan ilmu kedokteran
2)      Masyarakat semakin memahami cara hidup sehat
3)      Negara dalam keadaan aman dan damai
4)      Agama melarang pembunuhan dan bunuh diri

49.   Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain baik untuk menetap ataupun sementara.

50.   Faktor yang mempengaruhi migrasi antaralain bencana alam, perbedaan agama, perbedaan sumber daya alam, pergolakan politik, dan ingin memperbaiki kondisi perekonomian.

51.   Migrasi internasional adalah perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain.

52.   Jenis-jenis migrasi internasional:
1)      Imigrasi: masuknya penduduk ke suatu negara dari negara lain
2)      Emigrasi: keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain
3)      Remigrasi: kembalinya para emigran ke negara asalnya
4)      Evakuasi: perpindahan penduduk karena mengungsi untuk menghindari bahaya yang mengancam’

53.   Migrasi internal adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain di wilayah suatu negara.

54.   Jenis-jenis migrasi internal:
1)      Transmigrasi:perpindahann penduduk dari suatu pulau yang berpenduduk padat ke suatu pulau yang berpenduduk jarang.
2)      Urbanisasi: perpindahan penduduk dari desa ke kota atau dari kota kecil ke kota besar.
3)      Le retour aux cham (ruralisasi): perpindahan penduduk dari kota untuk menetap di desa.
4)      Forensen: penduduk yang tinggal di luar kota (pinggir kota), tetapi bekerja di luar kota.

55.   Kualitas penduduk adalah tingkatan mutu kehidupan penduduk pada suatu wilayah atau daerah.

56.   Kualitas penduduk tinggi apabila taraf hidupnya tinggi, dengan ciri-ciri dapat terpenuhinya sebagian besar kebutuhan hidup.

57.   Faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya kualitas penduduk di antaranya tingkat pendidikan, tingkat kesehatan, dan tingkat kesejahtraan penduduk.

58.   Acuan untuk menentukan tinggi rendahnya tinggkat pendidikan penduduk yakni berdasarkan persentase tingkat pendidikan formal yang telah dicapai, misalnay SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi.

59.   Tinggi rendahnya tingkat kesehatan penduduk dapat dapat diukur melalui:
1)      Angka kematian kasar
2)      Angka kematian bayi
3)      Keadaan gizi
4)      Usia harapan hidup, yaitu rata-rata umur penduduk yang diperhitungkan sejak lahir
5)      Sanitasi lingkungan, yaitu usaha pemeliharaan kebersihan dan kesehatan lingkungan.

60.   Tingkat pendapatan perkapita (PCI/Per Capita Income) adalah pendapatan setiap orang secara rata-rata dalam setahun.

61.   Pendapatan perkapita dapat dihitung dengan cara membagi pendapatan nasional kasar (GNP/Gross National Product) dengan jumlah penduduk (P/Population).

62.   Rumus untuk menghitung pendapatan per kapita:

PCI = GNP / P

PCI                   = Per Capita Income
GNP = pendapatn penduduk kasar dalam setahun
P       = jumlah penduduk

63.   Faktor pendorong dari desa yang menyebabkan terjadinya urbanisasi :
1)      Terbatasnya lapangan pekerjaan di desa
2)      Tanah pertanian banyak yang sudah tidak subur/mengalami kekeringan
3)      Fasilitas kehidupan kurang tersedia
4)      Upah kerja di desa rendah
5)      Timbul bencana di desa

64.   Faktor penarik dari kota yang menyebabkan terjadinya urbanisasi:
1)      Kesempatan kerja di kota lebih banyak
2)      Upah kerja di kota tinggi
3)      Tersedia beragam fasilitas kehidupan
4)      Kota sebagai pusat kegiatan

65.   Dampak negatif urbanisasi bagi desa:
1)      Desa kekurangan tenaga untuk mengolah pertanian
2)      Masuknya perilaku yang tidak sesuai dengan norma setempat
3)      Desa semakin banyak kekurangan penduduk yang produktif dan berkualitas

66.   Dampak positif urbanisasi bagi desa:
1)      Meningkatnya kesejahteraan penduduk dari kiriman uang hasil bekerja di kota
2)      Mendorong pembangunan desa karena penduduk telah mengetahui kemajuan kota
3)      Bagi desa yang padat penduduknya, urbanisasi dapat mengurangi jumlah penduduk
4)      Mengurangi masalah pengangguran di pedesaan

67.   Dampak negatif urabanisasi bagi kota:
1)      Timbulnya pengangguran
2)      Munculnya tunawisma dan gubuk-gubuk liar di tengah kota
3)      Meningkatkan kemacetan lalu lintas
4)      Meningkatkan kriminalitas dan masalah sosial lainnya

68.   Dampak positif urbanisasi bagi kota:
1)      Kota dapat memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja
2)      Semakin banyak sumber daya manusia yang berkualitas

69.   Jenis-jenis transmigrasi:
1)      Transmigrasi umum adalah transmigrasi yang seluruh pembiayaannya ditanggung oleh pemerintah.
2)      Transmigrasi spontan (swakarya) adalah transmigrasi yang seluruh pembiayaannya ditanggung sendiri.
3)      Transmigrasi sektoral (khusus) adalah transmigrasi yang dilakukan karena hal-hal yang khusus seperti bencana alam.
4)      Transmigrasi lokal adalah transmigrasi penduduk dalam provinsi yang sama.
5)      Transmigrasi bedol desa adalah transmigrasi yang memindahkan seluruh penduduk desa dan pejabatnya pemerintahannya.

70.   Tujuan pelaksanaan trasmigrasi:
1)      Meningkatkan dan mengatur perpindahan penduduk
2)      Mengembangkan daerah-daerah pemukiman baru di daerah yang relatif jarang penduduknya.
3)      Menyebarkan penduduk supaya merata dan seimbang di setiap wilayah.
4)      Mendorong dan memperlancar proses pembangunan daerah.
5)      Meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup para transmigran.

71.   Masalah kependudukan di Indonesia, antara lain:
1)      Jumlah penduduk yang tergolong besar
2)      Persebaran penduduk antarpulau tidak merata
3)      Pemasalahan kualitas penduduk yang rendah

72.   Faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat pendidikan di Indonesia antara lain:
1)      Penyediaan saana dan prasarana pendidikan yang kurang memadai
2)      Angka putus sekolah relatif tinggi karena lemahnya ekonomi keluarga
3)      Banyak orang tua yang kurang menyadari arti penting pendidikan

73.   Faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan di Indonesia antara lain:
1)      Lingkungan yang kurang sehat
2)      Berjangkitnya penyakit menular
3)      Gejala kekurangan gizi
4)      Sranan dan prasaran kesehatan yang kurang memadai
5)      Rendahnya pengetahuan kesehatan masyarakat
6)      Penduduk kurang mampu membeli obat dan biaya kesehatan

74.   Upaya penanggulanga masalah kependudukan di bidang sosial dan ekonomi:
1)      Menghambat laju urbanisasi dan mendorong program transmigrasi
2)      Meningkatkan pendapatan nasional dengan memajukan didang pertanian, industri, pertambangan dan jasa
3)      Membuka lapangan pekerjaan baru di tempat yang jarang penduduknya
4)      Memprioritaskan pembangunan di desa tertinggal
5)      Pembangunan sarana dan prasarana transportasi antarpulau

75.   Upaya pengulangan masalah kependudukan di bidang pendidikan:
1)      Melaksanakan wajib belajar dan pendidikan menegah universal
2)      Menambah dan meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan
3)      Mengadakan proyek belajar jarak jauh seperti SMP terbuka dan universitas terbuka
4)      Memberi beasiswa bagi pelajar yang berprestasi dan kurang mampu
5)      Meningkatkan pendidikan keterampilan masyarakat

76.   Upaya penanggulanga masalah kependudukan di bidang kesehatan
1)      Melaksanakan program Keluarga Berencana (KB)
2)      Mengadakan perbaikan gizi
3)      Mencegah dan memberantas penyakit menular
4)      Memperbanyak jumlah rumah sakit, posyandu, puskesmas dan sarana kesehatan yang lain.
5)      Memperbanyak jumlah tenaga kesehatan atau tenaga medis

6)      Memberi penyuluhan tentang arti penting kesehatan

4 comments: