Thursday, May 30, 2013

JENIS-JENIS SUNGAI (LENGKAP)

SUNGAI

sungai merupakan badan air yang melului cekungan dari hulu sampai hilir. bidang studi geografi yang mempelajari tentang sungai disebut potamologi.

A. SUNGAI MENURUT SUMBER AIR

1. Sungai Hujan
sungai yang airnya berasal dari proses prestipasi (hujan) dan keluar melalui mata air di hulu sungai. jenis sungai ini banyak ditemukan di Indonesia. contoh: Sungai Bengawan Solo, Sungai Citararum, Sungai Ciliwung, dsb.
2. Sungai Gletser
sungai yang airnya berasal dari es yang mencair. contohnya Sungai Membramo yang airnya berasal dari es yang mencair di Puncak Jaya Wijaya, Papua.
 3. Sungai Campuran
sungai yang airnya berasal dari campuran air hujan dan copypaste dari fuat cepat gletser. Contohnya Sungai Digul di Papua.

B. SUNGAI MENURUT DEBIT AIR

1. Sungai Perenial (Permanen)
sungai dengan debit air yang tetap sepanjang tahun. contohnya sungai-sungai di Pulau Sumatra dan Kalimantan seperti Sungai Mahakam, Sungai Kapuas, dan Sungai Musi.
2. Sungai Ephimeral (Periodik)
sungai yang dipengaruhi oleh musim, sehingga debit airnya akan berkurang pada musim kemarau dan melimpah pada musim penghujan. contohnya sungai-sungai di Pulau Jawa seperti Sungai Brantas dan Sungai Bengawan Solo.
3. Sungai Intermiten (Episodik)
sungai yang hanya ada pada musim penghujan, pada musim kemarau airnya kering. contohnya sungai-sungai di NTT seperti Sungai Melolo dan Sungai Laku Kalada.

C. SUNGAI MENURUT ARAH ALIRAN



1. Sungai Konsekuen
arah aliran seseuai dengan kemiringan lereng, contohnya Sungai Progo, Sungai Opak, dsb.
2. Sungai Insekuen
arah aliran tidak menentu terhadap lereng, contohnya sungai-sungai di dataran rendah/cekungan.
3. Sungai Obsekuen
arah aliran berlawanan dengan Sungai Konsekuen, contohnya sungai-sungai bawah tanah di daerah karst Gunung Kidul.
4. Sungai Subsekuen
arah aliran sejajar dengan induk sungai, contohnya Selokan Mataram di Jogjakarta.

D. SUNGAI MENURUT POLA ALIRAN

1. Dendritik


pola aliran sungai tidak teratur berbentuk cabang pohon dengan sudut tumpul, terdapat di dataran rendah dan dekat dengan muara sungai dengan lereng landai.
2. Pinnate



pola aliran pinate berbentuk lurus sejajar seperti anak panah dengan sudut lancip 60 derajat, terdapat di daerah hulu sungai yang berlereng terjal/curam karena berupa daerah patahan.
3. Trellis



pola aliran sungai berbentuk sudut siku-siku 90 derajat dan sejajar mengalir tegak lurus dengan anak sungai yang berbentuk ruas daun, terdapat di daerah pegunungan lipatan (sinklinal).
4. Rectangular


Pola aliran yang membentuk pola persegi empat dengan sudut siku-siku 90 derajat yang tegak lurus, terdapat di daerah patahan atau struktur gelogi berupa rekahan.
5. Anular


pola aliran sungai yang melingkar di hilir sungai hasil perkembangan dari pola aliran radial sentrifugal, terdapat di daerah pegunungan kapur/karst dan daerah dome.
6. Radial SentriFugal (F=menyebar)


pola aliran sungai yang arah aliran airnya menyebar mengalirin lereng-lereng pegunungan ke segala arah, terdapat di daerah perbukitan dan cembungan (kawah gunung berapi).
7. Radial SentriPetal (P=pusat)


pola aliran sungai yang arah aliran airnya memusat pada suatu daerah depresi yang lebih rendah, terdapat di daerah cekungan (danau).

E. SUNGAI MENURUT UMUR

1. Sungai Muda
sungai muda = sungai bagian hulu
2. Sungai Dewasa
sungai dewasa = sungai bagian tengah
3. Sungai Tua
sungai tua = sungai bagian hilir
ciri-cirinya ada di sini :
http://fastrans22.blogspot.com/2013/05/karakteristik-sungai-bagian-hulu-tengah.html


F. SUNGAI MENURUT STRUKTUR GEOLOGI

1. Sungai Antisedens
sungai yang arah alirannya tetap meskipun terjadi pengangkatan permukaan bumi karena daya erosi sungai mampu mengimbangi pengangkatan yang terjadi.
2. Sungai Epigenesa
sungai yang melintang dengan struktur geologis sehingga mengikis batuan induk di dasar sungai.

G. SUNGAI MENURUT TEMPAT BERMUARA

1. Sungai Areic
sungai yang airnya habis dala perjalanan, contohnya Sungai Kalada di NTT.
2. Sungai Edoraic
sungai yang bermuara ke danau, contohnya Sungai Lau renun yang bermuara di Danau Toba.
3. Sungai Exoric
sungai yang bermuara ke laut, contohnya hampir kebanyaknya sungai bermuara ke laut.

sekian, semoga bermanfaat
sumber: Bambang Hermanto. 2012. Super Trik! Geografi SMA. Jogjakarta: Pustaka Widyatama. 


ENGLISH VERSION


RIVER 
a river basin synthetically by a body of water from upstream to downstream. field of study to learn about the geography of the river is called potamologi. 
A. RIVER BY WATER SOURCE 
1. Rainy River

    
river water comes from the prestipasi (rain) and out through springs in the headwaters. types of rivers are found in Indonesia. example: Solo River, the River Citararum, Ciliwung River, etc.. 

2. Glacier river

    
river water comes from melting ice. example Membramo river where the water comes from melting ice in Puncak Jaya Wijaya, Papua.

 
3. Mixed river

    
river water comes from a mixture of rain water and a quick copypaste of fuat glacier. Examples Digul River in Papua.B. RIVER BY WATER DISCHARGE1. Perennial rivers

    
rivers with permanent flow of water throughout the year. example Mahakam river, the Kapuas River, and the River Musi. 

2. Ephimeral river / Periodic

    
rivers are influenced by the seasons, so the water flow will be reduced in the dry season and abundant in the rainy season. example Bengawan Solo River. 

3. Intermittent streams

    
river only during the rainy season, the dry season the water is dry. for example, the Code River kalada in NTT.C. BY THE RIVER FLOW DIRECTION1. Consequent river

    
seseuai flow direction with slope, for example Progo River, Opaque, etc.. 

2. Insekuen river

    
erratic flow direction of the slope, ie the rivers in the lowlands / basin. 

3. Obsekuen river

    
direction opposite to the flow of the River Consequent, for example, underground rivers in Gunung Kidul karst area. 

4. Subsequent river

    
parallel to the direction of flow of watercourses, for example Mataram ditch in Jogjakarta.D. BY THE RIVER FLOW PATTERN1. Dendritic

    
river flow patterns shaped tree branches with obtuse angles, there at Datran low and close to the mouth of the river with a gentle slope. 

2. Pinate

    
river flow pattern with a dart-shaped taper angle of 60 degrees, located in the headwaters area that steep slope / steep. 

3. Trellis

    
river flow patterns form a right angle and parallel 90 degrees, there is a fold in the mountains (sinklinal). 

4. Rectangular

    
Flow pattern that forms a square pattern with right angle 90 degrees, there is a fault in the area. 

5. Annular

    
circular flow pattern of the river, located in the mountains of limestone / karst. 

6. Radial centrifugal (F = spread)

    
river flow patterns that spread the water flow direction, there are at cembungan (volcano crater).


7. Radial centripetal (P = center)

    
flow pattern of the river water flow directions converge, there is in the area of ​​the basin (lake).E. RIVER BY AGE 

1. Young river

    
Young rivers = river upstream 

2. Adult river

    
adult rivers = river center 

3. Old River

    
old rivers = river downstream


link: http://fastrans22.blogspot.com/2013/05/karakteristik-sungai-bagian-hulu-tengah.html

F. RIVER BY GEOLOGICAL STRUCTURE


1. Antisedens river

    
river flow direction remained despite the removal of the surface of the earth due to the erosion of the river is able to compensate for the removal of that happening. 

2. Epigenesa river

    
rivers that transverse the eroding geological structures host rock in the riverbed.G. RIVER PLACE BY empties1. Areic river

    
river water runs out dala trip, for example Kalada River in NTT. 

2. Edoraic river

    
river that empties into the lake, for example renun Lau River which empties into Lake Toba. 

3. Exoric river

    
river which empties into the sea, for example, almost kebanyaknya river empties into the sea.so, may be usefulsource: Bambang Herman. 2012. Super Trick! High school geography. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.

No comments:

Post a Comment