Sunday, July 14, 2013

PERSEBARAN PRASASTI DI INDONESIA

PRASASTI 

Prasasti adalah piagam atau dokumen yang ditulis pada bahan yang keras dan tahan lama. Penemuan prasasti pada sejumlah situs arkeologi, menandai akhir dari zaman prasejarah, yakni babakan dalam sejarah kuno Indonesia yang masyarakatnya belum mengenal tulisan, menuju zaman sejarah, dimana masyarakatnya sudah mengenal tulisan. Ilmu yang mempelajai tentang prasasti disebut Epigrafi.
Di antara berbagai sumber sejarah kuno Indonesia, seperti naskah dan berita asing, prasasti dianggap sumber terpenting karena mampu memberikan kronologis suatu peristiwa. Ada banyak hal yang membuat suatu prasasti sangat menguntungkan dunia penelitian masa lampau. Selain mengandung unsur penanggalan, prasasti juga mengungkap sejumlah nama dan alasan mengapa prasasti tersebut dikeluarkan.
Dalam pengertian modern di Indonesia, prasasti sering dikaitkan dengan tulisan di batu nisan atau di gedung, terutama pada saat peletakan batu pertama atau peresmian suatu proyek pembangunan. Dalam berita-berita media massa, misalnya, kita sering mendengar presiden, wakil presiden, menteri, atau kepala daerah meresmikan gedung A, gedung B, dan seterusnya dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti. Dengan demikian istilah prasasti tetap lestari hingga sekarang. (wikipedia.com/prasasti)

DAFTAR PRASASTI DI INDONESIA

  1. Prasasti Muara Kaman - ditemukan di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur yang dibuat kira-kira tahun 400 M oleh Kerajaan Kutai.
  2. Prasasti Ciareteun - ditemukan di Bogor yang merupakan peninggalan Kerajaan Tarumanegara.
  3. Prasasti Kebon Kopi -  ditemukan di Bogor yang merupakan peninggalan Kerajaan Tarumanegara.
  4. Prasasti Jambu -  ditemukan di Bogor yang merupakan peninggalan Kerajaan Tarumanegara.
  5. Prasasti Pasir Awi -  ditemukan di Bogor yang merupakan peninggalan Kerajaan Tarumanegara.
  6. Prasasti Muara Cianten -  ditemukan di Bogor yang merupakan peninggalan Kerajaan Tarumanegara.
  7. Prasati Tugu -  ditemukan di Jakarta Utara yang merupakan peninggalan Kerajaan Tarumanegara.
  8. Prasasti Lebak -  ditemukan di Bogor yang merupakan peninggalan Kerajaan Tarumanegara.
  9. Prasasti Kedukan Bukit -  ditemukan di Palembang yang merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya.
  10. Prasasti talang Tuo - ditemukan di Palembang yang merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya.
  11. Prasasti Telaga Batu - ditemukan di Palembang yang merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya.
  12. Prasasti Karang Berahi - ditemukan di Jambi Hulu yang merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya.
  13. Prasasti Palas Pasemah - ditemukan di Lampung Selatan yang merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya.
  14. Prasasti Dinoyo - ditemukan di Malang yang berisi tentang pusat Kerajaan Singosari yang berada di Kanjuruhan.
  15. Prasasti Canggal - ditemukan di Magelang yang berisi bahwa Kerajaan Mataram Hindu dipimpin oleh Raja Sanjaya.
  16. Prasasti Kalasan - ditemukan di Jogjakarta yang berisi bahwa Raja Panangkaran dari Kerajaan Mataram Kuno menganut agama Budha.

sumber: Arief Muzakir. 2006. RPUL Global. Semarang:  Aneka Ilmu.


PRASASTI

Inscription is a charter or a document which was written on a hard and durable. The discovery of an inscription on a number of archaeological sites, marking the end of prehistory, the scene of the ancient history of Indonesia that the people not familiar with writing, to the historical era, where people already familiar with writing. Who studied the science of inscriptions is called epigraphy.
Among the many sources of ancient history of Indonesia, such as manuscripts and foreign news, the inscription is considered the most important source because it can provide a chronology of events. There are many things that make a very profitable world inscriptions past research. In addition to an element of the calendar, inscriptions also reveal a number of names and the reasons why the inscription was issued.
In the modern sense in Indonesia, often associated with inscription epitaph or in the building, especially during the laying of the first stone or the inauguration of development projects. In the news media, for example, we often hear the president, vice president, secretary, or chief inaugurated area A, building B, and so on with a ribbon cutting and the signing of the inscription. Thus the term inscription preserved until now. (Wikipedia.com / inscription)

PRASASTI SIGN IN INDONESIA

  1. Inscription Muara Kaman - was found on the banks of the Mahakam River, East Kalimantan, which made about 400 AD by the Kingdom of Kutai.
  2. Ciareteun inscription - found in Bogor which is a relic of the Kingdom Tarumanegara.
  3. Coffee Kebun inscription - found in Bogor which is a relic of the Kingdom Tarumanegara.
  4. Guava inscription - found in Bogor which is a relic of the Kingdom Tarumanegara.
  5. Sand Awi inscription - found in Bogor which is a relic of the Kingdom Tarumanegara.
  6. Cianten Muara inscription - found in Bogor which is a relic of the Kingdom Tarumanegara.
  7. Tugu inscription - found in North Jakarta which is a relic of the Kingdom Tarumanegara.
  8. Lebak inscription - found in Bogor which is a relic of the Kingdom Tarumanegara.
  9. Kedukan Bukit inscription - found in Palembang which is a legacy of the kingdom of Srivijaya.
  10. Tuo chamfer inscription - found in Palembang which is a legacy of the kingdom of Srivijaya.
  11. Telaga Batu inscription - found in Palembang which is a legacy of the kingdom of Srivijaya.
  12. Lust Coral inscription - found in Jambi Hulu which is a relic of the kingdom of Srivijaya.
  13. Palas Inscription Pasemah - found in South Lampung which is a legacy of the kingdom of Srivijaya.
  14. Dinoyo inscription - found in Malang which contains the center of the Kingdom which is in Kanjuruhan Singosari.
  15. Canggal inscription - found in Magelang which contains that Hindu Mataram kingdom led by King Sanjaya.
  16. Kalasan inscription - found in Jogjakarta which contains that King Panangkaran of the Ancient Mataram Kingdom practice Buddhism.

source: Arief Muzakir. 2006. RPUL Global. Semarang: Assorted Science.


No comments:

Post a Comment