Wednesday, November 1, 2017

RANGKUMAN KD 1.1 MENJELASKAN PENGERTIAN FENOMENA BIOSFER



1.1  Menjelaskan pengertian fenomena biosfer

1.1.1      Mendeskripsikan fenomena biosfer

Fenomena adalah peristiwa atau terjadinya sesuatu hal di muka bumi. Biosfer berasal dari kata bios yang berarti hidup dan sphaira (sphere) yang berarti lapisan atau bagian dari kulit bumi, air, dan atmosfer tempat ditemukan kehidupan organisme tumbuh-tumbuhan, binatang, dan mikroorganisme.

Fenomena biosfer adalah peristiwa atau terjadinya sesuatu hal di muka bumi yang berkaitan dengan makhluk hidup (yang meliputi tumbuh- tumbuhan, binatang, dan mikroorganisme).
Contoh fenomena biosfer yaitu kerusakan flora dan fauna akibat aktivitas manusia yang merusak lingkungan, berkurangnya habitat untuk kehidupan flora dan fauna akibat populasi manusia yang semakin banyak, dan  dampak kerusakan flora dan fauna yang mempengaruhi kehidupan manusia

sumber : Iskandar, L. 2009. Geografi 2 : Kelas XI SMA dan MA. Jakarta. PT. Remaja Rosdakarya (http://sobatgeo.blogspot.co.id/2017/01/pengertian-fenomena-biosfer.html)

1.1.2      Mengidentifikasi faktor-faktor  yang berpengaruh terhadap keberadaan flora dan fauna

Beberapa faktor yang mempengaruhi keberadan flora dan fauna di muka bumi diantaranya ialah faktor klimatik (iklim), edafik (tanah), dan biotik (makhluk hidup).

1. Faktor Iklim
Faktor-faktor  iklim yang berpengaruh terhadap persebaran flora dan fauna yaitu suhu, kelembaban udara, angin, dan curah hujan

A. Suhu
Sumber panas bagi seluruh permukaan bumi berasal dari radiasi matahari secara langsung maupun tidak langsung. Radiasi matahari ke bumi dipancarkan secara merata, akan tetapi karena perbedaan lintang, derajat keawanan, ketinggian dan albedo maka suhunya akan berbeda-beda disetiap tempat. Sehubungan dengan itu biasanya tumbuhan dan hewan beradaptasi  terhadap suhu lingkungan fisiknya, sehingga hanya daerah dengan suhu yang sangat tinggi dan sangat rendah saja yang tidak dapat didiami oleh makluk hidup secara permanen. Akibat perbedaan-perbedaan ini beberapa jenis tumbuhan dan hewan telah berhasil beradaptasi dengan lingkungan tropis yang lembab, dan lainnya beradaptasi dengan lingkungan dingin dan kering atau lingkungan panas dan kering.
Bagi tumbuhan yang berkembang di daerah tropis, diperlukan variasi suhu untuk proses perkembangbiakan, berbunga, berbuah, dan untuk tumbuh daun-daun baru. Begitu pula tumbuhan didaerah dingin dan kering, memerlukan pola cuaca yang bervariasi untuk melangsungkan serangkaian proses regenerasinya.

Berdasarkan faktor suhu, maka kita mengenal dua kelompok vegetasi, yaitu :

1. Kelompok vegetasi annual, yaitu kelompok tumbuhan yang hanya  berkembang pada saat-saat tertentu saja terutama pada musim panas. Sedangkan dimusim dingin, tumbuhan jenis ini tidur karena berada dibawah lapisan es yang ketebalannya bervariasi. Umumnya tumbuhan annual adalah tumbuhan kecil atau bunga-bungaan di daerah beriklim dingin.

2. Kelompok vegetasi perennial, yaitu kelompok tumbuhan yang mempunyai mekanisme melindungi diri dari suhu yang sangat rendah di musim dingin secara bergantian, sehingga dapat berkembang terus-menerus. Kemampuan inilah menyebabkan kelompok vegetasi perennial dapat berumur lebih dari satu tahun.

B. Kelembaban Udara
Kelembaban udara menunjukkan banyaknya uap air yang terkandung dalam udara. Zat hara penting akan diserap oleh akar tumbuhan dengan bantuan air. Air juga sangat berperan dalam reaksi pembentukan bahan organik bagi tumbuhan. Begitu pula bagi manusia dan hewan, air merupakan kebutuhan yang sangat penting.

Berdasarkan tingkat adaptasi terhadap kelembaban lingkungannya, dunia tumbuhan dibedakan menjadi empat yaitu :

1.    Xerofit, berasal dari kata xero yang artinya kering dan phytos yang berarti tumbuhan. Jadi xerofit merupakan kelompok tumbuhan yang dapat beradaptasi dengan lingkungan yang kekurangan air atau kering. Daerah persebarannya terutama dikawasan gurun ( kawasan arid ). Contohnya kaktus.

2.    Hidrofit, berasal dari kata hydros yang artinya basah atau berair. Jadi hidrofit adalah kelompok tumbuhan yang khusus beradaptasi pada lingkungan yang berair atau basah. Ciri khas vegetasi ini adalah cenderung mempunyai sistem perakaran yang dangkal, namun daunnya lebar-lebar dengan ruang renik ( stomata ), mempunyai lapisan-lapisan kulit luar dan daun-daunnya mengarah kearah datangnya sinar matahari. Contohnya teratai, enceng gondok, paku-pakuan, selada air, kangkung dan sebagainya.

3.    Mesofit, berasal dari kata meso yang artinya antara atau pertengahan. Jadimesofit merupakan kelompok vegetasi yang hidup pada daerah-daerah lembab tetapi tidak sampai tergenang air. Tumbuhan kelompok ini banyak terdapat di daerah lintang rendah ( tropis ) dengan curah hujan yang tinggi dan relatif merata sepanjang tahun, Contohnya anggrek dan beberapa jenis jamur.

4.    Tropofit yaitu kelompok tumbuh-tumbuhan yang mampu beradaptasi pada lingkungan dengan kondisi yang berubah-ubah ( menguntungkan dan tidak menguntungkan ) . Vegetasi kelompok ini dapat hidup dengan perubahan musim yang jelas yaitu musim panas dan musim dingin. Pada umumnya tumbuhan tropofit berupa tumbuhan yang besar-besar, berdaun lebat dengan cabang-cabang yang banyak dan dikategorikan sebagai belukar atau pohon-pohon. Berdasarkan ciri tersebut, maka kelompok vegetasi ini merupakan vegetasi khas daerah tropis.

C. Sinar Matahari
Tumbuh-tumbuhan menggunakan sinar matahari sebagai sumber energi untuk proses fotosintesis. Energi ini khususnya dipergunakan untuk mengubah karbondioksida (CO2 ) dan air menjadi glukosa dengan membentuk oksigen ( O2) di atmosfer sebagai hasil lainnya. Dengan demikian sinar matahari yang sampai kepermukaan bumi merupakan sumber energi bagi tumbuh-tumbuhan dalam rangka melangsungkan kehidupannya.

D. Curah hujan
Air merupakan kebutuhan penting bagi keberlangsungan flora dan fauna. Bagi lingkungan kehidupan darat, sumber air untuk memenuhi kebutuhan organisme terutama berasal dari hujan atau bentuk presipatasi lainnya. Perbedaan curah hujan tiap-tiap wilayah permukaan bumi menghasilkan karakteristik vegetasi dan juga menyebabkan perbedaan jenis hewan yang mendiaminya. Hal ini disebabkan tumbuh-tumbuhan merupakan produsen yang menyediakan sumber makanan bagi hewan.

E. Angin
Bagi tumbuhan angin berfungsi untuk membentuk CO2 dan memindahkan uap air dan kelembaban dari suatu tempat ke tempat yang lain. Angin juga sangat berperan dalam proses penyerbukan dan penyebaran biji-bijian yang akan menjadi tumbuhan baru.

2. Faktor tanah
Sebagai media tumbuh dan berkembangnya tanaman, tingkat kesuburan tanah berpengaruh terhadap persebaran tumbuhan.
Faktor tanah dsebut pula faktor edafik yang berasal dari kata edapos yang artinya tanah atau lapangan. Melihat pola persebaran vegetasi dengan faktor edafik berarti meninjau tanah dari sudut tumbuhan atau kemampuan meumbuhkan vegetasi. Faktor fisik dan kimiawi tanah yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman abtara lain tekstur, struktur, dan keasaman tanah.
A. Tekstur tanah.
Tekstur tanah adalah perbandingan relatif berbagai partikel tanah dalam suatu massa tanah terutama perbandingan antara pasir, debu dan lempung. Tekstur tanah sangat penting dalam kaitannya dengan kapasitas menampung air dan udara tanah. Tanah dengan proporsi partikel –partikel yang lebih besar dapat mempunyai tata air yang baik. Tanah yang halus biasanya memiliki potidak tersebar merata. Selain itu alirannya juga sangat lambat sehingga tidak menguntungkan bagi tumbuh-tumbuhan.
B. Struktur tanah
Struktur tanah adalah susunan atau pengikatan butir-butir tanah dan membentuk agregat tanah dalam berbagai kemantapan bentuk dan ukuran. Struktur tanah menyebabkan perbedaan tingkat  kemampuan tanah dalam meloloskan air ( porositas ) dan besar pori-pori antara butir-butir tanah ( permeabilitas ). Porositas dan permeabilitas mempengaruhi penyaluran air, unsur hara dan udara keseluruh bagian tanah.
C. Keasaman tanah
Kesuburan tanah sangat dipengaruhi oleh proses-proses kimia dan pertukaran unsur kimia antar tumbuhan. Tumbuhan tidak mampu menyerap unsur-unsur hara tanpa diubah dalam bentuk cairan. Jika keasaman tanah berkurang sampai beberapa tingkat, maka air akan mempunyai kemampuan yang kecil dalam menahan mineral-mineral untuk diubah menjadi unsur-unsur hara. Akibatnya sekalipun unsur-unsur hara ada di dalam tanah tumbuhan tidak mungkin hidup dengan baik disana.

3. Faktor topografi
Faktor topografi meliputi ketinggian dan kemiringan lahan. Ketinggian suatu tempat erat kaitannya dengan perbedaan suhu yang akhirnya menyebabkan pula perbedaan kelengasan udara. Diantara daerah yang mempunyai ketinggian yang berbeda, akan ditumbuhi oleh vegetasi yang jenisnya berbeda pula karena vegetasi tumbuhan maupun hewan mempunyai tingkat adaptasi yang berlainan. Oleh sebab itu kita mengenal jenis-jenis tumbuhan dan hewan yang khas untuk daerah-daerah dengan ketinggian tertentu.
Faktor topografi yang lain adalah kemiringan permukaan tanah. Permukaan tanah yang miring menyebabkan air cepat menyusuri lereng. Semakin terjal permukaan semakin besar kekuatan air mengikis permukaan tanah yang subur, sehingga ketebalan tanah menjadi berkurang. Biasanya tanah yang miring setiap unitnya mempunyai jumlah flora dan fauna lebih sedikit dari pada tanah yang relatif rata. Hal ini disebabkan oleh cadangan air cepat hilang karena bergerak kebawah secara cepat.

4. Faktor Biotik (Manusia, hewan dan tumbuh – tumbuhan)
Manusia mampu mengubah lingkungan untuk memenuhi kebutuhan tertentu. Misalnya daerah hutan diubah menjadi daerah pertanian, perkebunan atau perumahan dengan melakukan penebangan, reboisasi atau pemupukan. Manusia dapat menyebarkan tumbuhan dari suatu tmpat ke tempat lainnya. Selain itu manusia juga mampu mempengaruhi kehidupan fauna di suatu tempat dengan melakukan perlindungan atau perburuan binatang. Hal ini menunjukkan bahwa faktor manusia berpengaruh terhadap kehidupan flora dan fauna di dunia ini. Selain faktor tersebut hewan juga memiliki peranan terhadap penyebaran tumbuhan flora. Misalnya serangga dalam proses penyerbukan, kelelawar, burung, tupai membantu dalam penyebaran biji tumbuhan. Peranan faktor tumbuh – tumbuhan adalah untuk menyuburkan tanah. Tanah yang subur memungkinkan terjadi perkembangan kehidupan tumbuh – tumbuhan dan juga mempengaruhi kehidupan faunanya. Contoh bakteri saprofit merupakan jenis tumbuhan mikro yang membantu penghancuran sampah – sampah di tanah sehingga dapat menyuburkan tanah.

Sumber: http://sobatgeo.blogspot.co.id/2017/01/faktor-yang-mempengaruhi-persebaran.html

1.1.3       Mengidentifikasi faktor-faktor  yang menghambat persebaran flora dan fauna

Berbagai flora dan fauna tersebar secara tidak merata di permukaan bumi. Sebaran flora fauna ini bisa menjadi terhambat oleh adanya berbagai macam fenomena geosfer seperti gerakan lempeng, perubahan muka air laut pegunungan, pola aliran sungai dan cuaca iklim. Namun umumnya faktor penghambat penyebaran flora fauna diantaranya:

1. Kondisi iklim
Keadaan iklim suatu tempat sangat mempengaruhi terhadap persebaran flora dan fauna. Unsur iklim yang dapat menjadi penghambat dalam persebaran flora dan fauna antara lain suhu, kelembaban udara dan curah hujan. Jika suatu hewan atau tumbuhan yang berasal dari daerah subtropis datang ke wilayah tropis di Indonesia, tentu tidak serta merta bisa beradaptasi dan tumbuh dengan baik disini.

2. Kondisi tanah
Kondisi tanah erat kaitannya dengan tumbuh kembang vegetasi tertentu. Tanah sebagai media tumbuh kembang tanaman tentu memiliki kondisi hara yang berbeda. Ada tanah yang kaya kandungai humus ada yang tidak, ada yang jenuh air ada yang kering. Kaktus tentu cocok hidup di daerah tandus namun jika ditaman di daerah gembur tentu akan berbeda ceritanya. Hewan-hewan juga banyak yang memanfaatkan tanah sebagai media hidupnya seperti cacing, tikus, hingga kalajengking.

3. Kondisi geografis
Kondisi geografis berkaitan dengan landscape antau bentang alam seperti samudera, padang pasir, sungai, hingga pegunungan. Sebaran hewan dan tumbuhan akan tidak berjalan baik jika terhalang oleh bentang alam ekstrim tersebut. Dahulu kangguru bisa bermigrasi dari Australia ke Papua karena masih satu daratan, namun setelah paparan sahul tergenang saat es mencair maka kangguru tidak bisa lagi bermigrasi ke Papua. Kangguru yang tertinggal di Papua beradaptasi dengan lingkungan disana sehingga menjadi Wallaby dengan ukuran lebih kecil.

4. Kondisi biologi
Faktor biologis contohnya adalah habitat yang sudah tidak cocok ditinggali sehingga hewan cenderung bermigrasi untuk menjaga kelangsungan hidupnya. Di Afrika sana, ada suatu waktu ketika hewan-hewan bermigrasi untuk mencari sumber air baru karena daerah asalnya kekeringan.

Sumber: http://www.gurugeografi.id/2017/08/hambatan-penyebaran-flora-fauna.html


Tuesday, October 31, 2017

MINIATUR BIS : SEMPATI STAR JETBUS2+ SETRA - WAHYU BOI AJJA


PERINGATAN!
Miniatur dapat menyebabkan ketagihan



samping kanan ke depan
menggunakan sasis scania k360i sehingga overhang depan puanjang sekali


dari atas ke samping kanan


depannya saja
ada tambahan aksen pink sebagai identitas unit pinky


dari samping kiri ke belakang


belakangnya saja




sempati star
jetbus2+ setra adiputro
skala 1/20
buatan wahyu boi ajja di jakarta selatan
bodi aklirik
ban tovix
interior resin
livery cat dengan grafis cuting stiker
spek standar interior saja



harga 1.3jt
wa 0857-1856-8837


Tuesday, October 24, 2017

FILE : SEPTEMBER 2017


utamakan sarapan yang bergizi untuk kesehatan dan pendidikan yang bermutu


sinar jaya 49 rd jogja - purworejo - poris


evo c sinar jaya dan krui putra


tulisan limited edition sr1


budiman jetbus2+ setra


gapuraning rahayu kalideres


dewi sri ultima2


dedy jaya symphonie ac


dedi jaya sprinter trisakti


asli prima legaya sr1


legaya klender


gapuraning evolution


blue star merdeka marcopolo/new travego upgrade jb2


dmh trans jb2 anugrah


damri setra morodadi


benteng jaya trijaya union


sinar jaya rombak jetbus garasi


bejeu new setra jetbus2+ rombakan garasi


b56 bejeu


haryanto putri hr80


java quality 006 jetbus2+ hdd


hr 91 adipati


1 safety first muji jaya


velg crome scania k410ib


velg crome scania k410ib


velg crome scania k410ib


velg crome scania k410ib


kinclong


k410 bersama yang standar


haryanto hijau

Saturday, October 21, 2017

MINIATUR BIS : BEJEU SCANIA - AVANTE TENTREM


PERINGATAN!

Miniatur dapat menyebabkan ketagihan.




depan ke samping kiri
semakin garang dengan menggunakan warna hitam


depannya saja
kaca melengkung double glass


dari samping kiri ke belakang
kisi-kisi mesin vertikal


sampingnya saja
bodi xhd jadi terlihat jangkung


dari atas ke samping kiri


jenong


belakangnya saja
dengan quadmufffler berbentuk limas yang sporty


samping ke belakang


samping kanan ke belakang
terlihat gagah

bejeu
jepara - pondok pinang
scania k 360 ib
tentrem avante
skala 1/20
buatan ropidun kudus
bodi tripleks 3mili
kaca aklirik
livery cat
spek standar interior
no lampu
ban belok mulus

harga idr 1,2 juta



www.bismania.org
tangerang raya




SURVEI KE DESA MALASARI TNGHS KECAMATAN NANGGUNG KABUPATEN BOGOR



perjalanan dari cibeber menuju desa malasari dengan medan yang mulus


menanjak, sempit dan jalan semakin rusak


jalan rusak berlobang dan berbatu-batu


peta wisata desa malasari


pintu gerbang taman nasional gunung halimun salak


peta administrasi desa malasari


peta objek wisata


pemandangan sengkedan atau terasering di lereng gunung halimun


pohon paku makanan dinosaurus


desa wisata malasari


persawahan di desa malasari


permukiman di desa malasari yang masih sederhana


luwit tempat menaruh hasil panen padi


pohon aren


bebatuan besar


batu basalt


home stay desa malasari


ruang tamu


kamarnya bervariasi


kamar homestay malasari


air selalu mengalir


dari mata air gunung salak


siipplah


rumah panggung asli sunda



masih menggunakan tungku kayu


gas dan minyak tanah mahal


stok kasur masih banyak


semacam rumah adat


yang sedikit modern


bersama penduduk setempat yang ramah-ramah


samacam pendopo


museum bupati bogor pertama


halimun artinya kabut


kabut di basecamp desa malasari


ruang keluarga yang luas


kamar mandi dengan air yang selalu mengalir


rumah asli


kebanyakan menggunakan motor laki karena medan yang terjal dan jalan bebatu. tapi jangan motor matic dimodip jadi motor tril


kuda-kuda sebelum melangkah


hati-hati melangkah, tanahnya licin


jernih


aliran sungai di hulu yang jernih dan berarus deras


tanah andosol yang subur


menanam pohon singkong


persawahan


ayam mengerami telurnya


pohon merambat yang bisa menjadi cadangan air jika dipotong


pohon kina obat malaria yang hidup di iklim sejuk menurut iklim junghuhn


jalan setap yang selalu basah karena masuk kawasan hutan hujan tropis


adem rasanya berjalan di sini


pohon kina


tumbuhan pakis yang indah


lereng gunung yang hijau


jalan setapak yang rimbun


banyak kantong semar


kantong semar


rumput hutan


sejenis pohon pakis juga


pohon dimana-mana


autofokus kamera asus zenfone laser


jamur


jamur di batang pohon yang tumbang dan mati


banyak ditemui kantong semar


jalan setapak menuju hutan


ciri hutan hujan tropis banyak terdapat tumbuhan pakis


pohon merambat untuk obat


menu makan


makanan sederhana namun bergizi dan membuat ketagihan


combro dan pisang goreng


masih homestay


penambangan pasir dan batu yang rawan longsor