Thursday, April 25, 2013

JENIS ALAT DAN METODE KONTRASEPSI KELUARGA BERENCANA



Dalam dunia medis secara garis besar pemakaian alat-alat dan cara-cara kontrasepsi untuk menghindarkan pertemuan antara sel telur laki-laki dengan sel telur perempuan dalam hubungan seksual supaya tidak terjadi pembuahan atau melemahkan salah satu atau kedua sel telur tersebut. Selain cara medis di atas, terdapat juga cara-cara yang tidak memerlukan alat  perantara atau tindakan medis. Berdasarkan buku KB terdapat dua garis besar mengenai metode-metode KB yaitu (Amrah, 1986)

1.                  Alat-alat/cara kontrasepsi dengan alat atau benda/tindakan perantara
Metode pemakaian alat atau cara kontrasepsi dengan bantuan perantara seorang ahli medis dengan suatu tindakan fisik pada wanita atau laki-laki, yang dirasakan tindakan tersebut secara badaniah oleh yang bersangkutan.
2.                  Metode pantang berkala
Metode dengan memanfaatkan hari-hari subur dan tidak subur dalam badan seorang wanita dalam hubungan kelamin antara suami istri.

Golongan alat-alat/cara-cara kontrasepsi dengan benda atau tindakan perantara oleh ahli medis ini dapat dibagi lagi dalam dua macam, yaitu:
1.                  Bersifat tidak permanen
Alat atau cara ini hanya diterapkan apabila suami istri belum menghendaki kelahiran anak. Apabila sewaktu-waktu suami istri menghendaki kelahiran anak, pemakaian alat atau cara ini dihentikan.
2.                  Bersifat permanen
Cara atau alat ini memungkinkan pasangan suami istri tidak lagi mendapatkan keturunan, karena wanita atau pria yang bersangkutan telah distrelilisasikan (dimandulkan) dengan suatu tindakan pembedahan kecil.

Alat-alat/cara kontrasepsi dengan benda/tindakan perantara
1.                  Bersifat tidak permanen
a.                   Spiral atau IUD (Intra Uterine Devices)
Alat yang melingkar-lingkar ini seperti ini terbuat dari bahan semacam plastik atau sejenisnya, dimasukkan oleh ahli medis atau perawat terlatih dengan alat khusus melalui alat kemaluan wanita ke dalam rongga rahim. Berfungsi secara mekanis mencegah kehamilan pada wanita meskippun telah melakukan hubungan suami istri dan terjadi pembuahan sel telur.
b.                  Kondom
Alat ini terbuat dari karet yang sangat tipis yang dapat membesar menurut alat kelamin laki-laki, dipakai laki-laki sebelum melakukan hubungan suami istri. Air mani dari laki-laki yang keluar dari alat kemaluannya tetap tinggal dalam kondom, tidak masuk dalam rongga rahim perempuan sehingga sel telur laki-laki dan sel telur perempuan tidak dapat bertemu.
c.                   Diafragma atau pesserium (penutup pintu rahim/cerviks)
Alat ini terbuat dari karet yang tebal berbentuk seperti topi atau cincin yang menutup pintu rahim secara elastis sehingga sel telur laki-laki tidak dapat memasuki rongga rahim sehingga tidak terjadi pembuahan. Diafragma dipakai wanita sebelum melakukan hubungan suami istri dan biasanya diikuti dnegan pemakaian cairan agak kental (kanji, agar-agar) ke dalam alat kelamin wanita supaya tutupan mulut rahim lebih rapat dan rapih. Sebelum diafragma dibuka setelah hubungan suami istri, alat kelamin wanita dibersihkan dengan obat (chinine) untuk membersihkan rongga rahim dari air mani laki-laki yang mungkin masih mengandung sel telur yang subur.
d.                  Pil atau suntikan
Pil-pil tablet atau suntikan-suntikan yang mengandung zat-zat kimia apabila diminum atau disuntukkan akan mencegah untuk jangka waktu tertentu pelepasan sel telur laki-laki dan sel telur perempuan tidak terjadi pembuahan. Pil-pil tablet atau suntikan tersebut harus dibeli dengan resep dokter dan penggunaannya harus dengan petunjuk dokter untuk mencegah over dosis. Apabila penggunaan pil atau suntik dihentikan, indung telur akan bekerja biasa lagi dan hubungan seksual suami istri mudah menghasilkan keturunan.
e.                  Coitus interruptus (jimak atau seggama azal)
Suatu cara yang menurut ahli-ahli kedokteran juga terpakai ialah dengan tidak memakai sesuatu benda perantara, tetapi berjaga-jaga dalam hubungan seksual suami istri. Saat air mani akan keluar dari alat kelamin laki-laki, pria yang bersangkutan secara tepat waktu mengeluarkan alat kelaminnya dari alat kelamin wanita, sehingga air mani itu tidak masuk ke rahim wanita.

Kehadiran suatu benda dalam alat kelamin wanita atau pria sewaktu terjadi hubungan seksual suami istri menghilangkan konsentrasi pikiran dan kesempurnaan pada hubungan itu sendiri karena suami istri harus dapat menguasai gerak-geriknya dalam hubungan seksual agar tidak terjadi pergeseran-pergeseran dari alat-alat yang dipakai. Sehingga dapat menyebabkan alat tersebut tidak berfungsi secara efektif.

2.                  Cara kontrasepsi yang brsifat permanen
a.                   Pemandulan (sterilisasi) wanita yang disebut tubektomi
Pengikatan atau pemutusan saluran yang menghubungkan indung telur ( sumber sel-sel telur wanita) dengan rongga rahim.
b.                  Pemandulan (sterilisasi) laki-laki yang disebut vasektomi
Pemutusan saluran yang menghubungkan saluran yang memproduksi sel telur laki-laki dengan alat kelamin laki-laki yang mengeluarkan sel-sel telur tersebut saat berhubungan seksual.
Tindakan pemandulan ini adalah tindakan teknis medis yang harus dilakukan oleh ahli kedokteran dalam bidang ini. Tindakan ini merupakan pekerjaan pembedahan kecil yang memerlukan kecermatan dan ketelitian khusus untuk menghindari komplikasi-komplokasi yang dapat merugikan kesehatan. Cara ini dilakukan pada mereka yang sungguh-sungguh karena alasan kesehatan atau alasan tidak ingin mendapatkan keturunan lagi. Sekali tindakan ini dilakukan maka tindakan ini bersifat permanen dan saluran vital yang telah diputuskan sangat sulit untuk dikembalikan seperti semula.

No comments:

Post a Comment