Monday, October 14, 2013

BENTUK MUKA BUMI

Perbedaan bentuk muka bumi antarwilayah, secara alami, dipengaruhi oleh tenaga pembentuk muka bumi, yaitu tenaga dari dalam bumi (endogen) dan tenaga dari luar bumi (eksogen). Akibatnya bentuk muka bumi itu selalu mengalami proses perubahan.

Relief adalah bentuk muka bumi atau tinggi rendahnya permukaan bumi diukur dari permukaan air laut.

Macam-macam bentuk permukaan bumi di daratan antara lain:
a.    Dataran pantai: dataran yang terletak di perbatasan antara daratan dan lautan.
b.    Daratan rendah: dataran luas yang berketinggian 0-200 di atas permukaan laut.
c.    Dataran aluvial: dataran yang terbentuk dari hasil sedimentasi material yang dibawa oleh aliran air sungai menuju ke wilayah pantai yang berhadapan dengan laut dangkal. Contoh: dataran aluvial di pantai utara Pulau Jawa.
d.    Dataran delta: dataran yang terbentuk dari hasil sedimentasi batuan terutama pasir yang terangkut oleh aliran air sungai di muara sungai. Contoh: delta Sungai Musi.
e.    Dataran banjir: dataran yang terbentuk dari hasil luapan air sungai (pada saat banjir di musim penghujan) sehingga dataran ini menjadi tergenang,
f.     Dataran tinggi (plato): dataran yang terletak di antara gunung-gunung yang berketinggian lebih dari 200 mdpl. Contoh: dataran tinggi Malang (Jawa Timur).
g.    Gunung: bagian muka bumi yang menonjol tinggi dan berbentu kerucut atau kubah yang berdiri sendiri.
h.    Pegunungan: rangkaian gunung-guning yang mempunyai ketinggian berbeda.
-       Berdasarkan ketinggiannya:
1.    Pegunungan rendah: berketinggian 200-500 mdpl, contoh: pegunungan di Kalimantan.
2.    Pegunungan menengah: berketinggian 500-1.500 mdpl, dapat dijumpai di seluruh Indoensia.
3.    Pegunungan tinggi: berketinggian lebih dari 1.500 mdpl, contoh: pegunungan di Papua.
-       Berdasarkan proses terbentuknya:
1.    Pegunungan muda: terbentuk +/- 60 juta tahun yang lalu, yaitu pada zaman tersier (neozoikum). Pegunungan muda memiliki puncak yang runcing dan lereng yang sedikit curam. Contoh: pegunungan Sirkum Mediterania dan sirkum Pasifik.
2.    Pegunungan tua: terbentuk +/- 340 juta tahun yang lalu, yaitu pada zaman primer (paleozoikum). Contoh: pegunungan Skandinavia.
i.      Lembah: daerah rendah yang panjang dan sempit, serta dialiri oleh sebuah sungai.
j.      Bukit: bagian bumi yang lebih tinggi daripada daerah sekitarnya dengan ketinggian 200-300 mdpl. Sedangkan perbukitan adalah deretan bukit yang memanjang.
k.    Depresi: daerah yag mengalami penurunan sehingga permukaannya lebih rendah daripada permukaan air laut atau suatu daerah yang dikelilingi oleh daerah yang lebih tinggi.
l.      Rawa: dataran rendah yang selalu basah (bersifat jenuh dengan air) karena selalu digenangi oleh air.
m.   Peneplain: puncak gunung yang baru terbentuk dan merupakan hasil pengerjaan tenaga eksogen terutama hasil erosi/pengikisan, yang memiliki permukaan hampir rata (sedikit bergelombang) dengan permukaan laut.

Berdasarkan bentuk muka buminya, wilayah Indonesia dapat dikelompokkan menjadi tiga wilayah, yaitu:
1.    Bentuk bumi wilayah Indonesia bagian barat
Wilayah Indonesia bagian barat meliputi Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Wilayah Indonesia bagian barat ini umumnya dikenal sebagai Dangkalan Sunda. Batas antara wilayah Indonesia bagai barat dengan Indonesia bagian tengah dikenal dengan nama Garis Wallace.
2.    Bentuk bumi wilayah Indonesia bagian tengah
Wilayah Indonesia bagian tengah meliputi Pulau Lombok, Kepulauan Nusa Tenggara Timur, Pulau Sulawesi, Kepualauan maluku, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Wilayah Indoensia bagian tengah berada di wilayah laut-laut dalam seperti Laut Banda, Laut Sera, Laut Maluku, Laut Sulawesi, dan Laut Flores.
3.    Bentuk muka bumi Indonesia bagian timur

Wilayh Indonesia bagian timur meliputi Pulau Papua dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Wilayah Indonesia bagian timur umumnya dikenal sebagai Dangkalan Sahul. Batas antara wilayah Indonesia bagain tengah dengan Indonesia bagai timur dikenal dengan Garis Weber.

Sumber: Tim Abdi Guru. 2007. IPS Terpadu untuk SMP Kelas IX Semester 2. Jakarta: penerbit Erlangga.

No comments:

Post a Comment