Thursday, January 31, 2013

Sumber Data Kependudukan

penduduk adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis Republik Indonesia selama 6 bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 6 bulan tetapi bertujuan menetap (BPS). secara umum penduduk adalah orang atau sekelompok orang yang tinggal di suatu tempat. Menurut publikasi BPS pada bulan Agustus 2010, jumlah penduduk Indonesia berdasarkan hasil sensus ini adalah sebanyak 237.556.363 orang,dengan laju pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 1,49 persen per tahun. Berdasarkan sensus tersebut Indonesia menduduki urutan  keempat sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia setelah Cina, India, dan Amerika Serikat.

dalam geografi, kajian mengenai lapisan kependudukan masuk dalam ruang lingkup antropologi (aktivitas), sosiologi (interaksi), demografi (perhitungan), dan geografi penduduk (masalah-masalah). untuk mengetahui jumlah penduduk di suatu wilayah maka diperlukan suatu perhitungan atau pencacahan jumlah penduduk. kegiatan pencacahan penduduk tersebut sering disebut dengan sensus. Sensus penduduk adalah keseluruhan proses pengumpulan, penyusunan, pengolahan, dan penerbitan data yang bersifat demografis, ekonomis, dan sosial dari suatu wilayah atau negara tertentu dan dalam waktu tertentu. badan atau instansi pemerintah yang bertugas untuk melakukan sensus penduduk adalah BPS (Badan Pusat Statistik). BPS berada di tingkat pusat/negara hingga di setiap kabupaten atau kota madya tingkat II. untuk dapat bekerja di BPS, siswa/siswi dapat menempuh sekolah kedinasan ikatan dinas yaitu STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik).

untuk mendapatkan Sumber Data Kependudukan dapat dilakukan dengan berbagai cara di antaranya:
A. Sensus Penduduk (SP)
sensus penduduk dilaksanakan 10 tahun sekali yang bertujuan untuk mendapatkan data-data kependudukan secara menyeluruh menghitung semua data kependudukan warga negara. data kependudukan meliputi data jenis kelamin, umur, wilayah administratif, pekerjaan, pendidikan, agama, kewarganegaraan, ras,  kelahiran, kematian, dan migrasi. sensus pertama kali di Indonesia dilaksanakan pada tahun 1930 oleh pemerintah Hindia-Belanda. Indonesia telah melaksanakan 6 kali sensus setelah kemerdekaan yaitu tahun 1961 , 1971, 1980, 1990, 2000, dan terakhir 2010.

Berdasarkan caranya, sensus dibedakan menjadi:

1. Sensus de jure, yaitu pencacahan jiwa yang dilakukan di tempat penduduk tersebut tinggal secara resmi. misalnya Muhidin adalah penduduk Marauke, tetapi saat dilakukan sensus Muhidin sedang berada di Jakarta. menurut sensus de jure, Muhidin dihitung sebagai penduduk Marauke. dengan kata lain sensus de jure merupakan sensus berdasarkan tempat tinggal tetap yang dibuktikan dengan surat-surat identitas resmi seperti KTP, KK, atau SIM.

Keuntungan sensus de jure:
  1. Data dapat diperoleh secara pasti 
  2. Tidak terpengaruh oleh penduduk migrasi
  3. Jumlah penduduk yang tercatat adalah penduduk yang betulbetul memiliki bukti kependudukan secara sah dalam sistem pemerintahan.
  4. Jumlah penduduk yang tercatat adalah penduduk yang betulbetul memiliki bukti kependudukan secara sah dalam sistem pemerintahan.
  5. Pelaksanaan sensus tidak harus bersamaan waktunya dan serempak karena hanya penduduk yang memiliki bukti kependudukan yang disensus.
  6. Kemungkinan terjadinya pencatatan dua kali atau lebih pada penduduk yang sama dapat dihindari.
Kelemahan sensus de jure:
  1. Penduduk yang tidak memiliki bukti tanda kependudukan (KTP) tidak akan tercatat sebagai penduduk meskipun orang tersebut lahir dan tinggal di tempat tersebut.
  2. Jumlah penduduk yang tercatat tidak sesuai dengan jumlah penduduk yang sebenarnya apabila perpindahan penduduk yang terjadi belum tercatat.
  3. Data hasil sensus apabila digunakan untuk kepentingan perencanaan yang berkaitan dengan layanan publik tidak akurat.

2. Sensus de facto
, yaitu pencacahan jiwa di tempat mereka ditemukan oleh petugas lapangan. Misalnya Muhidin adalah penduduk Marauke, tetapi saat dilakukan sensus Muhidin sedang berada di Jakarta. menurut sensus de facto, Muhidin dihitung sebagai penduduk Jakarta. dengan kata lain sensus de facto merupakan perhitungan penduduk berdasarkan kenyataan fisik/keberadaan (fakta) seseorang saat dilakukannya sensus.

Keuntungan sensus de facto:
  1. Jumlah penduduk yang tercatat adalah jumlah riil di suatu tempat.
  2. Dilakukan secara serempak di setiap daerah sehingga data cepat terkumpul dan lebih cepat diolah.
  3. Data yang diperoleh dapat digunakan untuk kepentingan perencanaan yang berkaitan dengan layanan publik.
  4. Pelaksanaan sensus lebih mudah, sederahana, dan ringan.

Kelemahan sensus de facto:
  1. Kemungkinan pencatatan dua kali atau lebih pada penduduk yang sama dapat terjadi.
  2. Untuk negara kepulauan yang luas diperlukan petugas dan dana yang cukup besar karena harus dilakukan secara serempak.
  3. Bagi daerah yang mobilitas penduduknya sangat dinamis, seperti di laut, pesawat, kereta, atau kendaraan lainnya kemungkinan tidak tercatat.
  4. Data penduduk dapat dipengaruhi oleh arus wisatawa, pedagang keliling, mahasiswa luar kota, dsb.
Berdasarkan metode pengisiannya, sensus dibedakan menjadi:

1. Metode Canvasser, yaitu pelaksanaan sensus di mana petugas mendatangi tempat tinggal penduduk dan mengisi daftar pertanyaan.

Keunggulan metode canvansser:
  1. Daftar pertanyaan sulit dapat terisi.
  2. Sesuai dengan jadwal pelaksanaan sensus.
  3. Data yang diperoleh lebih terjamin kelengkapannya dan penduduk sulit untuk memalsukan data. 


Kekurangannya metode canvansser:
  1. Waktu yang diperlukan lebih lama karena jumlah petugas yang terbatas dan wilayah yang luas.
  2. Membutuhkan petugas sensus yang banyak
  3. Membutuhkan waktu yang lama
2. Metode Householder, yaitu pelaksanaan sensus di mana pengisian daftar pertanyaan dilakukan oleh penduduk sendiri.

Kelebihan metode householder:
  1. Waktu yang diperlukan lebih cepat karena petugas tidak harus mendata satu per satu penduduk.
  2. Daftar pertanyaan dapat dikirimkan atau dititipkan pada aparat desa. 
  3. Petugas sensus sedikit.
  4. Waktu pelaksanaan lebih singkat.
  5. Hasil data lebih baik daripada metode canvansser.


Kekurangan metode householder:
  1. Data yang diperoleh kurang terjamin kebenarannya. 
  2. Ada kemungkinan penduduk tidak mengisi poin pertanyaan yang sulit.
  3. Kemungkinan salah pengertian dalam menjawab pertanyaan.
  4. Kemugkinan data tidak terisi dengan sempurna.
  5. Hanya dapat dilaksanakan di negara maju.


 B. Survei Penduduk
Survei adalah pendataan penduduk yang dilakuakan sewaktu waktu sesuai kebutuhan, sifatnya fleksibel karena tidak terkait priode waktu dan cakupannya nasional. survei ini dilakukan pada periode pertengahan antara dua sensus penduduk atau setiap 5 tahun sekali. sejumlah keluarga (sampel) dipilih untuk diwawancarai untuk mengetahui data demografi. survei penduduk tidak hanya untuk menghitung data kependudukan tetapi juga dapat digunakan untuk kepentingan lain seperti survai ekonomi, survai kesehatan, survei pajak, dan sebagainya.

C. Registrasi Sipil
Regestrasi adalah kumpulan keterangan mengenai terjadinya peristiwa kelahiran, kematian, migrasi dan segala sesuatu yang penting dan mengubah status sipil seseorang sejak lahir sampai mati. Registrasi ini dapat dilakukan setiap saat/setiap hari kerja melalui surat pengantar RT dan RW yang selanjutnya diproses ke Kelurahan setempat untuk dicatat. Registrasi penduduk ini meliputi aktivitas kelahiran (akte kelahiran), kematian (surat kematian), kawin, cerai, pindah (migrasi), dan pembuatan Kartu Keluarga (KK). berbeda dengan sensus dan survei  dimana petugas yang aktif menghampiri penduduk, pada registrasi ini penduduklah yang aktif melaporkan kejadian yang terjadi ke Kelurahan.

demikianlah cara-cara kegiatan untuk mendapatkan sumber data kepndudukan di Indonesia. mohon keritik dan koreksi dari senior-senior jika ada kekeliruan. semoga bermanfaat untuk dibaca sebagai bahan pengetahuan ilmu sosial. CTRL+C CTRL+V

sumbere:
http://id.wikipedia.org/wiki/Penduduk
http://warok.web.id/sensus-penduduk/
http://blog.suhermanto.com/2011/12/sumber-data-kependudukan.html

No comments:

Post a Comment