Sunday, May 12, 2013

INTERAKSI WILAYAH (FAKTOR, DAMPAK, DAN TEORI)

Interaksi Wilayah

Interaksi wilayah adalah hubungan timbal balik antara dua wilayah yang menimbulkan aktivitas baru. Wilayah-wilayah yang saling berinteraksi akan membentuk lingkaran-lingkaran konsentris yang disebut dengan zona interaksi. Urutan zona interaksi menurut R. Bintarto dari pusat lingkaran ke arah lingkuran-lingkaran luar adalah sebagai berikut:

1. City                          = pusat kegiatan kota
2. Suburban                  = tempat tinggal para penglaju
3. Suburban fringe         = wilayah peralihan dari kota dengan desa
4. Urban fringe             = wilayah terluar dari kota
5. Rural urban fringe     = wilayah dengan penggunaan lahan campuran
6. Rural                        = wilayah pedesaan

Faktor yang mempengaruhi interaksi wilayah
  • Adanya wilayah yang saling melengkapi (regional complementary)
Hal ini dapat terjadi karena setiap wilayah memiliki sumberdaya alam dan kebutuhan yang berbeda-beda.
  • Adanya kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang (spatial transfer ability)
Kemudahan transfer atau pemindahan dalam ruang dipengaruhi oleh jarak mutlak dan jarak relatif antarwilayah, adanya biaya transportasi, dan kelancaran sarana transportasi antarwilayah.
  • Adanya kesempatan berinvestasi (intervening opportunity)
Hubungan antar wilayah dapat diperlemah oleh adanya alternatif penggati sumber daya yang dibutuhkan wilayah lain atau pihak ketiga.
 Dapak positif interaksi wialayah
  1. Bagi desa
  • membuka lapangan pekerjaan baru
  • bertambahnya wawasan berfikir penduduk desa
  • semakin mudah mendapatkan barang kebutuhan
  • masuknya investor dalam bidang agraris dan non-agraris
  • memperluas pemasaran hasil prosuksi desa
  1. Bagi kota
  • desa merupakan sarana rekreasi alam
  • dapat memacu perumbuhan kota
  • memperluas pemasaran hasil industri
  • tersediannya bahan makanan dan tenaga kerja
 Dampak negatif interaksi wilayah
  1. Bagi desa
  • kebiasaan hidup konsumtif
  • meluasnya penggunaan zat psikotropika
  • berkembangnya sifat individualisme dan matrelialisme
  • melemahnya semangat gotong-royong
  • melemahnya nilai religius
  1. Bagi kota
  • peningkatan arus urbanisasi
  • peningkatan kriminalitas
  • meluasnya slum area/wilayah kumuh
  • berkurangnya pelayanan umum
  • tingginya angka pengangguran
Teori interaksi wilayah

Teori kekuatan interaksi wilayah diperkenalkan oleh W.J. Reilly yang mengadopsi teori gravitasi Isaac Newton. Dalam teori kekuatan interaksi wilayah kekuatan interaksi wilayah diukur dengan memfokuskan pada perbandingan jumlah pennduduk dengan jarak antar wilayah. Teori kekuatan interaksi wilayah dapat berlaku apabali memenuhi syarat-syarat berikut:
  • topografi wilayah sama (homogen)
  • kondisi sosial ekonomi masyarakat sama
  • kondisi sarana dan prasaran transportasi sama
Rumus:
I   = Pa x Pb
         d x d

I = kekuatan interaksi
Pa = jumlah penduduk kota A
Pb = jumlah penduduk kota B
d = jarak kota A ke kota B

Contoh:

Jumlah penduduk kota A adalah 3.000 jiwa dan jumlah penduduk kota B adalah 6.000 jiwa. Jarak kedua kota adalah 30 km. Berapa kekuatan interaksi antara kota A dan kota B?
a. 0,2
b. 2
c. 20
d. 200
e. 2000

Jawab:
I = ?
Pa = 3.000 jiwa
Pb = 6.000 jiwa
d = 30 km

I   = Pa x Pb
         d x d
I   = 3000 x 6000
          30 x 30
I   = 18.000
         900
I   = 20




sumber: Bambang Hermanto. 2012. Super Trik Geografi SMA. Jogaj: Pustaka Widya.

1 comment:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete