Saturday, March 22, 2014

ISTILAH DAN PRINSIP MITIGASI BENCANA

Istilah-istilah dalam mitigasi bencana:

1.       Mitigasi
Menurut UU No. 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, MITIGASI adalah serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.
2.       Resiko (Risk)
Resiko adalah kemungkinan terjadinya suatu bencana, kecelakaan, atau malapetaka.
3.       Bencana (Disaster)
Bencana adalah kejadian yang menimbulkan kerugian baik harta, benda, maupun nyawa. Bencana dapat terjadi karena faktor alam dan ulah manusia.
4.       Peringatan dini
Peringatan dini adalah kegiatan memberikan peringatan secepat mungkin tentang kemungknan terjadinya bencana oleh lembaga yang berwenang. Lembaga yang berwenang di Indonesia antara lain BNPB, Basarnas, dan BMKG. Pemberian peringatan secara cepat dapat menggunakan media SMS broadcast, media sosial, dan sirine.
5.       Pencegahan bencana
Pencegahan bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan sebbagai upaya untuk menghilangkan dan atau mengurangi ancaman bencana.
6.       Tanggap darurat bencana
Tanggap darurat bencana adalah kegiatan yang dilakukan segera saat terjadinya bencana untuk mengurangi dampak buruk bencana tersebut.
7.       Kesiapsiagaan (Preparedness)
Kesiapsiagaan adalah kemampuan pemerintah, masyarakat, dan individu untuk menganggapi bencana dengan cepat dan efektif. Kesiapsiagaan dapat dilakukan dengan cara menyusun strategi tanggap darurat, simulasi bencana, dan pelatihan tenaga penyelamat (SAR).
8.       Rehabilitasi
Rehabilitasi adalah kegiatan pemulihan masyarakat setelah terjadi bencana dan perbaikan fasilitas umum sehingga kndisinya normal kembali.
9.       Rekonstruksi
Rekonstruksi adalah tahap pembangunan kembali semua sarana dan prasarana agar kembali berkembangnya kegiatan perekonomian, sosial budaya, dan bangkitnya peran masyarakat dalam semua aspek kehidupan.
10.   Pengungsi
Pengungsi adalah oarang atau sekelompok orang yang terpaksa atau dipaksa keluar dari tempat tinggalnya untuk jangka waktu yang belum pasti akibat dampak buruk bencana.

Prinsip penanggulangan bencana menurut UU No. 24 tahun 2007:
1.       Cepat dan tepat
Untuk meminimalisir korban dan kehilangan harta benda.
2.       Prioritas
Mengutamakan penyelamatan manusia, kemudian harta benda.
3.       Koordinasi dan keterpaduan
Kordinasi antarinstansi pemerintah dan masyarakat harus dilakukan secara terpadu dan saling mendukung.
4.       Berdaya guna
Memanfaatkan waktu, tenaga, dan biaya sebaik mungkin.
5.       Transparansi dan akuntabilitas
Penanggulangan bencana dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan seara etik dan hukum.
6.       Kemitraan
Penanggulangan bencana dilakukaan oleh semua pihak bekerjasama dengan pemerintah.
7.       Pemberdayaan
Semua individu atau masuayakat dapat melakukan atau membantu proses penangulangan bencana.
8.       Non proletisi
Dilarang memanfaatkan keadaan untuk kepentingan individu atau kelompok tertentu, misalnya politik dan agama.


Sumber: Somantri Lili; Huda Nurul. 2013. Advanced Learning Geography 1. Bandung: Grafindo Media Utama. (Page 216-219)

1 comment:

  1. Indonesia sangat rentan bencana alam semoga edukasi tentang penangulangan bencana bisa bermanfaat

    ReplyDelete