Thursday, May 23, 2013

PENGINDRAAN JAUH: INTERPRETASI CITRA DAN FOTO UDARA (DENGAN CONTOHNYA)

INTERPRETASI CITRA DAN FOTO UDARA

interpretasi citra dan foto udara adalah upaya untuk memahami atau menafsirkan citra dan foto udara sehingga mendapatkan informasi yang akurat dan sesuai mengenai objek yang terekam.

TAHAP-TAHAP INTERPRETASI CITRA DAN FOTO UDARA

1. Deteksi
pengamatan atas adanya suatu objek yang akan direkam
2. Identifikasi
upaya merincikan objek yang telah dideteksi dengan menggunakan keterangan yang cukup
3. Analisis
keterangan lebih lanjut disertai dengan kesimpulan

CIRI-CIRI INTERPRETASI CITRA DAN FOTO UDARA

1. Ciri Spektral
ciri spektral terjadi karena adanya interaksi energi elektromagnetik dengan objek yang direkam. Ciri spektral antara lain:
  • rona (tingkat kecerahan) = gelap, cerah atau terang
  • warna (spektrum sinar tampak) = semakin dalam lautan, maka warna biru akan semakin gelap
2.  Ciri Temporal
ciri temporal berhubungan dengan waktu perakaman objek dan unsur objek. ciri spektral dapat digunakan untuk mengetahui evaluasi kerusakan lahan karena tsunami dengan cara membandingkan citra sebelum dan citra sesudah tsunami.
  • citra sebelum tsunami tahun 2000
  • citra setelah tsunami tahun 2005
3. Ciri Spasial
ciri spasial adalah ciri yang berhungan dengan ruang atau keruangan dari objek yang terekam kamera. Ciri spasial antara lain:
a. Bentuk (konfigurasi/kerangka objek) 
melihat wujud objek secara umum maupun secara rinci untuk mempermudah pengenalan benda/objek yang terekam, contoh:
  • gedung sekolah umumnya berbentuk huruf I, L, atau U
  • jalan raya berbentuk memanjang denga lebar yang seragam
b. Ukuran (besar/kecil)
unsur ukuran meliputi perhitungan jarak, luas, volume, ketinggian tempat dan kemiringan dengan skala foto udara, contoh:
  • ukuran lapangan sepaka bola 
  • ukuran gudang pabrik tekstil
 c. Tekstur (kasar/halus)
frekuensi perubahan atau pengurangan rona pada citra dan foto udara, contoh:
  • tekstur kasar antara lain hutan, perkotaan, pegunungan
  • tekstur halus antara lain sawah, permukaan air, jalan raya
d. Pola (teratur/ tidak teratur)
kencenderungan sususan keruangan suatu objek, contoh:
  • pola teratur : pohon sawit (perkebunan), pemukiman
  • pola tidak teratur: pohon sagu, aliran sungai
e. Bayangan (ada/tidak ada)
bayangan suatu objek dipengaruhi oleh arah datangnya sinar matahari, contoh:
  • bayangan cerobong asap pabrik
  • bayangan tiang gawang/tiang bendera
  • bayangan gedung bertingkat 100
f. Situs
tempat atau letak suatu objek tehadap objek lain copypaste dari fuatcepat, contoh:
  • pohon bakau (mangrov) terdapat di pantai yang landai
  • meander terdapat di hilir sungai 
g. Asosiasi
hubungan / keterkaitan objek yang satu dengan objek yang lainnya, contoh:
  • gedung sekolah berasosiasi dengan lapangan olah raga dan bayangan tiang bendera
  • lapangan sepak bola berasosiasi dengan bayangan tiang gawang 
  • rel kereta api berasosiasi dengan bangunan stasiun


koreksi jika ada kesalahan
semoga bermanfaat
 

No comments:

Post a Comment