Friday, October 4, 2013

KEHIDUPAN SOSIAL MANUSIA

KEHIDUPAN SOSIAL MANUSIA

Interaksi sosial adalah proses saling mempengaruhi dalam hubungan timbal-balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok dalam bentuk kerjasama, serta persaingan atau pertikaian.

Proses: tahapan-tahapan dalam suatu peristiwa untuk membentuk jalannya rangkaian kerja.

Sosial : segala sesuatu mengenai masyarakat yang peduli terhadap kepentingan umum.

Proses sosial (kemasyaratakan) menurut Selo Soemardjan adalah hubungan timbal balik antara manusia (individu) dengan berbagai segi kehidupan bersama.

Proses sosialisasi adalah suatu tahapan-tahapan dalam pembentukan sikap atau perilaku seseorang sesuai dengan perilaku atau norm dalam kelompok atau keluarga.

Proses sosialisasi dibagi menjadi dua, yaitu:
1) Sosialisasi primer = terjadi di dalam lingkungan keluarga.
2) Sosialisasi skunder = terjadi di luar lingkungan keluarga.

Proses interaksi sosial baru akan berlaku apabila menghasilkan reaksi yang berbentuk hal-hal berikut:

1. Imitasi
Imitasi adalah meniru sesuatu yang dilakukan orang lain. Misalnya, meniru cara berpakaian, gaya rambut, gaya bicara, dan perilaku lainnya.

2. Sugesti
Sugesti adalah reaksi seseorang terhadap sesuatu secara langsung dan tanpa dipikir terlebih dahulu. Jika seorang artis yang menggunakan handphone terbaru kemudian diikuti oleh para siswa SMP, itu merupakan contoh sugesti.

3. Simpati
Simpati merupakan kemampuan untuk merasakan diri seolaholah dalam keadaan orang lain dan ikut merasakan apa yang dilakukan, dialami, atau diderita orang lain.

4. Identifikasi
Identifikasi adalah kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain. Umumnya yang menjadi objek dari proses identifikasi adalah “sang idola”.

Agen sosialisasi adalah pihak-pihak yang berfungsi sebagai pelaksana proses sosialisasi.

Agen sosialisasi menurut Fuller dan Jacobs yaitu keluarga, teman bermain, sekolah dan media massa.

Pola sosialisasi dibagi menjadi dua, yaitu Represif dan Partisipatoris.

Kepribadian adalah ciri khas atau watak seseorang secara individu yang memiliki suatu identitas sebagai pribadi dan bersifat mandiri yang didasari oleh faktor biologis, sosiologis, dan psikologis.

Menurut George Herbert Mead sosialisasi yang dilalui seseorang dapat dibedakan menlalui tahap-tahap sebagai berikut:

1) Tahap persiapan (Preparatory Stage)

Tahap ini dialami sejak manusia dilahirkan, saat seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya, termasuk untuk memperoleh pemahaman tentang diri. Pada tahap ini juga anak-anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna.

2) Tahap meniru (Play Stage)


Tahap ini ditandai dengan semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa. Pada tahap ini mulai terbentuk kesadaran tentang nama diri dan siapa nama orang tuanya, kakaknya, dan sebagainya. Dengan kata lain, kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain juga mulai terbentuk pada tahap ini. Kesadaran bahwa dunia sosial manusia berisikan banyak orang telah mulai terbentuk.

3) Tahap siap bertindak (Game Stage)

Peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama-sama. Dia mulai menyadari adanya tuntutan untuk membela keluarga dan bekerja sama denganteman-temannya. Pada tahap ini lawan berinteraksi semakin banyak dan hubunganya semakin kompleks. Individu mulai berhubungan dengan teman-teman sebaya di luar rumah. Peraturan-peraturan yang berlaku di luar keluarganya secara bertahap juga mulai dipahami. Bersamaan dengan itu, anak mulai menyadari bahwa ada norma tertentu yang berlaku di luar keluarganya.

4) Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized Stage/Generalized other)

Pada tahap ini seseorang telah dianggap dewasa. Dia sudah dapat menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Dengan kata lain, ia dapat bertenggang rasa tidak hanya dengan orang-orang yang berinteraksi dengannya tapi juga dengan masyarakat luas. Manusia dewasa menyadari pentingnya peraturan, kemampuan bekerja sama--bahkan dengan orang lain yang tidak dikenalnya-- secara mantap. Manusia dengan perkembangan diri pada tahap ini telah menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya.

Bentuk-bentuk interaksi sosial menurut Gillin.

1. Proses asosiatif
Proses asosiatif adalah bentuk interaksi sosial yang dapat meningkatkan hubungan solidaritas antarindividu.

a. Kerjasama (cooperation)
Kerjasama bisa timbul jika terjadi hal-hal berikut.
1) Orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama.
2) Kedua belah pihak memiliki sumbangan atau kontribusi untuk memenuhi kepentingan mereka melalui kerjasama.

Beberapa bentuk kerjasama untuk menyelesaikan pekerjaan itu antara lain sebagai berikut.

1) Kerukunan
Kerukunan adalah hidup berdampingan secara damai dan melakukan kerjasama secara bersamasama.

2) Tawar-menawar (bargaining)
Tawar-menawar adalah bentuk perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih.

3) Kooptasi
Kooptasi adalah kerjasama dalam bentuk mau menerima pendapat atau ide orang atau kelompok lain.

4) Koalisi
Koalisi adalah bentuk kerjasama antara dua organisasi atau lebih yang mempunyai kesamaan tujuan.

5) Joint venture
Joint venture adalah bentuk kerjasama yang dilakukan oleh beberapa perusahaan.

b. Akomodasi (accomodation)
Akomodasi sebenarnya merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya.

Bentuk-bentuk akomodasi tersebut antara lain sebagai berikut.

1) Paksaan (coercion)

Paksaan merupakan bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya unsur paksaan.

2) Kompromi
Kompromi adalah bentuk akomodasi di mana pihak-pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya, agar tercapai suatu penyelesaian terhadap perselisihan yang ada.

3) Penengah (arbitration)
Adanya penengah (arbitration) atau pihak ketiga merupakan suatu cara untuk mencapai kompromi apabila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapai penyelesaian.

4) Mediasi
Mediasi menyerupai penengah. Pada mediasi hadirnya pihak ketiga hanya sebagai penasihat belaka. Tugas pihak ketiga adalah memberi nasihat agar para pihak yang bertikai menemukan penyelesaian untuk selanjutnya melakukan perdamaian.

5) Konsilisasi
Konsilisasi adalah suatu usaha mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu tujuan bersama.

6) Kesabaran (toleransi)
Kesabaran suatu bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang resmi. Pada usaha ini pihak yang berselisih menyadari betapa berselisih itu tidak bermanfaat.

7) Terperangkap (stalemate)
Terperangkap hingga tak dapat bergerak lagi adalah suatu bentuk akomodasi di mana dua pihak yang sedang berselisih yang mempunyai kekuatan seimbang berhenti pada suatu titik tertentu.

8) Keputusan pengadilan (adjudifikasi)
Keputusan pengadilan adalah penyelesaian perselisihan melalui jalan pengadilan.

c. Asimilasi
Asimilasi adalah pembauran dua kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli sehingga membentuk kebudayaan baru. Suatu asimilasi ditandai oleh usaha-usaha mengurangi perbedaan antara orang atau kelompok. Untuk mengurangi perbedaan itu, asimilasi meliputi usaha-usaha mempererat kesatuan tindakan, sikap, dan perasaan dengan memperhatikan kepentingan serta tujuan bersama.

d. Akulturasi
Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul manakala suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur dari suatu kebudayaan asing. Kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan kelompok itu sendiri.


2. Proses disosiatif
Proses disosiatif adalah bentuk interaksi sosial yang dapat merenggangkan hubungan solidaritas antarindividu.

Bentuk-bentuk diasosiatif antara lain sebagai berikut.

1) Persaingan (competition)
Persaingan adalah proses sosial dimana individu atau kelompok manusia bersaingnmencari keuntungan melalui suatu bidang kehidupan yang pada suatu masa tertentu menjadi pusat perhatian umum, dengan cara menarik perhatian publik atau mempertajam prasangka yang ada, tanpa menggunakan ancaman atau kekerasan.

2) Kontravensi (contravention)
Kontravensi adalah sikap mental yang tersembunyi terhadap orang-orang lain atau unsur-unsur kebudayaan golongan tertentu, yang dapat berubah menjadi kebencian, tetapi tidak sampai pada pertentangan atau pertikaian. Kontravensi merupakan suatu bentuk proses sosial yang berada antara persaingan dan pertentangan atau pertikaian.

3) Pertentangan/pertikaian (conflict)
Interaksi sosial dalam bentuk pertentangan atau pertikaian terjadi jika masing-masing pihak yang sedang mengadakan interaksi, tidak menemukan kesepahaman mengenai sesuatu, kemudian berlanjut menjadi adu kekuatan, lalu timbul adanya pertentangan atau pertikaian.

Syarat-syarat Terjadinya Proses Interaksi Sosial
1. Adanya kontak sosial (social contact)
Kata kontak berasal dari bahasa Latin con atau cum(artinya bersama-sama) dan tango (yang artinya menyentuh). Arti secara hanafiah adalah bersama-sama menyentuh. Kontak sosial dapat berlangsung dalam tiga bentuk yaitu antarindividu, antarindividu dengan kelompok, antarelompok. Selain itu, suatu kontak dapat pula bersifat langsung maupun tidak langsung.

2. Adanya Komunikasi
Adanya komunikasi yaitu seseorang memberi arti pada perilaku orang lain, perasaan-perassaan apa yang ingin disampaikan orang tersebut. Orang yang bersangkutan kemudian memberi reaksi terhadap perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut.


LATIIHAN!


1.    Apa yang dimaksud proses sosial menurut Soerjono Soekanto?
Proses sosial menurut Soerjono Soekanto adalah cara-cara berhubungan yang dapat dilihat jika individu dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu serta menentukan sistem dan bentuk hubungan sosial.

2.    Sebutkan dan jelaskan 4 faktor pendorong berlagsungnya inetraksi sosial!
1)   Imitasi merupakan suatu tindakan sosial seseorang untuk meniru sikap, tindakan, atau tingkah laku dan penampilan fisik seseorang.
2)   Sugesti merupakan rangsangan, pengaruh, atau stimulus yang diberikan seseorang kepada orang lain sehingga ia melaksanakan apa yang disugestikan tanpa berfikir rasional.
3)   Simpati merupakan suatu sikap seseorang yang merasa tertarik kepada orang lain karena penampilan,kebijaksanaan atau pola pikirnya sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh orang yang menaruh simpati.
4)   Identifikasi merupakan keinginan sama atau identik bahkan serupa dengan orang lain yang ditiru (idolanya)
5)   Empati merupakan proses ikut serta merasakan sesuatu yang dialami oleh orang lain. Proses empati biasanya ikut serta merasakan penderitaan orang lain.

3.    Berikan contoh kontak sosial secara primer dan sekunder!
Kontak sosial secara primer: kontak yang langsung bertemu atau tatap muka antar pelaku kontak sosial. Contohnya guru mengaja siswa dengan cara menjelaskan di dalam kelas.
Kontak sosial secara sekunder: kntak yang memerlukan perantara atau media untuk nerkmunikasi. Contohnya ayah menelpon anaknya yang sedak piknik ke luar kota.

4.    Apa yang dimaksud dengan sosialisasi?
Sosialisasi adalah sebuah proses seumur hidup yang berkenaan dengan bagaimana individu mempelajari cara-cara hidup, norma, dan nilai social yang terdapat dalam kelompoknya agar dapat berkembang menjadi pribadi yang dapat diterima oleh kelompoknya.

5.    Jelaskan perbedaan antara mitasi dengan identifikasi!
Imitasi merupakan suatu tindakan sosial seseorang untuk meniru sikap, tindakan, atau tingkah laku dan penampilan fisik seseorang. Imitasi hanya meniru beberapa aspek dari seseorang.
Identifikasi merupakan keinginan sama atau identik bahkan serupa dengan orang lain yang ditiru (idolanya). Identifikasi meniru semua aspek yang terdapat pada diri seseorang agar dirinya sebisa mungkin mirip dengan orang yang ditirunya. Faktor identifikasi sifatnya lebih mendalam daripada imitasi karena kepribadian seseorang dapat terbentuk atas dasar proses identifikasi ini.

6.    Berikan contoh sugesti pada anak remaja minimal 2 contoh!
1)    Membeli barang smartphone seperti milik temannya.
2)    Membeli parfum seperti yang diiklankan di media massa.
3)    Mengikuti gaya trend berpakaian yang sedang popular.
4)    Berteriak-teriak ketika bertemu dengan idolanya.

7.    Jelaskan mengapa manusia perlu berinteraksi!
Manusia sebagai mahluk sosial membutuhkan peranan orang lain dalam kehidupannya. Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut hubungan antarindividu, individu (seseorang) dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Tanpa adanya interkasi sosial maka tidak akan mungkin ada kehidupan bersama.

8.    Faktor imitasi menghasilkan dampak positif dan negatif. Berikan masing-masing 2 contoh hal positif dan negatif dari faktor imitasi!
1)    Dampak positif:
Apabila yang diimitasinya itu berupa kaidah-kaidah (norma) dan perilaku yang baik. Misalnya: perilaku bekerja keras untuk mencapai kesuksesan dan disiplin waktu dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.
2)    Dampak negatif:
Apabila yang ditiru itu berupa perilaku yang tidak baik. Selain itu imitasi juga bisa melemahkan daya kreasi seseorang.Saat ini banyak para remaja ataupun artis yang meniru (mengimitasi) cara berpakaian, model rambut, cara bicara dari artis-artis terkenal dari Barat maupun Asia Timur. Misalnya meniru gaya berpakaian yang tidak sesuai dengan norma kesusilaan dan meniru perilaku menyimpang seperti mabuk-mabukan, dugem, seks bebas, dan sebagainya.








Sumber:
http://id.wikipedia.org/
Nurdin, M; Warsito S.W.; dan Nursa’ban M. 2008. Mari Belajar IPS untu SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

No comments:

Post a Comment