Wednesday, April 16, 2014

7SMP GEOGRAFI: GEJALA HIDROSFER DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN


IPS GEOGRAFI 7 SMP

BAB 9 HIDROSFER

A.      Siklus Hidrologi

1.       Perbandingan antarawilayah daratan dengan peraiaran adalaha 75 % : 25 %, berarti sekitar ¾ wilayah bumi adalah perairan.

2.       Volume air di bumi tertinggi adalah air yang ada di lautan yang merupakan air asin.

3.       Sedangkan air yang dibutuhkan untuk kehidupan di daratan adalah air tawar yang jumlahnya sedikit.

4.       Siklus hidrologi adalah rangkaian proses perpindahan air dari suatu tempat ke tempat lain melalui penguapan, pengembunan dan hujan hingga akhirnya kembali lagi ke tempat semula.

5.       Skema siklus hidrologi:


Siklus Hidrologi

6.       Keterangan:
a.       Air laut jika terkena matahari akan menguap (evaporasi), sedangakan penguapan dari mahluk hidup disebut transpirasi.
b.      Uap air akan berkondensasi menjadi awan.
c.       Awan tertiup oleh angin ke daratan.
d.      Jika pada titik tertentu (kulminasi) awan akan mengembun menjadi hujan (presitipasi).
e.      Air hujan yang jatuh ke daratan sebagaian akan terserap lapisan tanah (infiltrasi) dan sebagaian lainnya di tampung oleh sungai dan mengalir ke tempat semula (laut).

7.       Air permukaan adalah segala bentuk perairan yang ada di permukaan tanah seperti danau, sungai, dan waduk.

8.       Air dalam tanah adalah air yang berada di dalam lapisan tanah atau di dalam pori-pori tanah.

B.      Air permukaan di daratan

9.       Sungai adalah alur panjang di atas permukaan bumi atau di dalam tanah yang berfungsi manampung dan mengalirkan hujan atau mata air dari suatu tempat ke tempat lainnya.

10.   Tipe sungai berdasarkan asal airnya:
a.       Sungai hujan: berasal dari air hujan, contohnya sungai di Pulau Jawa (Sungai Bengawan Solo, Sungai Brantas).
b.      Sungai salju: berasal dari gletser/salju yang mencair, contohnya Sungai Lagen di Norway.
c.       Sungai campuran: berasal dari air hujan dan gletser/salju yang mencair, contohnya Sungai Digul dan Sungai Mambramo di Papua.

11.   Tipe sungai berdasarkan aliran airnya:
a.       Sungai permanen (tetap): aliran airnya tetap sepanjang tahun, contohnya Sungai Mambramo di Papua.
b.      Sungai periodik: aliran airnya banyak di musim hujan dan sedikit di musim kemarau, contohnya Sungai Brantas di Pulau Jawa.
c.       Sungai episodik: aliran airnya banyak di musim hujan, tetapi kering di musim kemarau, contohnya Sungai Melolo di Pulau Sumba, NTT.

12.   Tipe sungai berdasarkan arah aliran airnya:

Arah aliran sungai

a.       Sungai konsekuen (induk sungai): sejajar dengan kemiringan lereng.
b.      Sungai subsekuen (anak sungai konsekuen): tegak lurus dengan aliran konsekuen.
c.       Sungai obsekuen (anak sungai subsekuen): berlawanan dengan aliran konsekuen dan resekuen).
d.      Sungai resekuen  (anak sunggai subsekuen): sejajar dengan sungai konsekuen.


13.   Pola aliran sungai

Pola aliran sungai
Sumber: google.com

a.       Dendritik : terdapat di daerah batuan berstruktur homogen (dataran) sehingga alirannya bergerak ke segala penjuru.
b.      Rectangular: terdapat di daerah yang banyak lembah (patahan) sehingga alirannya membentuk persegi panjang yang bergabung satu sama lainnya.
c.       Trellis: terdapat di daerah batuan lipatan panjang serta berlereng curam.
d.      Radial sentriFUGAL (menyebar): terdapat di daerah gunung dan aliran airnya mengalir menyebar menuruni lereng gunung.
e.      Radial sentriPETAL (memusat): terdapat di daerah cekungan (depresi) yang arah aliran airnya memusat ke satu tempat.
f.        Anular: terdapat di daerah bukit kapur berbentuk kubah (dome) dan merupakan perkembangan dari pola trelis.
g. Pinate: terdapat di daerah patahan berupa aliran sungai yang membentut sudut lancip 60 derajat.

14.   Bagian – bagian sungai:

Bagian-bagian sungai dari hulu ke hilir
Sumber: Google.com

a.       Bagian hulu (pegunungan)memiliki ciri:
-          Terletak di daerah yang relatif tinggi
-          Kemiringan lereng terjal
-          Terjadi erosi vertikal
-          sungai semakin ke dalam lereng
-          Tidak terdapat endapan lumpur
b.      Bagian tengah memiliki ciri:
-          Lereng relatif landai
-          Terjadi erosi campuran
-          Jika erosi vertikal yang kuat, maka dinding sungai akan terkikis dan dapat mengubah arah aliran sungai.
-          Alur sungai mulai berkelok-kelok (meander).
c.       Bagian hilir (dataran rendah) memiliki ciri:
-          Arus relatif tenang
-          Terdapat banyak pengendapan lumpur
-          Terjadi erosi horisontal
-          Terbentuk kelokan-kelokan sungai (meander) dan danau tapal kuda (oxbow lake).

15.   Daerah Aliran Sungai (DAS)
DAS adalah suatu sistem sungai yang berfungsi menerima, menyimpan, dan mengalirkan kembali air hujan yang jatuh di atasnya melalui satu sungai (outlet tunggal).

16.   Danau adalah cekungan di daratan yang cukup luas dan terisi oleh air yang berasal dari sungai, mata air, air hujan, dan gletser.

17.   Proses terbentuknya danau:
a.       Danau tektonik: pergeseran atau patahan tenaga endogen, misalnya Danau Maninjau, Kerinci, Ranau, Singkaran (Pulau Sumatra), dan Poso, Tuwoti, Mantana (Pulau Sulawesi).
b.      Danau vulkanik: letusan gunung berapi atau aktivitas vulkanisme, misalnya Danau Gunung Kelud, Kawah Sileri, Kawah Lamongan (Pulau Jawa) dan Danau Lokon (Pulau Sulawesi).
c.       Danau tekto-vulkanik: percampuran antaraaktivitas vulkanisme dan pergerakan batuaan saat gunung meletus, misalnya Danau Toba (Sumatr Utara).
d.      Danau terbendung secara alami: sungai yang terbendung karena aliran lava gunung berapi atau longsoran tebing, misalnya Danau Tondano (Sulawesi Utara), Danau Laut Tawar (Aceh), dan Danau Sentani (Papua).
e.      Danau dolina atau karst: pelarutan daerah kapur sampai lapisan yang kedap air (resisten), misalnya danau di sekitar Gunung Kidul dan Wonosari (Jogjakarta).
f.        Danau buatan atau waduk: dibuat oleh manusia dengan cara membendung aliran sungai pada suatu lembah, misalnya Waduk Gajah Mungkur (Jawa Tengah), Waduk Jatiluhur (Jawa Barat) dan Waduk Karangkates (Jawa Timur).

18.   Rawa adalah daratan yang selalu tergenang air karena permukaan tanahnya lebih rendah daripada air tanah permukaan (sungai) dan sistem pembuangan airnya kurang sempurna.

19.   Persebaran rawa di Indonesia terdapat di selatan Pulau Kalimantan, selatan dan barat Pulau Papua, dan pantai timur Pulau Sumatra.

20.   Berdasarkan kondisi airnya, rawa dibagi menjadi dua yaitu rawa yang airnya berganti (cocok untuk perikanan) dan rawa yang airnya tidak pernah berganti (airnya bersifat asam).

21.   Air tanah adalah air yang terdapat pada lapisan tanah, bersumber dari mata air dan air hujan yang meresap ke dalam tanah hingga ke lapisan kedap air.

Lapisan Air Tanah

22.   Air tanah bebas (freatik): air tanah yang berada di bawah permukaan tanah dan tidak ada lapisan kedap air yang menekan. Digunakan dalam bentuk sumur untuk keperluan rumah tangga.

23.   Air tanah dalam (artesis): air tanah yang terletak di antara dua lapisan yang kedap air dan biasannya jauh di bawah lapisan tanah. Digunakan oleh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan air minum dengan sumur artesis.

C.      Air Permukaan di Laut

24.   Sifat fisis air laut antara lain:
-          Perbedaan tekanan air laut pada kedalaman yang berbeda
-          Kepadatan air laut lebih tinggi daripada air tawar
-          Kadar garam yang tinggi meningkatkan kepadatan

25.   Faktor yang mempengaruhi perbedaan kadar garam air laut (salinitas) yaitu:
-          Besarnya penguapan di laut
-          Jumlah curah hujan
-          Jumlah sungai yang bermuara di laut
-          Intensitas penyinaran matahari

26.   Manfaat air pemukaan dan air tanah antara lain:
-          Sumber air bersih
-          Sumber irigasi
-          Media perikanan darat
-          prasarana transportasi
-          sumber energi
-          sarana rekreasi dan olahraga

27.   Manfaat air laut antara lain:
-          Prasarana lalu lintas antarpulau
-          Sumber mineral (garam dapur, kalium karbonat)
-          Sumber bahan makanan (ikan,kerang, teripang, rumput laut)
-          Tempat rekreasi karena keindahan laut
-          Pengatur hujan (iklim) karena penguapan
-          Sumber bahan tambang (minyak bumi, gas alam).

D.      Kaitan Kedalaman Air Tanah dengan Bentuk Muka Bumi

28.   Kedalaman air tanah berkaitan erat dengan bentuk muka bumi ddan posisi lapisan tanah.

E.       Laut dan Klasifikasinya

29.   Laut adalah sekumpulan air yang luas di muka bumi yang menghubungkan suatu pulau/benua dengan pulau/benua lainnya.

30.   Laut menurut letaknya:
-          Laut tepi: terletak di tepi benua, misalnya Laut Cina Selatan (timur Benua Asia)
-          Laut tengah: terletak di antara dua benua, misalnya Laut Tengah (Benua Asia dengan Afrika).
-          Laut pedalaman: terletak di pertengahan benua, misalnya Laut Tengah (di tengah Benua Asia).
-          Selat: laut sempit yang terletak di antara dua pulau/benua, misalnya Selat Sunda (di antara Pulau Jawa dengan Sumatra).
-          Teluk: bagian laut yang menjorok ke daratan, misalnya Teluk Siam (Thailand).

31.   Laut menurut luasnya:
-          Samudra: lautan yang sangat luas dan menghubungkan antarbenua, misalnya Samudra Hindia, Pasifik, Atlantik, dan Artik.
-          Laut: perairan d muka bumi yang luas dan menghubungkan antarpulau, misalnya Laut Jawa, Laut Banda, Laur Arafuru dan Laut Aru.
-          Selat: laut sempit di antara dua pulau, misalnya Selat Malaka, dan Selat Bali.
-          Teluk: bagian laut yang menjorok ke daratan, misalnya Teluk Jakarta.

32.   Laut menurut kedalamannya:

Zona Kedalaman Laut
Sumber: Google.com

-          Zona litoral: zona pasang – surut air laut di permukaan laut.
-          Zona neritik: laut dangkal dengan kedalaman 0-200 meter.
-          Zona batial: laut dalam dengan kedalaman 200-2000 meter.
-          Zona abisal: laut sangat dalam hingga dasar laut dengan kedalaman > 2000 meter.

33.   Laut menurut proses terjadinya:

Paparan Sunda dan Paparan Sahul
Sumber: Google.com

-          Paparan Sunda (trangresi): wilayah laut dangkal bagian barat yang meliputi Selat Malaka, Laut Cina Selatan, Selat Karimata, Selat Sunda, dan Laut Jawa.
-          Wilayah laut Indonesia tengah (ingresi): laut dalam yang meliputi Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Banda, dan Laut Seram.
-          Paparan Sahul (ingresi): wilayah laut dangkal di bagian timur yang meliputi Laut Aru dan Laut Arafuru.

34.   Laut menurut reliefnya:

Relief Dasar Laut
Sumber: Google.com

-          Paparan benua (shelf): dasar laut yang dangkal dengan kedalaman 0-200 meter, misalnya Paparan Sunda dan Sahul.
-          Palung (trench): dasar laut yang dalam dan sempit dengan dinding berbentuk corong memanjang berkedalaman hingga 11.500 meter (Palung Mindanau, Filipina).
-          Lubuk laut (bekken): dasar laut yang berbentuk cekungan.
-          Gunung laut: gunung yang kakinya terdapat di dasar laut dan puncaknya terdapat di dalam atau di atas permukaan air laut.
-          Punggung laut: deretan pegunungan di dasar laut.
-          Laguna: laut dangkal yang terbendung pasir atau batu karang.

F.       Pantai dan Pesisir

35.   Pantai adalah tempat bertemunya daratan dengan lautan.

36.   Pantai menurut proses terbentuknya:
-          Pantai estuaria adalah pantai yang berbentuk corong karena pemerosotan dataran rendah dekat pantai, misalnya pantai estuaria di timur Pulau Sumatra.
-          Pantai dalmatia adalah pantai yang terjadi karena pegunungan di sekitar pantai mengalami pemerosotan, misalnya pantai dalmatia di Laut Adriatik.
-          Pantai ria adalah pantai yang terjadi karena daerah dataran tinggi di sekitar pantai mengalami pemerosotan, misalnya pantai ria di barat daya Irlandia dan barat laut Spanyol.

37.   Pantai menurut  kecuraman daratan pantainya:
-          Pantai landai, misalnya Pantai Ancol dan Kuta
-          Pantai curam, misalnya Pantai Parangtritis.

38.   Pesisir adalah daerah yang berbatasan dengan laut, tetapi tidak terkena air laut.

39.   Menurut para ahli sosiologi, pesisir barkaitan dengan daerah budaya masyarakat yang tinggal di sepanjang pantai.

40.   Batas antara pesisir dengan laut adalah daratan yang terendam air laut secara teratur sehingga sering mengalami abrasi dan tidak sesuai untuk permukiman penduduk.

41.   Abrasi adalah pengikisan oleh gelombang laut yang dapat dicegah dengan menanam pohon bakau di sepanjang pantai.

G.     Perairan laut di Indonesia

42.   Landasan kontingen adalah dasar laut yang merupakan kelanjutan dari daratan sekitarnya yang diukur sampai pada laut dangkal dengann kedalaman kurang dari 150 meter.

43.   Hukum laut internasional dideklarasikan Desember 1982 di Jamaica (Amerika Tengah).

Batas Laut Menurut Hukum Laut Internasional
Sumber: Google.com

44.   Perairan nusantara adalah perairan pedalaman yang menyatukan pulau-pulau di Indonesia yang menjadi hak kedaulatan Republik Indonesia.

45.   Laut wilayah (teritorial) adalah laut sejauh 12 mil ke arah laut bbebas dari pulau terdepan dimana kapal asing mempunyai hak lintas damai.

46.   Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE): laut sejauh 200 mil ke arah laut bebas dari pulau terdepan. Di wilayah ZEE, negara asing dilarang memanfaat-kan SDA yang ada di dalamnya namun tetap diizinkan untuk berlayar, memasang kabel atau pipa laut.

47.   Batas laut Indonesia antara lain dengan negara Timor Leste, Papua Nugini, Thailand, Malaysia, Singapura,, filipina, dan Australia.

H.      Ekosistem Pantai dan Pemanfaatanya

48.   Ekosistem pantai adalah tatanan kesatuan lingkungan pantai secara menyeluruh dari unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.

49.   Unsur-unsur ekosistem pantai:
-          Lingkungan abiotik: bersifat tidak hidup, seperti sinar matahari, air, udara, mineral, dan sisa-sisa mahluk hidup.
-          Produsen: mahluk hidup/tumbuhan yang memproduksi makanan untuk mahluk hidup lainnya.
-          Konsumen: pemangsa mahluk hidup lain, seperti ikan karnivora (hiu).
-          Organisme: penghancur jasad mahluk hidup yang telah mati melalui pembusukan.

I.        Dampak Gejala Atmosfer dan Hidrosfer terhadap Kehidupan

50.   Kehidupan di dataran rendah dan daerah pesisir :
-          Suhu udara panas dan lembab
-          Memiliki sumber air dan lahan yang mampu diolah untuk perikanan dan pertanian
-          Jenis tanaman berupa padi, kelapa, tebu, palawija, kapas, dan kelapa sawit.
-          Kegiatan penduduk di dataran rendah bertani dan di daerah pesisir nelayan.
-          Bentuk rumah panggung dengan pola permukiman memanjang (linear).

51.   Kehidupan di dataran tinggi dan pegunungan
-          Bersuhu udara sejuk
-          Pertanian tanaman pangan dan perkebunan
-          Industri tanaman hortikultura, teh, kina, tembakau, bua, dan sayuran.
-          Peternakan sapi perah, sapi pedaging, dan ayam petelur.
-          Bentuk rumah pendek dengan pola permukiman mengelompok.

52.   Kehidupan di daerah gurun pasir
-          Sangat kering dan kondisi air sedikit
-          Lahan pertanian di sekitar oase (sumber air)
-          Pertanian kapas,kurma, gandum, dan jagung
-          Peternakan onta, kuda, keledai, dan domba.
-          Tempat tinggal tinggi dan pola permukiman mengelompok.

53.   Kehidupan di daerah bersalju
-          Suhu udara sangat rendah ( minus 0° C) seperi di Greenland, Alaska, dan Kanada bagian utara.
-          Penduduk Eskimo menyesuaikan diri dengan pakaian yang tebal.
-          Mata pencaharian berburu dan menangkap ikan.
-          Pada musim dingin bertempat tinggal di rumah es (iglo).


Sumber:
Tim Abdi Guru. 2008. IPS Terpadu untuk SMP Kelas VII. Jakarta: Erlangga.

No comments:

Post a Comment