Friday, October 25, 2013

Pertolongan Pertama Pada Kecelakan

1.Pertolongan Pertama pada Perdarahan (luka luar)

Ada 2 tipe perdarahan, yaitu perdarahan yang berasal dari pembuluh darah vena dan perdarahan yang berasal dari pembuluh darah arteri. Perdarahan pada pembuluh darah vena berwarna agak gelap dan mengalir secara spontan. Sedangkan perdarahan dari pembuluh darah arteri warnanya lebih terang dan alirannya memancar dari tubuh yang terluka. Perdarahan pada arteri dapat menyebabkan kondisi kritis, sebab darah yang terpompa keluar dengan kecepatan melebihi rata-rata. Akibatnya, korban akan banyak kehilangan darah.


Cara yang benar dalam pertolongan pertama dan penanganan darurat adalah dengan menekan langsung pada daerah yang terluka adalah salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk menghentikan perdarahan, walaupun menyebabkan rasa sakit pada bagian tersebut.

Cara penekanan yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:

  1. Letakkan kain tebal yang bersih atau steril seperti saputangan, potongan handuk atau lembaran kain langsung pada area yang terluka. Kemudian tekan perlahan dengan telapak tangan Anda. Apabila tidak ada kain, gunakan tangan atau jari untuk menekan.
  2. Teruskan menekan dengan tekanan konstan.
  3. Jangan melepaskan kain yang digunakan untuk menekan luka.
  4. Apabila darah telah memenuhi kain, jangan dilepas, tetapi tambahkan dengan kain baru dan letakkan di atasnya. Kemudian lanjutkan lagi menahannya dengan tangan Anda.
  5. Apabila perdarahan terhenti atau berkurang, gunakan perban untuk diikatkan pada kain penutup luka.
  6. Tali perban jangan terlalu kencang untuk menghindari aliran darah arteri terhenti.
  7. Usahakan luka pada posisi di atas organ jantung.


2.Pertolongan Pertama pada Perdarahan Dalam


Berbeda dengan perdarahan luar, perdarahan dalam seringkali tidak kelihatan. Bila seseorang terkena pukulan, terjatuh atau kecelakaan lain, sebaiknya kemungkinan ini perlu diantisipasi.
Gejala-gejala perdarahan dalam adalah:
- Korban muntah berwarna gelap seperti kopi atau merah pekat
- Batuk darah berwarna merah segar dan atau berbusa
- Tinja berwarna hitam bercampur darah merah
- Muka terlihat pucat
- Tubuh kedinginan atau kulit terasa lembab
- Mata berkunang-kunang
- Perut membesar
- Gelisah
- Kehausan
- Ketakutan
- Kebingungan.


Cara pertolongan pertama yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:


  1. Jaga korban agar tetap lancar bernapas
  2. Usahakan korban tenang untuk menghindari syok
  3. Jangan pindahkan korban jika mengalami luka di bagian kepala, leher dan tulang belakang
  4. Jika tidak ada indikasi luka dan tidak mengalami syok, pindahkan dengan posisi tidur
  5. Jangan memberi minum pada korban
  6. Periksa kembali dan tangani bila ada luka lain seperti patah tulang
  7. Panggil paramedis atau bawa segera ke dokter atau unit gawat darurat


3.Pertolongan Pertama Pada Patah Tulang


Patah tulang umumnya disebut dengan fraktur dan digolongkan menjadi 2 macam, yaitu fraktur tertutup dan fraktur terbuka. Pada fraktur tertutup, tulang yang patah tidak sampai keluar melewati kulit. Sedangkan pada fraktur terbuka, sebagian atau keseluruhan tulang yang patah terlihat menembus kulit. Kasus ini dapat berbahaya karena korban kemungkinan akan kehilangan banyak darah dan rawan infeksi.

Jangan memindahkan korban kecuali ada tenaga medis yang berpengalaman, khususnya apabila bagian yang terluka adalah kepala, leher atau tulang belakang. Jika harus dipindahkan, pastikan bagian yang terluka tidak bergeser atau bergerak karena proses pemindahan. Contohnya, ikat bagian kaki yang terluka dengan kaki yang tidak terluka, baru kemudian dipindahkan.
Gejala patah tulang antara lain:
- Korban merasa atau mendengar bunyi patahan tulang
- Bagian yang terluka terasa sakit sekali, terutama saat disentuh atau digerakkan
- Sulit menggerakkan bagian yang terluka
- Gerakan bagian tubuh yang terluka tidak normal atau tidak seperti biasanya
- Terlihat bengkak
- Ada rasa sensasi tidak enak pada ujung tulang tubuh yang terluka
- Terlihat ada perubahan bentuk
- Ukuran atau panjang tulang berbeda dengan pasangan tubuh lainnya
- Bagian tubuh yang luka terlihat membiru.


Cara pertolongan pertama yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:


  1. Buka jalan napas, lakukan napas buatan jika diperlukan
  2. Hentikan perdarahan apabila terjadi patah tulang terbuka. Gunting pakaian korban sebelum melakukan pertolongan.
  3. Bila korban tak sadarkan diri, anggap ia mengalami luka di bagian kepala, leher atau tulang belakang.
  4. Jangan mencoba untuk mengembalikan tulang yang terlihat keluar.
  5. Jangan membersihkan luka atau menyisipkan sesuatu pada tulang yang luka meskipun tujuannya untuk menolong.
  6. Tutup luka secara perlahan dengan kain steril atau perban untuk menghentikan perdarahan.
  7. Tutup luka secara keseluruhan, termasuk tulang yang menonjol keluar.
  8. Hubungi paramedis atau ambulans, jangan mengangkat korban yang terluka di bagian kepala, leher atau tulang belakang tanpa memakai tandu. Jaga kepala tetap lurus dengan badan.
  9. Bila pertolongan medis belum datang sementara korban harus dibawa ke rumah sakit, gunakan splint di atas dan di bawah luka sebelum korban dipindah.
  10. Jangan memberi minuman atau makanan pada korban.


4.Pertolongan Pertama Pada Luka Memar


Memar adalah luka yang sering dijumpai dan dialami oleh seseorang. Hal ini terjadi karena beberapa hal seperti terjatuh atau terkena pukulan ke badan yang menyebabkan beberapa pembuluh darah pecah di bawah permukaan kulit. Perubahan warna dan pembengkakan pada kulit timbul karena adanya rembesan darah ke dalam jaringan.
Gejala memar adalah daerah yang terkena terasa sakit, kulit memerah lalu berubah warna menjadi biru atau hijau, terkadang timbul bengkak atau benjolan.


Cara pertolongan pertama yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:

Memar biasanya dapat sembuh dengan sendirinya. Meskipun demikian, perlu dilakukan beberapa hal agar memar dapat sembuh lebih cepat, yaitu:
  1. Sesegera mungkin kompreslah dengan menggunakan air dingin atau es pada daerah yang memar untuk mengurangi perdarahan dan pembengkakan.
  2. Bila memar terjadi pada lengan atau kaki, angkat bagian tersebut dengan posisi lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi aliran darah lokal.
  3. Setelah 24 jam, gunakan kompres hangat untuk membantu penyembuhan luka. Kompresan hangat akan membuka pembulu darah sehingga memperlancar sirkulasi darah pada area tersebut.
  4. Bila memar bertambah parah atau bengkak dengan rasa sakit tak tertahankan, segera bawa ke rumah sakit karena ada kemungkinan patah tulang atau luka lainnya.


5.Pertolongan Pertama Pada Luka Bakar Sedang


Luka akibat api atau terpapar benda panas bisa sangat menyakitkan. Kulit yang terkena bisa melepuh bahkan gosong jika terpapar pada suhu tinggi. Sel-sel yang bersentuhan dengan panas pun akan mati. Oleh karena itu, luka bakar perlu mendapat penanganan cepat.

Luka bakar sedang atau luka bakar tingkat II adalah luka bakar yang menyebabkan kerusakan pada lapisan di bawah kulit. Contohnya adalah sengatan sinar matahari yang berlebihan, cairan panas dan percikan api dari bensin atau bahan lain.
Gejala luka bakar tingkat II ini berupa kulit kemerahan, melepuh, bengkak yang tak hilang selama beberapa hari dan kulit terlihat lembab atau becek.


Cara pertolongan pertama yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:


  1. Siram air dingin atau air es pada daerah luka atau beri kompres dengan menggunakan handuk kecil. Bisa juga menggunakan saputangan yang sebelumnya dicelupkan ke dalam air.
  2. Keringkan luka menggunakan handuk besih atau bahan lain yang lembut.
  3. Tutup dengan perban steril untuk menghindari infeksi.
  4. Angkat bagian tangan atau kaki yang terluka lebih tinggi dari organ juantung.
  5. Segera cari pertolongan medis jika korban mengalami luka bakar di sekitar bibir atau kesulitan bernapas.
  6. Jangan coba mengempiskan luka yang melepuh atau mengoleskan minyak, semprotan atau ramuan lain tanpa sepengetahuan dokter.


6.Pertolongan Pertama pada Korban Pingsan


Pingsan adalah keadaan tidak sadarkan diri yang disebabkan karena berkurangnya suplai darah ke otak. Pemulihan dari pingsan ini dapat dilakukan setelah beberapa menit. Sebelum pingsan, umumnya korban mengalami gejala kulit pucat, dingin dan berkeringat, mata berkunang-kunang serta pusing.
Pingsan dapat dicegah dengan cara merebahkan korban lalu angkat kaki setinggi 15 - 25 cm. Bisa juga dengan didudukkan dengan posisi kepala membungkuk menyentuh kedua lutut.


Cara pertolongan pertama yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:


  1. Rebahkan korban, angkat kaki setinggi 15 - 25 cm meskipun ada kemungkinan kepalanya terluka.
  2. Buka jalan pernapasan, lakukan penapasan buatan jika perlu.
  3. Buka baju, khususnya di sekitar leher korban.
  4. Bila korban muntah, miringkan atau balikkan kepalanya untuk mencegah tersedak.
  5. Secara pelan-pelan, usap wajahnya dengan menggunakan air dingin dan jangan disiramkan ke muka korban.
  6. Periksa kembali seluruh tubuh untuk melihat apakah terdapat bengkak atau perubahan bentuk yang disebabkan karena jatuh.
  7. Jangan diberi minum meskipun korban sudah pulih kembali.
  8. Bila pertolongan tidak berhasil dalam beberapa menit, bawa korban ke dokter atau paramedis.


7.Pertolongan Pertama Untuk Korban Kesetrum


Listrik tegangan tinggi bisa berakibat bahaya dan fatal jika mengenai tubuh. Apabila pertama kali melihat orang yang tersengat listrik, sebaiknya bersikap tenang namun tetap waspada. Jangan menyentuh korban saat listrik masih menyala karena berisiko tersengat juga


Cara pertolongan pertama yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:


  1. Jika mungkin, matikan sumber listrik atau suruhlah orang lain untuk mematikannya.
  2. Sangat penting untuk memindahkan korban dengan hati-hati. Pakailah alas kering seperti koran, papan, selimut, matras karet atau baju kering. 
  3. Jangan gunakan bahan-bahan dari besi dan bahan yang basah. Jangan menyentuh korban sampai ia terbebas dari sengatan.
  4. Bila korban tak bernapas, buka jalan pernapasan dan lakukan pernapasan buatan, caranya yaitu:


  • Pastikan korban diletakkan pada permukaan yang rata. Bersihkan mulut dan jalan napas dari muntahan atau cairan.
  • Tengadahkan kepala korban dengan meletakkan telapak tangan pada dahi dan jari tangan lain mendorong ke atas bagian dagu korban
  • Pencet hidung korban dengan menggunakan ibu jari, kemudian ambil napas dalam-dalam. Letakkan mulut pada mulut korban yang terbuka, tiup dengan cepat 2 kali.
  • Hentikan tiupan bila dada korban sudah mengembang. Lepaskan mulut dari mulut korban, kemudian dekatkan telinga ke hidung korban untuk mendengarkan embusan napasnya.
  • Perhatikan dada korban, apakah ada gerakan naik turun pertanda ia bernapas.
  • Ulangi prosedur napas buatan ini sampai korban benar-benar dapat bernapas sendiri


8. Pertolongan Pertama pada Penderita Serangan Jantung


Serangan jantung sampai saat ini masih menjadi penyakit yang menakutkan. Banyak orang berpikir akan sulit selamat jika terkena serangan jantung karena penanganan detik demi detik begitu berharga. Ada beberapa hal yang bisa digunakan untuk memberikan pertolongan pertama pada orang yang terkena serangan jantung.


Cara pertolongan pertama yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:


  1. Duduklah atau berbaring. Hentikan segala aktifitas dan jangan lakukan banyak gerakan. Banyak bergerak dapat memperburuk kerusakan tubuh akibat serangan jantung.
  2. Telepon nomor darurat untuk meminta pertolongan. Segera hubungi rumah sakit terdekat atau minta orang lain untuk menghubungi ambulans. Jangan buang waktu untuk segera telepon dokter pribadi, teman atau anggota keluarga lainnya.
  3. Jika dokter telah memberikan tablet nitroglyserin, segera minum obat tersebut. Obat tersebut bisa dikonsumsi setiap 5 menit sekali satu tablet sampai rasa sakitnya hilang. Jangan mengkonsumsi tablet nitroglyserin jika tidak diberikan dokter.
  4. Mengunyah aspirin asal tidak mengalami alergi. Aspirin akan menghambat penggumpalan darah dan membantu darah tetap mengalir ke arteri. Mengunyah aspirin selama serangan jantung bisa menurunkan risiko kematian hingga 25 persen.
  5. Kenali tanda-tanda serangan jantung dan bawa selalu obat-obatan yang iberikan dokter. Pertolongan yang cepat bisa mencegah kerusakan serius pada jantung dan memungkinkan pasien untuk bertahan hidup.


9. Pertolongan Pertama Saat Mengalami Keseleo


Keseleo adalah istilah yang sering digunakan untuk luka pada bagian ligamen atau otot sendi. Otot sendi yang berfungsi menyokong sambungan kedua bagian tulang tubuh mengalami peregangan atau sobek.

Gejala keseleo adalah sakit dan bengkak pada bagian sambungan tulang, apabila diraba terasa empuk dan warna kulit menghitam atau membiru pada sekitar luka.
bila belum diketahui pasti apakah korban terluka karena patah tulang atau keseleo, bisa dilakukan pertolongan untuk patah tulang.


Cara pertolongan pertama yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:


  1. Pakai kantung berisi air dingin atau es dan tempatkan pada daerah yang terluka.
  2. Gunakan splint untuk menyokong daerah luka dengan memakai selimut, kain tebal atau bantal. Lepaskan jika terjadi pembengkakan.
  3. Usahakan daerah luka pada posisi lebih tinggi dari organ jantung.
  4. Jangan biarkan korban berjalan sendiri
  5. Jangan merendam luka dengan air hangat pada awal terjadi luka. Boleh merendamnya setelah 24 jam kemudian.
  6. Bawa ke pertolongan medis untk mengetahui ada tidaknya patah tulang.

sumber:
Stanley M. Zildo dalam buku yang berjudul 'First Aid, Cara Benar Pertolongan Pertama dan Penanganan Darurat'

No comments:

Post a Comment