Monday, April 22, 2013

RUMUS DAN CONTOH SOAL KLASIFIKASI IKLIM MENURUT SCHMIDT-FERGUSON

Klasifikasi iklim menurut Schmidt-Ferguson berdasarkan jumlah rata-rata bulan basah dan bulan kerring. Bulan basah adalah bulan dengan rata-rata curah hujan dalam satu bulan kurang dari 60 mm/bln. Sedangkan bulan basah adalah bulan dengan rata-rata curah hujan dalam sebulan lebih dari 100mm/bln. Curah hujan rata-rata perbulan 60-100mm/bln diabaikan.

Klasifikasi iklim menurut Schmidt-Ferguson dilambangkan dengan nilai Q. Nilai Q diperoleh dari hasil pembangian jumlah bulan kering dibagi jumlah bulan basah dikali 100 %.


Rumus:

Q = Jumlah bulan kering / Jumlah bulan basah x 100 %

Setelah diketahui nilai Q yang diperoleh dari hasil pembangian jumlah bulan kering dibagi jumlah bulan basah. Langkah berikutnya dalah mencari nilai Q dalam tabel klasifikasi  nilai Q menurut tipe iklim Schmidt-Ferguson.


Tabel tipe iklim menurut Schmidt-Ferguson



Tipe Iklim Nilai Q Keterangan

A 0,000 - 0,143 Sangat basah

B 0,143 - 0,333 Basah

C 0,333 - 0,600 Agak basah

D 0,600 - 1,000 Sedang

E 1,000 - 1,670 Agak Kering

F 1,670 - 3,000 Kering

G 3,000 - 7,000 Sangat kering

H > 7,000 Luar biasa kering
Contoh 1 Mudah:


Sebuah kota memiliki jumlah bulan kering sebanyak 3 bulan dan jumlah bulan basah sebnyak 6 bulan. Menurut Schmidt-Ferguson, tipe kota tersbut adalah tipe iklim?

a. basah
b. agak basah
c. sedang
d. agak kering
e. kering

Jawab:

Q = jmlh bulan kering / jmlh bulan basah x 100 %
Q = 3 / 6 x 100 %
Q = 0,5 x 100 %
Q = 50 %
Q = 0,5 ( dijadikan angka desimal)

Lihat tabel tipe iklim menurut Schmidt-Ferguson, angka Q=0,5 terdapat pada tipe iklim C yaitu antara 0,333 - 0,600. Jadi, klasifikasi iklim kota tersebut menurut Schmidt-Ferguson adalah tipe iklim C = agak basah


Contoh 2 Sedang:


Perhatikan tabel curah hujan di bawah ini: (mm/bln)

Januari   120                Juli              35
Pebuari  110                Agustus       40
Maret      80                September  101
April       70                 Oktober     109
Mei         45                 Nopember  130
Juni         50                 Desember  160
Berdasarkan data di atas, menurut Schmidt-Ferguson kota tersebut memiliki tipe iklim?
a. A
b. B
c. C
d. D
e. E

Jawab:

Jumlah bln kering (curah hujan <60mm/bln) = 4 bln
Jumlah bln basah (curah hujan >100mm/bln) = 6 bln

Q = jmlh bln kering / jmlh bln basah x 100 %

Q = 4 / 6 x 100 %
Q = 0,667 x 100 %
Q = 66,7 %
Q = 0,667


Lihat tabel tipe iklim menurut Schmidt-Ferguson, angka Q=0,667 terdapat pada tipe iklim D yaitu antara 0,666 - 1,000. Jadi, klasifikasi iklim kota tersebut menurut Schmidt-Ferguson adalah tipe iklim D = sedang.


SEMOGA BERMANFAAT

CMIIW

17 comments:

  1. terima kasih atas ilmu + contoh soalnya, bisa membantu saya mengerjakan soal buat SBMPTN hehe :)

    ReplyDelete
  2. Mantap gan... Makasih banyak :)) buat uas besokk

    ReplyDelete
  3. kalo lebih dari 100 brati angka 100 enggak diitung gann

    ReplyDelete
  4. terima kasih gaan.. sangat membantu

    ReplyDelete
  5. Replies
    1. Jumlah bln kering (curah hujan <60mm/bln)
      Jumlah bln basah (curah hujan >100mm/bln)

      Delete
  6. Menurut saya penerapan rumus di atas agak keliru. Dimana rumus di atas menyatakan setiap data curah hujan 4 bulan kering dan 2 bulan sedang serta 6 bulan basah maka hasilnya akan sama; yaitu tipe iklim D ( iklim sedang ). Perhatikan data berikut : Jan 300, Feb 250, Maret 80, April 70, Mei 45, Juni 50, Juli 35, Ags 40, Spt 200, Okt 250, Nop 200, Des 300. Menurut saya hasilnya akan berbeda jika kita gunakan rumus Q = (∑▒〖Bulan Kering〗)/(∑▒〖Bulan Basah〗) X 100 %, maka hasilnya
    ∑ Bulan Kering = ∑▒(45+50+35+40)/4 = 170/4 = 42,5 di bulatkan 43
    ∑ Bulan Basah =∑ (300+250+200+250+200+300)/6 = 1500/6 = 250
    Dengan demikan Q = 43/250 X 100 % = 0,172 %
    Hasil ini menunjukkan tipe iklim B ( Basah ).
    Sedangkan yang di contohkan hasilnya adalah Q = 4/6 X 100 % = 0,667 % dngan tipe iklim D ( Sedang).
    Mohon tanggapan ! ! !

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tanggapan (tidak pakai tanda seru):
      Menurut buku geografi yang saya pegang dan dari guru-guru sy.. jmlh bulan kering/bulan basah itu bukan dari intensitas curah hujanne, tapi dari ketentuan :
      Jumlah bln kering (curah hujan <60mm/bln)
      bulan lembab (curah hujan 60-100mm/bln)
      Jumlah bln basah (curah hujan >100mm/bln)
      Jadi...tidak harus smw CH ditambahkan.

      Untuk yang menurut bapak hasilnya akan berbeda jika kita gunakan rumus Q = (∑〖Bulan Kering〗)/(∑〖Bulan Basah〗) X 100 %, maka hasilnya Q = 43/250 X 100 % = 0,172 % itu untuk mencari Nilai Gradien Kebasahan (Super Trik Geografi hlm. 130)


      Terimakasih atas masukanne...

      Delete
    2. sya juga ingin bertanya, bagaimana jika ternyata dalam 1 tahun curah hujan semuanya termasuk kedalam bulan basah di atas 125 mm/bulan seperti januari 147 mm; Februari 77 mm; Maret 123 mm; April 98 mm; Mei 102,5 mm; Juni 225,6 mm; Juli 136 mm; Agust 323 mm; Sept 123 mm; Okt 368 mm; Nov 238 mm; dan Des 607 mm ? rumusnya bagaimana ? untuk menentukan tipe iklim ?

      Delete
    3. bln kering = 0
      bln basah = 10
      0/10 x 100% = 0
      jadi, tipe iklim A 0,000 - 0,143 Sangat basah

      Delete
  7. saya setuju dengan pendapat pak boyke mentang, karena jika hanya dihitung dari berapa banyaknya bulan yang termasuk ju bulan basah atau bulan kering,maka untuk apa ada data curah hujan demikian?

    ReplyDelete
    Replies
    1. sy jg ndak tahu mbak, nyang sy tahu ya begitu,, mohon koreksinya mbak..

      Delete
  8. sya juga ingin bertanya, bagaimana jika ternyata dalam 1 tahun curah hujan semuanya termasuk kedalam bulan basah di atas 125 mm/bulan ? rumusnya bagaimana ? untuk menentukan tipe iklim ?

    ReplyDelete