Saturday, August 18, 2012

Tips Trip to Kampung Inggris Pare, Kediri, Jawa Timur


Ini pengalaman kedua ke Kampung Inggris setelah pengalaman pertamaa saat Praktek Kuliah Lapangan PKL Geografi Sejarah (ke bekas petilasan Jaya Baya raja Singosari Kediri dan ke kompleks bekas kerajaan Mataram Hindu di Mojokerto). Akhir Juni sampai tanggal 10 Juli 2012 ke kampung Inggris lagi dengan tujuan utama untuk berlibur ke Bali, Bromo Malang, dan tujuan terakhir ya belajar Bahasa Inggris. Pengalaman kedua ini ikut trevel (agen perjalanan liburan sambil belajar) temen sekelas kuliah juga. Biaya Rp. 1.400.000,- (harga sahabat) dan Rp.1.650.000,- (harga normal tanpa nego) termasuk les Bahasa Inggris, kosan / asrama (makan bayar sendiri), dan piknik dengan tujuan Kediri, Bali, dan Malang PP selama 2 minggu full. Lumayan murah bukan dengan harga segitu? Baca selengkapnya.

Berangkat siang hari jam 1 dari pool bis Harapan Jaya (HJ) Caglak, Pasar Rebo. Rombongan berjumlah belasan orang ada yang dari UNJ, UI, sekolah SMA, dan ada yang bawa ibu serta adeknya juga. Bis HJ akan membawa rombongan ke Kota Kediri dengan fasilitas full AC, toilet, selimut, dan 1x makan sore. Dengan kata lain bis HJ itu kelas VIP (very Importen Person) dengan tarip Rp. 165.000,- (sekali jalan, musim liburan -normal Rp.140.000,-). Bis berangkat jam 1.30 siang dengan nomer seri 14 mesin Mercedess Benz OH 1525 body New marcopolo AP. Bis berangkat langsung joss tol Lingkar Luar Timur menuju toll Cikampek lalu keluar tol Cikarang untuk mengambil penumpang di agen SPBU dan joss tol lagi sampai keluar tol Kalihurip dengan kecepatan santai. Di Simpang Jomin kesono dikit bis ngambil penumpang lagi jam menunjukkan pukul 4 sore. istirahat makan dengan kupon gratis makan di Taman Sari jam 5. Servis makannya enak, dapat nasi, sayur, telor dikecapin, dan ayam. Kenyang sekenyang-kenyangnya dah kalo ambil sesuai selera. Berhenti istirahat makan kedua jam 12 malam di RM. Sari Rasa Kendal, kalo mau makan bayar sendiri ke toilet juga bayar sendiri. Akhir kata sampai di Kota Kediri jam 10 siang. Bisnya jalannya santai banget padahal jalanan lancar jaya. Kemudian naik mobil Elf yang udah disewa ibu bos (panitia) untuk mengangkut rombongan ke Kampung Inggris, Pare dengan lama perjalanan 45 menit lancar melewati icon kota Kediri yaitu Simpang Gumul.

Foto Bis Nyusul..

Tiba di Kampung Inggris ternyata suasananya ramai sekali karena ini musim liburan sekolah dan kampus. Jalanan ukuran row 6 meter penuh sesak dengan hilir mudik penduduk lokal, pedagang, dan pendatang baru. Untuk wanita nginep di asrama Brata Istitut dan laki-laki di Kosan Aladin. Kosan Aladin letaknya agak masuk ke dalam gang, dengan menempati ruangan ukuran 8 x 8 meter diisi maksimal 10 penghuni lumayan nyaman untuk ditinggali. Udara di sana kalo siang lumayan panas sama kaya di Jakarta dan kota-kota besar lainnya tapi kalo malem lumayan dingin, siap-siap bawa jaket sama sarung aja. Untuk wanita sepertinya lebih baik karena dengan sistem asrama/kamp. Perbedaan kamp dengan kos itu adalah jika kamp, anggota wajib mengukuti kegiatan-kegiatan yang ada di kamp dari subuh sampai malam dan jika yang kos bebas sesuai jadwal les aja belajarnya. Biaya kos mulai dari Rp. 50.000,- sampai Rp. 150.000,- / bulan sedangkan untuk kamp +- Rp. 150.000,- ke atas (temasuk kegiatan belajar mengajar).

Foto kosan gak diphoto..

Kalo mau makan, ada banyak warung makanan yang tersebar di selurung Kampung Inggris dengan biaya paling murah Rp. 3000,- (nasi kuning atau pecel di pagi hari), siang-malam bisa cari makan sesuai selera dengan harga maksimal itu Rp. 11.000,- (iga bakar di jalan utama) minum air putih gratis dan es teh manis atau kopi Rp. 1.500,- sampai Rp. 2.000,-. Makanan gaulnya ada ketan susu Rp. 1.500,- di dekat kursus Dafodil. Ini ketan seperti ketan biasa diberi susu dengan minuman hangat, tapi peminatnya membludak. Buat yang suka genjot sepada untuk aktifitas sehari-hari ada sewa sepeda dengan harga mulai dari Rp. 25.000,-/ 2 minggu (sepeda kerangjang). Waktu liburan sewa sepeda kebanjiran order sampai-sampai harus berburu untuk sewa sepeda untung dapat sewa sepeda di Endel dekat BEC, sepeda keranjang ada boncengannya jadi bisa mlaku-mlaku dengan boncengger). Nah... kalo udah punya sepeda jalan-jalan dah ke alun-alun kota Pare di sana banyak yang jual makanan kalo pagi ada susu sapi Rp. 2000,- enak banget seperti susu Dancow putih. Apabila bosen ke alun-alun, boleh dicoba ngenjot sepeda ke Candi Surowono atau Goa Surowono. Bisa juga sewa odong-odong dengan tarif Rp.7000,-/orang ke dua tempat tersebut PP. Candi Surowono candi peninggalan kerajaan Kediri bercorak Hindu, biaya perawatan Rp. 1000,- / orang. Kemudian goa Surowono, adalah goa yang berada di bawah permukaan tanah bentuk goa seperti lobang dan lobang itu pintu masuk untuk masuk ke dalam goa yang berupa saluran air. Untuk masuk ke dalam goa, pengunjung harus siap berbasah-basahan (siap baju ganti) dan didampingi kuncen goa (anaknya kuncen juga bisa). Pengunjung akan dibawa masuk ke dalam goa sepanjang 1 km (kayaknya) dengan ketinggian +- 1 meter dengan air selutut sampai sepaha orang dewasa (musim kemarau) hanya dengan penerangan senter di depan dan belakang rombongan. Oya jika naik motor pastikan helm, lampu nyala, dan surat lengkap takutnya diajak kenalan sama Pulisi yang posnya ada di depan alun-alun.


Candi Surowono

 Pintu Masuk Goa Surowono

Les Bahasa Inggris tiap program dimulai tanggal 10 dan tanggal 24 setiap bulannya dan dipisah-piasah sesuai dengan permintaan atau jenjang pendidikan. Ada yang di Webster (belajar ngomong Inggris, tempatnya masuk gang tapi bangunannya baru), Oxford (belajar TOELF /S.P.O.K kalo di Bahasa Indonesia, tempatnya di jalan utama tapi karena peminat membludak dapat tempat yang baru selesai dibangun) dan di kamp masing-masing jika ikut kamp. Jam belajar selama 90 menit ada yang dari jam 7 pagi - 8 malam hari senin - jum'at. Belajar digabung dengan pelajar lainnya dari berbagai daerah dengan suasana kelas cukup kondusip, akrab, dan komunikatif dengan tentor yang jago-jago Bahasa Inggrisnya (padahal mereka juga belajar inggrisnya di Kampung Inggris). Semua tergantung niat, kemauan, dan takdir Allah SWT. Di penghujung masa belajar ada tes evaluasi berupa bicara di depan teman / di depan khalayak umum untuk kelas di Webster dan test tertulis 40 soal di kelas Oxford atau kamp. Untuk hasil akhir Anda akan mendapatkan sertifikat jika memenuhi syarat. Di Webster syaratnya ikut ujian, rajin masuk, dan Rp. 5000,- untuk ongkos cetak sertifikat. Sedangkan di Oxford jika tidak masuk 3x tidak boleh ikut ujian (tidak ujian = tidak ada sertifikat), nilai ujian minimal 62, serta mahar sebesar Rp. 10.000,- untuk ongkos cetak. Untuk mahar les belajar Bahasa Inggris sekitar Rp. 50.000,- sampai Rp. 150.000,- / program sesuai tempat les, waktu, dan kesulitan. Untuk tempat les yang wahid yaitu BEC dan Mahesa bisa ditanyakan langsung ke kontak personnya.


Penutupan Kelas Sebelum Final Exam di Oxford (6orang absen)
Photo: Ni Wayan

Waktu akhir pekan dapat digunakan untuk liburan kemana pun Anda mau dengan biaya yang cukup hemat. Hari Jum'at setelah sholat Jum,at rombongan berangkat ke Bali biaya Rp. 350.000,- melalui agen Les GUSTO dan digabung dengan rombongan dari Makasar (jangan ngambek info: cewek Makasar cakep-cakep dah,,). Perjalanan naik bis 3/4 Putri Kembar dari Jombang mesin Mercedess Benz OF 800 (sok tau) bodi mini Irizar New Armada dengan supir pak Catur, BMC Jatim. Perjalan melewati Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Banyuwangi, sampai di Bali. Istirahat sekali di SPBU Probolinggi dengan servis makan gratis dari GUSTO (selama tour makan ditanggung GUSTO) itu jam 10 malem lebih. Sampai pelabuhan Ketapang dini hari langsung jos naik kapal Ferry yang lumayan nyaman di kabin penumpangnya dengan full video lagu Rock Metal Jawa (band laki-laki bahasanya malah kaya orang Filiphina) dan sampai di Gilimanuk bali jam 4 pagi dengan tujuan pertama Tanah Lot. Di jalanan Bali sudah penuh dengan bis Pariwisata dan bis AKAP Restu Mulya, Wisata Komodo, OBL, dll yang beradu cepat sampai tujuan. Di Tanah Lot Sabtu jam 6 pagi masih sepi tapi ada ada pengunjung yang sudah kembali pulang. Di pagi hari air laut pasang, jadi tidak bisa ke pura yang di seberang sana. Hanya bisa memandangi indahnya ciptaan Allah SWT dengan deburan ombah khas laut Selatan dan udara yang segar. Di gua di pinggir tebing pantai ada ular suci, katanya itu ular penjaga Pura Tanah Lot jelmaan selendangnya raja yang membuat itu Pura (lupa nama rajanya). Ularnya ada 3 , kecil, dengan corak loreng hitam 70% putih 30%, dan untuk dapat melihatnya diwajibkan untuk bersodakoh serta tidak emens (wanita). Penjaganya kakek-kakek asli Bali yang rada galak bagi yang banyak tanya dan tidak mematuhi kewajiban tapi sebenarnya ramah kalo ditanya2 tentang ular suci. Ular boleh dipegang, dicium, dan dipotret/diphoto tapi emang menakutkan juga jika namanya juga memegang ular.

Naik Bis Ini ke Bali


Tanah Lot saat Pasang dan Melihat Ular Suci (plus Kuncen)


Setelah ke Tanah Lot rombongan menuju hotel/motel/home stay tempat untuk menginap semalaman yang tempatnya berada di jantung kota Denpasar jauh dari pantai. Rombongan disewakan satu rumah 2 lantai dengan beberapa kamar, satu kamar satu kamar mandi satu stopkontak (BB siap-siap bawa stopkontak extra), dan makan pagi menjelang siang di sana. Selanjutnya jam 1 ke Tanjung Benoa, di sana ada pantai dengan pasir putih, matahari yang terik sekali, dan berbagai permainan panatai seperti bananaboat, paralayang, jetski, dsb atau yang paling hemat Rp. 40.000,- ke pulau Penyu. Ke Pulau Penyu menggunkan perahu motor minimal 10 orang dengan lama perjalanan 15 menit. Pengunjung diwajibkan untuk menyumbang Rp. 10.000,- untuk biaya perawatan pulau dan hewan-hewan yang ada di dalamnya.Ya, sesuai namanya Pulau Penyu merupakan tempat penagkaran hewan Penyu yang mulai langka karena diburu untuk dimakan atau dijual ke luar negeri. Ada penyu yang masih ABG di dalam kolam khusus, penyu yang besar-besar di biarkan di kolam besar dan pengunjung dapat mengelus atau berenang dengan penyu, burung elang, ular sanca putih, kelelawar, biawak, bahkan ada ayam negeri yang entah untuk pakan hewan atau untuk dipanggang. Pengunjung bebas menyentuh, menyium, dan berfoto dengan hewan-hewan yang ada di sana.

 Berenang dengan Penyu

Sore hari dengan suasa jalanan Bali yang akhir-akhir ini mulai macet, rombongan dibawa ke Pantai Kuta. Di Pantai Kuta rombongan dipersilahkan untuk mengetest kemampuan bahasa Inggrisnya langsung dengan bule-bule yang sedang berjemur di pantai. Jika perut lapar untuk makan dengan harga yang pasti bisa mengunjungi gerai ayam goreng KFC atau mCDonal yang ada di mall di sepanjang jalan Pantai Kuta (bayar sendiri). Setelah sholat Magrib rombongan dipersilahkan untuk makan gratis dari GUSTO untuk kemudian jalan-jalan di gang Pantai Kuta menuju monumen Bom Bali. Di sepanjang jalan banyak yang menjula berbagai macam pakaian, celanan, rumah makan/Kafe, bar, jamur mabok, tukar uang, tatto, dsb ada semua Indomart juga ada. Monumen Bom Bali di jalan Jimbaran dibangun menandakan bahwa dulu tahun 2002 ada pengeboman yang katanya Amroji CS pelakunya, entah ajaran Islam mana yang menyakinkan ia untuk melakukan hal keji seperti itu? tidak ada dalam Islam. Di sana rombongan hanya berphoto-photo dan duduk-duduk karena kecapean berjalan +-30 menit dari Parkiran. Kemudian rombongan kembali ke hotel yang telah disewa untuk beristirahat.

Photonya cari sendiri di Google yaa..

Hari minggu, rombongan dipersilahkan untuk foya-foya menghamburkan uangnya untuk berbelanja apa yang dimau. Pertama mampir ke pusat oleh-oleh (lupa namanya) di sana sudah banyak bis parwis yang parkir seperi Tiara Mas, Prayogo, Madu Kismo, dsb. Barang-barang yang dijual beraneka ragam dari makanan, cemilan, aksesoris, pakaian, lukisan, perawatan kecantikan, dsb dengan harga swalayan. Kemudian jalan lagi untuk makan siang (gratis) dan belanja lagi di Buah Tangan. Tujuan berikutnya adalah pasar Sukowati, di sini lebih lengkap lagi dengan harga yang bisa ditawar namun tetap ada barang yang ada di toko tapi tidak ada di pasar. Pintar-pintarlah menawar di sini barang bisa dibeli dengan setengah harga atau lebih rendah lagi sesuai kemampuan menawar dan kesabaran. Lebih murah belanja di pasar daripada di toko-toko tadi (kacang Bali di toko Rp.18.000,- di pasar Rp.12.500,-) mungkin hanya harga kacang yang lebih murah di pasar sibanding di toko. Lanjut belanjanya ke Kaos Oblong terkenal pabrik kata-kata Joger di Singaraja karena ingin langsung ke Bedugul dan balik ke Pare, Kediri. Jauh rasanya perjalanan dari Sukowati ke Singaraja kira-kira 1,5 jam perjalanan. Di Joger udaranya sudah berasa dingin denagn deretan bis parwis yang berjejer mengantar shopaholic yang haus untuk belanja. Baju oblong di Joger ukurannya aneh untuk orang Indonesia karena ukuran baju S saja besarnya seperti ukuran L orang Indonesia. Harga-harganya sudah terpasang di barcode seperti di swalayan dan pusat oleh-oleh.

Habis Mborong ini di Pasar Sukowati

Sore hari perjalanan dilanjutkan ke Bedugul untuk melihat danau Bedugul yang ada Pura sucinya. Jalan menuju Bedugul berkelok-kelok naik-turun dengan kebun sayur seperti di puncak pass denagn kebun tehnya. Satu sisi Bali dengan suasa terik di pantainya, ternyata ada sisi lain dimana bali itu dingin di pengunungannya. Sayang, karena sudah sore pemandangan danau tertutup oleh kabut-kabut pekat dan juga mulai sepi pengunjung. Di danau ada penyewaan bebek-bebekan dan perahu cepat+photo untuk memutari danau dengan biaya Rp. 15.000,- dan photonya Rp. 10.000,- langsung jadi. Tapi perahu cepat dan bebek-bebekan akan jalan apabila kabut sedikit menghilang atau pandangan cukup jelas. Di Bedugul ada masjid besar di atas bukit yang langsung menghadap ke danau. Maha Besar Allah SWT, di tengah kaum minoritas masih ada Masjid Besar untuk beribadah. Air untuk berwudhu sangat dingin dan lantainya juga dingin. Waktu menunjukkan pukul 6.30 sore rombongan langsung kembali ke Kediri melalui jalur tengah Bali menuju pelabuhan Ketapang dan akhir kata sampai di Pare Kediri senin pagi pukul 9.

Ini yang Naik Perahu.. Piss
Photo: Jovanni

Liburan di minggu terakhir tepatnya jum'at malam jam 10 rombongan berlibur ke Gunung Bromo, Malang biaya Rp. 150.000,- / orang. Masih dengan evenorganizer dari GUSTO berangkat menggunakan mobil Elf isi 14 orang. Melewati jalur tengah Pujon dan Pacet sampai lah di Bromo tepat jam 5 pagi agar dapat melihat matahari terbit di atas bukit di atas kaldera Tengger yang masih diselimuti kabut. Dari parkiran Elf rombongan menaiki mobil pick up Mitsubisi Colt selama 30 menit. Sekitar 80 % perjalanan ternyata sudah ditutupi mobi-mobil jeep yang disewa pengunjung. Akhirnya rombongan diturunkan dan menggati ojek motor GL yang sudah mencegat pick up dengan biaya Rp. 20.000,- (satu motor 2 orang) untuk menanjak ke bukit. Turun dari motor ojek dan naik tangga 10 menit sampai dah di titik akhir puncak. Di sana sudah penuh sesak dengan pengunjung yang juga ingin mengabadikan waktu sunset di Bromo. Matahri beranjak naik, rombongan dengan berjalan kaki (turun bukit tanpa ojek lah) menuju mobil pick up untuk menuju Kaldera Tengger dan lebih dekat dengan gunung Bromo serta saudaranya gunung Batok di lautan pasir. Jalanan yang dilalui sangat-sangat curam dengan kelokan yang sangat patah dituntut kelihaian pengemudi dan kendaraan yang prima untuk sampai ke Kaldera Tengger.

Rombongan TKW Nyasar ke Bromo

Selesai Bromo, trip berikutnya adalah ke air terjun Selomanggeng di Pacet, Malang. Jalanan di jalur utama Malang - Surabaya ternyata padat merayap hingga persimpangan ke Pacet / Kediri. Sampai di air terjun jam 4 sore dengan suasana yang sejuk karena di kelilingi hutan pinus dan pohon besar lainnya. Air terjun tunggal yang cukup tinggi dengan air yang jernih lagi dingin menusuk tulang. Ada makanan yang khas yaitu gorengan brokoli ditepungi. Dengan harga Rp. 500,- gorengan yang rasanya seperti bakwan ini sangat lezat dimakan hangat di tengah suasana yang dingin setelah beredam. Patut dicoba. Malam harinya rombongan dibawa ke Batu Night Spectakuler (BNS) melewati Jatim Park dengan tiket masuk Rp. 15.000,- (hanya tiket masuk, belum temasuk tiket naik wahana). BNS itu seperti pasar malamnya Dufan dimana apabila ingin menaiki suatu wahana maka pengunjung harus membeli tiket terlebih dahulu. Biaya tiket anatara Rp. 10.000,- sampai Rp. 15.000,- sesuai dengan wahana yang akan dinaiki. Kurang lebih tersedia belasan wahana dari yang untuk anak kecil (rumah lampion, bom-bom car, komedi puter, sepeda udara, dsb) sampai yang menguras adneralin seperti sepeda gila (manteb ni naik yang ini) atau naik Rogeo (keras bantengnya, kasihan adeknya). Pintu keluar dari BNS melewati deretan kios-kios oleh-oleh khas Malang, ada yang jual flora fauna juga di pojokkan dan juga kaos-kaos BNS dsb. Pulang dari BNS jam 10 malem langsung joss ke Pare Kediri sampai jam 12 malem.

 Air Terjun Solomanggeng Batu, Malang

Nah.. Ini yang Bikin Sakit
Photo: Ni Wayan

Tanggal 10 Juli akhir dari acara travel East Java Tour untuk kembali ke asalnya (Jakarta) naik Harapan Jaya maning. Peserta yang ingin pulang dengan moda transportasi lain seperti kereta atau mau tour ke tempat lain, ibu bos memberikan kompensasi sebesar Rp. 120.000,-. Untuk tujuan Solo - Jogja dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan kota menuju pasar Pare tarif Rp. 2.500,- nyetop angkot di jalan utama, dari pasar naik mobil Elf tujuan Jombang tarif Rp. 10.000,- turun di stasiun Jombang dan yang utama naik Sumber Kencono / Sumber Selamat / Sugeng Rahayu / Mira dengan fasilitas ATB tarif Rp. 30.000,- sampai Giwangan, Jogja (naik SS) dan terakhir ke Salam, Magelang naik Sumber Waras (bis terakhir ke Semarang jam 6 sore) tarif Rp. 6000,-. Dari Pare jam 6 pagi sampai Salam, Magelang jam 7 sore total 12 jam, karena di Jombang bingung mau ke Magelang (EKA PATAS CEPAT gak mau distop) atau Jogja.



Sabtu Ketemu jadi Parwis dari Batu, Malang dan Minggunya Naik ini ke Jogja
Sumber Selamat W7181 UY

Nah.. itulah tips trip dan share pengalaman (no ofense) ke Kampung Inggris, Pare, Kediri besera dengan paket-paket liburan yang tersedia. Semoga bermanfaat bagi kita semua yang ingin ke Kampung Inggris. Mohon kiranya untuk memberikan komentar, saran, atau keritik untuk membenarkan kesalahan-kesalahan yang masih banyak terjadi. Persiapkan liburan anda dengan matang agar liburan anda menyenagkan dan berkesan. Selamat liburan sekaligus belajar, jangan ngambek, jangan marah , dan jangan nuntut ya....

8 comments:

  1. Misi nanya mas, dr pare ke bali dan bromo itu emang udah direncananin dari awal (eo dr jakarta) apa ikut travel yang emang disediain dr kampung inggrisnya? Makasi sebelumnya:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo saya udah dari awal (eo Jakarta)...

      tapi, klo mau ikut travel di sana juga ada +- Rp 200.000,-/paket.

      Delete
    2. Ooh gitu, makasi ya infonya membantu sekali:)

      Delete
    3. Nanya lagi mas, ada nomer travel sana yang bisa dihubungi nggak? Setau mas eo yg dr kampung inggrisnya itu selalu nyedian tour tiap minggu nggak? Hehe makasi:)

      Delete
    4. waduh,,, gak ada nmr kontaknya neng. Langsung aja ke Pare-Kediri. Biasanya kalo pas liburan, setiap minggu ada yang adain jalan-jalan ke Bromo dan Bali. Ada brosur dan selebarannya juga kok di tempat-tempat umum. EO-nya itu ya...tempat kurusus Bahasa Asing juga neng..

      Delete
    5. Ooo gitu yaa makasi banyak infonya mas:)

      Delete
  2. Wah, seru juga pengalaman belajarnya !

    Jadi inget waktu belajar di Kampung Inggris dulu, sewaktu belajar tentang Speaking n Listening.
    Nggak kalah seru lah, meski gak punya basic ngomong inggris tapi tetap dibimbing 3 bulan sampai bisa n lancar ngomong bahasa inggrisnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mantebb dah mas, kalo bisa ngomong basa Inggris dalam 3 bulan ... niat itu mah..

      Delete