Saturday, March 1, 2014

MENCOBA BIS TINGKAT WISATA CITY TOUR JAKARTA

Halte City Tour

Jika ingin menaiki city tour, langkah pertama adalah mencari halte yang terdapat rambu-rambu bersimbolkan bis tingkat plus tulisan city tour. Sudah pasti bis tingkat wisata akan singgah di sana. Tunggulah dengan tenang dan sabar, walaupun banyak orang yang tidak mau mengantre, maunya didahulukan.

Dari depan

Penampilan luar bis tingkat pariwisata ini terlihat mewah dengan lampu proyektor dan spion tanduk yang baplang. Tunggulah sekitar 10 menit hingga 20 menit di hari sabtu, maka bis yang ditunggu-tunggu akan datang dengan perlahan tapi pasti. Lambat tapi pasti bis ini akan membawa Anda mengitari Harmoni kanan ke Pasar Baru - Istiqlal - Istana Negara - Monas - Balai Kota - Hotel Indonesia dan balik lagi seterusnya.

Dari belakang

Tampilan lampu belakang yang aneh dengan banyak kisi-kisi udara. Jika dilihat dari penampilan luar sepertinya bis tingkat Werkodoro kepunyaan Kota Solo lebih sedap dipandang dari pada kepunyaan Jakarte. Bis tingkat wisata Werkudoro yang berwarna merah dan berlivery wayang itu adalah buatan industri karoseri dalam negeri yakni Tri Sakti di Magelang, Jawa Tengah dengan mesin Mercedes-Benz Oh series yang dimodifikasi. Cintailah produk-produk Indonesia dengan mengimpor produk-produk dari luar negeri. 

Aduh. Potret interior belum di foto. Cari dari Google:
Interior

Kursi penumpang tidak ada bedanya dengan kursi bis transjakarta bus way yang terbuat dari semacam serat fiber resin, dan sedikit busa. Konfigurasi kursi di dek bawah ada yang berhadap-hadapan sperti pada kereta kelas bisnis. Sedangkan di dek atas semua kursi menghadap ke depan. Daya tampung kusi di bawah tidak sampai 30 orang sedangkan daya tampung kursi di atas tidak sampai 40 orang. Kalo masalah pendingin udara, masih dingin sekali dan masih wangi barang baru.

Untuk setiap halte diberikan kuota untuk siapa saja yang boleh naik. Koutanya tidak tentu bisa 4, 5, 6,7 atau sesuai dengan kondisi. Di bis ini diharamkan bagi penumpang untuk berdiri di dek bawah apalagi di dek atas. Pemandunya curhat kalo ada yang berdiri dia bisa kena omelan atau SP dari pihak atas. Jadi, bersabar dan antrelah dengan tertib dan berjiwa besar.

Dengan kecepatan sekitar kurang dari 40km/jam bis melaju dengan pasti dikendalikan oleh pramudi. Ya,  semua pengememudinya adalah wanita. Mungkin kaum hawa lebih menekankan perasaan saat membawa bis ini menyusuri padatnya jalanan ibu kota ini. Di dalam bis ini terdapat pramudi, pemandu atau lebih tepatnya koordinator penumpang dan polisi pariwisata (polisi asli yang bajunya ada tambahan warna merah ati).

Saya naik di sebrang Gedung Sapta Marga, Jalan Merdeka Barat. Sudah menunggu tiga kali bis lewat baru bisa terangkut. Saya naik, kemudian pemandunya berkata di atas ada 5 kursi kosong. Langsung semangat dah naik ke atas. Ternyata di atas hanya ada 1 kursi kosong di hot seat lagi dan yang lainnya sudah full seat. Full seat walaupun diduduki anak-anak usia di bawah 8 tahun. Haduh, pangku aja pangku dik. Dan akirnya saya tidak dapat tempat duduk dan disarankan untuk turun di halte selanjutnya karena SOP nya bis tingkat wisata tidak menerima penumpang berdiri apalagi penumpang sarkawi. Turun lah saya di halte depan Balai Kota Jakarta tempat Pak Jokowi dan Pak Ahok berkantor.

Oya, tidak seperti yang saya lihat di berita, kok dari Halte sebrang Gedung Sapta Marga sampai Halte Balai Kota tidak ada pemandu wisata yang menceritakan keadaan atau informasi mengenai tempat-tempat yang dilalui ya? Ah, mungkin pemandunya belum mulai tapi saya keburu turun. Capek juga itu sepertinya kalo kerja jadi pemandu itu. Berdiri berjam-jam, mengatur banyak orang, dan harus menjelaskan informasi pariwisata kepada para penumpang. Semoga mereka digaji besar dan dijadikan pegawai negeri sipil tanpa tes CPNS. Semoga city tournya tetap ngeline dan terus diperbanyak baik armada, petugas, dan jalur-jalurnya.  Aamiin.

Cara naik bis tingkat wisata Jakarta:
- jam beroperasi pukul 7 pagi - pukul 9 malam
- tunggulah di halte yang bertanda/berambu khusus city tour
- sabarlah menunggu rata-rata 15 menit
- tidak / belum dipungut biaya (1- Maret- 2014)
- carilah tempat duduk langsung yang anda lihat
- selamat menikmati perjalanan dengan city tour






3 comments:

  1. Mas, kalau naik city tour bus-nya dari halte busway apa dari halte reguler (yang di trotoar ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. dari halte reguler yg di trotoar mas.. cari yg ada rambu-rambu bis tingkatnya.

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete