Wednesday, April 24, 2013

VULKANISME : JALUR PEGUNUNGAN, BENTUK GUNUNG, MATERIAL PASCA-VULKANIK, MANFAAT GUNUNG BERAPI

Persebaran gunung berapai di Indonesia


Di Indonesia terdapat 128 gunung aktif, tujuh puluh diantaranya pernah meletus atau menunjukkan aktivitasnya. Indonesia dilalui oleh tiga jalur pegunungan yang membentuk  Kepulauan Indonesia yaitu sistem pegunungan Sunda, sistem pegunungan Asia Timur, dan sistem pegunungan Australia Timur. Ketiga jalur pegunungan tersebut bertemu dan bertabrakan di sekitar Laut Banda karena adanya batuan yang masiff dan tua sehingga lempeng tersebut terhenti.


  1. Sistem pegunungan Sunda bagian dari Sirkum Mediterania meliputi fuatcepat : Arakan Yoma (Myanmar) - Sumatera - Jawa - Bali - Lombok - Sumbawa - Flores - Solor - Alor - Wetar - Damar - Nila - Serua - Manuk - Kep. Banda.
  2. Sistem pegunungan Asia Timur bagian dari Sirkum Pasifik meliputi : Kamsyata - Kep. Kuril - Kep. Jepang - Taiwan - Philipina dan kemudian bercabang antara lain cabang P. Luzon - P. Palawan - Serawak - Peg. Kapuas, cabang Kep. Sulu - Peg. Pantai Timur Kalimantan - Peg. Meratus (Kal-Sel), dan cabang P. Samar - P. Mindanau - Kep. Sangkir (Sul-Ut) - Kep. Talaud (Sul-Teng).
  3. Sistem pegunungan Australia Timur meliputi fuatcepat : New Zealand - Australia Timur - New Caledonia - Kep. Bismarck - Papua Nugini - Peg. Jaya Wijaya - Kep. Maluku - Halmahera - Morotai.
Vulkanisme adalah peristiwa keluarnya magma dari dalam bumi. Sedangkan plutonisme adalah peristiwa mendekatnya magma ke permukaan bumi. Proses vulkanisme dibagi menjadi dua yaitu ekstrusi dan intrusi. Ekstrusi ialah keluarnya magma dari perut bumi ke permukaan bumi melalui letusan gunung berapi yang membentuk batuan beku luar, sedangkan intrusi adalah perrgerakan magama dari perut bumi menuju siil, dike, atau lakolith yang membentu batuan beku dalam.

Proses keluarnya vulkanisme
Magma (batholith) > Lava (kawah) > Lahar (permukaan bumi)


Penampang melintang gunung berapi
Sumber: indiana.edu

Keterangan:
  1. Batholith : tempat bersarangnya magma (dapur magma) yang jauh di dalam kulit bumi (astenosfer) copipaste.
  2. Latolith : tempat bersarangnya magma yang menyusup di antara lapisan-lapisan kulit bumi dengan bentuk seperti kubah.
  3. Sill : lapisan magma yang menyusup sejajar di antara lapisan-lapisan kulit bumi.
  4. Dike / Gang : lapisan magma yang menyusup melintang di antara lapisan-lapisan kulit bumi.
  5. Diaterma : batuan pengsisi pipa letusan yang bebentuk silinder mulai dari dapur magma hingga permukaan bumi.
  6. Aphophyse : suatu intrusi yang bercabang banyak seperti menjari.
  7. Lopolith : batuan beku intrsusi yang mendesak lapisan di atas dan di bawahnya sehingga membentuk bikonveks (kue dorayaki)
  8. Pacolith : batuan beku intrusi yang mendesak lapisan di bawahnya sehingga membentuk cekungan.
Bentuk-bentuk gunung berapi
1. Perisai

 

Letusan G. Mauna Loa, Hawaii yang berbentuk perisai
  • lava yang dikeluarkan sangat cair dan encer
  • letak dapur magma sangat dekat dengan permukaan bumi
  • ledakannya/tekanan gas lemah disertai leleran lava(erupsi efusif)
  • bentuk lereng gunung sangat landai seperti perisai
  • lava membeku sangat lambat
  • sering disebut gunung berapi lava, karena terbentuk oleh lava saja
  • banyak terdapat di Kep. Hawaii contoh G. Kilioula dan G. Mauna Loa

 2. Maar


Kawah Tengger, Pasuruan hasil letusan G. Tengger
  • letusan dahsyat hanya sekali saja
  • letak dapur magma jauh dari permukaan bumi
  • bentuk lereng gunung seperti travesium
  • letusan/tekanan gas kuat disertai ledakan (erupsi eksplosif)
  • hasil letusan membentuk kaldera/kawah
  • contohnya letusan G. Tengger, G. Toba Purba, G. Tambora
3. Strato
Semeru, gunung tertinggi di P. Jawa yang berbentuk strato
sumber: www.idrn.info
  • lereng gunung berbentuk kerucut
  • sifatnya berlapis-lapis hasil endapan bahan letusan
  • letusan/tekanan gas campuran yang saling bergantian (efusif dan eksplosif)
  • letusan terjadi berulang-ulang
  • letak dapur magma jauh dari permukaan bumi
  • banyak terdapat di Indonesia
  • contohnya G. Merapi, G. Semeru, G. Galalama, G. Kerinci

Sifat-sifat gunung berapi
  1. Aktif : gunung api yang tiap kali meletus atau menunjukkan gejala meletus seperti Gunung Merapi, Jogja.
  2. Istirahat : gunung api yang untuk sementara tenang (tidak menunjukkan kegiatan), tetapi pada saat tertentu akan aktif kembali seperti G. Galalama, Sulawesi.
  3. Mati : gunung api yang belum atau tidak pernah menunjukkan kegiatan dan gejala meletus seperti G. Sumbing dan G. Sindoro, Jawa Teengah.

Material yang dikeluarkan gunung berapi pada saat terjadi erupsi
  1. Efflata : berbentuk padat seperti bom (batu besar), kerikil (diameter 1cm), lapilli (diameter 0,5cm), pasir (diameter 2mm), dan debu vulkanik/tuff.
  2. Effusiva : berbentuk cair seperti geyser (air panas yang memancar), air makdani (air panas yang mengandung mineral), dan lahar dingin.
  3. Exhalasi : berbentuk gas seperti Mofet CO2 (gas asam arang), Solfatara H2S (gas belerang), dan Fumarol H2S (uap air panas).
Manfaat gunung berapi
  1. bahan letusannya dapat menyuburkan tanah (tanah andosol, tanah tuff, tanah vulkanik), karena banyak mengandung unsur mineral.
  2. kepundan gunung berapi banyak mengeluarkan belerang yang bermanfaat untuk industri obat-obatan dan industri kimia.
  3. terdapat sumber air panas dan mineral untuk pemandian dan pengobatan penyakit.
  4. pegunungan dan gunung dapat memaksa copipaste angin untuk naik sehingga menurunkan hujan orografis.
  5. relief yang terjal memungkinkan terbentuknya air terjun untuk pembangkit listrik.
  6. keindahan alam pegunungan dimanfaatkan sebagai objek wisata.
Semoga Bermanfaat
CMIWW


Daftar Bacaan:
Diding Kusmadi, Pudjotaruno. 1982. Geomorfologi Indonesia. Jakarta: Jurusan Geografi
IKIP Jakarta. 
Sugiyanto, Danan Endarto. 2006. Mengkaji Ilmu Geografi 1. Solo: Paltinum.
Tri Haryanto, Winarni. 2010. Detik-Detik Ujian Nasional Geografi. Klaten : Intan Pariwara.

No comments:

Post a Comment