Thursday, September 26, 2013

Klasifikasi Industri

Klasifikasi industri dapat didasarkan oleh modal dan tenaga kerja, barang yang dihasilkan, daerah pemasaran, lokasi, investasi-investasi dan tenaga kerja, serta departemen perindustrian.

a. Industri Berdasarkan Modal dan Jumlah Tenaga Kerja


1) Industri Rumah Tangga
Industri rumah tangga mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Modal yang digunakan relatif kecil.
  2. Tenaga kerja yang digunakan tidak lebih dari 4 orang, biasanya dari anggota keluarga.
  3. Peralatan yang digunakan sederhana dan bukan mesin.
  4. Bertujuan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


2) Industri Kecil

Industri kecil mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Modal yang dibutuhkan lebih besar daripada industri rumah tangga.
  2. Jumlah tenaga kerja 5 sampai 19 orang.
  3. Menggunakan teknologi sederhana.
  4. Biasanya hanya merupakan usaha sampingan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
  5. Industri kecil biasanya bergerak di bidang makanan dan kerajinan.


3) Industri Sedang

Ciri-ciri industri sedang sebagai berikut.

  1. Modal lebih besar daripada industri kecil.
  2. Tenaga kerja berjumlah 20 sampai 99 orang.
  3. Sudah menggunakan teknologi yang cukup tinggi tetapi masih banyak menggunakan tenaga manusia.
  4. Sudah menerapkan manajemen meskipun masih sederhana.
  5. Sudah ada pembagian kerja, misalnya bagian keuangan, administrasi, produksi, dan pemasaran.
  6. Contoh industri sedang antara lain industri konveksi (pakaian jadi), sepatu dan tas, alat olahraga, serta industri percetakan.


4) Industri Besar

Industri besar mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Membutuhkan modal besar.
  2. Tenaga kerja yang dibutuhkan lebih dari 100 orang.
  3. Menggunakan mesin-mesin berat dan modern.
  4. Lebih banyak menggunakan tenaga mesin daripada tenaga manusia.
  5. Produk yang dihasilkan untuk kebutuhan dalam negeri dan sebagai komoditas ekspor.
  6. Manajemen perusahaan sangat rapi.
  7. Pembagian kerja sudah jelas, misalnya direktur, bagian produksi, pemasaran, administrasi,
  8. keuangan, personalia, dan sebagainya.
  9. Contoh industri besar antara lain industri semen, tekstil, kendaraan bermotor, mobil, pupuk kimia, dan sebagainya.


b. Industri Berdasarkan Barang yang Dihasilkan


1) Industri Rumah Tangga/Industri Kecil
Industri kecil yang termasuk dalam kelas ini misalnya industri kerajinan. Ada banyak industri kerajinan, antara lain kerajinan tenun, batik tulis, ukiran kayu, payung, anyaman, logam, tanah liat, dan kulit.

2) Industri Ringan

Industri ringan menggunakan bahan baku atau bahan mentah dalam jumlah sedikit dan ringan.
Barang yang dihasilkan tidak terlalu berat. Proses pengolahan cenderung lebih bersih dan sedikit menghasilkan polutan. Industri yang termasuk dalam industri ringan adalah industri makanan dan minuman, industri pakaian, industri tekstil, dan industri elektronik.

3) Industri Sedang

Ciri-ciri industri sedang hampir sama dengan industri ringan, hanya dalam penggunaan bahan
mentah lebih banyak. Contoh industri sedang adalah industri konveksi, industri percetakan, dan industri penggergajian kayu.

4) Industri Berat

Industri berat dicirikan oleh penggunaan bahan mentah dalam jumlah banyak dan mesin-mesin
berukuran besar. Barang-barang yang dihasilkan juga banyak dan besar. Industri berat cenderung membutuhkan lahan yang luas dan dapat mencemari lingkungan. Contoh industri yang termasuk industri berat adalah industri besi dan baja, industri kapal, serta industri pesawat terbang.

c. Industri Berdasarkan Daerah Pemasaran

1) Industri Dasar (Basic Industry)

Merupakan industri yang produksinya ditujukan untuk ekspor atau dipasarkan ke luar negeri.

2) Industri Lokal (Non-Basic Industry)

Industri lokal, yaitu industri yang hasil produksinya dipasarkan di pasar lokal (dalam negeri).

d. Industri Berdasarkan Orientasi


1) Industri Berorientasi Pasar (Market Oriented Industry)

Industri yang dibangun dengan tujuan lebih mendekatkan kepada konsumen atau pelanggan. Jarak lokasi industri dengan konsumen menjadi salah satu pertimbangan dalam membangun
industri. Selain itu, kualitas barang hasil industri, yang terkait dengan mutu, model, keawetan, dan kegunaan barang berpengaruh pada banyak sedikitnya konsumen barang hasil industri tersebut.

2) Industri Berorientasi Permintaan (Supply Oriented Industry)

Industri yang dibangun dengan tujuan menyediakan barang-barang kebutuhan konsumen. Apa yang dibutuhkan konsumen menjadi dasar pertimbangan didirikannya suatu industri. Selain itu, fasilitas pendukung seperti jalan, listrik, dan telepon juga dipertimbangkan.

3) Industri Berorientasi Tenaga Kerja (Power Oriented Industry)

Industri ini dibangun dengan tujuan mendayagunakan tenaga kerja. Lokasi industri berada di daerah yang tersedia banyak tenaga kerja.

4) Industri Berorientasi Bahan Mentah (Raw Material Oriented Industry)

Industri yang dibangun dengan tujuan memanfaatkan bahan mentah yang tersedia. Lokasi industri ini berada di daerah yang menyediakan bahan mentah. Alasan pembangunan industri di wilayah yang memiliki bahan mentah banyak, antara lain karena volume bahan mentah yang berat atau besar maupun kondisi bahan mentah yang cepat rusak, sehingga
harus cepat diolah.

5) Industri Tidak Berorientasi Pada Apapun (Footlose Industry)

Industri yang bebas dibangun dimana saja karena tidak terpengaruh oleh faktor-faktor industri.

e. Industri Berdasarkan Intensitas Modal dan Pemakaian Tenaga Kerja


1) Industri Padat Karya (Labour Intensive)

Merupakan industri yang dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang banyak.

2) Industri Padat Modal (Capital Intensive)

Merupakan jenis industri yang menggunakan modal yang besar, digunakan dalam industri yang memakai mesin-mesin, pemrosesan barang maupun hasil produk mutakhir dan
canggih.

f. Industri Menurut Departemen Perindustrian


1) Industri Dasar (Hulu)
Industri ini meliputi industri mesin-mesin, logam dasar, dan industri kimia dasar. Industri ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi serta meperkukuh struktur ekonomi. Contoh industri ini antara lain industri mesin pertanian, alat-alat konstruksi, mesin-mesin listrik, kendaraan bermotor, kereta api, kapal, pesawat terbang, besi-besi konstruksi, besi
baja, dan sebagainya.

2) Industri Hilir

Industri hilir berorientasi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan ekonomi. Contohnya industri tekstil, kimia, alat-alat listrik, logam, bahan bangunan, dan industri pangan.

g. Penggolongan Industri Berdasarkan Bahan Dasar yang Digunakan


1) Industri Dasar

Merupakan industri yang menghasilkan bahan dasar untuk industri yang lain. Contoh, pabrik peleburan besi dan bauksit.

2) Industri Konveksi

Industri yang membuat pakaian jadi, seperti kaos, celana, dan kemeja.

3) Industri Agraris

Industri yang mengolah hasil-hasil pertanian, baik secara langsung maupun tidak langsung.

4) Industri Perakitan

Industri ini melakukan perakitan mesin-mesin untuk memproduksi barang jadi, misalnya industri perakitan mobil, barang-barang elektronik, dan pesawat terbang.

5) Industri Trafik

Bahan mentah dari industri trafik semuanya diimpor, karena di dalam negeri tidak tersedia, misalnya minuman anggur, bir, dan perajutan wol.

h. Penggolongan Industri Berdasarkan Jenis Usahanya


1) Industri Ekstratif

Industri ini bahan bakunya langsung dari alam, seperti pertambangan, pertanian, perikanan, kehutanan, perkebunan, dan sejenisnya.

2) Industri Nonekstratif

Merupakan industri yang mengambil bahan bakunya dari tempat lain yang disediakan oleh industri lain. Contoh, industri penerbit dan percetakan.

3) Industri Fasilitatif/Industri Jasa

Kegiatan dari industri ini adalah menjual jasa untuk keperluan lain. Contoh, industri perdagangan, perbankan, transportasi, dan komunikasi.



Sumber: Buku BSE Kelas XII IPS SMA/MA

No comments:

Post a Comment