Monday, April 21, 2014

8 SMP EKONOMI: PEMBENTUK HARGA PASAR


IPS EKONOMI 8 SMP
BAB 18 PEMBENTUK HARGA PASAR

A.      Permintaan Barang atau jasa
1.       Tawar – menawar harga barang dan jasa dalam ilmu ekonomi dapat digambarkan dengan kurva permintaan dan penawaran.
2.       Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang akan dibeli pada beragai tingkat harga, waktu, dan tempat.
3.       Permintaan pasar menunjukkan total permintaan dari seluruh individu di suatu lokasi tertentu.
4.       Dilihat dari sisi konsumen, semakin rendah harga barang atau jasa makan akan menguntungkan untuk konsumen.
5.       Permintaan konsumen didasarkan atas keterbatasan keuangannya untuk memperoleh barang atau jasa yang diinginkan.
6.       Semakin kuat keuangan konsumen, semakin kuat pula permintaan mereka akan barang atau jasa.
7.       Contoh daftar rencana permintaan gula pasir
Rencana
Harga gula pasir (Rp./kg)
Pembelian (kg)
A
3.000
10
B
3.500
8
C
4.000
5
D
5.000
2
8.       Jenis-jenis permintaan berdasarkan jumlah konsumen:
a.       Permintaan individual: dilakukan oleh seorang konsumen.
b.      Permintaan pasar: penjumlahan / total dari permintaan-permintaan individual yang ada di pasar.
9.       Jenis-jenis permintaan berdasarkan daya beli konsumen:
a.       Permintaan efektif: permintaan yang didukung oleh daya beli (kemampuan membayar) konsumen. Contohnya Bu Ani ingin membeli gula pasir karena ia memang memiliki uang untuk membelinya.
b.      Permintaan potensial: permintaan yang didukung oleh daya beli yang sesuai namun konsumen belum melakukan pembelian. Contohnya Pak Singgih mempunyai uang untuk membeli mobil, namun belum memutuskan kapan ia akan membeli mobil.
c.       Permintaan absolut: permintaan yang tidak didukung oleh daya beli konsumen yang sesuai. Contohnya Pak Rudi tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli bis tingkat.
10.   Kurva permintaan menggambarkan hubungan antara jumlah barang atau jasa yang bersedia dibeli konsumen pada tingkat harga tertentu.
11.   Contoh kurva permintaan gula pasir:
Titik
Harga gula pasir (Rp./kg)
Pembelian (kg)
A
3.000
10
B
3.500
8
C
4.000
5
D
5.000
2



12.   Jika dilihat dari bentuknya, kurva permintaan menurun dari kiri atas ke kanan bawah.
13.   Bentuk kurva tersebut menunjukkan hubungan yang berbanding terbalik antara perrmintaan dengan harga.
14.   Semakin murah harga suatu barang/jasa maka semakin tinggi jumlah barang/jasa yang diminta konsumen.
15.   Ceteris paribus adalah asumsi bahwa faktor-faktor lain selain harga tidak mempengaruhi permintaan.
16.   Hukum permintaan: Pada keadaan tertentu, permintaan jumlah barang/jasa akan bertambah apabila terjadi penurunan harga dan sebaliknya, permintaan jumlah barang/jasa akan turun apabila terjadi kenaikan harga.
17.   Kenaikan harga dapat menyebabkan turunnya daya beli konsumen atau bisa juga kenaikan harga suatu barang menyebabkan dibelinya barang pengganti yang harganya lebih murah.
18.   Contoh kasus: Mandra ingin membeli kursi besi yang biasanya seharga Rp. 150.000,-/unit. Namun ternyata harganya naik menjadi Ro. 160.000,-/unit. Walaupun sebenarnya Mandra memiliki uang lebih, namun Mandra tidak mau menge-luarkan uang lebih dari yang ia siapkan. Maka mandra mengganti kusi besi dengan kursi kayu yang harganya lebih murah.
19.   Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan:
a.       Selera konsumen: contohnya pada saat piala dunia, selera konsumen akan kaus kesebelasan negara-negara peserta piala dunia akan meningkat.
b.      Pendapatan: semakin tinggi pendapatan masyarakat, semakin tinggi pula permintaan masyarakat akan barang dan jasa.
c.       Harga barang/jasa pengganti (subsitusi): contohnya harga teh yang lebih murah daripada harga kopi dapat menyebabkan masyarakat peminum kopi akan beralih mengkonsumsi teh. Hal ini menyebabkan permintaan kopi akan berkurang.
d.      Harga barang/jasa pelengkap (komplementer): barang/jasa yang bersifat melengkapi barang/jasa lainnya sehingga dapat digunakan atau lebih memiliki manfaat. Contohnya kenaikan harga BBM mempengaruhi permintaan masyarakat terhadap kendaraan bermotor, karena kendaraan bermotor akan dapat digunakan apabila diisi BBM.
e.      Perkiraan harga barang/jasa di masa mendatang: contohnya pada saat terakhir harga BBM akan dinaikkan, maka masyarakat akan berbondong-bondong untuk membeli BBM. Sedangkan apabila harga suatu barang/jasa akan turun, maka konsumen akan menunda untuk membelinya.
f.        Jumlah konsumen: semakin banyak jumlah konsumen di suatu daerah maka akan semakin tinggi jumlah permintaan akan barang/jasa.

B.      Penawaran barang atau jasa
20.   Penawaran adalah kesediaan produsen atau penjual untuk menawarkan atau menjual berbagai jumlah barang/jasa pada berbagai tingkat harga, waktu, dan tempat.
21.    Semakin tinggi harga yang produsen/penjual tetapkan untuk barang/jasa yang akan ditawarkan/dijual, maka akan semakin tinggi keuntungan yang akan mereka peroleh.
22.   Contoh daftar rencana penawaran daging unta
Rencana
Harga daging unta (Rp./kg)
Penawaran (kg)
A
22.000
0
B
23.000
10
C
24.000
25
D
25.000
50
23.   Semakin tinggi harga barang maka akan semakin tinggi jumlah barang/jasa yang ditawarkan.
24.   Jenis-jenis ppenawaran:
a.       Penawaran individual: penawaran yang dilakukan oleh seorang produsen/penjual.
b.      Penawaran pasar:  penawaran yang dilakukan oleh sekelompok produsen/penjual di pasar.
25.   Kurva penawaran merupakan tempat kedudukan titik-titik yang menunjukkan hubungan antara berbagai jumlah barang/jasa yang bersediia dijual/ditawarkan oleh produsen pada berbagai tingkatan harga.
26.   Semakin tinggi harga barang/jasa di pasar maka semakin banyak barang/jasa yang bersedia dilepas/dijual oleh produsen/penjual.
27.   Jumlah barang/jasa yang ditawarkan/dijual berbanding lurus dengan harga.
28.   Contoh kurva penawaran daging unta
Rencana
Harga daging unta (Rp./kg)
Penawaran (kg)
A
22.000
0
B
23.000
10
C
24.000
25
D
25.000
50



29.   Jika dilihat dari bentuknya,kurva penawaran naik dari kiri bawah ke kanan atas.
30.   Para produsen/penjual akan lebih memilih menjual barang/jasa yang ditawarkannya pada tingkatt harga yang tinggi untuk memperoleh keuntungan atau laba.
31.   Kukum penawaran: Pada keadaan tertentu, penawaran jumlah barang atau jasa akan bertambah apabila terjadi peningkatan harga dan sebaliknya, penawaran jumlah barang atau jasa akan menurun apabila terjadi penurunan harga.
32.   Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran:
a.       Biaya produksi: komponen biaya produksi meliputi bahan baku ataupun gaji karyawan. Apabila produksi tinggi, produsen akan mengurangi jumlah produksinya sehingga penwaran barang/jasa akan berkurang dan sebaliknya.
b.      Teknologi: semakin maju teknologi akan dapat mengurangi biaya produksi maka semakin tinggi penawaran suatu barang/jasa.
c.       Pajak atau subsidi: akibat pajak yang tinggi akan membuat biaya produksi meningkat dan penawaran barang/jasa akan berkurang. Pemberian subsidi merupakan salah satu cara yang dapat mengurangi biaya produksi sehingga akan menambah jumlah produksi.
d.      Perkiraan harga barang/jasa di masa mendatang: produsen/penjual memper-kirakan harga barang/jasa yang mereka tawarkan/jual di masa mendatang, maka mereka akan cenderung menahan/me-nyimpan terlebih dahulu barang/jasa yang ia tawarkan.
e.      Jumlah produsen: semakin banyak produsen yang ada di pasar, semakin banyak pula barang/jasa yang ditawarkan.

C.      Pembentukan harga pasar
33.   Harga pasar (Harga keseimbangan) adalah harga kesepakatan antara pembeli dan penjual pada tingkat harga tertentu, dimana jumlah permintaan dan penawaran barang/jasa seimbang atau sama.
34.   Harga pasar terbentuk setelah melalui proses tawar-menawar antara penjual dgn pembeli.
35.   Contoh permintaan, penawaran, dan harga pasar
Harga Sepatu (Rp.)
Permintaan (D)
Penawaran (S)
(P)
(Q)
150.000
80
30
160.000
60
40
170.000
50
50
180.000
45
60
190.000
40
80
Harga keseimbangan yang terbentuk adalah Rp. 170.000,- karena jumlah sepatu yang akan dibeli oleh konsumen seimbang/sama dengan jumlah sepatu yang akan dijual oleh produsen yaitu sejumlah 50 pasang sepatu.


36.   Surplus adalah suatu keadaan dimana terjadi kelebihan penawaran. Misalnya dengan tingkatan harga Rp. 190.000,- dari 80 sepatu yang ditawarkan hanya terjual 40 pasang sepatu. Artinya terdapat kelebihan penawaran sebanyak 40 pasang sepatu.
37.   Shortage adalah suatu keadaan dimana terjadi kelebihan permintaan. Misalnya dengan tingkatan harga Rp. 150.000,- dari kebutuhan pembeli 80 sepatu, produsen hanya mampu menjual 30 pasang sepatu. Artinya terdapat kekurangan pasokan sepatu sebanyak 50 pasang.

Sumber: Tim Abdi Guru. 2008. IPS Terpadu untuk SMP Kelas VIII B. Jakarta: Erlangga.

No comments:

Post a Comment