Friday, January 17, 2014

SOSIOLOGI: KELOMPOK SOSIAL DALAM MASYARAKAT

A. Pengertian Kelompok Sosial

Kelompok sosial adalah kesatuan sosial yang terdiri atas kumpulan individu yag hidup bersama dengan aturan tertentu. Menurut Soejono Soekamto, syarat-syarat kumpulan individu dapat dikatakan sebagai kumpulan yaitu:

  1. ada kesadaran pada setiap anggota kelompok bahwa dia merupakan bagian dari kelompok tersebut.
  2. ada hubungan timbal balik antar anggota yang satu dengan anggota yang lainnya.
  3. ada suatu faktor yang dimiliki bersama sehingga hubungan di antara mereka bertambah erat.
  4. berstruktur, berkaidah, dan mempunyai pola perilaku.
B. pembentukkan kelompok sosial

Kodrat manusia sebagai mahluk sosial menyebabkan sejak lahir manusia dua keinginan pokok (hasrat) yaitu:
  1. keinginan untuk menjadi satu dengan manusia lain di sekililingnya (gregariousness).
  2. keinginan untuk menjadi satu dengan suasana alam di sekelilingnya.
C. Bentuk-bentuk kelompok sosial

a. Berdasarkan jumlah anggotanya

1. kelompok primer (primary group): kelompok yang ditandai dengan saling bertatap muka, saling mengenal, bekerjasama dengan sifat pribadi, dan permanen. kelompok primer dibedakan lagi menjadi:
  • in-group : kelompok sosial yang individunya mengidentifikasikan diri dalam kelompk tersebut.
  • out-group : ditandai dengan rasa antagonisme atau antipati terhadap kelompok lainnya.
  • paguyuban (gemeinschaft) :  mempunyai hubungan batin murni dan bersifat alami (organis). Kelompok paguyuban sering ditandai dengan kehidupan masyarakat desa karena adanya ikatan kekerabatan yang kuat.
  • patembayan (gesselschaft) : bersifat berdasarkan kebutuhan (pamrih), berlangsung dalam jangka waktu yang pendek, dan bersifat mekanis. Kelompok ini identik dengan masyarakat perkotaan yang kompleks dan sengaja dibentuk untuk kepentingan tertentu.
2. kelompok skunder : kelompok dengan jumlah anggota banyak, sifat hubungan cenderung formal, tidak permanen, dan saling tidak mengenal.

b. Berdasarkan derajat organisasinya

  1. kelompok formal (formal group) : mempunyai peraturan yang tegas dan sengaja dibuat oleh anggota-anggotanya untuk ditaati dan berfungsi untuk mengatur hubungan antaranggotanya.
  2. kelompok informal (informal group) : kelompok yang tidak resmi, tidak memiliki struktur organisasi yang pasti, dan tidak memiliki peraturan tidak tertulis secara resmi.
c. Berdasarkan interaksinya

  1. kelompok referensi (reference group) : menjadi ukuran bagi seseorang yang bukan menjadi anggota kelompoknya untuk membentuk pribadi dan perilakunya.
  2. kelompok membership (membership group) : hubungan antaranggotanya terjadi secara fisik.
d. Kelompok sosial yang tidak teratur
  1. kerumunan (crown) : kehadiran individu-individu secara fisik dan merupakan kelompok yang tidak terorganisasi.
  2. publik : tidak pernah saling bertemu dan terlibat secara fisik, misalnya melalui internet, surat kabar, radio, televisi, dsb.
  3. massa : kumpulan orang dalam jumlah banyak yang mempunyai pandangan yang sama tetapi tidak berkerumun pada suatu tempat, misalnya komunitas blogger, multiply, dsb.

sumber: Hesti, Kawendar W; Wijayanti, Diatmika. 2012. Detik-Detik Ujian Nasional Sosiologi Tahun Pelajaran 2012-1013. Klaten: Intan Pariwara.  

No comments:

Post a Comment